
Kesy mengeerang, menggeliatkan tubuh indahnya, yang masih mengenakan bikini dan tertutup sehelai kain pantai diranjang kingsize kamar hotel yang mewah.
Gadis kecil itu mengusap disebelahnya, mencari keberadaan Adi sang suami tercinta dengan rengekan manja ...
"Bang ... Bang Adi ..."
Adi keluar dari kamar mandi, melihat istrinya telah terjaga, dengan wajah masih terlihat sembab. Bergegas ia mendekati Kesy, memberikan sebotol air mineral karena melihat bibir istrinya mengering.
Kesy memeluk tubuh kekar Adi, meneguk air yang ada dalam genggamannya, kembali bertanya karena melihat suaminya sudah rapih dan wangi.
"Abang mau kemana hmm? Katanya mau nemanin Kesy jalan-jalan," rengeknya manja.
Adi mengangguk, "Mama sama Papi sudah dibawah, jadi kita harus bersiap-siap. Oya, tadi kemaren kamu menghubungi Papi atau Mama?"
Kesy mengingat siapa yang ia hubungi, saat berada dikediaman Smith ... "Hmm Kesy cuma bicara sama Papi ... Habis Abang jahat, mau pukul Kesy. Kan Kesy jadi takut," rengeknya manja.
Adi menghela nafas panjang, memejamkan matanya, sedikit menggeram dalam hati, karena merasa kesal, "Ini ni menikah dengan anak manja ..." geramnya.
Adi duduk dihadapan Kesy, mengecup lembut bibir istrinya, "Dengar yah sayang ... Mulai hari ini, detik ini juga, jangan pernah membicarakan apapun tentang rumah tangga kita sama Mama, Papi, Om, Tante, atau siapapun. Please ... Kita bisa menyelesaikan semua masalah rumah tangga kita ini berdua, sayang. Abang minta maaf, karena kemaren Abang benar-benar tidak menyangka akan menyakiti kamu. Abang mohon, jangan bicara dengan orang asing lagi. Abang takut terjadi sesuatu pada mu," jelasnya panjang lebar.
Kesy terdiam, dia hanya mengangguk patuh, tanpa menjawab perkataan Adi yang sudah sangat manis padanya.
Adi tersenyum sumringah, hatinya merasa sedikit lega, karena bisa meluluhkan hati wanita yang berada dalam pelukannya.
"Sekarang kamu mandi dulu yah? Pakai baju yang kamu sukai, kita jalan-jalan sama Papi dan Mama. Mumpung mereka berada disini. Kali saja, Mama kamu hamil lagi, terus kamu juga hamil, jadi bisa sama-sama ..." tawanya menggoda sang istri.
Kesy hanya mendekap tubuh gagah Adi, "Kesy kangen Abang ... Pengen ..." rengeknya menciumi leher suami tercinta.
Tak menunggu lama, Adi memberikan kebahagiaan untuk Kesy, hanya untuk menebus semua kesalahannya yang telah tega menyakiti perasaan wanita itu ...
.
__ADS_1
Di restoran hotel, justru Zul tengah berbincang-bincang dengan teman kuliahnya Caroline. Wanita yang berprofesi sebagai dokter spesialis anak itu, sangat mengenal Zul yang merupakan dokter spesialis kandungan.
"Kenalkan istri ku, Lyra. Wanita tercantik dan ibu dari keempat anak kami," jelasnya merangkul Lyra yang tengah sibuk menyelesaikan pekerjaannya.
Caroline tertawa kecil, mendengar penuturan Zul ... "Ooogh, sayang sekali ... Suamiku lagi berada di luar. Padahal jika kita bertemu pasti akan merasakan kebahagiaan yang sangat luar biasa. Suamiku senior kita Zul, dan kenalkan ini putra kami Jack ..."
"Halo Uncle ..." Jack menyalami Zul juga Lyra, dengan melihat setiap sudut restoran, mencari wanita yang kemaren bersama nya.
"Ya halo ... Sudah dewasa saja. Tampan seperti Daddy nya pasti," ucap Zul, sambil mengusap lembut punggung Lyra.
Caroline memilih duduk berhadapan dengan Lyra, yang tengah disibukkan dengan pekerjaan. Membuat wanita itu sedikit berbisik, "Sepertinya istri mu pekerja keras. Inilah indahnya kehidupan, kita bisa bekerja sambil honeymoon."
Zul tertawa terbahak-bahak, "Ya-ya-ya ... Tidak ada salahnya aku melanjutkan honeymoon, sambil menemani putriku ..."
