Perjaka Untuk Janda

Perjaka Untuk Janda
Tidak akan memberi kesempatan ...


__ADS_3

Malam yang sangat indah, kedua insan yang tak mampu menahan hasrat yang selama ini terpendam, membuat Kesy bersedia membantu Jack untuk mencapai pelepasannya dengan cara yang berbeda. Kini bagian kenyal itu masih mendekap erat milik suami tercinta. Membuat pria bule nan tampan itu hanya bisa menikmati permainan sang istri yang sangat lihai dalam melayaninya dengan sangat baik.


Kesy tersenyum geli, melihat wajah Jack yang sangat lucu dimatanya, membuat dirinya tersipu malu dengan wajah merona semerah jambu.


Perlahan Jack menarik tubuh Kesy yang masih tertawa kecil untuk mendekap tubuh ramping itu, hanya ingin menyampaikan rencana pekerjaannya besok pagi ...


Kesy berbisik manja ditelinga Jack, "Kenapa hmm? Kamu suka enggak? Maaf yah, kita masih seperti ini. Sepertinya kamu harus banyak-banyak bersabar, hingga waktu persalinan ku tiba."


Jack mengangguk kepalanya membenarkan, baginya hanya ingin menikmati indahnya sentuhan Kesy, walau sesungguhnya ingin sekali melakukan hal itu.


Sengaja Jack memiringkan tubuhnya, agar bisa menatap wajah cantik wanita yang sangat menyenangkan dimatanya, "Sayang ... Mungkin besok aku akan berangkat ke Hamburg selama tiga hari. Aku harap kamu tidak keluar rumah, karena Mami juga tidak ada. Daddy mungkin akan kembali dua hari lagi bersama Mami."


Kesy terdiam, kedua pipi cubinya menggembung karena tidak ingin jauh dari Jack. Ia menghela nafas berat, mengalihkan pandangannya kearah lain, kali ini ia tak ingin ditinggal dirumah seluas itu bersama pelayan yang sangat telaten memperhatikan gizi dan semua tentang kesehatan Kesy.


"Apa tidak bisa ditunda menjadi minggu depan atau setelah aku melahirkan? Kita tinggal menunggu satu bulan sayang. Aku tidak ingin jauh dari mu saat ini. Aku membutuhkan kamu, Jack," rengeknya meringkuk dicerug leher pria gagah itu.


Jack mengusap wajah tampannya, kali ini ia tidak bisa menunda keberangkatannya, karena Claire telah kembali ke perusahaan dan mempertanyakan keberadaannya saat ini.


"Hmm kali ini aku tidak bisa menunda, Kes! Karena ada sesuatu hal yang harus aku selesaikan. Pekerjaan ku deadline, dan membuat aku menjadi serba salah. Kamu lagi hamil besar, dan kita harus berpisah untuk beberapa hari karena tuntutan pekerjaan ku, aaaagh ..." sesalnya menggeram.

__ADS_1


Kesy membalikkan badannya, kali ini ia tidak ingin ditinggal oleh Jack ...


"Bawa aku! Aku ingin bertemu dengan Mama dan Papi. Lagian aku melahirkan masih bulan depan, dan kamu pasti sangat lega jika aku berada di rumah Papi," sungutnya.


Jack mengehela nafas dalam-dalam, dia tidak ingin melihat istrinya dirundung kesedihan, tapi kali ini dia juga tidak bisa meninggalkan pekerjaannya.


Jack mengalungkan tangannya di pinggul Kesy, mengusap lembut perut buncit yang masih terbuka lebar tanpa sehelai benangpun, "Tapi kamu menggunakan pakaian tertutup, yah? Dan minta sopir keluarga mu untuk menjemput kita di bandara. Karena aku langsung menuju Hamburg, mungkin pihak perusahaan eee ..."


Kesy menyela pembicaraan Jack, sebelum suaminya melanjutkan ucapannya, "Perusahaan Clive? Bisa enggak kamu memutuskan kontrak kerja sama dengan perusahaan mereka? Aku rasa perusahaan kamu sudah bisa berdiri sendiri, tanpa harus bekerjasama dengan mereka. Ini demi kita Jack," rungutnya.


Jack mengusap punggung, hingga perut Kesy yang semakin tampak seksi ketika tengah mengandung besar. Entahlah ... Mata hatinya kini tertutup sudah tentang status anak yang ada dalam kandungan Kesy. Baginya bayi yang tidak berdosa itu sudah ia anggap darah daging sendiri, walau secara biologis bukan anaknya.


