Perjaka Untuk Janda

Perjaka Untuk Janda
Membuat perpecahan


__ADS_3

Waktu menunjukkan pukul 12.00, waktunya istirahat untuk para karyawan seluruh instansi pemerintah dan perusahaan swasta.


Lyra sudah selesai mengerjakan pekerjaannya, dan bersiap-siap untuk segera meninggalkan ruangan. Lagi-lagi dia kedatangan tamu yang tak di undang, siapa lagi kalau bukan Aryo. Sahabat sekaligus orang yang nyata telah tega menusuknya dari belakang.


Lyra, sedikit terkejut dengan kehadiran Aryo yang sudah lebih dari sebulan tidak menjalin komunikasi dengannya, "Aryo ... Ngapain kamu kesini? Aku mau istirahat ... Bagaimana kalau kamu makan siang dulu di kantin kantor, menunggu aku kembali saat time makan siang selesai?" jelasnya tanpa mau berbasa-basi.


Aryo langsung mendekap tubuh sahabatnya, "Maafkan aku Lyra. Aku menyesal telah menyakiti mu. Tolong sampaikan pada kekasih mu, agar tidak memindahkan aku kepelosok. Kamu tahu bagaimana istri dan anak ku tak bisa jauh dari ku!"


Lyra melepaskan dekapan sahabatnya, semakin tampak bingung, mendengar perkataan Aryo.


"Maksudnya?"


"Aku dipindahkan oleh pria muda itu ke daerah Kampar. Aku tidak bisa menangani kasus di kota, Lyra ... Aku mohon jangan lakukan ini padaku," jelas Aryo.


Lyra terdiam, wajahnya memerah. Tidak menyangka sama sekali bahwa suaminya melakukan itu pada Aryo.


"Aku sudah mengirimkan surat permohonan maaf padamu secara resmi, kan? Tolong aku, Lyra! Sama sekali aku tidak berniat untuk menyakiti mu. Aku hanya ingin membuat kalian rujuk. Tapi ternyata rumah tangga mu tidak dapat dipersatukan lagi. Karena ini merupakan permintaan Rita, dan dia ingin menjadikan mu sapi perah keluarga mereka untuk mendapatkan keuntungan. Aku mohon Lyra, jangan pindahkan aku kesana ..." mohon Aryo dihadapan Lyra sahabatnya.


Lyra menarik nafas dalam, dia tidak ingin melakukan hal ini pada sahabatnya, tapi semua keputusan ada ditangan Zul. Bagaimanapun, hanya suaminya lah yang tidak ingin melihat sang istri terus menerus bersedih.


Lyra menghela nafas panjang, "Coba kamu kerumah sakit mereka. Aku enggak bisa melakukan apapun, Yo ... Karena semua keputusan hanya pada Zul, suamiku ..." bisiknya pelan.


Aryo mendelik, menatap Lyra lekat, "Apakah kamu serius sudah menikah dengan dia? Oooogh ... Semakin banyak masalah ku, jika kalian sudah hidup bersama. Karena saat ini aku yang menangani kasus Kakaknya Dony," sesalnya merutuki kebodohannya.


Lyra hanya bisa tersenyum tipis, "Hmm ... Aku ada acara kantor, Yo. Lebih baik kita berpisah dulu yah? Jika kamu mau, datangi saja Zul. Aku tidak bisa membantu mu. Maaf ..."

__ADS_1


Lyra bergegas meninggalkan ruangannya, mencari keberadaan Lela dan rekan kerja lainnya yang telah menunggu sejak tadi.


Lela yang melihat sahabatnya menyambut Lyra dengan pelukan hangat agar segera memasuki mobil Pak Sardi menuju restoran sahabat Zul yang terletak tidak begitu jauh dari kantor mereka.


Suasana dalam mobil tampak hening karena tak seorangpun mau membuka suara dengan alasan menjaga image dihadapan atasan mereka. Namun tidak untuk Lela, dia membuka suara dengan kabar pernikahan Lyra rekan kerja mereka.


Tentu kabar bahagia tersebut, disambut baik oleh Pak Sardi karena memang mengenal dekat Keluarga Ahmad Maeta.


Pak Sardi yang tengah fokus dengan stir kemudi, melirik Lyra dari balik kaca spion yang ada ditengah mobilnya. Wajah mereka tampak bersemangat dan kompak untuk menggoda wanita cerdas yang sangat sensitif, cenderung jadi bulan-bulanan ipar suami sendiri saat masih menjadi istri sah Dony.


