Perjaka Untuk Janda

Perjaka Untuk Janda
Hanya Kesy


__ADS_3

Sepeninggalan Claire dari kediaman Kesy, suasana berubah menjadi sepi. Zul menatap lekat wajah sang putri kesayangan, sesekali melirik kearah Lyra.


Zul bertanya seakan-akan ia belum mengetahui siapa Claire, "Apa kamu tertarik dengan Claire?"


Kesy mengangguk meng'iya'kan. Semenjak kegagalan pernikahannya dengan Adi, Zul tidak memberi celah kepada anak kesayangannya itu untuk asal memilih pasangan.


"Baik, jika kamu memang tertarik dengan Claire, bisakah Papi meminta kamu membuka blokir Jack Smith?"


Kesy mengembungkan pipinya, menunjukkan ketidaksukaan jika Zul membahas tentang Jack.


Kesy hanya menjawab dengan nada kesal, "Emang kenapa? Aku tidak suka sama Jack, Pi. Dia terlalu menyebalkan, sok perhatian, mengirimkan aku buket bunga, sementara dia dingin kayak Papi. Tidak happy seperti Claire," sungutnya dengan nada manja.


Zul tersenyum sumringah, menggelengkan kepalanya, "Tapi Papi lebih suka dengan Jack, daripada Claire. Jack berasal dari keluarga yang jelas bibit bebet bobotnya. Dia lembut, bahkan kami memang berencana menjodohkan kamu dengan Jack," jelasnya.


Kesy menundukkan kepalanya, sejujurnya dia memblokir akses komunikasi dengan Jack, karena pria itu terlalu lebay. Perhatian yang terlalu berlebihan, membuat Kesy sebagai wanita yang pernah gagal dalam berumah tangga sedikit kesal dan merasa geli. Walau sebenarnya Jack sangat baik dan menarik.


Wajah bule nan tegas, yang telah merintis usahanya sebagai pemilik perusahaan yang bergerak di bidang perhotelan dan restoran, membuat Jack tumbuh sebagai pria yang mapan serta tampan. Di dukung dengan keluarga yang sangat hangat dan baik pada keluarga Zulmaeta.


Kesy menyela pembicaraan Zul, "Tapi Kesy enggak cinta Pi sama Jack. Dia itu laki-laki menyebalkan!"


Zul semakin tertawa geli mendengar penuturan Kesy yang sangat menggelitik bahkan sangat lucu.


"Oke, dengarkan Papi. Kita bicara tentang cinta. Lebih baik kamu menikah dengan pria yang mencintai kamu, daripada orang yang kamu cintai, namun lebih membiarkan kamu mengayuh sendiri. Sama halnya Papi dengan Mama mu. Apakah Mama mu menerima Papi begitu saja? Tidak Kesy, Mama pernah sakit dalam memilih Papa Dony, dan itu terjadi padamu. Papi lihat, Jack sangat baik, serta bisa menjadikan mu ratu di hatinya. Papi sangat mengetahuinya, Jack mencintai kamu lebih besar, di bandingkan Claire. Percayalah!"


Mendengarkan penuturan Zul yang panjang lebar, Kesy hanya terdiam. Dia melirik kearah Lyra, dan wanita dewasa itu mengangguk setuju sebagai isyarat ucapan Zul.


"Tapi Pi ... Kesy jatuh hati sama Claire. Dia sangat baik juga lembut. Kesy enggak mau menyakitkan hati pria itu ..." ungkapnya jujur dihadapan Lyra juga Zul, tanpa ada yang ditutup-tutupi.

__ADS_1


Zul mengangguk mengerti, tapi perlahan pria itu memberi pengertian pada putri kesayangannya ...


"Oke sayang, Papi sangat menghargai kejujuran mu saat ini. Tapi sebaiknya, kita sebagai wanita yang pernah gagal dalam memilih hingga salah mencintai seorang pria, ada baiknya kamu menjalin relationship dengan Jack. Sejujurnya Mama dan Papi sudah merencanakan sesuatu, tapi tidak menutup kemungkinan untuk kamu memilih Claire. Kamu hanya bisa melihat kedua pria itu, mana yang lebih baik untuk mu. Agar tidak gagal untuk kedua kalinya. Ingat Kes, keluarga Claire broken home, berbeda dengan Jack. Kamu mengerti apa maksud Papi?"


Kesy mengangguk mengerti. Dia sangat memahami apa yang di maksud oleh Zul. Ditambah rasa traumanya menikah dengan pria yang berasal dari keluarga yang tidak jelas, dan hanya menyakiti perasaan serta fisiknya selama dua minggu.