Kesy menautkan kedua alisnya, mencerna pembicaraan Jack yang sangat mengejutkan, "Maksudnya? Apakah mereka telah membohongi kamu, sayang?"


"Entahlah Kes ... Aku hanya ingin menyelesaikan pekerjaan bersama mereka tahun ini, selanjutnya aku akan membenahi semua legalitas perusahaan ku! Mungkin setelah kelahiran anak ini, kita akan fokus menjalani perusahaan ku, dengan kamu menjadi pendamping sekaligus secretaris ku!" pintanya tanpa mau menjelaskan permasalahan pribadinya dengan dua kembar, Clive juga Claire.


Benar saja, saat ini Jack tengah di rugikan dalam perjanjian yang tidak sesuai dengan perjanjian kontrak mereka selama enam bulan. Ada beberapa uang yang tidak dilaporkan pihak manajemen Claire, tanpa sepengetahuan Jack. Sehingga ia mengalami kerugian mencapai 15 milyar jika dirupiahkan.


Namun bagi Jack, ia sama sekali tidak mempermasalahkan semua laporan keuangan perusahaan itu. Yang menjadi pertanyaannya, kemana saja dana sebesar itu, sehingga tidak mendapatkan kejelasan yang berarti dari pihak manajemen Claire.

__ADS_1


Perusahaan yang bergerak di bidang perbankan multifinance gabungan itu, membuat Jack menaruh curiga pada Claire. Walau dia baru dinyatakan sembuh dalam waktu empat bulan, akan tetapi propesional dalam berbisnis dan bersahabat semakin tampak kepincangan. 


Kesy yang pernah bekerja di perusahaan multinasional tersebut, membuat dirinya semakin yakin, dan harus menarik Jack agar tidak mengalami kerugian lebih besar lagi, walau pria yang sudah berstatuskan suaminya itu belum menceritakan apapun padanya.


.


Di belahan dunia yang berbeda, Claire justru tengah duduk seorang diri di apartemen miliknya, ditemani Marisa yang senantiasa merawat putranya selama ini, setelah peninggalan Kesy.


Dengan sangat telaten Marisa menyuapkan makanan kesukaan Claire, sambil bercerita ringan dengan putra kesayangannya. 


Claire menatap kearah Marisa dengan mata berkaca-kaca, ketika teringat akan Kesy, sambil berkata, "Dimana Kesy berada saat ini, Mi? Kenapa tidak seorangpun yang mengetahui keberadaannya? Bahkan di negara asalnya saja dia tidak dapat kami temukan! Apakah dia menghilang bersama Adi? Aku khawatir dia hamil anak ku, karena aku yakin saat itu aku masih dalam kondisi sadar. Aku memang berharap, agar dia mengandung dan Tuan Dokter angkuh itu mau menikahkan putrinya dengan ku! Jika benar Kesy mengandung anak ku, aku akan merebut anak itu, sekaligus Kesy," kenangnya.


Marisa menggelengkan kepalanya, dia tidak ingin Claire berpikir yang tidak-tidak untuk saat ini. Apalagi putra kesayangannya itu baru dinyatakan sembuh oleh dokter dan masih dalam proses pemulihan.


"Jangan pikirkan apa-apa saat ini Claire. Jika Kesy benar-benar hamil, mungkin mereka akan mencari mu! Tapi sampai saat ini, mereka juga tidak pernah menemui kita, ataupun Clive selama berada dirumah sakit. Aku mohon, pikirkan saja kesehatan mu! Karena kesehatan mu lebih penting daripada apapun saat ini. Suatu hari nanti, semua akan kamu ketahui, jika Kesy benar-benar memiliki anak darimu, dan kamu bisa merebutnya sayang ..."


Claire mengangguk setuju, kali ini dia tidak akan memberi kesempatan bagi Kesy, jika wanita itu benar-benar membawa pergi darah dagingnya.


"Aku akan mendapatkan dimana keberadaan Adi ataupun Kesy saat ini. Aku yakin mereka masih ada di Berlin, Mi ..."

__ADS_1


Marisa mengangguk setuju, mengusap lembut pundak putranya, hanya bisa menjelaskan, "Mungkin besok Mami akan berkunjung ke area rumahnya. Karena rekan Mami ada yang tinggal didaerah yang sama dengan Dokter Zulmaeta ..."


__ADS_2