
Benar saja, sum-sum tulang belakang yang dimiliki Adi sangat cocok ditubuh Claire. Namun mereka berada dalam dua pilihan, menyelamatkan Claire dan mengorbankan Adi pergi untuk selamanya, atau bahkan melepaskan kedua-duanya.
Pilihan yang sangat sulit, ternyata Adi memiliki riwayat yang tak kalah memprihatinkan setelah melakukan pemeriksaan secara intensif. Kerusakan pada organ tubuhnya, terutama pada hati karena bekerja terlalu keras kala ia menjalani karir sebagai pilot telah merusak kinerja hatinya.
Tentu saja ini menjadi kejutan bagi Clive juga Jack, bagaimana mungkin dia harus membiarkan keadaan saudara kembarnya hidup untuk selamanya, namun mengorbankan Adi selaku sahabat sekaligus rekan kerja yang membantu dalam pekerjaannya.
Kesy masih meringkuk di dalam ruang ICU untuk menemani Claire. Mengecup berkali-kali punggung tangan pria yang tengah melewati masa kritisnya.
Clive yang sangat penasaran dimana keberadaan keluarga Adi, sengaja memanggil Kesy untuk bertanya, karena Kesy mengetahui siapa pria yang masih di dalam penanganan media tersebut.
Kesy keluar dari kamar ICU dengan langkah pelan dan mata yang sudah membengkak karena menangis, menatap Clive juga Jack serta dokter yang melihatnya. Dengan gugup ia bertanya, "Ya Clive. A-a-ada apa?"
Clive menelan ludahnya sendiri, "Apakah kamu tahu dimana keluarga Adi? Dia bersedia membantu kita, namun kita harus kehilangan Adi untuk selamanya. Bisakah kamu memberi kabar kepada keluarganya? Kita tidak ada pilihan, karena Claire sangat membutuhkan pertolongan Adi, please ... Ini buat kamu serta keluarga besar ku! Aku mohon, beritahu keluarganya."
Kesy tersentak mendengar penuturan Clive, seketika otaknya kembali berhenti berpikir. Bagaimana mungkin, dia harus mengorbankan kehidupan Adi untuk kebahagiaannya.
Tubuh Kesy melemah, kali ini dia tidak tahu apa yang harus dilakukannya. Tangannya bergetar hebat, jauh dalam lubuk hatinya Adi merupakan sahabat sekaligus keluarganya.
Dokter Hanz memberikan riwayat Adi pada Kesy, namun dia kembali menangis sejadi-jadinya.
"Apakah tidak bisa diselamatkan kedua-nya? Mengapa harus ada yang dikorbankan? Ini enggak adil untuk Adi," tegas Kesy menatap nanar kearah Clive juga Jack.
"Tapi kita tidak ada pilihan, Kes! Waktu kita tidak banyak! Mungkin jika kita sudah mendapatkan informasi dimana keluarga Adi, dokter bisa melakukan tindakan besok pagi. Karena tindakan ini dilakukan dalam kurun waktu delapan jam. Aku mohon, kasih tahu keluarganya," tegas Clive seraya memohon kepada Kesy.
__ADS_1
Kesy mengusap air matanya, berdiri dihadapan kedua pria itu, "Hubungi Dokter Zulmaeta. Papi ku keluarganya. Sekarang, izinkan aku bertemu dengan Adi. Aku tidak ingin dia mengambil keputusan ini. Aku memang mencintai Claire, tapi aku ingin Adi juga hidup bahagia. Bukan begini caranya ..." tangisnya kembali pecah.
Clive ternganga, mendengar bahwa keluarga Adi merupakan Papi-nya Kesy.
Jack yang melihat Kesy menangis, seolah-olah tak kuasa untuk membiarkan janda cantik itu semakin larut. Dia mendekap erat tubuh Kesy, mengusap lembut punggung wanita yang sangat ia cintai sejak dulu.
Walau sesungguhnya cinta Jack bertepuk sebelah tangan, namun ia masih terus ingin berteman dengan Kesy, karena dimatanya Kesy wanita yang sangat baik dan menyenangkan.
Dokter Hanz yang mengetahuinya keberadaan Zul masih berada di rumah sakit, bergegas membawa Clive menuju ruang dokter Zulmaeta, sementara Kesy berjalan melewati koridor rumah sakit bersama Marisa juga Jack untuk menjadi saksi pembicaraan mereka atas keputusan Adi.
Kesy kehilangan Dony saat berusia delapan tahun, karena sebuah kecelakaan. Kini ia harus dihadapkan pada kegilaan Adi, yang bersedia melakukan apapun demi kebahagiaan wanita yang pernah menikah dengannya beberapa tahun lalu.
