
Sudah seminggu lebih kini wanita cantik itu menyandang status sebagai istri seorang dokter sekaligus karyawan terbaik di instansi pemerintahan tempat dia meniti karir.
Ya ... Lyra tengah sibuk mempersiapkan sarapan pagi untuk suami dan putri kesayangannya dikediaman Ahmad Maeta. Semenjak menikahi Zul, Lyra diminta Mama Eni agar tinggal dikediaman mewah mereka agar Kesy tidak merasa kesepian.
Lyra seperti menjadi menantu idaman oleh Eni dan Ahmad dikediaman mereka, karena selalu memasakkan sesuatu yang lezat untuk suami tercinta sekaligus melebihkan untuk mertua terbaiknya.
Eni tengah sibuk dengan pekerjaannya, sembari membaca berita dari handphone pintar di meja makan, saat menemani Kesy sarapan sebelum berangkat sekolah.
Lyra yang sudah rapi mengenakan baju seragam coklatnya, memilih mempersiapkan semua sarapan untuk Zul juga Kesy dengan cekatan dan sangat terampil.
"Sayang ... Kamu duduk saja. Kan ada Bu Ani," panggil Zul meminta istrinya agar duduk manis saja dikursi sebelahnya.
Lyra tersenyum bahagia, "Sedikit lagi ... Aku hanya mempersiapkan sarapan untuk Kesy dan kamu. Oya, hari ini aku makan siang di restoran Aldo sahabat kamu sama teman kantor. Jadi kita ketemu disana saja yah?" ucapnya sekalian meminta izin.
"Ya sudah, kebetulan aku ada test di rumah sakit umum sampai siang. Jadi tunggu saja di restoran Aldo sampai aku datang. Kamu bawa mobil, atau aku antar?" tanya Zul.
Kesy menjawab dengan candaan seperti biasa, "Sama Papi saja, Kesy juga mau diantar Papi. Habis, Kesy bangga punya Papi seorang dokter dan Opa juga dokter. Temen-temen Kesy disekolah juga banyak Mamanya yang melahirkan disini," ceritanya penuh semangat.
Ahmad tertawa kecil mendengar celotehan cucu cantik yang sangat bijak dalam bicara, "Oke ... mulai bulan depan, Kesy akan Opa kasih fee jika membawa 10 pasien melahirkan kerumah sakit kita. Biar ada tambahan uang jajan, kan?" goda Ahmad mengusap lembut kepala Kesy.
Kesy yang belum mengerti dengan dunia bisnis hanya membayangkan uang jajan untuk membeli perhiasan rambutnya yang saat ini sering dilengkapi oleh Oma Eni juga Oma Lince.
Mendengar penuturan dari Ahmad membuat Kesy berteriak riang gembira, karena akan mendapatkan uang jajan selalu diberi Zul dalam jumlah cukup untuk anak seusianya, "Nanti Kesy tanya sama teman yang mau punya adik. Oya Ma, Kesy kapan kapan punya adik? Biar ada temannya ..."
Lyra melirik kearah Zul, sedikit menunduk karena merasa malu. Bagaimana mungkin untuk menjawab sedang dalam proses, sementara Lyra tengah dalam periode selama tiga hari.
Zul yang sangat memahami bagaimana kondisi wanita yang masih dalam periode, dia lebih memilih banyak diam dan mendengarkan curahan hati Lyra kala malam.
Mereka berdua terlihat sangat serasi, tidak seperti memiliki perbedaan usia yang bisa dikatakan jauh.
Zul menjawab pertanyaan Kesy dengan tenang, "Doakan saja bulan depan diperut Mama sudah ada adik buat Kesy ..."
Lyra enggan untuk meneruskan pembicaraan mereka, karena Eni dan Ahmad saling menatap tersenyum sumringah penuh harap segera diberi cucu oleh putra kesayangan mereka.
"Amin ..." ucap Ahmad, disambut oleh Eni yang tengah memasukkan nasi goreng buatan Lyra kedalam mulutnya.
__ADS_1
Saat mereka tengah asik bercerita, menikmati sarapan yang indah penuh canda tawa, seketika telepon Zul berdering.
Zul melirik layar handphone yang berada di meja makan, tertulis nama 'Suster Ai' ...
["Ya halo ..."]
["Dokter ... Pasien yang berada diruangan melati masih pembukaan satu, ketuban sudah pecah dan banyak mengeluarkan darah, pasien mengalami kontraksi terus menerus, dan saat ini sudah dibawa keruang tindakan untuk melakukan operasi sesuai persetujuan suaminya, Dok. Kira-kira jam berapa tindakan, Dok?"]
["Hmm ... Pasien sudah puasa?"]
