Perjaka Untuk Janda

Perjaka Untuk Janda
Rasa takut ...


__ADS_3

Di malam yang sejuk hanya di temani temaram lampu remang-remang, Kesy tengah mempersiapkan semua kebutuhan kuliahnya untuk segera menemui Adi yang baru saja menghubungi nya.


Kesy tidak memperdulikan keadaan Lyra yang masih tertekan karena bentakan sang Papi. Kali ini dia hanya ingin mempedulikan Adi, yang tengah terluka.


"Ada apa dengan Bang Adi? Apakah dia melakukan sesuatu hal ...?" gumam Kesy bergegas meninggalkan apartemen keluarganya, karena Adi telah menunggu di basemen.


Betapa terkejutnya Kesy ketika melihat lebam di wajah Adi yang sangat mengkhawatirkan saat memasuki mobil, "Abang kenapa? Apa yang terjadi?" tanyanya menatap merasa bersalah.


Adi menggelengkan kepalanya, "Abang baik-baik aja kok! Kita nginap di Dusseldorf, yah? Abang ambil cuti dua hari! Lagi pengen menyendiri saja ..." 


Kesy terhenyak mendengar penuturan Adi tak seperti biasanya. Mereka menuju Dusseldorf, untuk menginap di villa keluarga Ahmad Maeta di sana.


Villa yang memiliki keindahan luar biasa, di kelilingi bunga tulip dan lavender yang menyejukkan mata, juga menjadi mata pencaharian beberapa warga di sana.


Adi menggandeng tangan Kesy, agar segera memasuki villa yang terbuat dari tembok dan di balut dengan nuansa kayu jati yang di dapat dari Indo.


Adi menyalakan mesin pemanas secara otomatis, dan membiarkan gadis kecil itu meletakkan tas ransel yang dia bawa di dalam kamar.


Jujur saat ini Kesy sangat takut berduaan dengan Adi di sebuah villa, namun dia senang dapat menghabiskan waktu bersama pria yang dia cintai.


"Kes, kalau kamu ngantuk tidur saja. Abang mau istirahat di sini dulu. Kalau lapar, coba cek kulkas dan di lemari penyimpanan makanan. Biasanya di sana ada beberapa stock yang di sediakan, walau tidak banyak," jelas Adi merebahkan tubuhnya di sofa, sambil menjulurkan kakinya di meja yang ada di depan perapian.


Kesy hanya menjawab dengan kata 'iya' dengan suara yang sedikit pelan.


Adi menoleh kearah Kesy, sedikit penasaran dengan kejadian di apartemen saat semua orang meninggalkan nya.


"Hmm bagaimana keadaan Mama Kes? Apa sudah baikkan dengan Papi kamu?"


Kesy menggelengkan kepalanya, masih berdiri bingung di depan pintu kamar yang masih terbuka lebar.


Adi yang mengetahui gadis cantik itu tampak gugup, dia berdiri menghampiri Kesy.

__ADS_1


"Kenapa hmm? Apa kamu merasa kurang nyaman?"


Kesy menelan ludahnya sendiri, lagi-lagi dia hanya mengangguk dan menggelengkan kepalanya.


Adi sedikit membungkuk, agar Kesy tidak merasa kedinginan untuk naik ke punggung nya, agar membawanya duduk di sofa ...


"Bang, besok Kesy ada kelas. Kesy takut jika libur sehari, dosen akan menghubungi Mama. Abang tahu sendiri Mama galak banget sama Kesy," ucapnya enggan untuk menaiki punggung Adi.


Adi menoleh kearah Kesy, menatap wajah cantik yang sangat lugu dan cantik itu.


"Jangan takut, ada Abang di sini yang akan selalu bersama kamu. Yang penting kita kesini untuk menghabiskan waktu bersama, mumpung Abang cuti. Abang juga lagi bete banget! Laura ..."


Adi menghentikan kalimat itu, agar tidak membahas tentang Laura lagi.


Kesy mengangguk setuju, dia juga butuh ketenangan dari tekanan Mama Lyra selama ini. Toh tidak seorang pun ada yang tahu dia tengah menghabiskan waktu bersama orang yang dia cintai.


Kesy memberanikan diri untuk memeluk Adi dengan erat, sebagai penghangat nya malam ini.


Adi tersenyum tipis, mendengar ucapan gadis kecil yang ternyata diam-diam menaruh rasa pada nya.


