Perjaka Untuk Janda

Perjaka Untuk Janda
Hubungan diam-diam


__ADS_3

Setelah makan malam bersama, Zul meminta Betris untuk segera membawa ketiga buah hatinya masuk kedalam kamar, untuk menonton televisi, atau membaca buku dongeng, sesuai hoby mereka bertiga.


Betris melakukan, tanpa ada perlawanan dari Haris, Hana juga Hani. Ketiga anak kembar itu sangat menyukai wanita pengasuh mereka karena mau di perlakukan seperti wanita lucu dengan menguncir rambut coklat yang tebal tersebut, serta mendadani wanita dewasa itu dengan tawa canda yang penuh kehangatan.


Di ruang makan, Lyra masih sibuk membersihkan sisa-sisa makanan ke tong sampah sesuai tempatnya, dan menyusun piring-piring kotor di mesin cuci piring dengan wajah dingin.


Zul menghela nafas berat, saat kembali mendengar cerita Adi di hadapan Kesy dan Lyra, tentang ciuman yang kakak iparnya lihat tadi.


Lyra cukup menelaah semua kalimat yang di ucapkan Adi selalu wanita paling dewasa di sana.


Mata Lyra tertuju pada Kesy yang masih menunduk dan mendengar kebohongan-kebohongan yang di ucapkan Adi, walau dia tengah berbicara jujur pada abang dan kakak iparnya.


"Jawab Mama! Apa benar yang di katakan Adi!? Kita ini keluarga Kesy! Jangan buat malu, Mama tahu kamu sudah dewasa dan ingin melakukan hal seperti itu hanya karena perasaan penasaran, kan? Bukan cinta. Itu nafsu Kesy! Nafsu! Kamu bisa terjebak dalam pergaulan teman-teman mu yang tidak benar di luar sana ...!" tegasnya.


Zul berusaha memberi kode pada Lyra dari tatapan matanya, namun istrinya masih terus berceloteh bak kereta api ekspres yang bergerak cepat tanpa mau menghentikan sebelum tiba di tujuan ...


Zul memotong pembicaraan Lyra, yang terus membuat Kesy menangis tersedu-sedu, seolah-olah dia wanita yang sengaja menggoda Adi menurut pikiran sang Mama.


"Please sayang stop!"


"No! Kamu Kesy-- ...!"


"Stop!!" suara bariton Zul kembali terdengar, sehingga membuat Lyra tampak terdiam.


Lyra tak kuasa menahan rasa sesalnya, malah membalikkan semua kesalahan pada Adi.


Kedua bola matanya menatap nanar kearah Adi, karena kesal setelah mendapatkan bentakan dari suaminya.


Zul yang tengah mengobrol lembut pada Kesy, kembali memerah mendengar amarah Lyra yang meledak-ledak, seakan-akan dia mengetahui benar apa yang di butuhkan Kesy saat ini. Sehingga mengeluarkan kalimat yang tidak pantas di dengar oleh Kesy yang masih labil dan tengah terguncang dalam tekanan sang Mama.

__ADS_1


"Lyra! Aku bilang diam dari tadi! Jika kamu tidak bisa diam! Silahkan kamu yang pergi dari apartemen ini!" tegasnya menatap lekat mata Lyra yang juga menatap Zul.


Lyra menyentuh dadanya, mundur perlahan, dengan tubuh bergetar hebat setelah mendengar bentakan dari mulut suaminya sendiri, hanya untuk membela Adi.


"Apa! Aku yang harus pergi? Ternyata kamu membela Adi selaku adik kamu, yang sudah tega berbuat yang tidak senonoh pada putri ku! Ooogh Zul!"


Lyra menutup wajahnya dan menangis, sementara Zul yang sejak tadi meminta istrinya untuk diam. Karena ketakutan Zul akan terjadi sesuatu pada Kesy yang semakin terguncang. Zul berdiri tanpa mau peduli dengan suara isak tangis Lyra.


"Dari tadi aku bilang stop. Tapi kamu sama sekali tidak mau mendengarkan aku! Apa salahnya Kesy jatuh cinta pada Adi! Dia hanya jatuh cinta selayaknya wanita yang baru tumbuh remaja, baru merasakan jatuh hati, apa itu salah? Adi pria, Kesy wanita, dimana letak salahnya!" tegas Zul tanpa memperdulikan Kesy dan Adi yang hanya menjadi pendengar keributan dua insan suami istri tersebut.


Lyra menatap Zul lekat, "Jadi menurut mu, mereka berciuman itu hal yang wajar? Jika terjadi sesuatu dari sekedar ciuman bagaimana? Adi adikmu Zul! Dan Kesy anak ku! Apa kamu lupa siapa Kesy? Anak ku! Anak ku, Zul!" bentaknya melawan.


