Perjaka Untuk Janda

Perjaka Untuk Janda
Berubah


__ADS_3

Mereka tiba di Jakarta, dan menginap di hotel Sheraton bandara, hanya untuk menikmati indahnya ibu kota. Sesungguhnya, mereka bisa langsung terbang dari Singapura menuju kota kecil kampung halaman Kesy.


Namun, karena Keluarga besar sudah sejak awal menanti kehadiran anak menantunya di Jakarta, mereka memutuskan untuk menghabiskan waktu satu malam di kota metropolitan tersebut.


Hanya untuk bermanja-manja dengan ketiga adik kembar Kesy, Haris, Hana serta Hani ...


"Halo ..." sapa Kesy penuh perasaan bahagia, saat pertama kali bertemu dengan ketiga adik kembarnya yang tengah bermain bersama Bima juga Kenny di dalam kamar.


"Halo ..." Hani dan Hana berlari mendekati sang Kakak hanya untuk memeluk tubuh Kesy.


Haris menyusul ketiga saudara perempuannya, turut memeluk Kesy sangat erat, karena perasaan rindu teramat sangat.


Hana bertanya, sambil mengusap pipi Kesy yang sudah memangku ketiga adik kembarnya, "Es ist so lange her, dass du uns verlassen hast, wir vermissen dich so sehr... Wie waren deine Flitterwochen? Hat es wirklich Spaß gemacht?"


(Lama sekali kamu meninggalkan kami, kami sangat merindukan mu ... Bagaimana bulan madu mu? Apakah sangat menyenangkan?)


Kesy memeluk ketiga adiknya, berbisik-bisik kepada mereka, "Ooogh ... muss so viel Spaß machen, Mama und Papi folgen mir. Bete einfach, du bekommst eine neue Schwester von Mama ..."


(Ooogh ... tentu sangat menyenangkan, Mama dan Papi menyusul ku. Doakan saja, kalian akan mendapatkan adik baru dari Mama ...)


Hana dan Hani berteriak bahagia, mereka saling berpelukan, merasa tidak percaya atas penuturan Kesy, menoleh sembari bertanya untuk meyakinkan hati mereka, "Oooh ernsthaft? Willst du mich verarschen?"


(Ooogh serius? Apa kamu sedang bercanda?)


Kesy menggelengkan kepalanya, ia bermain-main bersama ketiga adik kembarnya, disusul oleh Lyra serta Zul masuk ke dalam kamar iparnya.


Mereka tertawa terbahak-bahak. Saling menggoda, bahkan sangat menyenangkan.


Akan tetapi, Zul baru menyadari bahwa Adi tidak ada bersama Kesy sang putri kesayangan. Ia menoleh kearah Kesy, hanya bertanya sewajarnya saja.


"Bang Adi mana Kes? Kenapa dia tidak bergabung dengan kita?"


Kesy terdiam, bibirnya seketika terkunci, tampak gugup, namun dia kembali tersenyum tipis ...

__ADS_1


"Abang lagi sibuk membuat laporan pekerjaannya Pi," jawabnya mengangguk, kemudian menggeleng.


Membuat yang mendengar jawaban Kesy saling bertatapan, namun tidak melanjutkan pembicaraan mereka.


Keluarga Lyra sangat mengetahui bagaimana sifat keponakannya yang ceria, dan jarang menutupi perasaannya, hanya tersenyum tipis melihat perubahan Kesy pasca menikah dengan Adi.


Lyra hanya mengusap lembut kepala putri kesayangannya, melanjutkan kebersamaan mereka hingga larut malam.


Kesy memilih meninggalkan kamar Bima, untuk kembali ke kamarnya. Lagi-lagi dia melihat Adi hanya sibuk dengan handphone pipih yang selalu ada dalam genggaman.


Kesy tak mengindahkan pertanyaan Adi, dia memilih tidur di samping suaminya, dengan menutup tubuh ramping itu dengan selimut.


Adi meletakkan handphone miliknya di atas nakas, melilitkan tangan kekarnya di perut ramping sang istri. Perlahan dia mengecup lembut punggung Kesy, mengusap rambut coklat yang terasa sangat halus dan lembut.


Adi sedikit menggoda Kesy, bertanya sembari berbisik dan mengecup telinga bagian belakangnya, "Ayang dari mana hmm?"


