Perjaka Untuk Janda

Perjaka Untuk Janda
Season II (Perjaka untuk Janda) Bahagia ...


__ADS_3

Tangan kekar seorang pria tengah memeluk erat wanita yang sudah lebih dua bulan dinikahinya. Ya ... Kini Jack Smith telah resmi menjadi suami dari Kesy, yang kini telah sah dalam status pernikahan resmi.


Kedua-nya memilih untuk menetap di Hawaii, meninggalkan Berlin karena banyak yang harus dihindari.


Alasan yang paling klasik, dimana Kesy harus menerima kenyataan telah menjadi seorang istri dari pria yang sangat mencintainya sejak dia masih menikah dengan Adi, suami pertamanya.


Perlahan Kesy menggeliatkan tubuh rampingnya, melepaskan diri dari dekapan Jack yang masih mendekap tubuh ramping istri tercinta.


"Terimakasih sayang," kecupnya pada puncak kepala Kesy yang tertawa kecil mendengar celotehan Jack.


"Lepas, aku mau pipis ..." rengeknya manja.


Jack tersenyum, melepaskan dekapannya, memberi ruang pada sang istri untuk melakukan ritual paginya. Tentu dengan senyuman yang mengembang, karena sebulan lebih merayu Kesy, baru tadi malam mendapatkan kebahagiaan yang sempurna menjadi seorang suami bagi janda muda berusia 20 tahun tersebut.


"Jangan lama-lama sayang, aku masih menginginkan mu!" teriak Jack beranjak dari ranjang untuk membuka gorden jendela, membiarkan udara masuk dengan tirai tipis perlahan mengembang karena tiupan angin sepoi-sepoi.


Jack tersenyum sumringah, dia sangat mencintai Kesy. Baginya menikah dengan wanita yang sangat di cintai itu akan lebih mudah diraih, walau mesti bersusah payah dalam menghadapi penolakan, pertengkaran, sehingga mampu merayu. Sangat menyenangkan jika di janjikan shoping bagi janda yang tidak pernah keluar rumah, jika tidak mendapatkan izin dari Lyra juga Zul semenjak perceraian dengan Adi.


Strange, mungkin itu yang tepat untuk Kesy saat berada di Berlin. Namun di Hawaii saat tinggal bersama Keluarga Smith dia justru mendapatkan kebebasan untuk berjalan-jalan mengelilingi pantai, walau harus dalam pengawalan pelayan, jika Jack tidak bisa menemani Kesy.


Kesy keluar dari kamar mandi, hanya menggunakan baju tipis, yang berbahan dasar katun, dengan kaki jenjang terbuka hingga atas lutut. Tentu menjadi pemandangan yang sangat menggugah selera bagi seorang pria berstatuskan suami melihat pemandangan dihadapannya.


Jack tersenyum sumringah menatap wajah cantik Kesy yang sangat menyejukkan baginya ... "Wow ... Apa kamu sengaja menggodaku lagi?"


Kesy bergidik, menyunggingkan senyuman tipis, kemudian menjulurkan lidahnya, "Jangan! Aku lelah. Tadi malam kamu melakukannya sudah berkali-kali, membuat bagian ku terasa perih," jelasnya dengan wajah cemberut.


Jack tertawa terbahak-bahak mendengar celotehan istrinya, dia menari-nari bahagia, memutar-mutar pinggulnya untuk menggoda wanita cantik dihadapannya.

__ADS_1


"Hmm ... Kamu sangat menggemaskan! Jika kamu tidak mencintai aku, kamu mungkin tidak akan mendessah hebat tadi malam, dan menikmati permainan ku, sayang," peluknya erat, saat sudah mendekati Kesy.


Kesy hanya bisa membalas pelukan Jack, walau sesungguhnya ada kegelisahan didalam hati yang tak mampu ia ucapkan pada pria yang sangat bahagia dan baik padanya.


"Jika aku menikmatinya, wajar saja. Kamu sudah menjadi suami ku, dan aku wajib membahagiakan mu."


Mendengar penuturan itu, Jack kembali mendekap erat tubuh ramping Kesy.


"Aku akan selalu menjagamu sampai kapanpun. Jangan pernah tutup pintu hati mu, untuk menerima kenyataan, bahwa kita telah menikah, dan kini menjadi suami istri. Mulai saat ini, kita akan selalu bersama hingga maut memisahkan. Aku mencintaimu, Kes ..."


