Perjaka Untuk Janda

Perjaka Untuk Janda
Hipotermia ...


__ADS_3

Setelah menghabiskan waktu bersama di bibir pantai, Zul mengajak anak menantunya untuk menikmati undangan makan malam membawa serta istri tercinta di kediaman Keluarga Smith.


Tentu ini merupakan satu tamparan keras bagi Adi, namun tidak untuk Kesy. Karena gadis belia yang memutuskan menikah muda itu, sangat menyukai kelembutan Caroline yang sangat baik padanya.


Zul menggandeng erat tangan Lyra, yang menggunakan baju santai lebih terbuka dan berani, selayaknya wanita dewasa yang sangat elegan, menanti anak menantunya di loby hotel.


Sangat berbeda dengan Adi, yang tak membiarkan istrinya menggunakan baju lebih terbuka, karena tak ingin mengundang mata pria seperti Jack yang tampak menaruh hati pada istrinya.


"Abang ... Kita ini di Hawaii, bukan Eropa. Masak cuaca panas Kesy pakai baju kemeja. Enggak aaagh ..." sesalnya, tetap memilih mini dress bercorak bunga, dengan bahu terbuka lebar.


Adi menghela nafas panjang, mengusap lembut kepala istrinya dengan geram.


"Jangan sampai pria asing itu membuat Abang cemburu. Dia suka sama kamu!" kesalnya duduk di kursi rotan yang tersedia dikamar peraduan mereka.


Kesy hanya terdiam, melihat wajah Adi yang ternyata memiliki rasa cemburu terhadapnya.


Perlahan gadis itu mendekati Adi, memilih duduk dipangkuan suaminya, dengan posisi saling bertatapan selayaknya dua insan yang saling meminta pelepasan.


"Kok Abang bisa tahu kalau dia suka sama Kesy? Bukankah dia membawa Kesy hanya untuk menyelamatkan? Abang cemburu?"


Adi menatap sendu iris mata indah istrinya, yang perlahan benar-benar membuatnya gila karena terus menolak perasaan itu hadir, dengan mengenang Laura, namun kebersamaannya yang membuat nyaman, mengahdirkan secercah harapan untuk cinta dalam hatinya.


"Entahlah ... Semenjak malam itu, Abang tidak ingin kamu pergi lagi meninggalkan Abang. Apalagi pergi dengan pria asing yang kita tidak tahu asal usulnya, bahkan keluarganya. Walau mereka teman Papi, tapi tidak menutup kemungkinan dia juga bukan anak kandung keluarga mereka. Dari usia, dan wajah yang tak begitu mirip dengan Mami-nya, bisa jadi dia hanya anak pungut, atau anak tiri, dari keluarga itu ..." jelasnya panjang lebar.


Kesy memeluk tubuh Adi, "Jika dia tidak ada, mungkin kita benar-benar berpisah, karena pasti kita akan saling menyakiti. Dia hanya teman, tidak lebih. Kesy senang, akhirnya Abang memiliki perasaan cemburu terhadap Kesy. Setidaknya saat ini, Kesy lah pemenangnya telah membuat Abang benar-benar jatuh hati ..."


Kesy mengerjabkan kedua mata indahnya, membuat Adi tak bisa bicara apa-apa lagi.


"Janji?"


Kesy menaikkan kedua alisnya, "Janji apa?"

__ADS_1


"Janji enggak akan ada pria lain selain Abang dihati Kesy ..."


Kesy tersenyum lebar, wajah cantiknya terlihat semakin memerah malu, dia memeluk tubuh Adi, menyandarkan kepalanya di bahu sang pujaan hati.


"Emang dari dulu ada pria lain yang mendekati Kesy? Enggak kan? Kesy hanya menunggu Abang setiap hari, setiap minggu, setiap bulan, setiap tahun, dan setiap waktu. Hingga akhirnya kita melakukannya, tanpa ada perasaan menyesal ataupun bersalah. Just only you ..."


Kecupan-kecupan kecil yang membuat kebahagiaan keduanya semakin terbuai, sehingga Adi memutuskan untuk tidak ikut menghadiri acara makan malam bersama Keluarga Smith.


Zul tak ingin memaksa kedua insan yang tengah dilanda api asmara tersebut. Dia tetap melanjutkan perjalanannya, untuk menghabiskan waktu bersama teman kuliahnya dulu.


Kini mereka tengah menikmati malam, di kediaman Keluarga Smith ... Tentu dengan sambutan suami Caroline yang mengenal Zul dengan sangat baik.


Mereka saling bercerita, tertawa bersama menikmati keindahan malam di taman belakang rumah Keluarga Smith, yang menghadap langsung kearah laut ...


