Perjaka Untuk Janda

Perjaka Untuk Janda
Mimpi buruk


__ADS_3

Di kediaman Keluarga Ahmad Maeta, Eni tengah berperang melawan suaminya sendiri, saat mengetahui bahwa suaminya tega membenamkan timah panas ke kaki sang putra, sehingga menyebabkan amputasi pada anak angkat kesayangannya.


"Apa yang Papa lakukan sama Adi hah? Sampai-sampai kaki kirinya di amputasi!"


Ahmad mendelik tajam menatap nanar mata istrinya yang telah berani meninggikan suara, hanya karena seorang Adi.


"Hah? Ooogh ... Adi di amputasi? Bagus! Memang itu yang harus dia rasakan, karena dengan tega menyiksa Kesy putri dari menantu kita Lyra! Mama tahu apa yang dia lakukan hmm, kekerasan saat berhubungan suami istri! Tahu! Sampai-sampai Kesy mengalami pendarahan, makanya anak-anak tidak mau datang ke kediaman kita karena pembelaan Mama terlalu nyata pada anak haram itu! Ingat Ma, kita hanya mendidik, bukan untuk di jadikan budak oleh orang yang tidak pernah tahu balas budi, etika, bahkan tidak punya rasa kasihan pada gadis 18 tahun! Robek Ma, robek!" geramnya.


Eni terdiam, sama sekali dia tidak menyangka bahwa Adi akan setega itu pada Kesy. Tubuhnya seketika terasa lemah tak berdaya, bahkan dia sangat kasihan pada Adi yang menangis meraung-raung padanya. Dengan memutar balikkan semua fakta.


"Tapi ... Kenapa Adi melakukan itu sama Kesy, Pa? Bukankah dia sangat mencintai Kesy, dan mungkin saja Adi sedang khilaf? Dan sampai saat ini, dia tidak pernah menceraikan istrinya. Dia masih menginginkan Kesy, ditambah Adi sudah berjanji pada Mama, akan merubah semua gaya hidupnya. Dia akan berubah, Pa!" jelasnya jujur tanpa sadar.


Sontak pernyataan istrinya membuat Ahmad semakin tidak terima, karena Eni berani bertemu dengan Adi tanpa sepengetahuan dirinya sebagai suami.


Ahmad mengepal kuat tangannya, dia geram karena kebodohan istrinya yang terlalu sayang, bahkan mengalahkan logikanya selaku orang tua.


"Kenapa Mama tidak menguatkan Kesy di lantai tiga kamar VVIP? Kenapa Mama malah bertemu dengan anak jahanam itu? Papa kecewa sama Mama! Sangat-sangat kecewa, mulai saat ini Papa akan tinggal di apartemen. Silahkan bawa anak kesayangan Mama pulang kerumah ini, karena rumah ini merupakan rumah Mama, kan? Tapi ingat Ma, salah tetap salah ... Tidak akan pernah benar menjadi salah! Mama yang akan menyesal karena telah berani memanjakan dia, tanpa mau mendengarkan semua penjelasan Papa juga Zul!"


Ahmad berlalu meninggalkan kediamannya, tanpa mau berdebat lagi dengan sang istri. Dia telah memblokir semua akses keuangan untuk Adi, begitu juga istrinya.


Bahkan Ahmad telah membekukan nama istrinya dari management rumah sakit, untuk sementara waktu, demi menyelamatkan rumah sakit yang ia rintis selama bertahun-tahun dengan para sahabatnya saat masih kuliah.


Eni yang memiliki watak keras, sama halnya dengan Lyra, namun kali ini rasa sayangnya sebagai Ibu, membuat perasaan tak teganya tidak dapat di terima oleh akal sehat seorang Ahmad, bahkan saat ini Eni lebih membela Adi daripada Zul putra kandungnya.

__ADS_1


Bagaimana mungkin, selama ini dia mereka di bohongi habis-habisan, Eni justru mengatakan bahwa putra kesayangannya itu 'khilaf' dan anak itu merupakan titipan Tuhan.


Semua orang tahu, jika anak itu adalah titipan. Tapi, titipan bagaimana maksudnya. Apakah merusak masa depan seorang gadis, juga titipan. Hmm semua alasan yang Eni katakan pada Ahmad, sama sekali tidak bisa ia terima sebagai manusia yang memiliki rasa empati dan perasaan sayang kepada Kesy.


"Aaaagh ..."


PRAANG ...!


Satu gelas melayang entah kemana dari genggaman Eni, mengenai dinding, kemudian hancur berderai membuat serpihan kaca berserakan dilantai kamarnya yang luas.


Kali ini Eni benar-benar kecewa dengan perbuatan Ahmad suaminya, karena tega menghancurkan kaki kiri putra tirinya, sehingga menyebabkan Adi lumpuh.