Tentu nasehat Zul, di dengar dengan sangat baik oleh Kesy, karena tidak ingin gagal kembali dalam menjalani kehidupan berumahtangga.


Sudah lebih dua minggu Kesy memutuskan untuk tidak bekerja di perusahaan milik Claire, sudah dua minggu pula Kesy tidak menjalin komunikasi yang intens, serta bertemu dengan pemuda blesteran tersebut.


Kesy menatap layar handphone miliknya, menunggu kabar dari Claire, karena tidak kunjung mendapatkan kabar dari pria muda itu.


"Kemana dia? Apakah Claire sibuk? Tapi mengapa whatsApp ku sama sekali tidak dibalas olehnya, biasanya sesibuk apapun dia selalu menghubungi aku ...?"


Kesy yang sedikit penasaran, mengirim pesan hanya memberikan emogi love pada Claire. Beberapa menit kemudian baru mendapatkan balasan dengan emogi yang sama.


Kesy tersenyum sumringah, dia merasa bahwa cintanya terbalas oleh Claire ...


Claire menutup semua akses komunikasi dengan siapapun saat ini, karena tidak ingin diganggu oleh siapapun, karena kondisinya mendadak drop.


Hanya Marisa dan Clive yang menjaga Claire dirumah sakit, tempat Zul bekerja.


Penyakit yang di sebabkan melemahnya kondisi Claire setelah menjalani perjalanan dinas selama beberapa hari di luar kota, membuat ia pingsan, dan mendapatkan perawatan intensif.


Dokter Hanz, yang menangani riwayat Claire memberikan keterangan kepada Clive tentang kondisi saudara kembarnya.


Clive termenung, saat membaca riwayat Claire setelah melakukan pemeriksaan pada kesehatannya secara keseluruhan.

__ADS_1


Hanz hanya bisa tersenyum lirih, menatap penuh kesedihan pada Clive, "Sel darah putih di tubuh Claire lebih banyak dibandingkan sel darah merah. Dan kini kita membutuhkan sum-sum tulang belakang untuk mengatasi semua ini. Tapi untuk awal kita harus melakukan kemoterapi, untuk membunuh perlahan sel kanker yang ada dalam darah Claire."


Mendengar penjelasan Hanz, Clive tidak dapat berkata-kata. Matanya memerah, membayangkan bahwa penyakit kanker darah yang menimpa Claire tidak ada obatnya sama sekali.


"Tuhan, apa yang terjadi pada Claire? Kenapa bukan aku ...? Kenapa harus Claire ...!" tangis Clive dikoridor rumah sakit.


Tanpa sengaja, Zul yang tengah melewati koridor tersebut, untuk kembali ke ruangannya, menautkan kedua alis kemudian menerka-nerka pemuda yang masih menyandarkan tubuhnya ke dinding ...


Zul memberanikan diri untuk bertanya lebih dulu, "Aren't you Claire?"


(Bukankah kamu Claire)


Clive yang tidak mengenal Zul tampak kebingungan, "No, I'm Clive Claire's twin. Do you know Claire?"


(Bukan, saya Clive kembaran Claire. Apakah anda mengenal Claire)


Zul menoleh kearah yang lain, celingak-celinguk mencari keberadaan Claire yang tidak ia temui, bertanya karena penasaran, "Hmm dimana Claire? Apa yang kamu lakukan disini?"


Clive menutupi wajahnya, kali ini dia tidak mampu untuk menjelaskan apa yang terjadi pada saudara kembarnya.


"Claire is sick, and now she's on chemotherapy. It all happened so fast, and I didn't know what to do. Because we don't know about medical. We leave everything to the hospital ..." jelasnya panjang lebar.


(Claire sakit, dan kini dia tengah melakukan kemoterapi. Semua terjadi begitu cepat, dan aku bingung harus berbuat apa. Karena kami tidak mengetahui tentang medis. Semua kami serahkan semua pada pihak rumah sakit)


Zul terhenyak seketika, tidak menyangka akan apa yang ia dengar dari anak muda yang ada dihadapannya, hanya bisa bergumam dalam hati, "Kesy ... Kesy yang dibutuhkan Claire saat ini ...!"


Zul menepuk pundak Clive, "Boleh saya tahu, kenapa Claire bisa melakukan kemoterapi? Apakah dia mengidap kanker?"

__ADS_1


Clive mengangguk, memberikan dua lembar kertas, yang berisikan riwayat Claire selama satu minggu lebih menjalani pemeriksaan dan mendapatkan tindakan medis.


"Ooogh my God ...!"


__ADS_2