Perjaka Untuk Janda

Perjaka Untuk Janda
Menjadi miliknya


__ADS_3

Digedung perkantoran berlantai 20 itu, Kesy tengah duduk di sofa, sambil menyesiasati situasi, mencari keberadaan pria yang berteriak keras padanya saat berada di parkiran.


"Ogh ... Semoga saja pria itu tidak menandai wajah ku, karena aku sempat mencari keberadaannya, namun sama sekali tidak menemukannya ..." rungutnya dalam hati.


Namun di salah satu ruangan tertutup, tengah duduk seorang pria sambil menggenggam selembar kertas yang berisikan identitas Kesy.


"Cantik ... Semakin terlihat sangat cantik, dan masih terlihat kekanak-kanakan ..."


Pria itu menuliskan beberapa surat kontrak, yang akan menjadi pengikat Kesy di perusahaan multinasional tersebut.


Jika dilihat dari cara pengenalan pria tersebut terhadap data Kesy, pasti kita sudah mengetahui siapa sosok pria yang mereferensikan janda muda 20 tahun tersebut, kepada dua orang pria kembar Clive juga Claire.


Clive sebagai pemegang produk komunikasi yang langsung ia percayakan kepada pria tersebut, sementara Claire berurusan dengan perbankan.


Yah ... Adi kini tengah berada bersama kedua pria kembar yang hampir dikatakan identik itu, setelah berhasil keluar dari bui selama 1,5 tahun dan menghilang bak di telan bumi menuju Berlin.


Niatnya bukan untuk mencari keberadaan mantan istrinya, melainkan untuk menerima tawaran kedua pria itu, membantunya dalam mengembangkan bisnis mereka.


Benar saja, takdir mempertemukan Adi untuk bertemu kembali dengan Kesy, setelah dua tahun mereka berpisah.


Claire yang tengah menyesap secangkir expreso itu bertanya pada Adi, "How? Have you found a replacement for Bianca yet? I really need a smart woman who is also agile. I want a woman who understands business management ..."


(Bagaimana? Apakah kau sudah menemukan pengganti Bianca? Aku sangat membutuhkan wanita cerdas juga cekatan. Aku menginginkan wanita yang mengerti dengan management bisnis)


Adi tersenyum sumringah, dia memberikan berkas yang ada dalam genggamannya pada Claire.


"What about him ...?"


(Bagaimana dengan dia)


Claire menatap kearah Clive yang duduk di dekatnya, hanya untuk bertanya meminta pendapat, "How?" (Bagaimana)


Clive menautkan kedua alisnya, keningnya mengerenyit sepuluh memandang foto Kesy.


"She's the girl in the parking lot! Aaagh shiiit, do you two know this girl? Let me do the interview, can he speak German? He's just like you, Adi, Indonesia ..."


(Dia gadis yang berada di parkiran tadi! Aaagh sial, apakah kalian berdua mengenal gadis ini? Biar aku yang wawancara, apakah dia bisa menggunakan Bahasa Jerman? Dia sama seperti mu, Adi, Indonesia)


Adi hanya tersenyum tipis, dia enggan menceritakan tentang Kesy saat ini, karena tidak ingin kedua pemuda kembar yang masih berusia 25 tahun itu mengetahui status dudanya. Hanya menjawab singkat, "Dia bisa menggunakan tiga bahasa, Indo, English, dan Jerman. Sama seperti kita," jelasnya.

__ADS_1


Clive tersenyum manis, dia memiliki ide untuk mengerjai wanita nakal yang tega membiarkannya di parkiran selama 30 menit. "Damn it! Minta dia keruangan ku saat ini juga, Adi kamu siapkan kontrak kerja, dan kirim ke email ku, beri dia gaji 4500 euro, jam kerja delapan jam."


Adi mengangguk, sebelum Clive memberi perintah, pria itu sudah lebih dulu melakukannya.


"Finish ... Silahkan kalian keluar dari ruangan ku. Ingat panggil nama ku, Owen jangan Adi!"


Ketiganya saling menatap satu sama lain, menaruh curiga pada Adi, karena telah mengenal Kesy lebih dulu.


Claire bertanya penuh selidik, "Apa kau mengenalnya Tuan Owen?"


Adi menggelengkan kepalanya, "Pergilah, sebelum wanita itu bertukar pikiran. Aku hanya mengenalnya, dia bisa di percaya untuk memegang peranan di management bisnis mu, Tuan Claire."


Claire mengangguk, mereka berlalu meninggalkan ruangan Adi, menuju ruangannya, melalui pintu yang berbeda.


Tentu ini akan menjadi masalah baru untuk Kesy, jika melihat keberadaan Adi berada di gedung perkantoran itu.