["Sudah dari pukul 04.00 dini hari, Dok ..."]
["Ya, lebih kurang jam 10.00 kita tindakan."]
["Baik Dok ..."]
Zul menutup telfonnya, melirik kearah Lyra ...
"Sepertinya makan siang kita tunda yah, sayang? Kamu pergi saja sama teman kamu, bawa mobil saja. Selesai antar Kesy aku mampir ke kantor kamu. Tindakan jam 10.00, satu jam langsung ke rumah sakit umum. Jadi tidak bisa menemani kamu makan siang," kecup Zul pada punggung tangan Lyra.
Mereka berpisah, walau sebelumnya mendapatkan candaan dari Ahmad dan Eni, yang tidak sabar ingin segera memiliki cucu.
"Lyra ... Jangan terlalu lelah!" ucap Eni saat melihat menantunya tersebut akan berangkat menuju kantor.
Lyra tertawa geli, mendengar permintaan Ibu mertua yang sangat baik dan penyayang.
Kesy menggandeng tangan Zul, setelah mencium kedua pipi Lyra.
Sementara Zul tak henti-hentinya mengusap lembut puncak kepala istrinya saat sopir keluarga mempersiapkan mobil mereka.
"Kamu pakai sopir nggak?" tanya Zul santai.
Lyra menggeleng, dia tidak ingin terlalu dimanja oleh keluarga ini, karena akan membuatnya semakin merasa nyaman.
Saat akan berangkat, Zul kembali mendekati Lyra untuk bersalaman dan mengecup sayang, seraya berbisik, "Minggu depan kamu mau kembali ke rumah kita atau masih tetap disini?" tanyanya membuat istrinya tampak bingung.
__ADS_1
"Emang Mama Eni enggak suka aku disini, honey?" Lyra balik bertanya.
Zul tertawa, dia mencubit dagu lancip milik istrinya karena perasaan gemas, "Kalau enggak suka ngapain kamu diminta tinggal disini. Kamu itu menantu ideal bagi mereka, sayang. Oya, kamu mau aku beliin apa sayang? Untuk cemilan dikantor? Aku mau menyelesaikan tugas kuliahku sebelum tindakan nanti," jelasnya.
"Enggak usah, yang kemaren saja belum dimakan. Aku jalan, yah? Nanti terlambat absen," kecup Lyra pada bibir Zul yang masih berada di hadapannya.
.
Beberapa pasang mata tengah melihat kehangatan keluarga kecil tersebut diarea parkir rumah sakit. Betapa mirisnya hati mereka, saat melihat kemesraan itu nyata dihadapan mereka.
Wajah yang berseri-seri dan bersinar bahagia, memperlihatkan bahwa Lyra dan Zul sangat bahagia, dengan pernikahan yang sederhana tanpa kemewahan bahkan sengaja ditutup dari kerabat dan media ...
Tentu mereka berfikir, bahwa pernikahan tersebut dilakukan karena kehamilan Lyra diluar nikah, yang belum menghabiskan masa iddahnya selepas bercerai dari Dony.
"Hei ... Kau lihat mereka berdua? Sepertinya mereka tengah bahagia sekali dengan pernikahan haram itu. Jika Lyra benar-benar wanita baik yang mengetahui tentang pernikahan, pasti dia tidak akan senekat ini menikah seenaknya pasca sebulan bercerai dari mu!" ucap bibir seorang wanita kurus kerempeng toge berbisik karena perasaan iri.
Wanita cantik yang berada disamping Dony mengangguk membenarkan, "Ternyata orang kalau sudah pernah mengenal 'terong' pasti akan sulit untuk menyandang status single. Dia pasti mencari korban yang baru untuk menjadikan korban selanjutnya!" geram Luna jijik.
Dony terdiam, hanya bisa bergumam dalam hati, "Pasti Lyra bahagia, aku tahu persis bagaimana cara dia memperlakukan pasangannya. Dua tahun aku tidak menyentuhnya, bahkan lebih. Tentu masa iddah itu tidak berlaku untuk janda seperti Lyra yang tak pernah ku sentuh sama sekali demi seorang Nela. Aaaagh ...!!"
_____
Pesan Author Pemes untuk para reader.
Terimakasih atas kunjungannya....
Kali ini saya sebagai author akan memberikan give pada pecinta Perjaka untuk Janda...
Silahkan untuk meninggalkan vote dan hadiah terbaik mu.
Putaran kedua sedang berlangsung, author akan mengirimkan paket internet untuk para reader yang selalu setia, berdasarkan top fans... 1, 2 dan 3.
Berlaku sampai dengan 30 Agustus 2022. Cemungut....🎉👍💪🌹
Salam Author Pemes
__ADS_1
Tya Calysta...