
Di ruangan yang berbeda, Zul tengah berdebat serius dengan Hanz. Dokter yang menangani Claire juga Adi.
Beberapa penjelasan yang dapat di cerna oleh Zul, sehingga akan mengorbankan Adi, tentu di tolak mentah-mentah oleh pria itu, selaku keluarga dari Adi. Ditambah sejak kecil adik tirinya itu besar ditangan keluarga Ahmad Maeta.
Walau bermiliar-miliar penawaran untuk menyelamatkan Claire yang ditawarkan Clive, dengan tegas Zul tetap menolak.
"Maaf Clive, seingat saya pihak rumah sakit tengah mengusahakan donatur yang sudah mereka persiapkan untuk pasien benar-benar anfal dan membutuhkan, sesuai penawaran yang kamu tawarkan kepada saya. Saya menyayangi Claire, saya kasihan sama dia, namun saya tidak suka dengan pemaksaan. Adi keluarga saya, apapun yang dia lakukan pada Kesy tidak ada sangkut pautnya dengan kesehatan Claire. Jadi saya tegaskan, keluarkan Adi dari ruangan perawatan, dan saya akan membayar semua biaya yang kamu keluarkan untuk Adi!" tegasnya tanpa mau berdebat lagi.
Hanz menelan ludahnya, dia menyandarkan tubuhnya di sofa ruangan Zul, tak ingin membahas lagi tentang kesehatan Adi ataupun Claire.
Zul melirik kearah Clive, kembali berkata, "Kita kembalikan jika kamu menjadi saya! Apa yang kamu lakukan? Adi memang tidak memiliki keluarga, tapi di Indonesia, bukan di Berlin!" tegasnya.
Clive menundukkan kepalanya, apa yang diucapkan Zul saat ini menjadi tamparan luar biasa baginya. Jujur dia kecewa dengan keputusan Zul, namun jika di balik ke posisi seperti yang dikatakan Zul, mungkin ia akan melakukan hal yang sama.
Mereka tidak banyak bicara, namun Zul memberikan nama salah satu pasien yang benar-benar bersedia mendonorkan sum-sum tulang belakangnya untuk penderita kanker darah.
Zul berdiri tegap, mempersilahkan Clive dan Hanz keluar dari ruangannya, bergegas meninggalkan ruangan itu setelah memberitahu dimana keberadaan pasien tersebut pada Clive. Zul memilih berpisah dan bergegas mencari keberadaan Adi yang ternyata tidak begitu jauh dari ruangannya.
Saat akan masuk ke kamar ruang perawatan, Adi melihat putrinya masih memeluk mantan suaminya. Ada setitik kerinduan yang terpancar dari raut wajah Zul, dengan pria tampan yang masih terbalut baju piyama rumah sakit tersebut.
Zul tersenyum sumringah, dia menoleh kearah Jack juga Marisa yang duduk di kursi koridor, menunduk hormat, walau menaruh rasa kecewa pada keluarga Claire, kemudian mengetuk pintu kamar adik tirinya.
Kesy menoleh kearah pintu yang terbuka lebar, "Papi ...!"
Adi yang masih menangis, langsung berhambur memeluk erat tubuh Zul. Entahlah kali ini dia tidak sanggup untuk berkata-kata. Dia hanya ingin melepaskan segala kerinduannya pada sosok Zulmaeta. Pria yang selama ini ia kagumi dalam diam, kali ini ia merasa bahagia dapat bertemu lagi dengan Abang tirinya tersebut.
__ADS_1
Kesy memeluk erat Zul, sambil menyampaikan apa yang menjadi keputusan Adi tersebut ...
Zul menyela semua ucapan Kesy, agar tidak melanjutkan pembahasan mereka, "Jangan pernah menyetujui apapun, karena kamu merupakan keluarga ku di Berlin. Ingat Di, aku tidak ingin kamu melakukan hal yang tidak masuk akal!"
"Ta-ta-tapi Bang!"
"Tidak ada tapi-tapi!" Zul mengalihkan pandangannya kearah Kesy, menatap nanar wajah putrinya, "Papi tidak menyetujui hubungan mu dengan Claire, apapun alasannya!"
