
\=Chapter 220. MENJADI MURID\=
\=
\=
Li Yian dan Yon Sheol masih terus mengobrol satu sama lain, saat Li Yian mengenalkan namanya kepada dewa Yon Sheol, dewa Yon Sheol langsung kaget.
Karena nama Li Yian sangat persis dengan nama prajurit dewa yang beberapa tahun lalu terkenal dengan kejeniusannya, bahkan lebih terkenal lagi saat di eksekusi dengan tuduhan bahwa melakukan percobaan pemberontak terhadap Kekaisaran Langit.
Lalu puncaknya, adalah saat di jatuhkan hukum kutukan para dewa.
Pada saat itu Alam Langit sangat di gemparkan dengan berita mengejutkan itu, lalu Yon Sheol banyak menceritakan tentang kejadian masa lalu, meskipun Li Yian tahu namun dia tetap mendengarkan.
"Senior Yon Sheol, pendapat apa yang anda simpulan dengan kejadian waktu itu?" ucap Li Yian.
Dia ingin tahu pendapat tentang kejadian saat itu, karena dia tidak tahu apa-apa tentang para dewa yang memandang dirinya saat kejadian di kehidupan pertama dirinya di alam langit.
"Pendapat ku saat itu, aku lebih percaya dengan Kaisar Langit! Namun setelah kejadian baru-baru ini, hingga aku mengalami luka dalam ini! Sepertinya pandangan aku saat itu sangat salah, karena Kaisar Langit juga pernah mengancam ku beberapa waktu lalu." ucap Yon Sheol dengan pandangan mata ke jauh sana.
Dia merenung kejadian yang dirinya alami, entah kenapa saat kejadian itu kepercayaan dirinya terhadap Kaisar Langit sedikit goyah, apa lagi sudah banyak kejanggalan yang di alami para dewa lainnya beberapa tahun belakangan ini.
"Apa, anda pernah di ancam oleh Kaisar Langit? Apa yang di ancamkan kaisar itu?" Li Yian bertanya langsung karena penasaran dan ingin tahu.
Di tanyai hal seperti itu, dewa Yon Sheol langsung memandang Li Yian dengan heran! Saat di pandang seperti itu oleh dewa Yon Sheol, Li Yian baru sadar bahwa dirinya sangat lancang karena ingin tahu masalah pribadi dewa penjaga gerbang alam bawah.
"Maaf senior, bukan maksud aku ingin tahu tentang itu! Tapi aku sangat penasaran dengan masalah yang terjadi!" ucap Li Yian dengan cepat agar dewa Yon Sheol tidak curiga terhadapnya.
"Ya, aku mengerti! Mungkin karena kau baru beranda di sini nak, sehingga cukup penasaran dengan Kaisar Langit." jawab Yon Sheol.
Dia maklum atas sikap Li Yian, karena Yon Sheol orang yang cukup toleran dengan sebuah keadaan.
"Terimakasih senior Yon Sheol, karena bisa memaklumi pertanyaan ku barusan!" ucap Li Yian sangat senang.
Dia langsung membungkuk untuk berterimakasih dan memberikan hormat, terhadap dewa penjaga gerbang alam bawah.
"Tidak apa-apa, aku maklum dengan itu semua! Bersikap lah seperti biasa." jawab Yon Sheol meminta Li Yian untuk bersikap seperti biasa.
"Baiklah, terimakasih senior!" ucap Li Yian.
"Apa kau tidak tertarik berlatih di alam langit, menggunakan Energi Qi dewa yang ada di alam langit ini?" tiba-tiba Yon Sheol langsung menanyakan itu.
Li Yian menunjukkan raut muka yang terkejut dan bahagia, karena dia akhirnya bisa bermeditasi dan meningkatkan kekuatan dirinya dengan cepat tanpa di curigai oleh para dewa lainnya.
__ADS_1
"Apa itu di perbolehkan?"
"Boleh, aku akan mengajarimu tentang itu semua jika kau tertarik nak!" jawab Yon Sheol.
"Baiklah, aku sangat tertarik! Terimakasih senior. Apa aku boleh panggil dengan sebutan guru?" tanya Li Yian.
"Guru? Baiklah tidak mengapa, lagi pula aku tidak pernah memiliki murid sebelumnya!" jawab Yon Sheol dengan senyum cerah.
Senyuman itu di sambut oleh Li Yian, dia juga langsung tersenyum cerah bahagia. Kerena ada tempat untuk berlindung di alam langit, sehingga dia tidak begitu was-was saat berlatih di alam langit ini.
