Pendekar Dewa Terkutuk

Pendekar Dewa Terkutuk
273 = BABA YAGA TERPESONA SEKETIKA


__ADS_3

\=Chapter 273. BABA YAGA TERPESONA SEKETIKA \=


\=


\=


Li Yian menengok ke arah Baba Yaga, setelah di puji oleh sahabat pertama dari ras siluman itu! Dia langsung tersenyum canggung.


"Bagaimana mungkin! Kau lebih mengagumkan kawan." jawab Li Yian.


Baru sama Li Yian ingin berbicara kembali, dari arah depan belakang dan samping kanan! Datang puluhan serigala hitam lainnya.


Li Yian dengan cepat mengambil pedang bayangan dari cincin samudra miliknya, dengan cepat dia langsung bergerak ke arah serigala yang di samping kanan karena di sana yang paling banyak.


Wooooosss..!


Slaazz.. Slaazz..!


Dua serigala tumbang dengan kepala terputus, Li Yian kembali bergerak ke arah lain! Lalu menebas tiga kali berturut-turut.


Begitu juga Baba Yaga, dia menggunakan tombak yang besar untuk melawan beberapa serigala hitam di bagian depan! Dia membunuh 3 serigala hitam sekaligus.


"Kita bicarakan nanti lagi teman!" ucap Li Yian sambil membunuh serigala hitam di samping kana dan belakang dirinya.


"Baiklah, kita selesaikan ini dulu!" jawab Baba Yaga.


Li Yian lebih banyak memotong leher serigala hitam menggunakan pedang bayangan, dari pada memukul maupun menendangnya! Karena menggunakan pedang lebih cepat, karena Li Yian sekaligus mengalirkan elemen api yang di miliki saat ini.


Begitu juga Baba Yaga, dia tidak ingin kalah dari Li Yian! Dia mengeluarkan semua kemampuan dirinya saat ini, karena cukup memaksakan setelah banyak membunuh serigala hitam Baba Yaga langsung terengah-engah nafasnya.


Sedangkan Li Yian masih tetap tenang dan teratur, memang Li Yian membunuh serigala hitam tidak lebih banyak dari Baba Yaga namun dia tetap bugar, seperti tidak mengeluarkan banyak tenaga dan kemampuan.


'Saudara Li Yian memang sangat kuat! Sudah membunuh ratusan serigala hitam yang sangat kuat ini namun belum menunjukkan tanda-tanda kelelahan!' ucap Baba Yaga di benaknya.


Baba Yaga menyerang serigala hitam sambil terus mengawasi Li Yian, entah kenapa dirinya melihat Li Yian seperti orang yang berbeda.


Meskipun dahulu dirinya tidak bisa melihat seberapa tinggi tingkatan dari kemampuan Li Yian namu dia bisa merasakan duku Li Yian hebat namun tidak mengerikan seperti sekarang.


"Apa mereka tidak ada habis-habisnya?" ucap Baba Yaga yang sudah terlihat cukup kewalahan menghadapi begitu banyak serigala hitam.


"Aku tadi sudah merasakan keberadaan mereka sebelumnya, dan mereka jumlahnya ribuan banyaknya!" jawab Li Yian.


Slaazz..!


Sekali tebas, Li Yian langsung membunuh tiga serigala hitam! Lalu dia segera menghampiri Baba Yaga.


Wooooosss..!

__ADS_1


"Kau tetap di belakang ku teman!" ucap Li Yian setelah berada di belakang punggung Baba Yaga.


"Apa yang kau rencanakan?" tanya Baba Yaga karena dia tidak tahu.


"Tetap saja di belakang ku!" jawab Li Yian.


"Baiklah, aku mengerti saudara Li." jawab Baba Yaga.


Lalu punggung mereka saling menempel satu sama lain, Li Yian mengalirkan Energi Qi sangat besar kepada pedang bayangan yang ada di tangannya.


Lalu dia merubah Energi Qi di tangan dan pedagang dengan elemen api! Setiap pedang itu terlihat mengibarkan api merah kehitaman, Li Yian menyilangkan pedang itu melintang ke kiri.


