
Air mata Kesy mengalir deras, saat menggenggam erat testpack yang ada ditangannya.
"Positif ..." tangisnya meringkuk di closed kamar mandi, dengan perasaan yang bercampur aduk, merasa telah dipermainkan oleh keadaan.
Sudah dua minggu Kesy berjauhan dengan Jack, semenjak pria itu melakukan perjalanan dinas untuk pekerjaannya. Air matanya mengalir deras membasahi wajah cantik alami itu, dengan terisak.
Kesy baru menyadari bahwa sudah dua bulan ia tidak periode, terlihat pembalut masih tersusun rapi dilemari kamar mandi. Kembali pikiran bercampur aduk akan kenangan bersama Claire sebelum pernikahan paksanya bersama Jack.
"Apa yang harus aku katakan pada Jack, sementara dia baru satu kali menyentuhku selama pernikahan ini ... Tuhan, jangan hukum aku seperti ini. Aku tidak ingin rumah tangga ku dengan Jack berakhir dengan perceraian ..." tangisnya kembali terisak.
Cinta datang karena terbiasa. Kebersamaan menimbulkan kenyamanan bagi seorang Kesy setelah menikah dengan Jack ...
Dua bulan setelah menikah dan tinggal di Hawaii bersama keluarga Jack, membuat Kesy sedikit kebingungan saat ini. Bagaimana mungkin, kini dia merasa sedikit pusing dan mual, "Aaagh ... Kenapa kepala ku sakit sekali, mual ..."
"Apakah Claire walaupun mengidap kanker, bisa menghamili aku? Bagaimana jika suatu saat nanti aku bertemu dengan Claire? Ooogh Tuhan, apa yang telah aku lakukan!" Dia menutup wajahnya, perlahan tangannya meraih testpack diatas marmer wastafel.
Kesy berkali-kali menelan ludahnya, melirik kearah testpack yang menunjukkan bahwa hasilnya, garis dua ...
"Ooogh Tuhan! Ini tidak adil, tidak mungkin aku menikah dengan Jack, dan ternyata hamil anak Claire ...!!!" teriaknya frustasi, sambil merangkul kedua kakinya, melempar hasil yang ia dapatkan kesembarang arah.
Cukup lama Kesy meringkuk dikamar mandi, tanpa menghiraukan panggilan Caroline yang menyatakan bahwa Jack sudah kembali tanpa mau menjawab panggilan dari Mama mertua. Baginya kali ini ia hanya ingin sendiri.
Namun tak lama kemudian, terdengar dari arah luar ketukan pintu yang memanggil nama Kesy.
"Sayang, sayang, sayang, apakah kamu di dalam? Aku pulang, dan membawa sesuatu untuk mu! Aku membawa makanan kesukaan mu pemberian Mama Lyra ... Kesy are you oke, darling?"
__ADS_1
Mendengar suara lembut suaminya, Kesy semakin menangis keras, dia meraih hendel pintu, memutar kunci agar Jack bisa membuka, dan masuk menemuinya.
Sontak saja, pemandangan Kesy yang meringkuk diatas closed, membuat Jack bertanya dalam hati, "Apa yang terjadi dengan Kesy ...?" Matanya liar mencari handphone, ataupun sesuatu yang membuat istrinya shock seperti ini.
Jack memeluk Kesy, menggendong tubuh ramping istrinya dengan cepat, Kesy mengalungkan kedua tangannya keleher tegap Jack meringkuk dicerug leher suaminya dengan penuh kekhawatiran ...
Kesy memberanikan diri untuk bicara pada pria yang sudah menjadi suaminya sejak dua bulan lalu, "Maafkan aku Jack, aku hamil. Tolong jangan ceraikan aku, please ..."
Jack langsung menatap lekat wajah cantik Kesy yang masih berada dalam gendongannya, mengkerut kan kening, karena dia baru melakukan tugasnya sebagai suami dua minggu lalu, dan hingga kini belum pernah menyentuh sang istri karena kesibukannya.
Perasaan Jack kembali bertanya-tanya, dia menarik nafas dalam-dalam, kembali menatap kearah Kesy. Berusaha tenang dan tersenyum, walau sebenarnya hatinya terasa sangat hancur.
Jack meletakkan tubuh ramping Kesy dengan sangat baik diatas ranjang peraduan mereka berdua, hanya bisa tersenyum lirih kemudian bertanya, "Bisa katakan pada ku, siapa?"