Indah bukan ... Sangat indah. Mereka tertawa bahagia, dengan semua perbincangan keluarga bahagia, walau memiliki kegiatan yang tak kalah padatnya. Namun dapat memberi kesan bahwa keluarga itu sangat sempurna walau Jack bukan anak kandung Caroline.


"Aku dulu duda selama enam tahun ... Membesarkan Jack bersama keluarga, karena istriku meninggal dunia saat melahirkan putra kesayangan kami," cerita Smith pada Zul.


Zul tersenyum tipis, dia hanya menepis semua kenangan bersama Luna yang berakhir dengan pengkhianatan.


"Aku hanya jatuh hati pada seorang janda. Karena bagiku, status apapun tidak begitu penting. Kehormatan yang dia jaga, benar-benar membuat langkahku mantap untuk menikahi Lyra ..."


Smith tersenyum tipis, memandang kearah lautan yang terbentang luas, mendengar deburan ombak, yang sangat menyenangkan jika berada disana saat malam.


Angin berhembus sepoi-sepoi, membuat perasaan kekeluargaan semakin erat antara Zul juga Smith, begitu juga Lyra dan Caroline.


Sangat berbeda dengan Jack, yang hanya duduk termenung, menikmati keindahan malam, di kursi santai ditemani seekor anjing kecil yang duduk disampingnya.


Lyra yang melihat putra Keluarga Smith duduk termenung sendiri, mendekati, hanya untuk sekedar berbincang.


"Hey boy ..." sapa Lyra, mengejutkan lamunan Jack.

__ADS_1


Jack memperbaiki posisi duduknya, agar lebih sopan dihadapan wanita yang lebih tua.


Jack bertanya, hanya sekedarnya saja, "Mana Kesy, Aunty? Kenapa dia tidak ikut bersama kalian?"


Lyra tersenyum lebar, menatap wajah Jack yang tampak tenang ...


"Hmm ... Kesy tengah asyik dengan suaminya. Mereka kesini hanya berbulan madu. Mungkin besok kami akan terbang ke Indonesia. Karena Keluarga Uncle juga akan kembali, dan menunggu kami di Jakarta. Jika kamu ada waktu, datanglah ke acara pesta pernikahan Kesy," jelas Lyra.


Jack hanya tersenyum kecil, menggelengkan kepalanya, menganggap bahwa itu semua tak mungkin dia lakukan.


"Sampaikan saja salam ku pada Kesy. Jika dia ada waktu, hubungi aku. Tapi rasanya tidak mungkin dia lakukan, karena aku melihat putri mu sangat mencintai pemuda itu," tunduknya.


Lyra mengangguk membenarkan perkataan Jack.


Lyra bertanya, karena sedikit penasaran, "Oya, apa kamu tidak memiliki kekasih?"


Jack tertawa mendengar pertanyaan Lyra, "Aku tidak pernah berhasil untuk mendapatkan wanita. Jika kamu memiliki anak perempuan lagi, bisa pertemukan dengan ku! Karena aku menyukai putri mu, Kesy ..."


Jujur Lyra sangat memahami bagaimana perasaan Jack terhadap putrinya Kesy. Cara pria bule mendekati wanita selalu berkata jujur, sangat berbeda dengan orang Indo yang enggan untuk berbicara langsung.


"Yaaah, tapi putri kembar ku masih berusia delapan tahun, dan tidak mungkin kamu akan menunggu begitu lama ..." tawanya menggoda Jack.


Jack mengangguk membenarkan ucapan Lyra, "Ternyata Anda Ibu yang sangat menyenangkan, sama seperti Mami. Yaah, aku minta maaf telah membawa putri mu kemaren siang, tapi aku hanya kasihan padanya. Aku sangat menyukai wanita keras kepala yang memiliki jiwa pemberontak. Karena akan membuat perasaan ku berjuang untuk mempertahankan nya. Ternyata putri mu lebih mencintai suaminya. Aku kalah selangkah ... Semoga aku dapat menemukan wanita seperti nya suatu hari nanti ..."


Lyra mendekati, kemudian memeluk Jack, "Aku terima maaf mu! Jika kamu ada waktu mampirlah ke Berlin. Mungkin kami hanya menghabiskan satu musim di Indo. Setelah itu kembali lagi ke Berlin. Karena putri ku mengidap hipotermia, tidak bisa jika cuaca dingin ..."


Jack yang mendengar penjelasan Lyra, memanggil Caroline, agar memberikan obat yang sama untuk putri kembar Lyra.


"Aku mengidap penyakit yang sama Aunty ..."


Tentu Lyra menerima semua resep obat, yang diberikan Caroline sesuai usia putri kembarnya.

__ADS_1


"Senang bertemu dengan keluarga ini, semoga kita dapat bertemu serta berkumpul lagi ..."


__ADS_2