
Adi yang dilanda kegalauan dan hasrat yang membuncah malam itu, menghubungi Kesy selaku istri sahnya. Kali ini dia membutuhkan Kesy hanya untuk sekedar mencari kesenangan dan melampiaskan hasrat selaku seorang laki-laki normal.
Tanpa banyak pertimbangan, Adi yang tidak ingin menunggu lama, meminta Kesy meninggalkan kediaman Zul tanpa harus meminta izin terlebih dahulu ...
"Bang ... Nanti Mama dan Papi mencari Kesy, dan mereka merasa khawatir. Kesy enggak biasa pergi kalau seperti ini," ucapnya melalui telepon.
Adi tak ingin mendengar alasan gadis kecil itu. Baginya penolakan Laura kali ini sangat menyayat perasaannya, dan harus mencari pelampiasan untuk menenangkan pikirannya.
"Kamu lebih mendengarkan omongan suami? Atau sudah siap untuk menjadi janda di usia muda?"
Hardikan dan ancaman itu membuat Kesy berpikir ulang, kemudian mengikuti semua perintah Adi dengan membawa semua barang-barang miliknya, sesuai permintaan sang suami.
Kesy menoleh kearah jam tangan yang ada di meja belajar, menunjukkan pukul 02.00 dini hari. Tanpa pikir panjang gadis itu meninggalkan kediaman orangtuanya, menunggu Adi di ruang keluarga dan akan keluar melalui pintu samping.
Sedikitpun tidak terpikir olehnya, untuk melakukan hal senekat ini. Karena bagaimanapun ia selalu mengikuti semua aturan yang telah di tanamkan oleh Lyra sedari kecil tentang sopan santun.
Namun, karena perintah suami ... Kesy tidak banyak berpikir, bahkan dia hanya menuruti semua keinginan Adi.
Kembali Kesy mengingat semua nasehat Lyra juga Tante Kenny yang selalu mengatakan, bahwa istri harus tunduk pada suami. Akan tetapi, ia lupa ... Suami seperti apa yang harus dia patuhi. Apakah Adi termasuk di dalamnya?
Kesy melihat cahaya mobil masuk ke pekarangan rumah, kemudian lampu yang menyala kembali mati menunggu gadis kecil itu keluar dari rumah.
Tanpa banyak bicara pada istrinya, Adi yang di landa kegalauan luar biasa, menyambut istrinya dengan penuh semangat dan menggebu-gebu. Dia menarik lengan Kesy, kemudian mellumat bibir mungil itu dengan penuh perasaan nafsu.
Kesy yang kaget, menerima penyerangan dari suaminya, hanya mampu mengusap lembut punggung Adi, dan membalas perlakuan suaminya tanpa menyadari apa yang dirasakan pria yang berhati iblis tersebut.
Adi melepas ciuman mereka, menatap penuh harap pada Kesy, merremas kasar bagian kenyal itu penuh hasrat, membuat istrinya tersentak kaget mendapatkan perlakuan seperti itu dari pria yang selama ini selalu memperlakukan nya dengan baik.
__ADS_1
"Ahh ... Sakithh Bang ..." rintih Kesy, membuat Adi tampak semakin kasar.
Adi menyunggingkan senyuman sinis nya, kali ini dia tidak akan melepaskan Kesy, hanya karena campur tangan keluarganya.
Bergegas dia fokus pada stir kemudi, dan melajukan kecepatan mobilnya menuju sebuah hotel bintang lima, yang terletak di tengah kota kecil tersebut.
Tentu ini merupakan satu pertanyaan besar bagi Kesy. Bagaimana mungkin, rumah mereka melebihi hotel dan kali ini harus menginap di hotel karena sudah sah dalam ikatan pernikahan.
Kesy di buat bingung oleh sikap Adi, memberanikan diri untuk bertanya, "Bang ... Ngapain kita ke hotel? Rumah Bang Zul, apartemen, dan rumah Mama Eni juga bebas melakukan apa saja?"
Adi menekan pedal rem, membuat Kesy yang tidak mengenakkan safety belt tersentak kedepan, membuat kepalanya hampir mengenai dashboard.
"Kamu enggak suka kalau Abang pengen suasana yang berbeda? Atau kamu benar-benar sudah siap menjadi janda?"
Lagi-lagi Kesy yang mendengar ancaman dari Adi hanya diam tak bergeming. Kali ini dia hanya ingin beristirahat dan tidur, agar besok dapat menghirup udara segar, karena cuaca yang sangat sejuk di kota kecil itu.
Namun, apa yang Kesy bayangkan kali ini diluar ekspektasi pikirannya.
