
Mereka bergegas meninggalkan rumah sakit, mengikuti mobil Lyra yang tengah melaju kencang menuju kantor yang berlawanan arah dengan sekolah Kesy.
Lyra tengah asyik mendengarkan music yang direkam Papa Boy bersama Papa Ahmad saat di acara sakral pernikahannya bersama Zul, suami tercinta. Matanya seketika jeli, saat melihat mobil yang dia kenal mengikuti kencangnya kecepatan mobil wanita yang sudah menjadi mantan suami tersebut.
Lyra menyalakan lampu sen kiri, menghentikan mobilnya di ruas jalan persis didepan supermarket ternama yang masih tertutup.
Lyra menunggu mobil mantan suaminya itu agar segera berlalu lebih dulu, tapi apa yang terjadi, kendaraan Dony itu ikut berhenti tepat disamping kendaraannya yang di berikan Zul beberapa waktu lalu.
Wanita itu meraih kunci stir dari jok kemudi, menanti siapa yang akan keluar dari dalam mobil tersebut.
Betapa terkejutnya dia, saat matanya melihat tubuh kurus berambut panjang berwarna keemasan keluar dari bagian penumpang dibelakang menyerupai iblis berambut panjang.
"Riche ..."
Wanita serigala betina itu mengetuk keras kaca mobil agar Lyra membukanya.
Namun Lyra tetaplah Lyra, dia memilih menekan tombol gigi otomatis dan berlalu kencang menerobos seorang wanita lain yang akan keluar dari pintu depan penumpang mobil milik Dony.
"Brengsek mereka ... Kenapa masih mengganggu ku? Apa maunya Riche ... Bukankah mereka sudah mendapatkan semua apa yang mereka inginkan?" gumam Lyra mendengus dingin.
Sejujurnya, Lyra sudah berusaha melupakan semua kenangan saat bersama Dony, setelah menikah dengan Zul walau masih seumur jagung.
Zul benar-benar memperhatikan semua kebutuhannya sebagai seorang istri lahir dan batin. Hampir setiap hari suami brondongnya itu terus meminta dengan alasan Lyra merupakan candu terbaik dan terseksi nya.
Akan tetapi, sudah tiga hari pasangan ini harus menghentikan kegiatan ranjang karena masa periode Lyra datang tepat waktu. Tentu Zul hanya bisa menikmati sentuhan istrinya walau hanya lewat emmutan bibir mungil sang istri juga pijatan lembut penuh perasaan cinta.
Lyra memarkirkan kendaraannya di parkiran kantor pemerintahan tersebut, melihat mobil Dony ikut menghampirinya disana.
Dengan langkah cepat wanita serigala yang sering menggangu Lyra turun dengan tergesa-gesa.
__ADS_1
Tanpa tahu apa penyebabnya, Lyra yang masih berdiri di depan mobil harus menerima jambakan kencang pada rambut panjang yang tergerai hingga membuat kepala wanita cantik itu mendongak keatas.
"Berani sekali kau kabur dari kami wanita jallang ...!" Terdengar suara Riche menggeram ditelinga Lyra.
Lyra yang kaget harus menerima perlakuan kasar itu, meringis menahan rasa sakit dan malu karena harus dilihat oleh beberapa pasang mata rekan kantornya yang tidak berani mendekat.
"Aaaagh! Apa mau mu? Lepaskan tangan mu dari kepala ku!" Teriak Lyra berusaha melepaskan cengkraman tangan Riche pada kepalanya.
Riche semakin meremas kuat kepala Lyra, membuat dia semakin meringis kesakitan.
"Serahkan sertifikat rumah dan BPKB mobil pada Dony! Jika tidak aku akan mengirim kau ke neraka!" ucap Riche.
Lyra melepas paksa tangan wanita laknat itu dari kepalanya, dengan merintih kesakitan, membentak permintaan mantan adik iparnya yang sangat berlebihan.
"Apa!? Sertifikat dan BPKB mobil? Kamu pikir aku mau memberikan itu semua pada kalian!? Jika kalian mau harta, silahkan kerja! Jangan selalu zholim sama orang! Atau jangan-jangan kalian sudah terlanjur miskin! Hingga tidak memiliki harga diri!?" ucap Lyra dengan tatapan mata sangat tajam.
"Kau ...!" Riche menggeram, dan akan melayangkan tamparan pada pipi Lyra, seketika disambut oleh tangan pria muda yang berdiri tepat dibelakang wanita kurus tersebut.