Diruangan VIP menjadi fasilitas yang diberikan Clive pada Adi membuat dia terasa sangat nyaman dalam menjalani pemeriksaan lanjutan untuk kesehatan lainnya.
Kesy masih berdiri di depan ruangan Adi, sambil melihat kearah pria yang pernah menjalani hidup bersamanya sedari kecil hingga membina rumah tangga selama dua minggu dan harus berakhir dengan perceraian.
Kini dia harus menerima kebaikan Adi, yang akan merenggut nyawanya sendiri, demi kebahagiaan Kesy.
"Apakah itu adil?"
Rasanya tidak adil ... Namun itulah rasa cinta Adi yang telah ia berikan untuk Kesy. Rasa bersalahnya selama ini, telah menyakiti wanita lugu, merenggut kehormatan Kesy, bahkan menyakiti wanita itu hanya untuk bersatu dengan Laura.
Kini Laura sudah tidak pernah datang ataupun menemuinya lagi selama dua tahun Adi menjalani kehidupan di Berlin pasca keluar dari penjara dan mengabdikan diri dengan kedua pria kembar, Clive juga Claire.
__ADS_1
Pilihan, semua itu dipilih Adi demi melihat Kesy bahagia, setelah dia mendapatkan cerita dari Clive. Sejujurnya hubungan Adi dan Jack juga tidak baik, karena pertikaian dulu. Namun, karena sebuah bisnis ... Harus bisa memilah dalam memisahkan urusan pribadi dan pekerjaan.
Kesy menarik nafas dalam-dalam, mengetuk pelan pintu ruangan Adi, tersenyum tipis, untuk menyembunyikan kesedihannya.
Adi menoleh kearah pintu, memilih duduk di bibir ranjang rumah sakit, tersenyum sumringah menyambut kedatangan Kesy yang sangat ia rindukan.
Kesy menggelengkan kepalanya, mengisyaratkan bahwa keputusan ini terlalu berani dan gila. Ia tak mampu membendung air matanya mengalir deras begitu saja ...
Dengan suara bergetar, Kesy hanya bisa berkata, "Abang kenapa ngambil keputusan ini? Bukankah Abang bisa menjalani kehidupan lebih baik? Jangan pergi!" isaknya.
Adi terdiam, wajahnya menekuk, dia tidak pernah tahu apa yang harus ia lakukan untuk meraih maaf dari Kesy dan keluarga besarnya.
"Maafin Abang, Kes. Abang memang sudah membuat keputusan ini, karena tidak ada satu orang pun yang peduli sama Abang. Kita dipertemukan lewat Clive dan Claire, membuat Abang harus memberikan sesuatu demi kehidupan kamu lebih baik bersama Claire. Please ... Jangan halangi langkah Abang untuk berbuat baik, dan membuat kamu bahagia. Claire sangat mencintaimu, Kesy. Dia lebih baik daripada Abang. Abang sudah ikhlas, ini semua demi kebahagiaan kamu. Claire pasti sembuh, karena dia memiliki mimpi yang besar untuk bahagia bersamamu."
Kesy menggelengkan kepalanya, menangis keras, mendekati Adi yang juga menyambut tubuh mantan istrinya masuk kedalam dekapan. Tangan yang dulu kekar terasa sangat bergetar, saat meraih tubuh ramping Kesy.
"Ini enggak adil buat Abang! Ini enggak mungkin Bang. Kesy enggak mau kehilangan Abang, kenapa Abang lakukan ini, ini gila. Ini enggak mungkin. Claire bisa hidup dengan cara lain. Jangan korbankan kehidupan Abang. Please ..."
Adi mendekap erat tubuh ramping Kesy, mencium lembut bahu yang ada tepat di wajahnya, "Abang menginginkan kamu bahagia, akan melihat kamu tersenyum, menikah, menjalani rumah tangga yang normal, memiliki anak, juga menjadi koki kayak Mama Lyra. Abang enggak pernah mau menyakiti kamu lagi, Claire memang lebih pantas menjadi pendamping mu ..."
"Enggak Bang! Enggak, jika Abang memang ada penyakit juga, bisa di lakukan pencangkokan, kita bisa cari donatur. Jangan lakukan ini, Kesy enggak mau!" pelukan Kesy semakin erat, tak ingin terlepas lagi.
Cinta yang dulu berubah menjadi benci, kini hancur berkeping-keping, tersisa untuk merubah satu keputusan, hidup atau mati ...
__ADS_1