"Tebasan api pemusnah..!" gumam Li Yian.


Wuuusss..!


Bayangan api merah kehitaman langsung berkiblat setengah lingkaran, jangkauan serangan Li Yian sangat luas.


Kraakk..!


Baaammm..!


Seketika, area di hadapan Li Yian saat ini terbakar oleh api yang sangat besar! Ratusan pohon besar langsung tumbang dan terbakar api.


Begitu juga dengan ratusan serigala hitam, yang berada di hadapan Li Yian saat ini mereka tertebas dan berikutnya terbakar.


Dia sangat terkejut melihat dan merasakan serangan Li Yian tidak masuk dalam logika dirinya! Karena Baba Yaga belum pernah melihat serangan sebegitu ganasnya.


"Teman tukaro posisi!" ucap Li Yian.


Wooooosss..!


Mereka langsung bergerak cepat tukar posisi, Li Yian melakukan serangan serupa dengan kecepatan tinggi dan tekanan yang sangat kuat.


Hutan di sisi lainnya langsung porak poranda karena serangan Li Yian yang kedua, begitu juga serigala hitam yang ada di sana langsung musnah terkena serangan itu.


Li Yian memegang bahu, Baba Yaga! Dengan refleks cepat Baba Yaga menengok ke arah Li Yian.


"Ada ap..?" Pertanyaan Baba Yaga langsung terputus.


Wuuusss..!


Mereka berdua menghilang dari area yang terbakar hebat, serigala hitam yang jauh dari jangkauan area yang terbakar hebat. Berlarian sangat jauh mereka ketakutan.


*


*

__ADS_1


*


Li Yian dan Baba Yaga muncul di atas pohon yang tinggi di kejauhan dari area yang terbakar.


"Paaa..?" ucapan Baba Yaga yang terpotong sebelum teleportasi.


"Tidak ada apa-apa!" jawab Li Yian.


Baba Yaga langsung melihat sekeliling, dia tengok ke segala arah! Dia merasakan seperti terhisap sesuatu dan seketika muncul di lain tempat.


"Bagaimana kita bisa berada di sini?" ucap Baba Yaga.


Li Yian tidak menjawabnya, melainkan dia menutup mata sedangkan berkonsentrasi penuh dengan pikiran dirinya.


Wuungg..!


Dari sebelah Li Yian muncul sesosok wanita cantik dari dimensi ruang yang terbuka sendiri.


"Tuan Li Yian!" ucap wanita cantik itu dengan senyuman.


"Shui Ling, tolong bantu padamkan api yang menyala di sana!" ucap Li Yian setelah membuka matanya.


Shui Ling menengok ke arah yang di tunjukkan Li Yian, dia melihat api berkobar cukup besar.


Baba Yaga terpesona seketika setelah melihat Shui Ling muncul di samping Li Yian, dia seolah melihat bidadari pujaan dirinya yang di impikan selama ini.


Hingga dia tidak bisa bergerak dan berbicara seketika, hanya matanya saja yang melongo! Lalu dengan gerakan cepat Baba Yaga langsung pergi dari sana.


Wooooosss..!


Tap..Tap..!


Li Yian menengok ke arah Baba Yaga, dia tidak tahu apa yang sedang di lakukan Baba Yaga kali ini.


"Baiklah tuan, Shui Ling bantu!" jawab Shui Ling dengan cepat setelah permintaan tolong dari Li Yian.


Li Yian meminta tolong karena dia belum bisa mahir dalam menggunakan elemen air yang bisa di kendalikan.


Setiap dia mengeluarkan elemen air, namun yang keluar selalu bongkahan es yang keras dan sangat runcing, sedangkan untuk mengeluarkan air biasa Li Yian belum menguasai.


Shui Ling langsung mengarah ke tempat yang terbakar besar yang di tunjukkan Li Yian.


Sedangkan Li Yian menengok ke arah Baba Yaga pergi, dia cukup penasaran kenapa Baba Yaga langsung pergi begitu saja setelah dia membuka matanya dan memberikan perintah pada Shui Ling.


\=


\=

__ADS_1


...


__ADS_2