Pendekar Dewa Terkutuk

Pendekar Dewa Terkutuk
177 = TATAPAN ANEH


__ADS_3

\=Chapter 177. TATAPAN ANEH\=


\=


\=


Li Yian masih menunggu di luar rumah penjualan kuda, dia tidak ingin masuk untuk menyusul gadis yang tadi melayani dirinya.


Setelah cukup lama menunggu, akhirnya Li Yian di temui oleh dua orang! Gadis cantik yang tadi melayani Li Yian dan di tambah laki-laki tua, berjanggut putih dan sangat kecil tubuhnya, tinggi orang tuan itu bahkan sebatas bahu gadis cantik yang tadi melayani Li Yian.


Setelah mereka berdua melihat Li Yian dan menghampiri, Li Yian langsung menangkupkan tangannya untuk memberikan hormat sesuai dunia persilatan.


"Maaf tuan, saya mengganggu! Apakah tuan bisa menerima kereta kuda dan kuda miliki ku!" ucap Li Yian setelah memberikan hormat.


Orang tuan itu tidak menjawabnya dengan segera, dia malah menelisik Li Yian dari atas kepala hingga ke bawah kakinya! Setelah puas dia membuka mulutnya.


"Aku rasa tuan muda tidak membutuhkan uang, bisa di lihat dari penampilan anda cukup berwibawah dan aku yakin anda tuan muda dari keluarga kaya!" ucap laki-laki tuan itu.


Sedangkan putrinya berdiri di belakang laki-laki tua itu sambil melihat kembali kepada Li Yian, dia baru menyadari kembali bahwa laki-laki muda yang ada di hadapannya memang benar-benar rapi, berkulit putih cerah dengan paras yang tampan meskipun ada jejak tampang bocah dan terlihat konyol.


Padahal, Li Yian selalu bersikap serius! Tidak pernah berbuat konyol, mungkin karena usia dirinya yang masih akan di 14 tahun. Sehingga terlihat seperti bocah.


"Ya, iya benar tuan! Hanya saja sangat repot membawa kuda dan kereta kuda itu!" keluh Li Yian kepada laki-laki tua pemilik rumah penjual kuda.


Setelah mendengar ucapan Li Yian seperti itu, otak bisnis dan pikiran seperti rubah liciknya segera bangkit.


"Baiklah, aku lihat dulu apakah kuda tuan muda, layak di jual ataupun tidak!" jawab laki-laki tua itu sambil tersenyum kemenangan di benaknya.


Dia melangkah ke arah, kuda Li Yian dengan cepat Li Yian mengikuti laki-laki tua itu dari belakang, dengan cepat gadis yang di kira penjaga rumah penjualan kuda oleh Li Yian juga langsung mengikuti dari belakang.


Setelah sampai di dekat kereta kuda, laki-laki tua itu sangat profesional mengecek segala sesuatu di kereta kuda dan tentunya dengan kuda itu sendiri.


Li Yian hanya melihatnya saja, sedangkan dirinya merasa seperti sedang di periksa juga oleh seseorang! Karena penasaran dia langsung memandang ke arah gadis anak penjual kuda.


Setelah Li Yian memandang ke arah gadis itu, gadis itu sedang menatapnya dengan sangat intens! Saat ketangkap basah oleh Li Yian dia langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain.

__ADS_1


"Tatapan aneh!" ucap Li Yian di benaknya.


Lalu dia kembali melihat ke arah laki-laki tua yang masih sibuk memeriksa kereta kuda.


"Sial, ini kuda yang sangat berharga! Hanya bangsawan yang bisa memelihara kuda seperti ini, di tambah kereta kuda ini benar-benar kelas tinggi!" ucap laki-laki tua itu di benaknya.


Dia berpikir sesaat, cara seperti apa agar mengelabuhi anak muda ini.


"Kuda dan kereta kuda ini sebenarnya cukup bagus tapi sayang, sudah menempuh perjalanan terlalu jauh! Sehingga banyak kerusakan yang cukup parah dan harus di perbaiki dengan extra! Di tambah kekuatan kuda ini sudah menurun drastis, kaki kuda ini harus di perbaiki di kuku kudanya! Bagaimana jika aku menawar kereta dan kuda ini...!" dia menjeda sesaat untuk berpikir kembali, agar terlihat seperti sangat serius. "80 koin emas?" ucap laki-laki tua itu dengan semangat, setelah terlihat berpikir keras.