Kesy menghela nafas panjang, dia tersenyum tipis, "Apa begini cara Abang akan adil pada istri? Dari jam Abang bermain handphone, menghubungi wanita jallang itu, dan kembali meminta padanya? Apa enggak capek yah? Membagi pikiran Abang jadi dua cabang? Emang Abang anggap, hati Kesy warung Padang yang banyak cabang di mana-mana!" sesalnya tanpa menoleh.


Adi mendekap tubuh ramping Kesy lebih erat, dia mencoba memberi masukan pada gadis kecil itu ...


Mendengar nama Laura di sebut, Kesy membuka selimutnya, menyikut wajah Adi dengan siku tangan kanannya dengan sangat keras ...


BHUUG ...!


"Aaagh ..."


Kesy melepaskan dekapan suaminya, beringsut dari ranjang, membawa bantal menuju sofa kamar mereka.


Kembali dia menegaskan pada Adi dengan nada kasar, "Jangan pernah menyebut nama wanita jallang itu jika di dekat Kesy! Jika tidak, sesuatu yang lebih menyakitkan akan Abang terima!"


Adi yang masih meringis menahan sakit, duduk dari tidurnya, dia menghardik Kesy dengan penuh perasaan kesal, "Kamu tahu, kita menikah ini karena terpaksa! Karena kita sudah ketahuan tidur bersama! Membuat Abang tidak ada pilihan, bahkan harus mengorbankan perasaan Abang untuk Laura!"


Seketika Kesy yang tak kuasa membendung amarahnya, melemparkan kotak tisu yang ada di hadapannya pada Adi ...

__ADS_1


PLAAAK ...!


"Aaauugh shiiit! Are you crazy?" kesal Adi, lagi-lagi meringis kesakitan, karena kotak tisu tersebut tepat mendarat di keningnya.


Kesy menyunggingkan senyumannya, "Sakit? Luka enggak? Atau biru? Ooogh ... Sorry baby. Kesy enggak sengaja! Makanya, jangan asal ngomong sama istri!"


Kesy tak mengindahkan umpatan yang dilontarkan Adi, baginya rasa sakit yang dia lakukan pada suaminya secara fisik, tak sebanding dengan pengkhianatan yang di ciptakan Adi setelah dua minggu pernikahan mereka.


Kesy menutup matanya perlahan, dadanya terasa sangat sakit dan sesak. Andai saja Adi mengizinkannya untuk bertemu dengan Laura, mungkin tidak akan sesakit ini.


Namun, Adi lebih memilih menjaga perasaan wanita yang jelas-jelas menjadi mantan tunangan, hanya karena memikirkan perasaan wanita itu.


"Aku akan mengetahui semuanya dengan cara ku ...!" gumamnya dalam hati, dengan deraian air mata yang mengalir disudut mata membasahi bantal.


Adi semakin geram, melihat perubahan istrinya secara drastis. Bahkan membuatnya menjadi curiga.


Setelah melihat gerak-gerik istrinya yang sudah terlelap, Adi perlahan turun dari ranjang dengan cara mengendap-endap hanya untuk mencari keberadaan handphone milik Kesy.


"Aku yakin, pria bule itu telah mengajari nya hal-hal yang tidak baik pada gadis ini ..."


Adi mengambil handphone Kesy yang ada di atas meja rias, membuka kunci handphone pipih yang ia ketahui.


Perlahan Adi mencari daftar kontak, memeriksa beberapa pesan whatsApp yang ia curigai dari pria bernama Jack.


Wajahnya mengkerut, sama sekali Adi tidak menemukan apapun didalam handphone gadis kecil yang sudah menjadi istrinya tersebut.


Adi mengusap kasar wajahnya, pikirannya terlalu negatif pada sang istri, karena sama sekali tidak ada pesan yang mencurigakan, ataupun jorok.


Sangat berbeda dengan handphone miliknya, yang di penuhi foto-foto kebersamaan Adi dan Laura.


Kenangan-kenangan itu yang membuat Adi sama sekali tidak mampu untuk melupakan Laura. Kemesraan, bahkan kehangatan Laura sangat berbeda jika bersama Adi.


Adi merebahkan tubuhnya di ranjang kamar, menatap lekat langit-langit kamar hotel yang tak seindah seminggu lalu saat berada di Hawaii.

__ADS_1


"Kenapa kamu berubah honey? Kenapa kamu mengkhianati aku? Padahal aku masih mencintaimu, tapi tidak mungkin aku akan menceraikan Kesy atas permintaan mu, Laura ..." sesalnya dengan mata berkaca-kaca.


  


__ADS_2