"Sebaiknya kita mulai bermeditasi, aku ingin menyembuhkan luka dalam ini! Untuk pelajaran pertama kau bisa memperhatikan bagaimana aku bermeditasi nak Li Yian, aku tahu kau sudah bisa mengolah energi yang bagiku sangat asing, sehingga aku yakin ini akan mudah kau pahami." ucap Yon Sheol.
"Baik guru, murid akan belajar dengan giat! Terimakasih atas bimbingannya." ucap Li Yian sambil memberikan hormat murid terhadap gurunya.
Akhirnya Li Yian memilih menjadi murid dari dewa Yon Sheol, karena ini adalah jalan teraman untuk bertahan dari alam langit dengan cara berlindung di bawah pengasih orang yang sudah hidup lama di sana, begitu juga agar terhindar dari kecurigaan para dewa lainnya.
Yon Sheol akhirnya kembali bermeditasi untuk menyembuhkan luka dalam akibat ledakan Energi dari gerbang alam bawah.
Dia kembali duduk di batu pipih, yang ada di tengah-tengah danau kecil yang ada di halaman belakang dari kediaman miliknya.
Li Yian memperhatikan itu dari kejauhan, sambil melakukan meditasi untuk memperkuat kekuatan dirinya agar lebih cepat kembali di saat kemudian pertamanya.
*
*
*
Tiga hari telah berlalu saat Li Yian pergi menembus dimensi dan akhirnya berhasil masuk ke alam langit, ada tiga kereta kuda meluncur yang hampir melewati perbatasan Kekaisaran Ming untuk menuju perbatasan Kekaisaran Tang.
Hampir menjelang sore, kereta kuda itu melaju sepanjang hutan kecil yang hampir mencapai perbatasan Kekaisaran Ming. Mereka adalah rombongan dari Yin Shen dengan Qin Ling Su dan beberapa orang dari kelompok informasi bayaran.
Wooooosss..!
Taaarkk..!
"Aaakkkhh.!" Suara kusir kuda yang terdepan langsung terkena serangan panah dan mati seketika.
Saat kereta kuda sedang melaju dengan kencang, dari jauh anak panah melesat dengan kecepatan tinggi dan mengenai kusir kuda.
Yin Shen langsung keluar dengan cepat dari kereta kuda, saat memeriksa kusir kereta kuda ternyata kusir itu sudah mati.
Kereta di hentikan secara mendadak oleh Yin Shen dan dua kereta di belakangnya ikut berhenti dengan cepat.
__ADS_1
Dari kereta kuda ke dua, Qin Ling Su ikut keluar dan bergerak ke kereta kuda pertama sedang yang lain di arahkan ke belakang kereta untuk melindungi serangan dari belakang.
"Senior Shen, ada apa?" ucap Qin Ling Su, yang datang dari belakang dan menghampiri Yin Shen yang sudah berdiri di samping kereta kuda terdepan.
"Kita di serang! Salah satu dari kusir kereta kuda kita terbunuh!" ucap Yin Shen sambil menunjuk ke arah kereta kuda.
Sedang dirinya memandang lekat-lekat ke arah deretan pohon yang sangat banyak dan cukup lebar yang ada di samping jalan yang akan di lalui.
Saat Qin Ling Su menengok ke arah kusir kereta dia cukup terkejut, karena serangan itu langsung mengenai dada kiri dan mengenai jantung dari kusir kereta.
"Senior Shen, hati-hati mereka bukan sembarangan menyerang! Tapi kita sudah di targetkan." ucap Qin Ling Su.
Dia memang ahli dalam membaca situasi, sehingga setelah ada serangan mendadak seperti itu dia langsung bisa menyimpulkan.
Wooooosss..!
Triinng..!
Yin Shen langsung menangkis dengan membelah anak panah yang menyerang dirinya sekarang.
"Kau benar, adik Ling Su! Mereka benar-benar menargetkan kita!" ucap Yin Shen, setelah berhasil menangkis anak panah kedua.
"Siapa kalian, jika berani unjukan diri kalian segera!" bentak Yin Shen.
Suasana cukup sepi, bukanya jawaban dari penyerang, melainkan anak panah beruntun yang mereka lakukan.
Wooooosss..!
Wooooosss..!
Dua tempat anak panah itu muncul bersamaan, anak panah itu menyerang Yin Shen dan Qin Ling Su.
Traaak.. Triinng..!
Mereka berdua langsung menghindar dan menangkis serangan panah beruntun itu, salah satu anak panah ada yang menancap ke dinding dari kereta kuda.
"Ada apa ketua Shen?" seruan suara dari belakang kereta kuda mereka.
"Kalian tetap di sana, jaga bagian belakang! Tetap waspada dari serangan mendadak." jawab Yin Shen dengan seru.
Dia tetap memandang ke arah datangnya anak panah, dengan tatapan tajamnya.
\=
__ADS_1
\=
...