"Jangan pernah berbuat kasar pada istriku! Jika kau mau hidup lama di kota ini!" bentak Zul.
Zul memeluk tubuh Lyra, memperbaiki rambut panjang istrinya yang rusak karena perbuatan wanita jahat yang masih berada dihadapan mereka.
Zul menantang Riche, menatap penuh selidik siapa yang berada didalam mobil sedan tersebut dan bertanya, "Apa mau mu? Kenapa kau tidak pernah berhenti menggangu Lyra? Saat ini Lyra bukan keluarga kalian lagi! Dia istri ku! Lyra binti Boy Charles ini istriku!" tegasnya.
Riche yang tidak tahu malu, malah menantang Zul dengan tatapan tajam, "Serahkan sertifikat rumah dan BPKB mobil! Jika tidak kami akan melaporkan hubungan haram kalian, karena wanita jallang ini belum mengakhiri masa idah nya, dan sudah menikah dengan mu! Kalian adalah pasangan selingkuh yang sangat menjijikkan!"
Zul tertawa kecil, mengecup kening Lyra dihadapan Riche yang terlihat semakin iri, menepis dengan mudah omongan wanita serigala tersebut, "Silahkan bertanya pada Abang mu ... Berapa lama dia tidak menyentuh istrinya! Saya rasa waktu dua tahun tidak menyentuh seorang istri, merupakan masa idah yang sudah berlanjut walau belum mengucapkan talak, Nonya! Satu lagi, silahkan kamu melaporkan pada siapapun, karena istri ku hanya memberi tempat tinggal pada mantan suaminya berdasarkan belas kasih! Bukan untuk memiliki rumah dan mobil itu secara utuh. Kalian mau pakai silahkan, namanya juga hak pakai! Tapi bukan untuk dimiliki, karena pemiliknya adalah Lyra istri ku! Kau mengerti? Silahkan kalian pergi, sebelum orang lain yang akan mengusir mu dari sini!!"
Riche menggeram, bahkan dia semakin membenci Lyra. Wajahnya memerah, dia hanya bisa menahan emosinya saat melihat dan mendengar penuturan Zul tentang istrinya tersebut.
__ADS_1
"Kalian berdua akan menyesal! Dan kami keluarga tidak akan tinggal diam jallang!!" teriak Riche memilih masuk kedalam mobil.
Lyra menangis dalam pelukan Zul, "Sakit hun ... Dia meremas rambut ku dengan kuat. Kenapa ada orang sejahat itu? Apa yang dia inginkan itu kurang? Kenapa Dony tidak mau keluar dari mobil itu? Aku tahu dia ada didalam sana. Sepertinya dia sengaja bersandiwara, dan ingin terus menyakiti aku, hun ..."
Zul mengecup lembut kening juga bibir Lyra untuk menenangkannya, "Sudah ... Kita masuk kekantor," dia merangkul bahu istrinya, membawakan tas dan beberapa makanan ringan untuk sang istri.
Suasana hati yang awalnya bahagia seketika kacau balau karena kehadiran seorang wanita yang tidak memiliki perasaan belas kasih sesama wanita.
Apa salah Lyra padanya? Sehingga tega berbuat hal buruk pada wanita cantik yang tak mampu berkata-kata jika sudah diperlakukan kasar seperti ini.
Pemandangan Zul memeluk Lyra, tentu menjadi pertanyaan yang tak biasa bagi rekan kerja Lyra. Wanita yang masih berstatus janda muda setahu mereka, hanya bisa saling berbisik-bisik melihat kemesraan seorang perjaka pada wanita berstatus janda.
Lela yang mendengar celotehan para rekan kerjanya, semakin penasaran saat turut menyaksikan Zul mencium bibir sahabatnya, "Apakah mereka sudah menikah? Kenapa Lyra tidak memberitahu sama sekali tentang status pernikahan mereka berdua?" batinnya mendekati ruang kerja sahabatnya.
Saat akan mengetuk pintu ruangan, Lela di kejutkan dengan pemandangan yang tak biasa.
Lyra terus memeluk tubuh Zul, sesekali mengecup bibir pria muda itu.
Sheeer ...
"Lyra!!"
_____
Sambil menunggu update, mampir ke cerita sahabat Author lainnya yuuk ...
Karya CEO yang sangat menghibur dan menggelitik dengan genre romansa.
Happy reading ...🔥❤️🥰
__ADS_1