Perjaka Untuk Janda

Perjaka Untuk Janda
Wanita egois


__ADS_3

Di Dusseldorf, kedua insan saling berpelukan mesra. Kesy yang telah menjadi milik Adi seutuhnya, membuat gadis muda itu melupakan Lyra juga Zul yang sangat mengkhawatirkan dirinya saat ini.


Kesy membuka mata nya perlahan, mengedipkan kedua mata indahnya, menatap wajah tampan pria yang dia anggap Abang selama ini.


Sedikit merintih, karena merasa perih di bawah sana.


"Ssssht ... Bang, sakit banget ..." rengeknya lembut di pelukan Adi.


Adi merangkul tubuh ramping gadis belia yang beranjak dewasa itu dengan penuh perasaan sayang.


"Ini yang pertama buat kamu, tentu akan terasa sakit. Tapi jika sudah terbiasa kamu akan merasa lebih nyaman dan selalu kangen sama Abang ..." godanya mengecup lembut bibir Kesy.


"Benarkah? Ooogh, pantas teman-teman ku selalu mengatakan bahwa melakukan hal itu sangat menyenangkan, jika kita melakukannya dengan orang yang sangat kita cintai," ceritanya jujur.


Adi mengangguk meng'iya'kan ... "Tapi jangan pernah lakukan itu dengan pria manapun selain Abang. Karena Abang akan tahu, jika kamu nakal di luar sana. Abang melakukan ini sebagai rasa sayang sama kamu. Ingat, jangan sampai Mama dan Papi mengetahui hubungan kita ini. Janji?"


Kesy mengangguk manja, "Aku janji, biar terus sama-sama. Terus gimana ni, kalau sakit gini, Bang? Pasti perih banget ..." rengeknya tepat di telinga Adi.


Adi tersenyum nakal, "Mau tahu cara menghilangkan rasa perihnya?"


Kesy mengangguk polos ...


Perlahan Adi memulai aksinya, agar gadis itu terus memanggil seraya memohon pada nya ...


"Abanghh ... Mau ngapain?"


Desaahnya saat Adi mulai menggeraayangi bagian sensitifnya di bawah sana.


"Banghh Adhh-ii ... Aaagh ..." eraangnya hanya bisa pasrah di perlakukan seperti itu oleh Adi.


Adi mellumat bibir indah Kesy di bawah sana. Dia bermain-main nakal agar gadis itu benar-benar tidak memikirkan rasa perihnya bahkan merahasiakan hubungan mereka berdua.


Adi mampu membuat Kesy terbang melayang, dengan wajah yang tampak seksi juga menggairahkan.


Bak pasangan muda yang baru mereguk kebahagiaan dunia, Kesy di buat terbang dan menerima pasrah semua perbuatan pria tampan yang dicintai nya.

__ADS_1


.


Sudah lebih dari tiga hari Kesy pergi dari rumah. Tidak ada kabar, handphone miliknya tidak pernah aktif, membuat Zul bertindak cepat karena merasa khawatir akan keselamatan putri kesayangannya, walau anak tiri.


Zul melajukan kecepatan mobilnya, menghentikan kendaraannya di sebuah villa keluarga Ahmad. Matanya langsung tertuju pada mobil silver yang biasa di gunakan Adi jika dia berada di Berlin.


Dia masih memperhatikan situasi villa tersebut dari kejauhan. Enggan untuk menghampiri karena tidak ingin mengganggu privasi Adi dengan Laura sang tunangan.


"Hmm, ternyata Adi di sini. Tapi mana Kesy? Sudah lebih dari dua hari komunikasi ku terputus dengannya ..."


Zul masih sibuk melihat layar handphone miliknya, untuk menghubungi Dokter Heru selaku ahli psikologi yang menangani Kesy. Cukup lama dia berbicara dengan Heru melalui telepon.


Sehingga Zul melewatkan waktunya hanya sedetik, tidak melihat mobil Adi telah meninggalkan villa.


["Ooogh baik dokter. Terimakasih, semoga kita bisa menemukan jalan keluar untuk Kesy dan Lyra. Walau sejujurnya saya sangat ...! Aaagh sudahlah!"]


Zul menutup telfonnya, meletakkan handphone di dashboard, mengalihkan pandangannya ke villa keluarga.


Zul meremas kuat rambutnya, "Shiiit! Kemana Adi, kok sudah pergi? Apakah dia ada penerbangan? Tidak biasanya anak itu libur lebih lama ...! Coba aku telpon dia. Mana tahu dia tahu dimana keberadaan Kesy ...!"


["Ya, halo. Adi kamu di mana?"]