Zul mendekati Lyra, meremas kuat lengan sambil berucap lantang, "Kesy anak mu! Tapi yang susah payah untuk mengembalikan kehidupannya siapa!!!"


"Dengar Lyra, jika kamu masih mengatakan Kesy putrimu saja, tanpa melibatkan aku sebagai orang yang berjasa dalam memulihkan kondisi mental nya, aku cukup kecewa sama kamu. Lebih baik, kamu yang pergi dari kediaman ku! Sebelum kamu bisa merubah sifat egois mu yang telah mendarah daging tanpa mau mendengarkan penjelasan mereka berdua! Apa salah Adi yang hanya memberikan kenyamanan untuk Kesy! Apa salah Kesy yang tiba-tiba dia jatuh hati pada Adi? Kamu kayak orang jaman dulu dan hidup di pelosok negeri entah berantah! Terserah kamu deh, lakukan hal yang kamu sukai, asal jangan mengganggu kesehatan Kesy yang terguncang karena ulah dan keegoisan mu sebagai Ibu ...!"


Zul melepas kesal genggaman nya, berlalu mendekati Kesy, membantu gadis itu membawa ke kamarnya. Tubuhnya yang menangis tersedu-sedu, membuat Zul enggan untuk berdebat lebih lama di hadapan Adi serta Kesy.


Adi yang tampak kebingungan, merasa tidak nyaman untuk tetap tinggal di sana.


'Apa yang harus aku lakukan? Apakah aku harus meninggalkan Kesy? Aaagh ... Aku akan menemuinya besok siang sesuai yang telah kami bicarakan tadi ...' bisiknya.


Adi menulis pesan singkat dan mengirimkan ke handphone Zul dan Lyra, sebagai permintaan maafnya.


Dia meninggalkan apartemen Zul, untuk kembali ke hotel yang telah di persiapkan pihak penerbangan.


Saat tubuhnya terasa sangat lelah, pikirannya semakin berkecamuk, Adi membuka pintu kamar yang menjadi rumah keduanya untuk bersama kekasih nya selama ini.


"Laura! Laura, was machst du hinter meinem Rücken!?" bentaknya.

__ADS_1


(Laura! Laura, apa yang kamu lakukan di belakang aku?)


Lagi-lagi Adi harus menelan pil pahit, saat melihat Laura sang kekasih tengah berduaan mereguk keindahan dunia bersama salah seorang pilot rekan kerjanya dari penebangan yang berbeda.


Tubuh telanjang yang tengah asyik dalam penyatuan perselingkuhan, padahal beberapa waktu lagi kedua-nya akan melaksanakan pernikahan, membuat perasaan Adi hancur lebur dalam waktu yang begitu cepat dan tidak di sangka-sangka.


Baru dua hari yang lalu mereka menghabiskan waktu bersama, kini Adi harus menyaksikan kejadian yang mampu meledakkan cinta yang telah terbangun selama tujuh tahun, namun harus hancur berkeping-keping hanya karena seorang Cpt Pilot pengganti.


Adi hanya bersandar di dinding kamar, melihat kedua insan yang menutup tubuh mereka dengan selimut kamar.


"Apa yang kau lakukan pada ku, Laura! Jawab aku! Apa yang kau lakukan selama ini di belakang aku!!" teriak Adi tanpa mau melihat kedua insan yang saling selingkuh tersebut ...


Laura berusaha mendekati Adi, untuk menenangkan dan membiarkan Zidan sang selingkuhan untuk kabur meninggalkan kamar mereka.


Dengan suara bergetar gadis yang berusia 25 tahun tersebut berbicara, sambil terisak-isak, "Aku stress Di, karena gadis kecil itu mengatakan bahwa dia mencintai mu! Aku cemburu, Di!!"


Adi berdiri, tersenyum sumringah menatap lekat wajah Laura, melirik sinis kepada Zidan.


"Jangan bawa-bawa Kesy ke sini, karena dia tidak tahu apa-apa. Silahkan nikmati hubungan diam-diam kalian. Aku akan memutuskan pertunangan kita saat ini juga!"


Adi beranjak mengambil travel bag nya, namun seketika tangan kekarnya dapat meraih tubuh yang tidak sebanding dengannya ...


BHUUUUG ...!


BHUUUUG ...!


BHUUUUG ...!


"Genießen Sie meine Reste Mr. Zidane!"

__ADS_1


(Selamat menikmati sisa makanan ku, Tuan Zidan!)


__ADS_2