Perjaka Untuk Janda

Perjaka Untuk Janda
Masakan Asia ...


__ADS_3

Siang di Berlin, Lyra masih beristirahat di ranjang kamar apartemennya, setelah mendapatkan pemeriksaan dari Dokter Teddy tentang kondisi kehamilannya.


Seumur hidupnya, baru kali ini dia merasakan bumi seperti berputar-putar, dan mual yang sangat tidak enak bagi tubuh wanita yang tengah berbadan empat.


Tiga nyawa yang harus dia selamat kan, demi mendapatkan keturunan dari pria muda bernama Zulmaeta.


Lyra mencari-cari keberadaan handphone miliknya, yang sejak tadi tidak dia temukan, karena belum tidak ada kuasa untuk duduk walau sesaat.


Setelah kepergian Dokter Teddy dari apartemen mereka, Zul masuk ke kamar untuk menemani sang istri. Wajah tampan itu semakin berseri-seri setelah mengetahui istrinya mengandung tiga buah hati.


"Eeeh aku pikir kamu lagi tidur, sayang? Kenapa enggak tidur hmm?" tanya Zul yang akan mencium puncak kepala istrinya.


Lyra menahan tubuh Zul agar tidak mendekat, dia masih mengacak-acak laci nakas yang ada di sebelahnya, bicara sendiri dan tidak mengacuhkan suami tercinta.


Zul memberikan handphone pipih milik istrinya, tanpa bicara, namun tersenyum sumringah. 


Lyra menghela nafasnya panjang, "Syukurlah, aku pikir di bawa Kesy. Tadi ada yang nelpon yah hun?"


Zul mengangguk, dia memilih duduk di pinggir ranjang. Mengusap lembut punggung istrinya, "Zee secretaris kamu yang nelpon. Katanya mau dinas ke Italia dan Swiss. Tapi aku hold dulu, karena kondisi kamu yang tidak memungkinkan untuk dinas keluar kota. Enggak apa-apa, kan?" tanyanya.


Lyra mengangguk, "Iya, aku enggak mau ikut juga, karena hanya seminar, pertemuan perwakilan saja. Kata temen ku banyak orang Indo, dan bisa menikmati makanan Asia. Aku pengen sambel goreng hun ... Buatan Mama Eni. Enak banget rasanya ..."


Zul hanya tersenyum, "Tadi kenapa enggak bilang? Nanti bisa Mama kirimin ke sini, Kesy cuma ngomong sama Papa. Kayaknya Mama lagi ada tamu," jelasnya.


Lyra menyandarkan kepalanya di bahu Zul yang kokoh, "Kamu senang enggak aku hamil, hun?"


Zul menoleh kearah Lyra, tertawa mengejek, "Kalau aku enggak senang, mungkin aku sudah berada di rumah sakit dan menangani mahasiswi ku di luar. Ngapain aku di rumah, kamu juga kerja," celotehnya.


"Iiighs ..."


Lyra mencubit kecil perut suaminya yang sedikit lebih berdaging semenjak menikah dan hidup dua tahun di Berlin.


"Hun ..."

__ADS_1


"Hmm ..."


"Kita lahiran di Indo saja yah? Aku biasa di tanganin Papa kamu. Aku enggak mau anak kita lahir di sini. Biar ada yang rawat aku habis lahiran," rengeknya.


Zul menautkan kedua alisnya, sedikit bingung dengan pemikiran sang istri yang sedikit kampungan.


"Kamu anggap orang tua itu pembantu apa baby sitter? Kamu mau aku di pulangkan terus enggak bisa balik lagi apa? Aku udah nggak bisa cuti lagi sayang! Enggak mungkin kamu lahiran pisah-pisah, aku enggak mau. Kalau kamu balik, aku enggak izinin. Jangan membantah!" tegasnya.


Lyra mengangguk, kali ini dia tidak berani melakukan hal apapun tanpa izin Zul. Baginya, percuma melawan, karena suaminya walau berusia lebih muda, mau memaafkan bagaimana kegagalan nya dan kebodohan beberapa tahun silam.


Di saat mereka saling bercerita, tiba-tiba Lyra teringat akan putrinya, Kesy.