Akan tetapi, Adi masih bisa berjalan, menggunakan tongkat, bahkan Adi telah memesan kaki palsu, untuk melatih pergerakannya, jika sudah sembuh nanti dan kembali ke Berlin untuk bertemu dengan Kesy, meminta maaf.


Menurut pembicaraannya saat bertemu dengan Eni, bahwa Kesy yang yang menginginkan hal itu, karena gadis kecil itu memiliki fantasi seksual yang sedikit liar dan ingin mencoba hal-hal yang baru.


Permintaan menjadi penerbang untuk pesawat komersil ini juga, karena hasil bujuk rayu Adi dengan alasan tidak ini menjadi seorang militer. Reason yang tepat, akan terikat lebih jauh lagi jika menjadi seorang angkatan, walau sesungguhnya IQ-nya mampu, namun kapasitas otak seorang Adi yang ternyata memiliki perbedaan dari Zul.


Adi tidak bisa hidup dalam tuntutan tekanan pekerjaan atau keluarga, sementara Zul lebih suka beradu argumentasi untuk mempertahankan keinginannya, walaupun dia kalah dan akhirnya kekalahannya merubah cara pikirnya, untuk menyikapi suatu masalah.


Perbedaan-perbedaan inilah yang lebih menonjol dari pada Adi dan Zul. Sehingga membuat Adi sedikit minder, untuk melakukan seberani Zul Abang tirinya.


Eni masih menangis tersedu-sedu didalam kamar, membuat pembantu rumah tangga keluarga itu, memberitahu pada Zul kondisi sang Mama.

__ADS_1


Zul yang tengah berbincang-bincang dengan Rey serta Lyra, karena Kesy sudah tertidur pulas, meminta izin untuk kembali ke rumah. Pria gagah itu, hanya berbisik ketelinga istrinya, agar tidak meninggalkan Kesy di kamar sendirian.


"Kamu disini saja, yah? Ngobrol saja sama Rey. Uangnya simpan, atau berikan pada Desti, agar mengirimkan uang itu masuk ke rekening kamu. Aku mau pulang dulu, karena Mama ribut besar sama Papa. Oke," kecupnya di sudut telinga istrinya.


Lyra mengangguk pelan, tanpa menjawab.


Rey hanya tersenyum dengan kemesraan Om dan Tantenya sejak dulu, sehingga membuat dirinya mengagumi kemesraan Lyra dan Zul sejak dulu.


Lyra hanya melihat dan membiarkan suaminya berlalu meninggalkan ruang perawatan tersebut.


Akhirnya, Lyra lebih leluasa bertanya tentang Rita dan Riche pada Rey, tentu setelah kepergian Zul. Pertanyaan itu membuat Rey menjelaskan panjang lebar lagi.


"Hmm ... Mami sudah keluar dari penjara, Tan. Tapi Mami enggak berubah juga. Karena menggoda suami orang melalui inbox di facebook, dan sekarang menjadi istri keempat untuk seorang pengacara. Bukannya untung, malah buntung. Tante Riche justru menikah dengan seorang pria miskin moral, walau menjadi istri anak pengusaha toko emas yang mau bangkrut, dan terus menerus menjadikan dia seorang pembantu rumah tangga, bahkan mengalami kekerasan dalam rumah tangga, masih tetap bertahan saja, alasan tidak tahu mau lari kemana. Mami berada di Surabaya, sementara Tante di Padang. Saat ini sama sekali Rey, tidak pernah peduli lagi pada mereka berdua. Walau Luna mengatakan, untuk tetap menyayangi keluarga tapi keluarga sendiri yang menjauhi Rey, Tante. Jadi bukan salah Rey saat ini. Karena itu pilihan mereka ..."


Lyra mengangguk membenarkan, iya turut prihatin dengan keadaan keluarga almarhum mantan suaminya, tapi dia hanya bisa tersenyum, menguatkan Rey selaku anak dan harus menunjukkan kepedulian pada keluarga.


Rey menggelengkan kepalanya pelan, "Semua tidak mudah, Tante ..."


Sesaat yang sama terdengar pekikan Kesy yang mimpi buruk dengan menyebut nama Adi, sehingga membuat dirinya ketakutan sehingga mengeluarkan keringat dingin ...


"Am-am-ampun, Banghh ... Jangan siksa Ke-s-sy ... Sakit Bang ..."


Lyra mendekati putri kesayangannya, mendekap kuat tubuh ramping putrinya.

__ADS_1


Sementara Rey terdiam sejenak, matanya berkaca-kaca mendengar ucapan sepupunya yang sangat memprihatinkan.


Perlahan Rey memberanikan diri untuk bertanya, "Tante Lyra, ada apa?"


__ADS_2