"Jangan menangis, jawab aku, Kesy! Siapa, siapa Bapak dari anak ini!" geramnya meremas kuat bahu sang istri.
"Jack ..."
"Jawab!" hardik Jack, dengan mata memerah dan berkaca-kaca ...
Mendengar hardikan Jack, membuat Kesy mengigil ketakutan, dia menggelengkan kepalanya, tak ingin memberitahu pada pria yang sudah berstatuskan suaminya itu, dengan alasan melindungi Claire sebagai pria sakit kini telah menjadi masa lalunya.
Jack membulatkan kedua bola matanya, menatap lekat iris mata yang sembab, tersenyum lirih sambil bertanya, "Bisa katakan padaku, siapa Bapak dari anak yang kamu kandung ini, Kes! Biar aku tahu, dan bisa mencari solusinya untuk kita! Aku tidak akan melakukan apapun padamu. Aku mencintaimu, tapi katakan siapa yang tega melakukan ini pada mu! Kenapa kamu mengkhianati aku?" geramnya dengan mata berkaca-kaca.
"Jawab Kesy! Jangan menangis. Aku janji akan menyembunyikan semua ini dari keluarga kita, dan aku akan memberikan yang terbaik untuk mu!"
__ADS_1
Kesy berhambur memeluk tubuh Jack, dia mendekap erat tubuh pria yang tenyata sangat tulus padanya ...
Akan tetapi, Jack melepaskan pelukan sang istri karena belum mendapatkan jawaban dari Kesy, "Katakan padaku! Siapa yang telah melakukan ini pada mu, Kesy! Please ..."
"Claire ... Aku melakukannya dengan Claire. Aku takut Jack, aku takut kamu menceraikan aku! Please, jangan pernah bicara apapun sama Mama dan Papa ..." tangis Kesy dengan suara bergetar dan tubuh menggigil ketakutan.
Jack ternganga mendengar kejujuran seorang Kesy. Seketika tubuhnya seperti melayang terbang, kehilangan harapan untuk berbahagia dengan wanita yang selama ini ia nanti-nantikan menjadi pendamping hidupnya. Ia menghembuskan nafasnya panjang, mengusap kepala sedikit kasar dan geram.
Baru tadi siang Jack bertemu dengan Clive, dan bercerita tentang kesehatan Claire yang sudah mulai membaik, malam ini ia harus dihadapkan dengan kehamilan Kesy yang ternyata berhubungan dengan sahabatnya.
Jack membiarkan Kesy mendekap tubuhnya erat. Mengusap lembut punggung wanita yang kini telah menjadi istrinya. Berusaha tenang dan tersenyum agar Kesy tidak merasa serba salah ...
Perlahan Jack menangkup wajah cantik Kesy yang basah karena deraian air mata, bertanya sambil tersenyum, "Hmm kali ini aku tidak tahu harus berkata apa. Tapi aku sangat mencintaimu lebih dari apapun. Kita akan merawat anak ini bersama, karena kamu istri ku. Aku telah berjanji pada Mama Lyra juga Papi Zul. Aku tidak ingin mereka kecewa pada kita. Satu lagi, tutup semua akses kamu dengan Claire, fokus pada kesehatan kamu dan aku. Apa kamu mau? Kita berjuang, berdua, bantu aku untuk bisa menjadi suami yang baik, dan ayah siaga untuk anak dalam kandungan mu. Kita harus menjaga semua ini! Kamu mengerti?"
Kesy hanya menangis mengangguk, kembali memeluk tubuh suaminya dengan sangat erat, "Terimakasih Jack, aku sangat akan melakukan apapun untuk mu. Apapun demi kebahagiaan rumah tangga kita ...!"
Jack hanya bisa mendekap tubuh mungil itu, entahlah ... Kali ini dadanya terasa sangat sesak, namun ia tidak ingin terlihat rapuh dihadapan Kesy. Dia akan terus memantau perkembangan kesehatan Claire, dan tidak mengizinkan pria itu menginjakkan kaki di kotanya, begitu juga sebaliknya.
"Aku akan melakukan apapun untuk melindungi Kesy. Aku harus memikirkan bagaimana caranya menutupi semua rahasia ini dari keluarga juga Claire. Sampai kapanpun, aku tidak akan pernah melepaskan mu, Kesy ...!" gumamnya dalam hati.
Sementara diseberang sana, Claire yang telah membaik, bertanya pada Clive ...
"Have you found out where Kesy is, Clive?"
(Apakah kamu sudah menemukan dimana keberadaan Kesy, Clive)
__ADS_1