Perjaka Untuk Janda

Perjaka Untuk Janda
Menutupi semua aib ...


__ADS_3

Pagi menyinari kediaman Keluarga Smith dengan cahaya matahari bersinar terang, bahkan sangat cerah karena kini dua insan suami istri itu tengah duduk menikmati sarapan bersama, dengan dengan kedua orang tua Jack.


Jack menoleh kearah Kesy yang duduk disebelahnya, menggenggam erat jemari tangan sang istri kemudian menoleh kearah Caroline juga Smith secara bergantian ...


"Dad ... Mi ... Hmm ..."


Lagi-lagi Jack menelan ludahnya, jujur saat ini ia harus mengatakan kondisi Kesy yang telah mengandung, tapi entahlah. Tenggorokannya terasa sangat kering saat akan memberitahu kondisi sang istri saat ini.


Smith menoleh kearah Caroline, menautkan kedua alisnya, "What ...?"


Jack tersenyum sumringah, menatap iris mata Smith yang biru, dan memiliki rahang tegas, selayaknya pria dewasa yang mapan, juga tampan.


Jack menjelaskan secara singkat, "Kesy hamil!"


Caroline menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya, mata indah itu berkaca-kaca, tidak menyangka bahwa ia akan memiliki seorang baby. Yang sejak dulu diharapkan dari pernikahan bersama Smith.


Caroline tersenyum lebar, menggeleng dua kali, menyentuh dadanya lembut, menggenggam jemari tangan Kesy yang halus terletak di meja, "Ooogh baby, kamu sangat beruntung Kesy. Bisa hamil, bisa menjadi wanita yang sempurna. Mami sangat menyayangi kamu, sayang. Sama seperti Jack menyayangi mu!"


Kesy hanya mengangguk, menunduk hormat dan malu. Dia menyimpan kesedihan yang sangat luar biasa atas kecerobohannya selama menjadi janda, dan akhirnya takdir berkata lain.


Smith menatap anak menantunya dengan penuh perasaan bahagia, "Cinta yang kalian miliki akan semakin kuat, jika memiliki keturunan. Daddy harap jaga kesehatan istri mu, Jack. Jangan tinggalkan dia terlalu lama ... Kasihan, karena dirumah hanya ada pelayan dan Mami masih sibuk dengan pekerjaannya. Apa kamu mengerti? Daddy mungkin akan kembali dua minggu lagi, karena harus mengikuti perjalanan dinas. Jadi tolong jangan meninggalkan Kesy yang tengah mengandung terlalu lama."


Jack menganggukkan kepalanya, dia melihat Caroline yang langsung menghubungi Lyra, selaku besan terbaiknya.


Kesy menoleh kearah Jack ... Menggeleng sedikit, karena merasa khawatir. Bagaimana tidak, jika Lyra mengatakan kondisi kehamilannya pada Zul, maka pria indo itu akan sangat bahagia, dan mengatakan pada dokter rumah sakit tempat ia bekerja, kemudian dapat didengar oleh Claire yang masih mendapatkan perawatan disana.


Jack hanya tersenyum, mengangguk pelan untuk meyakinkan bahwa semua baik-baik saja.


Kesy menundukkan kepalanya, mengisyaratkan bahwa ia menuruti semua keinginan suaminya.

__ADS_1


.


Seiring berjalannya waktu, Keluarga Smith sangat bahagia dengan kehamilan pertama Kesy. Walau sesungguhnya putra kesayangan mereka menikahi wanita berstatus janda, namun ini yang pertama untuk wanita berusia 20 tahun itu menjalani kehamilannya.


Kini Kesy tengah berada di bibir pantai, sambil menikmati pemandangan indah bersama Jack untuk menghabiskan waktu bersama setelah menemani sang istri berjalan pagi ...


Jack mengusap lembut perut buncit Kesy, memberikan sinyal yang baik bagi janin yang ada dalam kandungan sang istri.


"Jack ..."


"Hmm ..."


"Bagaimana kalau aku melahirkan secara operasi caesar saja? Tidak usah normal, aku takut sayang," ucapnya saat berada dalam dekapan suami tercinta.


Jack tertegun sejenak mendengar permintaan sang istri. Ia hanya bisa tersenyum tipis, melirik kearah Kesy yang juga menatapnya. Iris mata mereka saling bercerita, menyiratkan ada setitik kerinduan disana.


Bagaimana tidak, selama kehamilan Kesy, Jack sama sekali tidak pernah menyentuh wanita yang telah halal baginya, karena tidak ingin menimbulkan efek yang tidak diinginkan suatu saat nanti. Mereka berdua sama-sama menahan, walau sesungguhnya Kesy selalu menawarkan untuk cara lain.


"Lebih baik, kita konsultasi sama Papi Zul. Karena sesungguhnya tidak dibenarkan untuk menjalani operasi caesar jika tidak urgent sama sekali, sayang," kecup Jack pada puncak kepala Kesy.