"Bang ... Abang mau apain Kesy? Lakukan apa yang mau Abang inginkan, tapi jangan seperti ini ..." tangisnya melihat Adi mengeluarkan alat-alat yang tidak masuk akal.
Kesy yang melihat sebuah benda yang akan menyakiti bagian intinya, berusaha memberontak sekuat tenaga. Dia tidak ingin Adi merusak bagian sensitifnya itu dengan hal-hal yang tidak masuk akal.
"Abang ... Lepaskan!" pekiknya.
Adi justru menatap tubuh telanjang istrinya dengan penuh perasaan yang aneh. Pandangannya seketika berkabut, menatap Kesy seperti melihat mantan tunangannya Laura ...
"Kenapa kamu menolak aku, honey? Apa salahku padamu hmm?!"
__ADS_1
PLAAK ...!
Satu pecutan yang di layangkan Adi menggunakan cambuk, membuat tubuh Kesy benar-benar menggigil, perasaan takut mendapatkan perlakuan kasar seperti itu seumur hidupnya.
"Abang ampun, sakit Bang! Jangan buat Kesy seperti ini? Kesy akan melakukan apapun buat Abang, tapi jangan siksa Kesy!" teriaknya histeris.
Namun, Adi tidak memperdulikan apapun tentang perasaan gadis itu, dia justru menyalakan alat yang sangat menjijikkan, kemudian memasukkan kedalam bagian inti Kesy yang sangatlah menyesakkan bagi wanita muda tersebut ...
Kesy tak kuasa untuk berteriak keras ... Tubuhnya benar-benar ketakutan tidak mau menerima perlakuan kasar seperti itu walau status mereka sudah menikah.
"Abang ... Lepaskan Kesy! Kasihanilah Kesy, aku Kesy bukan Laura!!!" teriaknya lagi membuat Adi semakin nekat untuk menyalakan alat tersebut setelah memasuki bagian intinya.
Berkali-kali Kesy memohon, tubuh ramping yang tidak berdosa itu justru harus menerima lima kali pecutan, dan getaran hebat di bawah sana. Membuat dia tidak tahu apa yang dirasakan nya kali ini. Tubuh mungil itu seketika bergetar hebat, bahkan menegang karena menahan rasa sakit yang bercampur aduk.
Benda besar yang tak kalah menakutkan itu kembali bergerak cepat, membuat Kesy tak mampu berkata-kata, hanya bisa pasrah mendapatkan perlakuan seperti itu dari Adi. Air mata mengalir deras, namun pria laknat itu hanya tersenyum tipis melihat gadisnya yang mendapatkan pelepasan dengan cara yang berbeda.
"Apa kamu menyukainya, honey?" bisiknya pelan melepaskan alat itu tanpa perasaan bersalah ataupun kasihan.
Kesy menelan ludahnya, menatap penuh dendam kearah Adi dengan tubuh yang basah kuyup karena keringat dingin ketakutan, menangis tanpa mengeluarkan suara.
Selama ini Adi tidak pernah memanggil Kesy dengan sebutan honey. Melainkan Ayang, namun itu ia lakukan karena pertikaian mereka saat berbulan madu di Hawaii.
Kesy berbicara pelan, menatap memohon pada Adi ... "Lepaskan Kesy ... Jangan sakiti tubuh ini. Jika Abang ingin menikah dengan Laura ... Pergilah, karena Kesy tidak menyangka Abang ternyata laki-laki jahat yang tidak pantas untuk Kesy ..."
Mendengar penuturan istrinya seperti itu Adi tertawa terbahak-bahak, dia merasa mendapatkan lampu hijau untuk menikahi Laura.
"Baik ... Abang akan menikahi Laura saat kita tiba di Berlin, dan tolong kamu tetap tinggal apartemen keluarga dan ikut apa yang menjadi perintah Abang. Karena Abang akan membawa Laura tinggal bersama kita di apartemen itu. Satu lagi, jangan pernah kamu buka mulut! Kalau tidak kamu akan menerima hukuman lebih dari ini! Are you understand!?" hardiknya lagi tanpa ada perasaan berdosa.
__ADS_1
Kesy mengalihkan pandangannya kearah lain ... Dia menyembunyikan semua raut wajah kebenciannya, merasa sakit di sekujur tubuh, membuat dia harus berpikir keras, bagaimana terlepas dari pria brengsek seperti Adi ...
"Tega sekali Bang Adi ...! Ternyata dia memiliki dua kepribadian yang melebihi iblis, Papi ... tolong lepaskan Kesy ..." isaknya meremas kuat tangan sendiri yang masih terikat kuat di ranjang kamar laknat tersebut.