Pendekar Dewa Terkutuk

Pendekar Dewa Terkutuk
112 = JANJI PERJAMUAN MAKAN MALAM=


__ADS_3

\=Chapter 112. JANJI PERJAMUAN MAKAN MALAM\=


\=


\=


Kelompok rampok Singa Padang Savana sudah menunggu di depan rombongan khafilah yang kini di tumpangi Li Yian dan Baba Yaga, mereka berdiri dengan sangat angkuh karena mereka yakin dengan kemampuan masing-masing individu.


Di tambah Padang Savana adalah area kekuasaan mereka, jangankan para pedagang dan saudagar kaya yang hanya lewat. Pemerintah Kekaisaran Tang saja jika memburu mereka selalu gagal.


Kini orang-orang yang merasa kuat dari rombongan para pedagang, langsung turun dan maju ke bagian paling depan kereta barang. Namun setelah melihat yang menghadang mereka orang-orang yang sangar dan terlihat kuat, nyali mereka kini menciut total.


"Sial, bagaimana ini pemimpin? Mereka sangat kuat dan membawa berbagai macam senjata!" ucap salah satu anggota inti dari rombongan.


Pemimpin rombongan itu juga sangat terkejut dan takut, dia tidak menyangka bahwa benar-benar kelompok rampok Singa Padang Savana yang menghadang mereka.


"Pendekar muda, kapan anda akan datang menolong kami?" gumam pemimpin rombongan itu.


Dia sangat berharap, bahwa Li Yian dan Baba Yaga akan menolong, meskipun hanya berdua tapi bisa meringankan beban mereka.


"Kalian semua, para sampah! Serahkan barang berharga yang kalian miliki." bentak salah satu dari kelompok singa padang savana.


Dia adalah orang yang bertindak menjadi pemimpin kelompok yang menghadang, setelah berbicara demikian dia langsung maju dengan golok panjang di tangannya.


"Cepat serahkan! Jika tidak, makan barang dagangan kalian yang akan kami jarah." setelah maju dia kembali membentak.


Pemimpin rombongan pedagang sudah cukup takut, dari momentum teriakkan salah satu orang saja dia sudah tahu bahwa kelompok yang menghadang sangat berbahaya.


"Kami tidak mempunyai barang berharga! Uang kami sudah kami belanjakan ke dalam dagangan kami!" ucap pemimpin rombongan pedagang itu dengan takut.


"Bedebah keparat, kalian memang sampah tidak berguna!"


Setelah kata-kata itu keluar, dari belakang rombongan pedagang muncul suara yang cukup mengintimidasi semua orang.


"Siapa yang kau sebut sampah tidak berguna?"


Suara itu sangat keras, tapi seperti tidak membentak! Suara itu seperti orang yang berbicara biasa saja tapi terdengar seantero padang savana.


Seharusnya sura di padang savana seperti itu tidak akan terdengar jelas, Karena angin di sana begitu kencang! Tapi suara itu di susupi tenang dalam sehingga seperti menggema.


Para pedagang yang berkerumun langsung menengok ke arah belakang mereka, setelah itu mereka melihat dua orang yang berjalan dengan santai.

__ADS_1


"Pendekar muda, kalian akhirnya muncul!" ucap pemimpin rombongan pedagang sangat lega.


Li Yian berjalan maju, sesudah melewati kerumunan yang kini membelah, memberikan jalan terhadap Li Yian maupun Baba Yaga lalu berhenti dan menengok ke arah pemimpin rombongan pedagang.


"Tenanglah paman, tidak perlu khawatir! Aku paling tidak suka terhadap perampok, apalagi perampok seperti mereka dengan mulut yang kotor!" jawab Li Yian setelah sampai di hadapan pemimpin rombongan pedagang.


Baba Yaga tidak berbicara, melainkan langsung mengambil tombak yang di gantungkan di punggungnya! Lalu membuka balutan kain yang mengikat pada tombak itu.


Setelah tombak di buka keseluruhan, yang prosesnya sambil di perhatikan dengan detai oleh rombongan pedagang dan para anggota singa padang savana, Baba Yaga langsung menancapkan tombak itu ke dalam tanah.


Syutt..!


"Saudara Li Yian, jangan terlalu banyak bicara! Kita habiskan saja mereka semua!" ucap Baba Yaga langsung memperingati Li Yian.


"Tumben sekali kau sangat berbeda? Biasanya tidak terlalu peduli!" ucap Li Yian heran.