Namun kini Adi lebih berjaga-jaga, agar tidak diketahui oleh Zul semenjak kebebasannya dari penjara. Dia jatuh miskin kala itu, dan tidak mau membuat masalah baru, karena akan mendapatkan perlakuan yang tidak mengenakkan nantinya.


Akan tetapi, setelah mengetahui Kesy akan bekerja di sana, Adi kembali berpikir ulang, bagaimana caranya untuk merebut hati janda cantik itu kembali. Karena yang menceraikan mereka bukan inginnya, melainkan pemaksaan dari keluarga beberapa waktu lalu.


Seseorang mendekati Kesy yang masih duduk manis di sofa, sambil menikmati segelas teh hangat yang telah di persiapkan oleh office boy.


(Nona, Tuan Clive menunggu Anda di ruangannya)


"Ooogh ya ..."


Kesy langsung berdiri, memperbaiki pakaiannya, sedikit gugup, menarik nafas dalam-dalam, karena ini pertama kali ia menjalani wawancara pekerjaan.


Melamar pekerjaan di negara maju, sangatlah sulit, ditambah Kesy tidak memiliki pengalaman, namun dia mengerti dunia bisnis, karena beberapa kali menemani Lyra untuk menghadiri beberapa acara besar, sehingga membuat dia lebih percaya diri untuk berkarir di negara panser tersebut.


Tentu setelah menjalani empat kali interview, dan ini merupakan keputusan akhir, diterima atau tidak. Kepiawaian Kesy dalam berbahasa, bisa dikatakan cukup baik. Dia memiliki wawasan luas dalam meneliti kedaerah mana produk komunikasi akan berkembang pesat.


Kini Kesy telah duduk dihadapan dua pria muda, berwajah bule blesteran.


Pengusaha kembar yang sukses dan berprestasi itu merupakan keturunan Filipina Indonesia Jerman.


Kehidupan mereka berubah, semenjak memiliki perusahaan multinasional yang semakin berkembang, ditambah Adi bergabung dengan mereka berdua.


Clive menautkan kedua alisnya, dia melihat Kesy dengan seksama, dari ujung rambut hingga kaki wanita yang duduk dihadapannya.

__ADS_1


Kesy tampak semakin gugup, karena di perhatikan oleh dua pria asing, yang merupakan owner dari perusahaan besar tersebut.


"Kesy. Simple, unique name, even has a pretty attractive face. But ..."


(Kesy. Simple, nama yang unik, bahkan memiliki paras yang cukup menarik. Tapi ...)


Clive menghentikan ucapannya, ingin melihat reaksi Kesy yang hanya bisa menunduk hormat dihadapan mereka berdua.


"How long have we lived in this country? Do you have family here?"


(Berapa lama kamu tinggal di negara ini? Apakah kamu memiliki keluarga di sini?)


Kesy menatap kedua pemuda tersebut dengan penuh percaya diri, dia menatap Clive dan Claire secara bergantian ...


"I've been here almost 14 years. My father is a doctor, and my mother is a financial audit team for a private company here. So currently I live with family ..."


(Saya di sini sudah hampir 14 tahun. Papi saya seorang dokter, dan Mama saya seorang team audit keuangan perusahaan swasta di sini. Jadi saat ini saya tinggal bersama keluarga ...)


Clive mengangguk, dia tersenyum manis. Mendengar kejujuran seorang gadis lugu yang ternyata bukan berasal dari orang susah.


"Ok ... Is that sports car parked yours? Why don't you just use a normal car? So as not to get in my way, Miss ..."


(Ok ... Apakah mobil sport yang berada diparkiran itu milik mu? Kenapa kau tidak menggunakan mobil biasa saja? Agar tidak menghalangi jalan ku, Nona)


Kesy semakin tampak salah tingkah, wajahnya merah padam, bahkan jantungnya berdegup kencang. Dia sangat mengetahui kemana arah pembicaraan pria yang sengaja menjebaknya dengan pujian di awal, "Oogh shiiit ..." geramnya meremas tangannya sendiri.


Perlahan Kesy mengangguk pelan, mengisyaratkan bahwa mobil sport berwarna silver itu miliknya.


"Sorry sir, I was in a hurry. Once again, I am sorry ..."


(Maaf Tuan, tadi saya terburu-buru. Sekali lagi saya minta maaf)


Clive menoleh kearah Claire, menyunggingkan senyuman, bahwa dia menyetujui wanita cantik itu bergabung di perusahaan, dan memberi isyarat bahwa Kesy akan menjadi miliknya.


_______


Sudah Senin saja nih ... Jangan lupa vote, komentar, and give akan meluncur ... Terimakasih reader ...


Ingat yah, untuk dua pemenang ... Daster atau jilbab, tinggal pilih ...

__ADS_1


Happy reading ...😘🌹


__ADS_2