Perjaka Untuk Janda

Perjaka Untuk Janda
Menangkap gorila


__ADS_3

Diruangan yang sempit, Dony tengah duduk meringkuk disudut tembok lembab dan lantai yang beralaskan perlak tipis. Sudah lebih tiga hari dia berada didalam penjara, tanpa ada yang datang kesana untuk menebus bahkan melihat kondisinya.


Dony menangis sejadi-jadinya, menyesali semua perbuatan bodoh yang dia lakukan pada Lyra kini telah resmi menjadi mantan.


Dony menutup wajahnya, tanpa mau bersosialisasi dengan penghuni lainnya, karena masih sama-sama frustasi.


"Bang .... sampai kapan Abang disini ...? Apa kasus Abang rupanya ....?" tanya seorang pria bertubuh gendut menatap kearah Dony yang masih enggan membuka wajah, karena masih malu dengan luka memarnya.


Dony hanya bisa menahan rasa malu yang dia coreng sendiri hanya karena berani berselingkuh dengan wanita beristri.


"Haah .... aku di fitnah oleh kekasih sendiri. Hingga aku dengan tega menceraikannya, dan menyakiti putri kandung ku demi bahagia bersama selingkuhan yang ternyata seorang istri panglima. Aku terjebak dalam permainannya," jelas Dony dengan jujur.


Pria bertubuh subur itu tertawa terbahak-bahak, bagaimana seorang pria berkulit putih, tampan, walau memiliki badan kurus harus dihadapkan dengan kasus perselingkuhan.


Dony yang mendengar tawa dari pria subur tersebut, merasa terhina karena telah menjadi bahan ejekan oleh seorang pria jelek yang satu sel dengannya, "Bagaimana dengan kamu ...? Apakah kamu seorang pembunuh bayaran ....!?" tanyanya.


Pria itu hanya menundukkan kepalanya, "Nasib kita sama, Bang ....! Aku telah berselingkuh dengan wanita yang ternyata istri seorang pejabat. Aku tidak mengetahuinya. Padahal .... sudah sejak awal aku mencoba menghindari hubungan terlarang itu ....!" sesalnya.


Dony tertawa, "Ternyata kita benar-benar bodoh hanya karena nafsu dan kata nyaman dari seorang wanita. Aku menyesali semua perbuatan ku, sehingga menceraikan istri sendiri talak tiga," ungkapnya penuh penyesalan.


Tak lama mereka saling bercerita, seorang polisi yang bertugas siang itu, membuka sel tahanan. Dia memanggil nama Dony dengan suara lantang, "Dony .... Anda telah dibebaskan hari ini, karena telah dijamin oleh seseorang. Mereka menunggu Anda di ruang penyidik ...!" tegasnya.


Dony berlari menuju polisi penjaga, mencari tahu siapa yang sudah menebusnya. Awal menjadi tahanan kota, kini dia bebas tanpa syarat.


Dony berjalan mengikuti langkah kaki polisi tersebut. Betapa terkejutnya dia saat beradu tatap dengan Lyra dan Zul telah menunggu disana.


Entah apa yang ada dibenak Dony saat ini, yang pasti dia sangat malu saat bertatapan dengan Lyra sang mantan istri.


Lyra tidak ingin berbasa-basi, dia hanya mengikuti semua permintaan Zul, demi menyenangkan Kesy putri kesayangan mereka.

__ADS_1


Sementara Zul mendekati Dony, memintanya untuk duduk disebelahnya, "Maaf Bang ....! Kami kesini untuk menjemput Abang, demi Kesy. Agar dia tidak mendengar celotehan diluar sana tentang Papa-nya."


Dony terdiam, jujur jika ditanyakan dalam hati, ingin sekali dia memeluk Lyra sang mantan istri. Namun, apalah daya .... Lyra lebih memilih membuang muka daripada harus berhadapan dengan laki-laki yang duduk disamping Zul saat ini.


Zul menandatangani semua berkas, dan menjamin Dony untuk benar-benar bebas dari jeratan hukum.


Saat hendak meninggalkan kantor polisi, Dony menghampiri Lyra, menatap lekat wajah mantan istrinya, hanya bisa berucap, "Maafkan aku, Lyra ....! Terimakasih sudah membantu ku untuk keluar dari sini. Aku berhutang budi pada mu ....!" isaknya.


Lyra tak ingin berlarut jika berhadapan dengan Dony, saat ini matanya turut basah karena merasa kasihan pada mantan suami yang benar-benar hancur setelah berpisah darinya. Tapi dia tidak ingin mengasihani pria yang tengah berlutut di hadapannya karena perasaan sayang demi Kesy.