["Tadi Abang melihat mobil mu di villa Papa, apakah kamu bersama Laura? Atau hmm Kesy?"]


["Ooogh, hmm, eeee ... A-a-a-aku bersama Laura, Bang! Ya, bersama Laura ...! Kenapa?"]


["Syukurlah, Kesy pergi sudah hampir tiga hari. Aku khawatir dia kenapa-napa. Ya sudah kalau begitu! Abang jalan saja kembali ke rumah sakit. Bye, salam untuk Laura yah?"]


["Ooogh, ya-ya-ya ... Bye!"]


Zul menutup telfonnya, sedikit curiga. Namun tak di indahkan olehnya.


"Kenapa Adi tidak bertanya di mana keberadaan Kesy. Apakah dia mengetahui di mana keberadaan Kesy? Aaaagh ... Semoga tidak terjadi sesuatu pada putri ku!" gumamnya dalam hati, kembali melajukan kendaraannya.


Zul tidak tahu saat ini dia harus berbuat apa. Bukan karena kesalahan Lyra telah mengusir Adi adiknya. Tapi dengan membuat Kesy seperti ini, akan berdampak pada masa depan Kesy.

__ADS_1


Sesuai yang di anjurkan Dokter Heru yang menangani Kesy selama ini, agar tidak membentak atau ribut di depan gadis kecil itu. Karena dia hanya menyimpan memory Papa Dony selalu baik padanya, sementara Lyra sangat keras dan terkadang tidak memahami bagaimana perasaannya, selaku gadis yang membutuhkan perhatian ekstra selama ini.


Zul memarkirkan mobilnya di area parkir rumah sakit, matanya tertuju pada sosok Ibu paruh baya yang telah lama menunggu nya di ruangan tunggu rumah sakit.


"Ooogh Dokter Zul! Syukurlah Anda datang tepat waktu, putri ku tengah mengalami pendarahan, karena dia tidak tahu tengah mengandung ..." isaknya ...


Zul mengikuti langkah sang Ibu menuju ruang tindakan, "Berapa usia putri mu?"


"16 tahun Dokter. Dan pemuda itu telah memutuskan hubungannya dengan putri kesayangan ku! Biasanya aku menyediakan pengaman di kotak P3K, tapi kali ini aku yang salah. Aku juga meletakkan obat-obatan terlambat datang bulan, karena aku selalu melakukannya jika suami ku kembali," ceritanya panjang lebar.


Langkah Zul terhenti, dia menatap wajah sang Ibu dengan sangat baik dan sopan, "Apapun yang Anda lakukan sudah sangat baik, Bu! Kita tidak dapat menahan jika anak-anak jaman sekarang melakukan hal itu. Tapi sangat berbeda dengan adat istiadat ku sebagai orang Timur. Aku usahakan yang tebaik, agar putrimu baik-baik saja."


Zul meminta data gadis itu pada seorang perawat yang membantunya. Melakukan tindakan pada gadis muda belia.


Entah mengapa, air matanya jatuh tak tertahankan saat menatap wajah gadis bule nan cantik rupawan, menatap lekat padanya ...


"Doktor, tun Sie etwas... Es tut so weh. Hilf mir ..." rintihannya sangat memilukan hati seorang Ayah seperti Zul.


(Dokter, lakukan sesuatu ... Ini sakit sekali. tolonglah aku ...)


Zul tersenyum, mengangguk meyakinkan semua akan baik-baik saja.


Zul melakukan tindakan dengan perasaan yang bercampur aduk, entah kenapa hanya wajah Kesy yang terbayang saat dirinya membantu gadis tersebut.


'Ada apa dengan ku? Kenapa perasaan ku menjadi seperti ini? Apakah Kesy melakukan sesuatu? Tapi setahu ku, dia tidak memiliki kekasih. Dan dia hanya mencintai Adi yang telah dia ungkapkan jujur pada ku ... Aaagh ...!'


Zul melangkah keluar dari ruangan tindakan, seketika handphonenya kembali berdering, melihat nama 'My wife Lyra' yang menghubungi ...


["Hmm ..."]


["Kesy sudah kembali, dan dia baik-baik saja!"]


["And ..."]


["Hanya itu saja, selamat siang!"]

__ADS_1


Zul menggeram kesal. Ingin sekali dia melempar handphone miliknya, dan meremas wajah Lyra yang sama sekali tidak pernah berbasa-basi pada Kesy ...


"Dasar orang tua aneh! Jika terjadi sesuatu padanya akan aku bereskan kamu wanita egois ..." sesalnya.


__ADS_2