"Bagaimana tidak peduli, kata dia! Jika aku mengalahkan mereka semua akan di berikan perjamuan makan malam! Bagaimana aku akan diam saja, jika sudah di berikan janji." ucap Baba Yaga dengan begitu semangat sambil menunjuk salah satu dari pedagang di sana yang memberikan janji.


Li Yian hanya hanya melongo dengan tidak percaya, karena Baba Yaga hanya peduli dengan makanan saja akhir-akhir ini.


"Haah, sudahlah karena sudah terlanjur! Aku harap kau tidak begitu rakus nantinya teman !" keluh Li Yian.


"Bedebah sialan, mereka meremehkan perintah kita! Kawan-kawan hancurkan semuanya tanpa tersisa!" bentak orang yang menjadi pemimpin.


"Pemimpin, tunggu! Jika seperti ini bos besar bisa marah!" salah satu anggota mengingatkan agar pemimpinnya tidak gegabah.


"Persetan dengan bos besar, cepat serang mereka semua!" pemimpin itu sudah sangat emosi atas perlakuan Li Yian maupun Baba Yaga.


*


*


*


30 orang itu langsung maju semua, mereka berlari ke arah rombongan pedagang.


Para pedagang yang sudah ketakutan, akhirnya memilih mundur dari sana, mereka bersembunyi di balik kereta barang miliknya masing-masing.


Li Yian langsung mencabut pedang yang tergantung di pinggangnya, dia langsung maju beberapa langkah dan menebas dengan sangat cepat.


Slaazz..!

__ADS_1


Slaazz..!


Setiap tebasan yang Li Yian lakukan, maka satu musuh terbunuh dengan mengenaskan! Karena Li Yian menyerang di bagian fital musuh di kepala.


Tebasan dan tusukan terus Li Yian lakukan, meskipun dirinya di kepung oleh banyak musuh! Namun gerakan lincah dirinya yang menghindari serangan begitu mudah, sehingga tidak ada satupun serangan musuh yang mengenainya.


Di bagian lain.


Baba Yaga juga sama, dia sudah ahli dalam menggunakan tongkat panjang! Meskipun sekarang tongkat panjang miliknya bukan senjata pusaka, namun menahan kekuatan dirinya yang berada dalam bentuk manusia sudah cukup.


"Sial, saudara Li Yian membunuh musuh sudah lebih banyak dari ku!" gumam Baba Yaga.


Dia langsung memutarkan senjata tongkat panjangnya, suara menderu begitu kencang! Angin yang tadinya hanya semilir di telinga kini seperti sebuah tornado yang mengamuk.


Baba Yaga yang bergerak dengan cepat secara zig-zag, langsung membenturkan tongkat panjang itu ke kepala musuh! Jika yang terkena bawah tongkat maka kepala itu langsung retak dan hancur di bagian dalam.


Jika terkena bagian tiga ujung yang lancip, maka kepala itu langsung terkoyak sangat dalam.


Li Yian maupun Baba Yaga, mengamuk hebat membantai 30 kelompok singa padang savana itu, kini pemimpin dari kelompok itu mundur beberapa langkah ke belakang.


Dia terluka cukup parah, setelah menahan serangan dari Baba Yaga! Golok panjang miliknya langsung bongkah di bagian yang tajamnya.


"Sial mereka berdua monster! Bagaimana informasi ini tidak aku dengar dari bosa besar?" gumam pemimpin kelompok rampok itu.


Dia sangat geram, karena anak buahnya hampir di bantai habis oleh mereka.


Sedangkan untuk melawan mereka berdua dirinya tidak mampu, jangankan mereka berdua! Salah satu dari mereka saja sudah kuwalahan.


Para rombongan pedagang yang masih berdiri di tempatnya kini membeku diam, mereka tidak percaya dengan apa yang di lihatnya.


Pedang dan berbagai senjata yang mereka pegang berjatuhan tidak terasa, jangankan untuk membantu! Untuk berjalan saja mereka seperti ketakutan karena melihat mayat yang sudah berserakan.


"Pe-pemimpin anak muda itu bukan lagi pendekar bayaran biasa! Tapi monster dari Kekaisaran Ming!" ucap salah seorang anggota inti rombongan pedagang.


Pemimpin rombongan itu yang ada di sampingnya tepat, hanya bisa menjawab dengan bergumam dan menganggukkan kepalanya beberapa kali.


\=


\=


...

__ADS_1


__ADS_2