Perjaka Untuk Janda

Perjaka Untuk Janda
Kecocokan ...


__ADS_3

Tangan kedua insan saling mendekap erat, penyatuan yang terasa sangat hangat tak ingin melepaskan karena perasaan cinta yang besar. Kondisi sangat sadar Kesy melakukan hal itu dengan Claire, ketika janda cantik itu menemani pria yang di cintai nya di apartemen keluarga Claire.


Ya ... Kehadiran Kesy selama satu bulan, membuat Claire merasa kondisi kesehatannya semakin memburuk. Namun rasa cinta yang besar antara mereka berdua membutakan mata hati Kesy yang selalu menjaga harga dirinya sebagai seorang janda, kembali kalah karena perasaan sayangnya pada Claire, yang mampu memberikan kenyamanan pada Kesy.


"Apa yang telah kita lakukan, Claire?" tangis Kesy saat berada dalam dekapan tubuh yang semakin terlihat kurus, tak segagah awal mereka bertemu.


Claire yang telah melicinkan kepalanya, karena pengaruh obat-obatan serta panasnya kemoterapi, mengecup lembut kening wanita yang sangat ia cintai. Hanya bisa berkata ...


"Aku mencintaimu, Kes. Setialah pada ku, karena aku telah melepaskan keperjakaan ku denganmu. Aku sungguh tak bisa membendung perasaan ku."


Claire mendekap tubuh ramping Kesy, tanpa mau berdebat dengan apa yang mereka lakukan saat ini.


Kesalahan, mungkin itulah yang akan ada dalam benak keluarga besar nantinya. Namun, mereka berpikir rasa cinta dan perasaan nyaman yang senantiasa tercurahkan membuat keduanya tak kuasa untuk menahan hasrat yang semakin lama semakin membuncah.


Mata kedua-nya terlelap, setelah melakukan dua kali dalam meraih kebahagiaan indahnya surga, walau hanya sesaat, namun terasa sangat indah.


Sum-sum tulang belakang, yang belum didapat oleh Clive, membuat Adi mengajukan permohonan untuk melakukannya demi menyelamatkan Claire. Tanpa mengetahui hubungan Kesy dengan saudara kembarnya yang semakin intens.


"Apa kau yakin melakukannya untuk Claire? Karena ini akan berdampak pada kesehatan mu, suatu saat nanti," jelas Clive meyakinkan pada Adi atas keputusan sahabatnya itu.


Karena, Clive dan Jack juga telah melakukan hal yang sama, namun dari hasil test keduanya, dokter mengatakan bahwa sum-sum tulang belakang mereka tidak cocok untuk Claire.


Mereka masih mencari, siapa yang cocok dan sesuai untuk pencakokan sum-sum tulang belakang tersebut, tentu dengan harapan ingin memberikan umur yang panjang bagi Claire.


Kini mereka tengah berada di rumah sakit, tanpa mau memberikan kabar pada Marisa sebelum mendapatkan kabar baik untuk Claire.

__ADS_1


Adi melakukan semua pemeriksaan pada kesehatannya secara keseluruhan. Tanpa pikir panjang, semua ia lakukan, hanya untuk menyelamatkan nyawa Claire. Orang yang telah membantunya selama berada di Berlin, tanpa pamrih, tanpa mau meminta bayaran, atau apapun. Dia melakukannya dengan suka rela, bahkan berharap kesehatan sahabatnya akan kembali pulih.


.


Marisa melihat Kesy keluar dari kamar putra kesayangannya, sambil tersenyum sumringah. Selaku orang tua single parents seperti Marisa, ia sangat memahami bagaimana raut wajah janda cantik itu keluar dari kamar, dengan rambut terbungkus handuk kecil, dan menggunakan pakaian lebih terbuka juga santai.


Marisa menyapa Kesy dengan sangat lembut, "Apa Claire sudah bangun, Kes?"


Kesy yang tengah berdiri didepan kulkas, untuk mengambil minuman dingin, hanya menggelengkan kepalanya, dan menatap kearah Marisa.


"Claire sepertinya kelelahan Mi, tapi dia terus memaksa Kesy. Kesy takut, terjadi sesuatu padanya," jelasnya tanpa sungkan.


Marisa tersenyum lirih, sesungguhnya ada ketakutan yang sama dalam hatinya, namun dia sangat memahami bagaimana perasaan Claire yang selalu mengatakan bahwa dirinya sangat mencintai Kesy.


Kesy terdiam, bibirnya terkunci rapat, dihatinya hanya takut, "Apa yang harus aku katakan pada Papi dan Mama jika aku hamil? Dan bagaimana jika Claire tidak berumur panjang? Apa yang harus aku lakukan? Apakah ... Aaagh ... Aku tidak ingin berpikir berpisah, tapi itu pasti terjadi, karena kondisi Claire semakin memburuk ..." tangisnya di meja dapur apartemen Marisa.


