Pendekar Dewa Terkutuk

Pendekar Dewa Terkutuk
210 = ALAM TANASILAM


__ADS_3

\=Chapter 210. ALAM TANASILAM\=


\=


\=


Baba Yaga terbangun dari pingsannya, dia langsung berdiri dengan tegap setelah dirinya pingsan dalam kondisi terduduk di hutan yang sangat gelap.


"Di mana aku?" ucap Baba Yaga setelah tersadar.


Dia memandang sekeliling, lalu merasakan perasaan gelisah yang pernah dirinya rasakan! Lalu dirinya merasakan bahwa dia kembali menggunakan tubuh siluman kembali..


Baba Yaga meraba ke seluruh tubuhnya dengan tangan dirinya, dia langsung bergumam.


"Apakah aku kembali menggunakan tubuh ini, tanpa kemauan ku?"


Dia berpikir dengan keras, lalu melihat ke sekeliling kembali! Karena cukup penasaran dirinya berada di mana. Setelah mengingat kejadian sebelumnya, Baba Yaga langsung teringat dengan Li Yian.


"Saudara Li Yian, di mana dia sekarang? Sial apa aku ada di dalam tanah hutan larangan?" ucap Baba Yaga.


Dia cukup panik, karena yang dirinya ingat saat itu dia terjatuh dan menghantam tanah hutan larangan dekat dengan pohon Eden tepatnya.


Setelah dia ingat, telah berubah menjadi bentuk siluman sebelum menghantam tanah agar dirinya tidak terluka parah maupun mati, akhirnya Baba Yaga sedikit tenang.


Namun setelah mencoba beberapa kali merubah dirinya menjadi bentuk manusia kembali, namun terus gagal Baba Yaga mulai panik kembali.


"Bagaimana, aku tidak bisa merubah tubuh ku menjadi manusia dan memiliki tubuh sempurna itu? Bagaimana dengan para wanita ku kelak?" ucap Baba Yaga dengan kepanikan melanda pikiran dirinya.


Dia langsung berpikir, bahwa akan kehilangan para wanita yang di kagumi dirinya selama ini. Jika kembali ke wujud siluman dirinya seperti sekarang.


Karena cukup penasaran, Baba Yaga langsung pergi dengan melompati hutan yang gelap dan memiliki pohon yang begitu besar! Baba Yaga merasa energi siluman di hutan itu begitu kuat.


Braaakk..!


Baba Yaga langsung berhenti di sebuah cabang pohon yang sangat besar, lalu dia membulatkan matanya tidak percaya.


"Jangan-jangan aku kembali ke alam Tanasilam?" ucap Baba Yaga sangat kaget.


Meskipun berbicara demikian, dia tidak ingin kembali ke alam Tanasilam seperti dahulu! Karena menurutnya itu adalah mimpi buruk.


"Sial, jika benar ini alam Tanasilam aku harus mencari portal itu di mana lagi? Sedangkan peninggalan kakek leluhur hanya memiliki satu." keluh Baba Yaga.


Dia langsung terduduk lesu di cabang pohon yang besar, di tengah-tengah hutan yang entah di mana Baba Yaga belum tahu tempatnya.

__ADS_1


"Sial, jika tahu seperti ini! Aku akan meniduri wanita lebih banyak, sehingga mati pun aku akan rela, karena sudah merasakan itu semua!" gumam Baba Yaga.


Lalu dia kembali mengingat Li Yian, dia berharap Li Yian ada di sampingnya sekarang! Pikir Baba Yaga, mungkin jika Li Yian ada di sampingnya, dirinya bisa membatu menguraikan masalah yang sedang menimpa mereka.


"Sial, apa aku harus kembali ke klan ku?" Baba Yaga di liputi rasa gelisah.


Karena dirinya sudah kabur saat itu, sehingga dia tidak ingin lagi menampakkan dirinya ke dalam klan Baba di alam Tanasilam.


Kini Baba Yaga, sudah yakin bahwa dirinya terlempar ke alam Tanasilam kembali, karena dia benar-benar merasakan energi siluman dan aura membunuh yang sering dirinya rasakan saat dulu kala.


Karena memikirkan banyak hal, akhirnya Baba Yaga memilih untuk bermeditasi di hutan itu menggunakan teknik yang di ajarkan Li Yian saat mereka bertemu di hutan kabut ilusi.


Alam Tanasilam adalah alam yang sangat berbahaya, karena yang lemah akan di mangsa yang kuat.


Sehingga dia lebih memilih membuat dirinya kuat terlebih dahulu, sebelum kembali ke klan Baba di alam Tanasilam ini.


*


*


*


Beberapa hari telah terlewat.