Kesy mengangguk, dia membalas pelukan Jack yang sangat nyaman untuk dipeluk. Wajah tampan, berbulu halus, dan sangat sedap dipandang mata, memberikan kenyamanan yang berbeda baginya.


.


Waktu berlalu begitu cepat ... Kini keduanya tampak lebih harmonis, walau Jack tidak memiliki banyak waktu untuk menemani sang istri, karena pekerjaannya akhir-akhir ini.


Jack menutupi status pernikahannya yang mendadak dari si kembar Clive juga Claire. Keadaan Claire yang mulai membaik, memberikan secercah harapan untuk mereka tetap melanjutkan bisnis selanjutnya.


Clive melihat sosok Jack yang semakin lama tampak bahagia, dengan senyuman yang selalu menghiasi wajahnya ...


"Bagaimana kabar mu? Sudah lebih dua bulan kau menghilang dari peredaran, aku pikir sengaja untuk menjauhi keluarga ku!" sindir Clive saat menyesap secangkir kopi di sebuah restoran tidak jauh dari rumah sakit.


Jack tersenyum tipis, mendengar ucapan sahabatnya, dia menatap lekat mata Clive yang sangat memahami perubahan pada dirinya ...


"Aku hanya disibukkan dengan berbagai macam drama keluarga. Mami meminta ku untuk segera pulang, dan menyelesaikan pekerjaan yang aku tinggalkan beberapa bulan lalu, kini aku kembali. Oya, bagaimana keadaan Claire? Apakah sudah membaik?"


Clive mengangguk, dia mengeluarkan handphone miliknya, memperlihatkan foto terbaru kondisi saudara kembarnya, "Aku kehilangan semua jejak tentang Adi juga Kesy, dalam waktu bersamaan. Padahal aku ingin memberitahu, bahwa Claire sudah berangsur pulih."

__ADS_1


Jack tersenyum lega, dia tidak ingin memberitahu dimana keberadaan Adi, ataupun Kesy yang kini sudah menjadi istri sahnya.


"Kirim salam saja pada Claire, aku akan kembali ke Hawaii malam ini. Mungkin kita akan bertemu tiga bulan lagi, karena aku akan melakukan perjalanan bisnis ke Asia. Ada beberapa investor kecil yang meminta agar aku membantu usaha mereka. Aku rasa kamu mengetahui semua itu," jelasnya.


Clive mengangguk, dia sangat memahami bagaimana kesibukan Jack selama ini.


Mereka berdua saling berbincang-bincang ringan, mengenai bisnis saat ini, dan beberapa rencana kedepannya, tanpa membahas masalah pribadi. Tidak lama kemudian mereka berpisah.


Tentu saja Jack menemui Keluarga Kesy malam itu, setelah bertemu dengan kembaran Claire.


Kedatangan Jack, memberi kejutan yang sangat luar biasa bagi Lyra. Bagaimana tidak, menantunya datang seorang diri tanpa Kesy. Tentu kehadiran Jack, disambut hangat oleh Lyra serta keempat adik Kesy yang sangat senang melihat pria tampan itu datang mengunjungi keluarga mereka.


Lyra memberikan pelayanan yang sangat menyenangkan bagi Jack, makanan Asia yang sangat cocok di lidahnya, serta makanan kecil yang dipersiapkan oleh Betris untuk dibawa Jack jika kembali ke Hawaii.


"Kamu berangkat jam berapa Jack? Jangan lupa sampaikan salam Mama buat Mami Caroline," usap Lyra pada kepala menantunya.


Jack melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya, menjawab singkat, "30 menit lagi Jack berangkat ke bandara. Jack tidak sabar ingin bertemu dengan Kesy. Dia pasti suka, mendapat makanan yang sangat lezat seperti ini," senyumnya.


Lyra mengangguk membenarkan. Mempersiapkan beberapa paper bag, yang akan di bawa oleh sang menantu, sebagai buah tangan untuk keluarga Jack yang sangat baik.


Walau pernikahan Jack dan Kesy masih seumur jagung, namun rasanya dukungan keluarga pada pria tampan itu, berhasil meraih simpati bagi kedua wanita Lyra juga Caroline.


Cinta yang di gadang-gadang Kesy tidak ada, kini melihat wajah Jack yang semakin tenang, menyiratkan bahwa pernikahan mereka semakin bahagia ...


"Jaga Kesy buat Mama, Jack. Jangan kecewakan kedua keluarga ..." goda Lyra pada puncak hidung menantunya, sebelum mereka berpisah.


Jack mengangguk, "Selalu Ma ..."

__ADS_1


__ADS_2