"Pergilah Don ....! Pergi yang jauh, jangan pernah muncul atau mencoreng arang lagi diwajah ku. Kamu bukan suamiku lagi ....! Aku sudah lelah didatangi orang-orang yang tidak memiliki perasaan iba padamu ....! Dimana keluarga mu ....? Mana mereka ....? Apakah mereka tidak tahu kamu disini, atau jangan-jangan mereka seolah-olah menutup mata dan telinganya untuk dirimu ....? Itu yang kamu katakan keluarga ....? Coba saja kamu mendengar semua ucapan ku, Don! Mungkin kita masih bersama hingga saat ini. Dan pasti tidak terjadi apa-apa pada Kesy ....!" ungkap Lyra pelan dan menggeram.


Jika diikutkan hati, mungkin kali ini Lyra ingin menjambak rambut pria yang ada di hadapannya. Tapi sama sekali dia tidak melakukan hal itu, karena bagaimanapun tidak ada mantan ayah untuk Kesy putri kesayangannya.


Zul mendekati Lyra, mengusap lembut punggung wanita dewasa tersebut dengan penuh kelembutan, "Kita jalan sekarang ....? Oya, Bang Dony sudah bisa mengucapkan selamat tinggal pada Bapak polisi ini. Kita lanjutkan ngobrol di mobil saja."


Dony menelan ludahnya kasar, dadanya bergemuruh bahkan terasa sesak. Dari Zul mengusap punggung Lyra, memperlakukan sang mantan dengan sangat baik, membuat Dony semakin menyesal. Dia hanya bisa menangis dalam hati, menyesali semua perbuatannya pada Lyra.


Zul mengusap lembut punggung Dony, "Sabarlah Bang ....! Semoga setelah kejadian ini, kita bisa jadi keluarga dan Abang menemukan tambatan hati yang tepat."


Dony terdiam. Jujur, saat ini dia hanya butuh sedikit penghiburan untuk hati yang terluka. Namun, apalah daya, dia hanya bisa menangis memohon pada Tuhan, agar Lyra kembali kepelukannya walau itu tidak mungkin lagi.


Mereka memasuki mobil mewah milik Zul. Dony memilih duduk dibelakang, sementara Lyra dan Zul duduk didepan, dengan jemari saling menggenggam.


"Aaagh .... kenapa ini sakit sekali Tuhan, pembalasan seperti apa ini ...?" tanya Dony dalam hati menyesali perbuatannya.


Mobil terparkir disekolah Kesy. Saat Dony akan turun, Zul memberi satu paper bag.


"Maaf .... apa ini Mas ...!?" tanya Dony semakin tampak bingung dan salah tingkah.

__ADS_1


Zul tertawa kecil, "Panggil saja saya Zul. Jangan Mas, kesannya tua banget ....! Ini pakaian yang akan Abang kenakan untuk bertemu Kesy. Agar dia tidak mengetahui apapun tentang kondisi Papa-nya saat ini. Silahkan ganti di kamar mandi security, setidaknya Abang akan terlihat lebih baik."


Dony semakin menunduk malu. Malaikat dari mana yang sangat baik padanya. Bahkan benar-benar baik yang akan menjadi Ayah sambung untuk putrinya. Dia mengangguk patuh, memilih keluar dari mobil menuju pos security.


Tubuh kurus itu bahkan terlihat semakin tua, dan tidak bersemangat lagi untuk melanjutkan hidupnya. Keluarga menghilang entah kemana, saat dia benar-benar terpuruk. Hanya Lyra yang selalu ada untuknya walau hanya sebatas mantan.


Setelah Dony keluar dari mobil, Lyra menatap lekat wajah Zul, menautkan kedua alisnya meminta jawaban pasti apa rencana pria muda itu.


"Jangan memberi harapan pada pak tua itu, Zul ....! Aku tidak menyukainya," ketus Lyra.


Zul tersenyum, mencubit pipi Lyra kekasihnya, "Terkadang, untuk menundukkan gorila .... kita harus memberi makan orang hutan dulu sayang. Kamu akan mengetahui siapa sebenarnya mantan keluarga suamimu itu."


Lyra tampak bingung, "Maksudnya ....!?"


"Kamu akan tahu dua tiga hari lagi ....!" kecup Zul pada bibir basah Lyra.


______


Pesan Author Pemes untuk para reader.


Terimakasih atas kunjungannya....


Kali ini saya sebagai author akan memberikan give pada pecinta Perjaka untuk Janda...


Silahkan untuk meninggalkan vote dan hadiah terbaik mu.


Dua minggu lagi author akan mengirimkan paket internet untuk para reader yang selalu setia, berdasarkan top fans... 1, 2 dan 3.


Berlaku dari tanggal 5 Agustus 2022 sampai dengan 30 Agustus 2022. Cemungut....🎉👍💪🌹

__ADS_1


Salam Author Pemes


Tya Calysta...


__ADS_2