"Kesy mau kita ngapain? Apakah kamu siap menikah di usia muda dan akan mendapatkan tantangan terberat dari Mama? Mungkin juga Papi, atau bahkan seluruh keluarga besar kita?" tanya nya selayaknya pria dewasa.


Kesy hanya mengangguk-angguk, tanpa mau menatap mata pria yang masih dalam pelukannya.


Adi yang ternyata dalam kegalauan luar biasa sedikit merenggangkan pelukannya, agar dapat melihat mata gadis kecil yang benar-benar jatuh hati padanya.


"Jika benar kamu jatuh hati, apa kamu siap memperjuangkan cinta kamu untuk Abang? Dan melakukan apa saja, agar kita tetap bersama? Apa kamu bisa membuat Abang benar-benar jatuh cinta, sehingga tidak ada wanita lain di hati ini selain kamu ..." ucapnya sedikit di hantui pihak ketiga.


Jantung Kesy semakin berdegup kencang, bahkan sulit sekali dia untuk tidak mencium bibir pria yang semakin lama semakin mendekat, dan semakin membuat rasa penasaran nya membuncah di kepala.


Perlahan dia menganggukkan kepalanya, "Kesy akan melakukan apapun untuk Abang. Karena hanya Abang yang mampu menenangkan jiwa Kesy selama ini ..." bisiknya pelan dengan wajah kedua insan itu semakin mendekat.

__ADS_1


Adi merangkul lembut pinggang Kesy agar semakin mendekat dengan tubuhnya, untuk memberikan kehangatan karena cuaca sangat dingin di luar sana.


Dengan jantung yang bergemuruh, seperti saat pertama kali dia melakukan hal itu dengan Laura, Adi memberanikan diri mellumat bibir manis Kesy yang terasa lembut dan sangat kenyal saat di sentuh.


Kesy menutup matanya perlahan, menikmati ciuman kedua kalinya lebih dalam. Lidaah saling bertautan, kedua tangan hanya berada di dada Adi sebagai penahan rasa takut dan gugupnya sebagai gadis belia yang masih dalam pengawasan orang tua.


Adi yang tengah di landa kegalauan hati sangat luar biasa, hanya mencoba untuk mengalihkan pikirannya, agar tidak terlarut pada keputusan pembatalan pertunangannya.


Sengaja Adi menahan tengkuk Kesy, untuk memperdalam ciuman mereka yang semakin lama semakin menimbulkan gairah yang luar biasa.


Terdengar suara dessahan dari bibir mungil yang bergetar, saat sekujur tubuhnya seperti melayang terbang, ketika Adi perlahan mellumat leher indah gadis yang belum genap 18 tahun itu dua bulan lagi.


Kecupan-kecupan kecil, Adi ciptakan sehingga membuat bulu halus di tangan gadis itu meremang bahkan semakin memperkuat genggaman nya pada baju kaos yang Adi kenakan.


Dengan tatapan mata yang sendu, kedua insan yang tengah di mabuk hasrat itu, hanya mampu saling menautkan kedua lidah yang semakin lama semakin lincah Kesy gerakkan.


Adi menggeser kan anak rambut yang terkadang menghalangi ciuman mereka, perlahan dia selipkan di telinga gadis cantik itu.


"Jika kamu tidak nyaman, atau ingin berhenti bilang saja. Jujur Abang sangat menyukai wangi tubuh mu, sayang ..."


Adi semakin buas menciumi leher Kesy, perlahan menyandarkan tubuh yang semakin melayang tak kuasa untuk melawan apalagi menapaki lantai kamar yang semakin dingin menusuk tulang.


Dia menggendong tubuh ramping itu, tanpa melepaskan ciuman mereka yang semakin menjadi candu.


"Banghh ..." desaah Kesy terdengar semakin membuat hasrat Adi semakin menggila.


"Bersuara saja sayang! Abang akan melakukan dengan sangat baik, sebagai ikatan kita berdua ..."


Kesy semakin terlena dengan kecupan-kecupan Adi semakin membawanya terbang, saat bibir pemuda yang dia cintai menyentuh gundukan kenyal yang masih terhalang oleh benang di tubuh mulus gadis belia nan indah rupawan ...


Adi kembali menatap lekat mata sayu Kesy, yang tak mampu menyembunyikan sebuah hasrat ...

__ADS_1


__ADS_2