Zul menoleh kearah Adi, melemparkan baju yang ada di nakas, "Pakai bajumu sekarang juga! Kita pulang ke rumah, dan Kesy kamu akan segera Papi nikahkan dengan Jack! Tidak ada bantahan, tidak ada penolakan! Semua sudah Papi pikirkan, karena jiwa keluarga mereka itu tidak baik! Mereka hanya memikirkan kesehatan mereka saja, tanpa memikirkan bagaimana keluarga kamu! Mulai detik ini, kamu tidak Papi izinkan bertemu dengan Claire!" tegasnya.
Kesy yang mendengar keputusan Zul, seketika terdiam tak mampu membantah. Bagaimana mungkin dia harus meninggalkan Claire dengan kondisi sekarat seperti ini. Tapi dia juga tidak bisa menolak semua keputusan yang sudah menjadi keputusan Zulmaeta.
Bagi Zul, ketersinggungannya pada keluarga Clive dan Claire karena akan mengorbankan nyawa demi menyelamatkan seseorang itu sangat bertolak belakang dengan ilmu yang ia miliki. Kecuali memang sudah dinyatakan gagal otak dan tidak mampu untuk bertahan, mungkin ada pengecualian.
Zul menarik kedua anaknya Kesy juga Jack, tentu membawa Adi meninggalkan rumah sakit.
.
Dikediaman Keluarga Zul, Lyra tengah bermain-main dengan keempat anaknya. Kebebasan yang ia berikan pada Kesy untuk menjalin hubungan serius dengan Claire, di tengah-tengah sakitnya pemuda itu tidak menyiratkan apa-apa. Sama sekali ia tidak mengetahui tentang rencana Adi segila ini.
Namun, betapa terkejutnya Lyra saat melihat Zul membawa kedua anaknya juga Adi bersama kekediaman kita.
Lyra hanya bisa tersenyum lirih, saat matanya menatap kearah Zul yang tampak tidak bersahabat dengan situasi.
Lyra memberanikan diri untuk bertanya, karena melihat Adi ada bersama mereka, begitu juga Jack. Mereka tampak kebingungan.
__ADS_1
"Hun, ada apa? Kenapa kamu ...?" tanyanya pelan.
Zul menarik nafas dalam-dalam, dia menghempaskan tubuhnya di sofa ruang tamu, mempersilahkan Adi dan Jack duduk dihadapannya.
"Duduklah sayang, Adi. Kesy kamu duduk disini, temani Jack! Papi mau bicara!"
Kesy mengikuti semua perintah Zul, tanpa mau membantah. Matanya melirik kearah Adi yang duduk bersebelahan dengan Lyra.
"Sayang, mungkin lusa kita akan ke Hawaii! Aku akan menikahkan Kesy dengan Jack! Aku tidak merestui hubungannya dengan Claire. Karena hampir saja, Adi akan menjadi korban kegilaan mereka. Dan kamu Adi, Abang akan menghubungi rekan Abang di China, untuk pencangkokan hati mu. Disana lebih baik, daripada disini. Karena pengobatan lebih teratur disana, jauh dari obat-obatan kimia, dan kamu bisa menikmati hidup baru disana. Abang akan menanggung semua kebutuhan mu disana!"
Zul menoleh kearah Jack, bertanya dengan wajah tegas, "Bagaimana Jack?"
Lyra ternganga, mendengar keputusan yang dibuat oleh suaminya. Sejujurnya dia masih sangat kebingungan, karena beberapa hari mereka terlalu fokus dengan Claire.
Kesy menoleh kearah Zul, memohon agar diberi waktu untuk berpikir. Namun keputusan yang diambil Zul menjadi hal terbaik untuk keluarganya, tanpa memperdulikan nasib Claire.
Bagi Zul apapun yang menyangkut kehidupan, harus ditangani dengan cepat, tanpa harus mengorbankan kehidupan dan kebahagiaan orang lain.
Keluarga ... Hanya itu yang menjadi hal paling utama, tanpa memikirkan cinta gila putri kesayangannya dengan Claire.
"Jika orang lain tidak menghargai keluarga mu, maka lakukan yang terbaik untuk melindungi keluarga mu sendiri ..."
Hanya itu yang terus Zul tanamkan untuk hubungannya dengan Lyra juga kelima anaknya.
Tentu Kesy mendengus dingin, cinta yang tidak pernah dia rasakan pada pria super lebay itu, harus ia terima kenyataan juga wajib menikahi Jack Smith.
__ADS_1
Perjodohan antara Perjaka dan Janda, melalui kedekatan kedua orang tuanya.