"Hmm ... Berarti status janda hanya sesaat yah Lyra," goda Pak Sardi untuk menghangatkan suasana keheningan mereka.


Lela tertawa kecil, "Makanya hari ini Lyra yang traktir kita makan-makan, Pak."


Lyra hanya bisa tersenyum tipis mendengar celotehan rekan kerjanya. Baginya hal yang dirahasiakan akan tercium juga suatu saat nanti. Bukankah pernikahan itu kabar yang sangat membahagiakan? Tentu kabar pernikahan Lyra juga menjadi bahan cemoohan bagi rekan yang tidak menyukainya.


Lince yang melihat putrinya melakukan ciuman didalam kamar Lyra malam itu, membuat dia meminta putrinya agar menikah dengan Zul.


Bukan berarti Lyra langsung meng'iya'kan. Dia benar-benar menolak permintaan Lince yang terlalu cepat, sehingga mengambil keputusan untuk terus menolak.


Lince yang mengetahui bagaimana putri kesayangannya, menghubungi Eni agar melakukan pertemuan keluarga secepatnya. Dia tidak ingin kejadian Bima terjadi lagi pada Lyra putri satu-satunya.


Bagi wanita paruh itu, ciuman yang biasa bagi anak muda jika sudah sampai keleher akan berakhir pada adegan ranjang, dan hamil sebelum di halalkan.


Ketakutan-ketakutan itu menjadi pertimbangan bagi Lince dan Boy untuk segera menikahkan kedua insan yang tengah dimabuk asmara tersebut. Melihat sikap Lyra yang hanya bisa pasrah pada keadaan dan terlalu larut dalam air mata kegagalan pada pernikahan pertamanya, tak menyulutkan keyakinan Lince untuk memiliki menantu baik dan bertanggung jawab seperti Zul.

__ADS_1


Mobil mereka terhenti di restoran Aldo yang terlihat ramai pengunjung saat istirahat siang. Parkiran mobil yang luas membuat Pak Sardi dengan mudah menemukan tempat parkir yang teduh.


Saat mereka akan memasuki area restoran, pandangan Lyra kembali dikejutkan dengan kemesraan Luna dan Dony yang tengah duduk berdua di salah satu meja restoran, dan pria kurus itu tidak menyadari kehadiran sang mantan istri.


Lyra menelan salivanya. Tak pelak hatinya seketika merasakan sakit yang teramat sangat. Mengingat kejadian Riche yang dengan sengaja membuat rusuh di kantornya saat pagi hari, kini harus dikejutkan dengan pemandangan yang sangat menjijikkan, "Hmm ... Dasar laki-laki brengsek!" geramnya.


Aldo yang melihat kekasih sahabatnya tiba, mempersilahkan para instansi pemerintahan yang selalu memesan makanan pada mereka tersebut didalam satu ruangan tertutup.


Lyra berbisik pada Aldo saat akan memasuki ruang VIP, sedikit bertanya meyakinkan, "Bukankah wanita disudut sana mantan kekasih Zul?"


Aldo menoleh kearah wanita yang tertuju pada Luna, "Oogh ... Ya! Dia sering menangis sendiri disini. Tapi kali ini dia mengenalkan kekasih barunya. Apa Mba mengenalnya?"


Lyra tersenyum tipis, "Hmm, tidak begitu," jawabnya sedikit kaku.


Lyra memasuki ruang VIP, untuk segera berkumpul dengan rekan kerja lainnya. Memesan beberapa makanan yang sedikit berbeda. Mereka lebih hangat saling bercerita diluar konteks pekerjaan.


Tentu pemandangan yang sangat spesial tersebut diabadikan oleh mereka dengan sebuah foto dan update distatus whatsApp.


Dony yang tengah asyik menciumi wajah wanita muda nan cantik rupawan itu, seketika melihat perubahan status sang mantan istri saat akan menghubungi Riche sang adik kesayangannya.


Tentu pemandangan yang ada distatus whatsApp Lyra, membuat hatinya kembali berdebar-debar. Emosi yang meredam seketika membuncah ke ubun-ubun setelah penghinaan yang dilakukan Zul pada Riche adiknya.


Dony mengirimkan foto itu pada Riche, agar segera membuat onar pada mantan istrinya dihadapan rekan kerja Lyra.


["Cepat kau kesini, wanita brengsek itu tengah berada di restoran teman Luna."]

__ADS_1


Dony tersenyum sumringah, karena berhasil membuat perpecahan untuk merebut segalanya dari Lyra, sehingga wanita itu benar-benar mengaku kalah, dan menyerahkan semua seperti permintaannya.


__ADS_2