Rombongan kereta kuda Xu Wuzao, Li Yian dan empat murid elit sekte anggrek putih telah sampai ke sekte anggrek putih.


Mungkin yang menyebarkan berita itu, adalah orang-orang yang telah di tahan oleh keluarga Wei, sehingga kebusukan Keluarga Wei sedikit terungkap.


Namun mereka tidak memikirkan itu sama sekali, yang terpenting keluarga bangsawan tersembunyi Wei telah di musnahkan dan semua harta maupun wilayah kekuasaan di miliki oleh Xu Wuzao dan sekte anggrek putih.


Itu seperti sebuah kebiasaan di Kekaisaran Ming, jika kelompok maupun keluarga di kalahkan oleh kelompok maupun keluarga lain.


Makan segala sesuatu hal, semua menjadi milik kelompok maupun keluarga yang menang, meskipun aturan itu tidak tertulis dalam peraturan Kekaisaran tapi masyarakat seperti sudah hafal betul akan hukum seperti itu.


Akan tetapi jika ada kelompok maupun keluarga yang berkomplot dan menyerang kelompok lain secara berkomplot, maka pihak Kekaisaran dan sekte-sekte besar akan melarang jika kejadian ini di ketahui.


*


Rombongan Xu Wuzao tiba di sekte, di sambut oleh beberapa guru pembimbing sekte! Karena kedatangan mereka di sora hari saat pelajaran di kelas sudah selesai.


Xu Wuzao memilih langsung masuk ke kediaman dirinya, sedangkan Li Yian memilih untuk pergi ke kamar miliknya.


Begitu juga empat murid elit sekte anggrek putih, mereka memilih untuk istirahat di kediaman masing-masing.

__ADS_1


Li Yian baru saja hampir masuk ke dalam kamar miliknya dari belakang sudah ada yang memanggilnya.


"Kakak Li Yian, akhirnya kakak muncul kembali di sekte ini!" suara gadis terdengar dari belakang.


Suara lari langkah terdengar oleh telinga Li Yian, dia juga langsung tahu siapa yang memanggil dirinya saat ini. Namun yang Li Yian tidak mengerti ada dua langkah kaki yang mendatangi dirinya dan dua aura.


Li Yian dengan cepat melihat ke arah dua orang yang mendatangi, setelah melihat Li Yian melihat dua gadis yang sangat cantik dan anggun sedang menghampiri dirinya dengan cepat.


Li Yian mengenal salah satu gadis itu, sedangkan gadis di sebelahnya Li Yian tidak mengenal sama sekali.


"Ahh, Rhuo Ning kau kah itu? Sekarang sudah menjadi gadis yang cantik!" ucap Li Yian.


Dia berbicara seperti itu hanya basa basi saja, karena tidak tahu harus berbicara seperti apa.


Namum wajah Rhuo Ning langsung bersemu merah, dia seperti salah tingkah di bilang sudah menjadi gadis cantik.


"Kenalkan kakak Li Yian, dia adalah teman ku! Bernama Shu Siie!" ucap Rhuo Ning dengan senyum lebar.


"Salam kenal Shu Siie, aku Li Yian!" ucap Li Yian, sambil melambaikan tangan.


"Salam kenal juga kakak Li Yian!" ucap Shu Siie.


"Sepertinya, nama kau tidak begitu asing? Tunggu, aku seperti pernah mengenal nama dengan marga Shu!" ucap Li Yian.


"Benarkah?" ucap Shu Siie menanggapi.


Li Yian berusaha memikirkan, karena dia pernah merasa bertemu dengan orang yang bermarga Shu.


"Ahh, sekarang aku ingat! Kau dari keluarga Shu pemilik rumah pelelangan di kota provinsi Cao kan?" tanya Li Yian.


Dia sedikit mengingat itu, sehingga dia langsung bertanya kebenaran apa yang dirinya ingat.


"Benar, aku dari keluarga Shu kota provinsi Cao! Bagaimana kakak Li bisa mengetahuinya?" setelah menjawab dia bertanya kembali karena penasaran.


Dia penasaran, karena paman dirinya menyarankan agar dia dapat mengenal dekat dengan Li Yian! Yang dia tidak tahu alasan sebenarnya, bahkan ayahnya mendukung itu.


"Ahh, ceritanya cukup panjang! Sebaiknya kita pergi ke tempat makan saja, agar mengobrol lebih enak!" ajak Li Yian.


"Benar itu kakak, aku juga belum makan hari ini!" ucap Rhuo Ning cukup senang.


Sedangkan Shu Siie hanya mengangguk setuju, akhirnya mereka bertiga pergi dari sana dan menuju ke tempat makan yang di sediakan sekte anggrek putih.


\=

__ADS_1


\=


...


__ADS_2