Kesy menundukkan kepalanya, kemudian berkata lagi, "Aku ingat waktu Mama melahirkan tiga adik kembar ku. Mama melahirkan di apartemen, tanpa pertolongan perawat rumah sakit. Papi bergerak sangat cepat, dan kamu bisa bayangkan Mama melahirkan dengan cara normal, dan mengeluarkan Haris, Hana juga Hani dalam hitungan menit. Aku sempat menangis, dan ketakutan. Makanya Mama saat melahirkan Harvin memutuskan untuk caesar, walau Papi keberatan dengan keputusan itu."


"Ya, aku mendengar cerita Mama Lyra saat melahirkan tiga adik kamu, yang ditangani Papi sendiri. Begitu lahir, baru Dokter Teddy datang membawa dokter spesialis anak untuk memeriksa kondisi mereka," sambung Jack.


Kesy mengangguk membenarkan perkataan Jack, kemudian bertanya lagi, "Jika aku sudah melahirkan, maukah kamu membawa ku untuk berbulan madu?"


Jack tersenyum sumringah, "Of course ... Kita akan berbulan madu, dan menghabiskan waktu di kamar seminggu tanpa keluar kamar, bagaimana?"


Kesy menepuk dada Jack, membulatkan kedua bola matanya, menggeleng tidak setuju ...

__ADS_1


"Kamu mau buat aku tidak bisa jalan? Seminggu balas dendam, terus mengurung aku didalam kamar? Apa kamu pikir aku kuat?" sesalnya menggeram mencubit pipi Jack.


Jack tertawa terbahak-bahak mendengar celotehan sang istri, hanya bisa mengecup bibir basah Kesy yang selalu menggodanya.


"Kamu itu wanita yang paling baik juga penurut. Aku sangat beruntung mendapatkan kamu. Tidak terasa sudah hampir delapan bulan kita bersama. Setidaknya aku pemenang dalam menaklukkan hati wanita seperti kamu. Yang dulu tidak mau menerima aku, memblokir semua akses untuk ku, tapi takdir mempertemukan kita lagi Kesy. Setialah pada ku, sampai kapanpun. Jangan pernah kamu berpaling dari ku, walau suatu hari nanti kamu dipertemukan lagi dengan Claire ataupun Adi. Aku tidak ingin kamu mengkhianati ku! Karena bagiku, tidak akan ada kesempatan kedua bagi seorang pengkhianat! Kamu mengerti?"


Kesy menganggukkan kepalanya tanda mengerti. Sampai kapanpun, hanya Jack yang benar-benar serius dan mau berjuang, menerima semua kekurangan Kesy dan menutupi semua aib wanita yang sudah menjadi istri sahnya.


Mereka meninggalkan pantai, menuju kediaman Keluarga Smith yang tidak begitu jauh dari sana, sambil berjalan-jalan santai, disaksikan oleh Smith dan Caroline dari atas balkon kediaman mereka.


Senyuman mengembang lebar di wajah Smith, yang sangat memperhatikan Jack sejak memutuskan menikah dengan Kesy.


"I think they fit really well, honey? I will buy them an apartment located at a traffic light, so they can live independently. I think Kesy can love Jack sincerely," jelasnya pada Caroline saat menikmati secangkir kopi hitam buatan istri tercinta.


(Aku rasa mereka sangat cocok yah, honey? Aku akan membelikan mereka satu apartemen yang terletak di simpang lampu merah, agar mereka bisa hidup mandiri. Aku rasa Kesy sudah bisa mencintai Jack tulus)


Caroline menggelengkan kepalanya tidak setuju, "I don't want kids away from us. After all, they must be under our control. They are still young, I don't want to waste time taking care of our beloved grandson!"


(Aku tidak ingin anak-anak jauh dari kita. Bagaimanapun, mereka harus dalam pengawasan kita. Mereka masih muda, aku tidak ingin melewatkan waktu untuk merawat cucu kesayangan kita)


Smith mendekap erat tubuh Caroline, mencium bahu wanita yang selalu sabar merawat anak dan dirinya sedari awal menikah, walau sesungguhnya mereka berdua tidak memiliki keturunan.


"I love you so much, but don't let the kids look like they can't leave us, honey. You've taken care of Jack enough, and I want you to enjoy life in accompanying my business trip this time. Leave them alone, because I'll be away in one weeks. it hurts so much for me please ..." mohon nya dengan wajah memelas.


(Aku sangat mencintaimu, tapi jangan biarkan anak-anak seperti tidak bisa meninggalkan kita, honey. Kamu sudah cukup merawat Jack, dan aku ingin kamu menikmati hidup dalam menemani perjalanan dinas ku kali ini. Biarkan mereka mandiri, karena aku akan pergi satu minggu. Itu sangat menyakitkan bagi aku, please)


"Hmm, not now dear... I still have action scheduled this afternoon ..."


(Hmm, tidak sekarang sayang ... Aku masih ada jadwal tindakan siang ini)

__ADS_1


Smith hanya bisa mengangguk, walau hatinya sedikit kecewa.


__ADS_2