"Baiklah aku setuju!" jawab Li Yian tanpa pikir panjang.


Sebenarnya kuda itu memang kuda terbaik, Li Yian mendapatkan itu dari Bao An! Kuda yang di rawat khusus oleh keluarga Bao sebelumnya.


Karena Li Yian sudah tidak butuh dan tidak memikirkan harga, sehingga dia langsung setuju dengan tawaran laki-laki tua pemilik rumah penjual kuda, daripada dirinya tinggalkan begitu saja di jalan lebih baik di jual.


"Sial, anak ini ternyata bener-benar tidak tahu harga kuda dan harga kereta kuda, di tambah tidak membutuhkan uang! Jika tahu seperti itu aku tawar lebih murah!" keluh laki-laki tua pemilik rumah penjual kuda itu.


"Ahh, baiklah jika tuan muda setuju! Mari kita masuk ke dalam!" jawab laki-laki tua itu sedikit basa-basi.


"Baiklah aku mengerti, aku mengambil uangnya dulu tuan! Maaf tunggu sebentar!" laki-laki tua itu langsung berlari ke dalam dengan cepat.


*


*


*


Tidak membutuhkan waktu lama laki-laki tua itu muncul kembali, membawa kantong kecil yang bersih koin emas 80 keping. Dia langsung menyerahkan pada Li Yian.


"Ini tuan, silahkan hitung terlebih dahulu!" ucap laki-laki tua itu.


"Terimakasih, tidak perlu! Saya percaya kepada tuan dan nona! Kalau begitu saya permisi tuan!" jawab Li Yian.


Dia langsung memberikan hormat pada laki-laki tua itu dan kepada wanita cantik yang tidak lain adalah anaknya.

__ADS_1


Setelah itu dia langsung berjalan dengan cepat menuju ke arah timur, karena dia masih cukup jauh untuk menuju ke hutan kabut ilusi.


*


Setelah kepergian Li Yian yang sudah tidak terlihat oleh mereka berdua, laki-laki tua itu langsung mengeluh tapi juga senang.


"Sial, jika aku tahu pemuda itu tidak butuh uang! Akan ku tawar lebih murah lagi." keluhnya.


Namun setelah melihat kereta kuda dan kuda yang besar dan gagah, dia langsung tersenyum senang.


"Ayah, bukanya 80 koin emas itu terlalu murah untuk barang itu?" tanya gadis muda itu tidak setuju dengan kelakuan ayahnya.


Dia tidak setuju kalau ayahnya mengambil kesempatan dalam kesempitan seperti itu, meskipun anak muda itu terlihat kaya dan tidak membutuhkan uang, setidaknya di berikan harga yang pantas.


"Sudah diam, kau masih terlalu dini untuk memberikan komentar itu pada ayahmu ini!" ucapnya, lalu dia langsung menghampiri kuda itu.


Dia melihatnya sebentar, lalu tersenyum dengan bangga! Karena bisa memilih kuda yang berkualitas baik milik para bangsawan tinggi dan di tambah kereta kuda itu sungguh indah di lihat.


"Aku tidak peduli anak muda itu merampok dari mana, yang penting kereta dan kuda ini sekarang milik ku! He-he-he.." laki-laki tua itu langsung menaiki kereta dan mencoba mengendarainya.


*


Li Yian sudah keluar dari kota kecil itu, dia memandang ke arah timur yang masih sangat jauh.


"Jika aku berlari dan menaiki kereta kuda akan sangat memakan waktu! Lebih baik aku terbang saja, Energi Qi di sini dua kali lipat lebih tebal." gumam Li Yian.


Dia lalu langsung melesat dan terbang dengan kecepatan cukup tinggi, Li Yian mengambil lebih tinggi lagi agar orang-orang di bawah tidak tahu apa yang dirinya lihat di ketinggian.


"Sudah sangat lama aku menantikan seperti ini! Aku pikir hanya bisa di alam langit, ternyata di alam ini juga bisa." ucap Li Yian sambil terus terbang menuju ke arah timur.


\=


\=


...

__ADS_1


__ADS_2