Marisa memeluk tubuh ramping Kesy, dia mengusap lembut punggung wanita cantik yang sangat baik memperlakukan Claire selama ini, hanya bisa berkata, "Jika sesuatu terjadi padamu, Mami mohon, menikahlah dengan Clive. Mami yang akan bicara pada kedua orangtuamu. Walau Mami sangat mengetahui bagaimana ketatnya keluarga mu dalam menjaga mu, Kes ..."


Kesy semakin sulit untuk berpikir. Kali ini dadanya semakin terasa sangat sesak. Bagaimana mungkin dia melakukan hal itu dengan Claire, dan menikah dengan Clive, walau mereka saudara kembar, namun ini takkan mudah untuk di lakukan.


Hati Kesy sudah terpatri hanya untuk Claire, bukan Clive ataupun Jack yang selalu berharap pada janda cantik itu.


Kesy menolak permintaan Marisa, dia tidak ingin memikirkan hal yang tidak mungkin akan terjadi begitu cepat.


Lagi-lagi Marisa meyakinkan Kesy, "Tidak ada yang tahu bagaimana rencana Tuhan pada kita, Kesy! Apa kamu lupa bagaimana penyakit Claire datang begitu cepat, bahkan menghancurkan kebahagiaannya selama satu bulan lebih! Dia drop Kesy, Claire yang dulu tampan kini hanya tinggal tulang terbalut kulit. Kamu lihat betapa kurusnya dia saat ini. Mami sudah pasrah, dan Mami tidak bisa berkata-kata, ataupun melarangnya saat ini."

__ADS_1


Kesy terdiam, dia memeluk erat tubuh Marisa, "Begini beratnya menjadi seorang janda Mi. Hingga aku seperti di permainkan oleh keadaan. Aku mencintai Claire, tapi dalam kondisi seperti ini. Terus Mami mengatakan bahwa aku harus menikah dengan Clive. Tapi aku tidak mencintai Clive, Mami," tangisnya dalam dekapan wanita yang seumuran dengan Lyra tersebut.


Marisa melepaskan dekapannya, tersenyum sumringah, menangkup wajah cantik Kesy, "Tidak ada yang salah dengan status kamu, Mami sangat menghargai kamu. Walau janda tapi kamu masih sangat menjaga hubungan kamu dengan Claire. Jujur Mami memberi ruang sama kamu, karena permintaan Claire, Kes. Mami hanya butuh kamu, karena dokter mengatakan usia Claire hanya beberapa minggu lagi."


Nafas Kesy seperti terasa terhenti sejenak, tubuhnya mematung, tak kuasa menahan tangis yang sangat menyesakkan di dadanya. Selama ini Marisa menyembunyikan file tentang keputusan final Claire, membuat dia tak mampu bertahan lebih lama lagi.


Entahlah ... Kali ini pikiran Kesy bercampur aduk. Dia belum sanggup untuk kehilangan Claire secepat ini.


Dengan langkah cepat, Kesy berlari menuju kamar, melihat Claire yang benar-benar tampak seperti mayat, wajah pucat, bahkan kaku. Tubuh itu kehilangan kesadarannya, walau masih ada denyut nadi yang sudah melemah ...


"Mami, call 911 now!" pekik Kesy saat melihat kondisi Claire yang semakin memprihatinkan.


"Claire, wake up baby! Jangan tinggalkan Kesy, kita masih punya harapan, please! Claire, bangun! Bangun sayang ... Ini Kesy ..." tangis Kesy pecah memeluk tubuh yang tak kuasa untuk bergerak lagi.


Tak selang berapa lama, Claire dibawa kerumah sakit. Tentu tanpa sepengetahuan Clive juga Jack.


Namun mereka di pertemukan di rumah sakit dan tengah menunggu keputusan hasil akhir dari dokter spesialis.


Jack tampak panik saat melihat Claire di bawa ke ruang ICU, untuk dilakukan tindakan secara intensif. Sontak ketakutan Kesy semakin besar, dan dia berharap, akan ada pendonor yang mau menjadi penyelamat bagi Claire.


Dokter Hanz keluar membawa hasil laboratorium, tentang kondisi Adi yang bersedia melakukannya.


Clive yang berada di koridor rumah sakit, bertanya penuh harap untuk keselamatannya saudara kembarnya.


Dokter Hanz menjelaskan secara rinci, tentang keadaan Adi juga pasien, "Ada kecocokan, tapi ini akan berdampak buruk pada kedua pasien. Karena kondisi Claire yang semakin memburuk, dan kondisi Adi ternyata memiliki hmm eee ..."

__ADS_1


__ADS_2