Perjaka Untuk Janda

Perjaka Untuk Janda
Menyakiti anak-ku


__ADS_3

Air mata Kesy jatuh tak tertahankan. Rasa sakit dibawah sana, tak sebanding dengan rasa sakit hatinya yang ternyata tidak diakui oleh Adi selama ini.


"Ternyata Bang Adi masih mencintai Laura! Aku yakin kalau wanita itu terus menggoda suami ku, tanpa sepengetahuan aku ..." isaknya dengan tubuh tertutup selimut.


Sementara Adi terlelap dengan nyenyak, setelah berhasil melepaskan hasratnya ditubuh wanita yang kini berstatuskan istrinya tersebut. Tanpa menghiraukan ataupun peduli, apa yang telah dia lakukan ...


.


Pagi menjelang ... Kesy terjaga lebih dulu. Dia membersihkan diri, dan ingin bersantai di restoran hotel, tanpa menghiraukan Adi suaminya sendiri.


Kesy menarik nafas dalam-dalam, "Hmm ... Daripada aku harus terus berharap pada pria yang tidak mencintai ku, lebih baik aku meninggalkan Bang Adi. Dan kembali ke pangkuan Mama. Aku tidak ingin menghabiskan usia ku seperti ini. Aku masih muda, kuliah ku harus selesai ..."


Kesy mengambil kain pantai, kemudian melilitkan ditubuh rampingnya, dengan balutan bikini pink yang terlilit tali dibagian belakang.


Saat Kesy tengah mengenakan sendal pantai, Adi terjaga.


Adi mengerjabkan matanya berkali-kali, hanya untuk melihat gadis cantik yang sudah menjadi istrinya tersebut, dengan senyuman indah, dan suara bariton layaknya pria baru terjaga.


Adi bertanya, karena melihat penampilan Kesy yang sangat berbeda dan lebih berani, "Sayang kamu mau kemana? Sendirian lagi ...!"


Kesy menghela nafas panjang, dia tersenyum tipis menatap wajah Adi yang masih bermalas-malasan diatas ranjang peraduan mereka ...


"Emang masih peduli sama Kesy? Abang sengaja bawa Kesy ke Hawaii untuk bulan madu? Atau hanya sekedar menepati janji saja? Ingat Bang ... Aku Kesy, bukan Laura! Laki-laki brengsek ...!" sesalnya dengan wajah kecewa.


Adi menautkan kedua alisnya, tak menyangka bahwa gadis kecil itu kini sudah bisa berkata-kata kasar dengannya ...


"Apa maksudnya, Kes? Abang enggak pernah ingat dengan Laura, Abang bersumpah ...!"


Mendengar penuturan suaminya, Kesy semakin terbakar api amarah.


"Jangan berpikir, selamanya Kesy akan lemah. Ternyata begini rasanya, mencintai pria yang tidak pernah mencintai kita! Menikah dengan Kesy, tapi membayangkan tidur dengan Laura! Ooogh Bang Adi ... Jika Papi tahu apa yang Abang lakukan pada Kesy, mungkin mereka akan menenggelamkan Abang di benua Eropa. Hmm ... Ternyata benar adanya, bahwa menikahlah dengan pria yang mencintai mu! Dan jangan melakukan hubungan terlarang sebelum menikah. Baru tahu apa arti dari semua itu. Makasih yah ... Kalau bisa, cepat deh ceraikan Kesy ... Biar Abang, bisa balik sama Laura!"


Adi semakin kebingungan, bergegas dia mendekati gadis kecil itu, hanya untuk memeluk tubuh ramping istrinya.


"Bisa jelaskan? Ada apa? Abang sama sekali enggak tahu apa salah Abang!"

__ADS_1


Mendengar ucapan seperti itu, membuat dada Kesy semakin panas, bahkan terasa sangat perih ...


"Apa? Enggak tahu salah Abang? Ulangi lagi?"


"Ya enggak tahu!"


Kesy menghela nafas berat, menggelengkan kepalanya. Entah keberanian dari mana, membuat dia melayangkan satu tamparan keras di pipi Adi ...


PLAAAK ...!


"Biar sadar! Permisi!"


Adi menggeram, dia bukan tidak tahu alasan Kesy marah padanya. Tapi itu dia lakukan karena tidak sengaja ...


"Kes ... Kesy!"


"Lepaskan!" Kesy menoleh kearah Adi yang menahan lengannya agar tidak meninggalkan kamar mereka, "Apa? Seminggu kita berada di sini, hanya di kamar saja, tanpa melakukan apapun! Jujur, Kesy menyesal jadi istri Abang!"