Caroline menautkan kedua alisnya, "Putri mu? Siapa? Dimana dia?" tanyanya penasaran.
Zul tersenyum, "Kami menemani dia bulan madu, karena ada sedikit trouble kemaren. Makanya aku langsung terbang kesini. Takut terjadi sesuatu padanya."
"Mi, mungkin gadis yang kemaren itu sudah meninggalkan hotel. Jadi tidak bisa kita temuin lagi ..." bisiknya pelan.
Caroline hanya mengusap lembut punggung putranya, meminta agar Jack duduk lebih tenang dan mengerjakan tugas kuliahnya.
Lyra menutup laptopnya, begitu menyelesaikan pekerjaannya. Kembali bercerita, selayaknya seorang wanita yang sama-sama menjadi seorang Ibu dan memiliki anak yang sudah dewasa.
Cukup lama keduanya saling berbincang hangat, tentang keluarga. Bahkan Caroline, mengajak Zul untuk makan malam bersama keluarganya.
Tentu, dengan senang hati Zul dan Lyra tidak menolak undangan tersebut. Karena bertemu kembali dengan teman semasa kuliah itu sangat menyenangkan bagi mereka yang sudah berkeluarga seperti saat ini.
Tak selang berapa lama, Kesy dan Adi turun dari kamar, menghampiri Mama juga Papi-nya.
Kemesraan kedua insan suami istri itu sontak membuat Jack tersulut emosi. Bagaimana mungkin, kemaren pasangan itu bertengkar, bahkan ingin saling menyakiti, kini kembali mesra seperti tidak terjadi sesuatu antara mereka.
__ADS_1
Adi yang melihat Jack duduk bersama Zul juga Lyra, menatap sinis pada pria asing itu.
Begitu juga Kesy yang tampak kebingungan, saat melihat kehadiran Jack serta Caroline ada di sana.
Kesy memeluk Zul, kemudian mencium kepala Lyra, "Mama datang kapan? Kok enggak kasih tahu aku?" rungutnya memeluk Lyra.
Lyra hanya bisa tersenyum tipis, "Beginilah Caroline, masih kecil sudah minta menikah, jadi ada apa-apa ngadunya sama Papi-nya. Kita jadi khawatir ... Emang dia pikir kita hanya memikirkan dia saja," sindirnya melirik kearah Adi.
Caroline yang merasa terkejut melihat Kesy merupakan anak dari teman kuliahnya, membuat ia memijat pelipisnya.
"Dunia ini sempit sekali, baru tadi malam aku mendengarkan perberdebatan Jack dengan putri mu! Karena takut hmm ..." Caroline menoleh kearah Adi yang berdiri disamping Zul.
"Duduklah ... Sebaiknya kalian bicarakan baik-baik. Saya permisi yah, Zul. Jangan lupa nanti malam datang kekediaman ku. Karena aku akan menghubungi suamiku. Kita reuni bersama," lanjutnya sangat mengerti akan posisinya sebagai orang luar.
Jack hanya menunduk hormat pada Lyra juga Kesy, namun tidak ingin melihat kearah Adi. Sehingga dia tidak berpamitan pada Zul, karena darahnya semakin mendidih saat bertemu dengan sosok Adi.
Begitu juga sebaliknya, Adi menggeram, bahkan mengepal kuat tangannya, mengingat pria itu telah membawa istrinya kabur hingga malam.
Lyra menoleh kearah Zul, untuk memberi perintah pada Adi dan Kesy duduk dihadapan mereka berdua.
Zul mendongakkan kepalanya, menatap Adi agar pria itu duduk dihadapannya.
Begitu juga Lyra, dia meminta putri kesayangan duduk disamping suaminya.
Zul menghela nafas panjang, mengusap lembut wajahnya, menatap mata kedua pasangan yang ada dihadapannya.
"Kalian ini kenapa? Bisa enggak kalian menyelesaikan semua masalah berdua? Tidak membuat pusing Papi juga Abang. Jujur saat ini ketiga adik kalian membutuhkan perhatian ekstra dari kami berdua. Dewasalah, Kesy. Adi ..."
Kesy hanya menunduk, dia tak berani menatap wajah Zul. Begitu juga Adi. Mereka berdua tak bisa berbuat apa-apa, karena memang tak bisa mengungkapkan apa masalah sebenarnya saat ini.
Adi menarik nafas panjang, "Apa mesti aku bilang ini masalah ranjang ...?"
__ADS_1
Hal yang sama ada dibenak Kesy, "Ini semua salah Bang Adi. Masak tidur sama Kesy yang di bayangkan Laura," sesalnya dengan wajah cemberut.