"Hun, Kesy sama Adi kok belum pulang? Kemana mereka? Aku sedikit aneh sama Kesy, karena asal Adi datang selalu saja mereka keluar dan pulang sore. Aku takut Zul, Kesy jatuh cinta di usia segini. Apalagi temen-temennya mulai bercerita tentang ketertarikan mereka sama pria. Aku sedikit aneh, hun. Adi juga sepertinya sangat memperhatikan Kesy," rungutnya di pelukan Zul.


Sejujurnya Zul juga merasakan hal yang sama. Dia sedikit khawatir pada kedekatan Kesy, apalagi semenjak kejadian tadi pagi.


Zul tersenyum tipis, mencoba menenangkan Lyra agar tidak terlalu khawatir, "Jangan memikirkan hal-hal yang tidak baik. Nanti aku coba bicara pada Adi. Agar tidak terlalu dekat dengan Kesy. Tapi, di sini Kesy hanya sekolah, rumah, dan jarang keluar juga sayang, kasihan ... Jadi biasa saja, kan? Mungkin tidak usah terlalu dekat saja ..."


Lyra mengangguk-angguk sambil menikmati aroma wangi tubuh Zul. Mengendus lembut aroma tubuh yang terbalut baju kaos dan celana pendek.


Lyra mendongakkan kepalanya, mengangguk setuju, karena merasa tubuhnya, sudah agak mendingan.


"Ya sudah, yuk ..."


Lyra menggeliatkan tubuhnya, merenggangkan otot-otot nya karena sedikit lelah.


Mereka beranjak ke dapur, membuat menu Asia yang sudah lama di rindukan.


Semenjak berada di Berlin, keluarga kecil Zul lebih sering menikmati hidangan negara panser tersebut. Mereka suka hunting makanan di daerah-daerah kecil untuk menghabiskan waktu bersama keluarga kecil mereka.


Kini semua berubah, Lyra telah hamil anak kembar tiga yang menjadi harapan Keluarga Ahmad sebagai penerus rumah sakit mereka.


Sehingga harus membiasakan diri untuk selalu memakan makanan yang sehat agar janin dalam kandungan mendapatkan nutrisi yang cukup bagi kesehatan.

__ADS_1


____


Pekanbaru, 08 September 2022


Terimakasih atas dukungan para sahabat reader yang bersedia memberikan masukan pada ku selaku penulis.


Kisah ini merupakan kebahagiaan tersendiri bagi ku selaku author, yang merasa bahagia menuliskan kisah 'Perjaka untuk Janda'...


Ini hanya sepenggal kisah, yang unik dan mungkin dapat di ambil hikmahnya sebagai wanita berstatuskan istri yang bekerja.


Nama Zulmaeta dapat author ambil, dari sosok seorang dokter spesialis kandungan di daerah ku yang memiliki jiwa kepemimpinan yang sangat baik, bertanggung jawab pada keluarga dan keempat anak mereka.


Cintanya kepada keluarga, dan sangat bersahaja, walau tidak memiliki waktu yang banyak untuk mendengar semua kisah-kisahnya hingga sukses.


Memiliki istri yang pintar itu 'harus', sehingga kita tahu kegiatan apa saja yang dapat kita lakukan di luar sana dengan saling percaya sesama pasangan.


Uang berlimpah, harta yang banyak, di gandrungi banyak wanita, dalam proses persalinan, mungkin akan menggoyahkan iman nya untuk memiliki wanita cantik sebagai istri kedua, ketiga, dan keempat.


Namun, dia hanya fokus pada dunianya, bisnisnya, dan tidak memiliki waktu untuk mengurusi urusan orang lain.


Istri yang humble, pekerja keras, dan selalu terbuka dalam melakukan apa saja.  


Dari beliau juga aku belajar, bahwa kita tidak perlu menunjukkan siapa kita, melainkan berbuat baiklah kepada sesama ...  


Satu hal, kisah ini akan author lanjutkan di bab selanjutnya, perjalanan 'Kesy dan Adi' ...


Kisah cinta gadis belia yang jatuh hati pada sosok Adi sang paman tiri.


Mohon dukungannya, terimakasih ...


Sekali lagi, terimakasih salam hangat Author Pemes seperti saya. Jika ada penulisan yang kurang memuaskan, atau tidak pada tempatnya, harap di maklumi, karena ini novel online, bukan berupa buku cetak.


Terimakasih ...

__ADS_1


Thank you ...


Fillen danke ...


__ADS_2