BHUUG ...!


Kali ini Kesy benar-benar kecewa, menyesal, bahkan tidak ingin melanjutkan pernikahannya dengan Adi.


Sakit hatinya semakin membenarkan ucapan Lyra sang Mama, jika pernikahan itu tidaklah mudah.


Dia teringat akan kejadian masa kecilnya, yang mengetahui perselingkuhan Dony dengan wanita bernama Nela. Namun, dia menyembunyikan semua itu, demi menjaga hati sang Mama yang telah bersusah payah bekerja, meniti karir untuk membahagiakan nya.


Kesy menangis sepanjang koridor kamar hotel, yang terletak cukup jauh dari restoran. Dengan langkah cepat, dia pergi meninggalkan Adi tanpa mau peduli dengan pria yang dengan sengaja telah membuat rasa cintanya berubah menjadi benci.


"Hanya satu malam ... Bang Adi dengan mudah mengubah hidup ku, dalam mengartikan sebuah perasaan cinta. Apa yang harus aku lakukan ...? Bagaimana jika Mama mengetahui kondisi ku saat ini ...?"


Kesy duduk sendiri di restoran, memilih tempat yang tersembunyi, agar tidak terlihat oleh siapapun termasuk Adi. Dia kecewa, sangat kecewa ...


Laura ... Apa yang telah diberikan wanita itu pada Adi? Sehingga Adi melupakan janjinya pada Kesy ... Kalimat membahagiakan itu tak lagi terdengar saat mereka telah di persatukan dalam ikatan suci pernikahan.


"Apa ini yang namanya cinta? Sakitnya sungguh sangat luar biasa ..."

__ADS_1


Kesy menangis dalam kesendiriannya. Dia mengirim pesan pada Zul, agar menjemputnya pulang. Dia tidak ingin berlama-lama dalam situasi ini. Baginya, pernikahan indah yang ia bayangkan telah usai ... Telah berakhir sejak malam itu.


["Pi ... Jemput Kesy. Kesy tidak mau disini lagi. Please ..."]


Hanya pesan itu yang mampu ia tulis dengan hati yang terluka, walau tak berdarah. Kali ini Kesy benar-benar kalah oleh Laura. Dia tidak ingin berjuang sendiri, sementara Adi sama sekali tidak pernah menganggap bahwa dirinya tulus mencintai pria itu.


.


Dusseldorf ...


Zul yang tengah menikmati liburan bersama keluarga besar, dengan kebahagiaan yang sangat indah, menghabiskan waktu untuk ketiga buah hatinya, serta Lyra istri tercinta ... Kembali mengerenyitkan keningnya.


Bagaimana mungkin, Kesy yang ia anggap tengah menghabiskan waktu bersama Adi untuk bulan madu, meminta jemput ...


"Ada apa dengan Kesy ...?"


Zul memilih menjauh dari keluarga, yang tengah menikmati keindahan alam ditepi sungai, sambil memancing ikan kecil untuk membahagiakan anak-anaknya.


Bergegas Zul menghubungi Kesy, dengan nada lembut sedikit berbisik ...


["Ya sayang? Ada apa?"]


Terdengar suara isakan Kesy yang menangis tersedu-sedu.


["Jemput Kesy, Pi ... Kesy mau pisah dari Abang! Kesy enggak mau lagi melanjutkan pernikahan ini. Abang tidak mencintai Kesy! Dia hanya menginginkan Laura, bukan Kesy ..."]


Zul terdiam sejenak, matanya berembun mendengar penuturan putri kesayangannya.


["Hmm ... Oke! Kesy tenang dulu yah, sayang! Papi ngobrol dulu sama Mama. Jika memungkinkan, Papi langsung terbang hari ini untuk menjemput kamu. Jangan nangis lagi, Papi enggak mau kamu seperti ini. Semua masalah ada solusinya, jangan berpikir berpisah. Karena pernikahan bukan untuk di permainkan. Tenang dulu yah? Kalau ada apa-apa hubungi Papi secepatnya ..."]


["I-i-iya Pi ... Tapi Kesy memang sudah enggak mau sama Abang! Kesy mau pisah. Abang sudah nyakitin Kesy. Kesy enggak mau ..."]


Lagi-lagi terdengar suara yang sangat memilukan bagi Zul. Dia hanya menghela nafas panjang, mengusap wajahnya sedikit kasar. Hanya bisa bergumam dalam hati ...


"Brengsek sekali Adi, dengan tega menyakiti anak ku, aaagh ...!" sesalnya.

__ADS_1


__ADS_2