Perjaka Untuk Janda

Perjaka Untuk Janda
911 urgent


__ADS_3

Air mata belum juga mengering dari mata indah Kesy, yang mendapatkan perlakuan laknat dari Adi suaminya hingga pukul 10.00 pagi waktu setempat.


Sejak tadi pria itu benar-benar berbuat jahat pada Kesy. Bagaimana mungkin gadis belia berusia 18 tahun itu harus menerima perlakuan tak senonoh dari suaminya, sehingga ia tak dapat merasakan apapun saat ini.


Kesy hanya bisa menahan rasa sakit, yang teramat sangat setelah mendapatkan hantaman kasar dari milik Adi serta alat yang sangat menjijikkan di bagian intinya secara bergantian, sehingga membuat gadis itu mengalami pendarahan yang belum di sadari oleh suaminya sendiri.


Saat ini posisinya, Adi telah terkulai lemas, setelah tujuh kali mencapai pelepasannya, membuat tubuh mungil Kesy menggigil karena belum mendapatkan asupan makanan apapun sejak tadi.


Hanya kesadaran yang Kesy miliki saat ini, untuk mencari keberadaan handphone miliknya.


Kesy mencoba berdiri dalam keadaan tanpa sehelai benangpun, meraih tas kecil yang terletak di meja rias kamar hotel, dengan langkah bergetar, darah berceceran yang keluar dari bagian intinya, membuat dia harus segera memberi kabar pada Zul.


Tangannya bergetar, merogoh handphone dari dalam tas kecilnya, tak memperdulikan tubuh yang mengkilap karena keringat yang sangat menjijikkan.


Bergegas Kesy menulis pesan singkat yang berisikan ...


[911, urgent ...]


Kemudian share lokasinya saat ini, untuk menjemput dan memberikan pertolongan padanya ...


Saat semua pesan terkirim, dengan wajah ketakutan, Kesy menoleh kearah Adi, dan mengambil foto pria brengsek yang berstatus suaminya tersebut, kemudian mengirimkan kembali pada Zul.


BHUUG ...!


Tubuh Kesy jatuh tak sadarkan diri di lantai kamar hotel, tanpa sepengetahuan Adi yang masih terlelap.


.


Di kediaman Ahmad Maeta, Zulmaeta tengah meradang pada sang Mama, karena dengan tega mengirimkan uang pada Adi tanpa sepengetahuan kedua pria yang berkuasa di rumah sakit tersebut.

__ADS_1


"Zul! Mama tidak mau Adi itu salah langkah!" tegas Eni masih membela Adi.


Zul menantang wajah Eni, tak menyangka bahwa sang Mama telah tega membohongi mereka selama ini ...


"Dengar Ma! Adi itu, sudah di pecat dari penerbangan Lutfhansa, makanya dia mau pindah ke penerbangan dalam negeri! Dan dia memiliki raport buruk dalam pekerjaannya enam bulan ini. Makanya dia hanya bisa menunggu karena di nonaktifkan sampai keputusan penerbangan memberi izin, untuk menariknya kembali! Semua Zul tutupi agar Mama tidak kepikiran! Adi mengalami tekanan, dan dia memiliki kartu kuning!"


Sontak pernyataan Zul membuat kaget kedua orangtuanya, bagaimana mungkin seorang Adi yang terlihat normal mengalami tekanan jiwa dan hal semacam itu.


Lyra yang duduk di samping Zul, hanya terdiam mendengar penjelasan suaminya.


Selama ini mereka menutupi status Adi, karena berharap semua akan baik-baik saja. Adi merupakan pria gagal, yang di ketahui Zul dan Lyra setelah menikahkan putrinya dengan pria yang tidak tahu diri tersebut.


Ada penyesalan bahkan sangat menyesakkan, saat melihat semua bukti yang di berikan oleh maskapai penerbangan Lutfhansa, sebelum mereka terbang ke Hawaii.


Namun, Zul berharap ... Semua akan baik-baik saja jika Adi menikah dengan Kesy, dan terlihat sangat bahagia, bahkan sembuh dari gangguan kejiwaannya.


Menurut para sahabat, Adi tidak bisa mendapatkan tekanan dalam pekerjaan dan tingkat stress yang tinggi melebihi batas normal otaknya, karena mendapatkan tuntutan dari sang Mama yang ingin melihat Adi tumbuh seperti Zulmaeta.


Maka dari itu, Laura berpikir dua kali untuk menikah dengan Adi, dan memberi ruang untuk memiliki hubungan gelap sebuah pengkhianatan, agar terlepas dari Adi.


Di tambah kehamilan Laura yang diakuinya sebagai anak Adi, hanyalah untuk mendapatkan keuntungan dan identitas dari anak yang ada dalam kandungannya.


Kondisi Laura dan Adi sama, tekanan pekerjaan mereka, membuat keduanya lebih gila dalam berfantasi dan hidup hedon selama ini, tanpa memperdulikan masa depan mereka.


Lebih cocok dikatakan, besar pasak daripada tiang, karena penghasilan dari penerbangan berbanding terbalik dengan semua gaya hidup kedua-nya yang selalu bermewah-mewah.


Satu hal lagi kapasitas otak yang dimiliki Adi sangatlah berbeda dengan Zul. Putra kandung Ahmad dan Eni ini memang tumbuh dari keluarga terpandang dan terlahir dari bibit yang baik, juga sehat.


Sangat berbeda dengan Adi. Menurut hasil test terakhir pilot tampan itu, masih mengalami perubahan dalam psikologinya, yang menunjukkan bahwa ketidakmampuan untuk menikahi seorang Kesy, karena keadaan finansial yang belum mapan, namun keadaan berkata lain.

__ADS_1


Selama ini Eni lah, yang memberikan semua fasilitas uang saku, dengan berbagai macam alasan yang disampaikan nya pada sang Mama, tanpa sepengetahuan Ahmad juga Zul.


Semua bukti itu, kini ada dalam genggaman Zul, dan membuat Eni pusing tujuh keliling, ditambah dia tidak mengetahui dimana keberadaan anak angkatnya tersebut. Ditambah uang dua milyar sudah ada di rekening pria muda tersebut.


Ahmad hanya bisa menggeram, karena kesal dan kecewa pada sang istri. Sehingga sempat mengancam Desti selaku manager keuangan di rumah sakit ibu dan anak tersebut.


Desti hanya bisa menunduk takut, di ruang keluarga kediaman Ahmad, sementara semua berkas ada di atas meja, dari laporan keuangan, hingga bukti karier Adi yang di ambang kehancuran.


Lyra duduk di samping Desti, sementara Ahmad dan Eni duduk di sofa yang terpisah.


Zul masih berdiri, tak mengacuhkan pesan handphone yang bergetar dua kali sejak tadi, yang memberi sinyal 911, karena masih emosi atas kecerobohan sang Mama.


"Ini yang Mama bilang sayang sama anak? Mama justru menjerumuskan dia ke lembah neraka jahanam. Berapa tahun dia tinggal bersama Laura? Tujuh tahun hidup kumpul kebo, kemudian di khianati Laura, dan merebut kehormatan Kesy putri Zul, terus seenaknya dia bilang sama Mama, bahwa dia di goda Kesy!? Itu kan yang dia bilang sama Mama??"


Eni mengangguk membenarkan perkataan Zul, melirik kearah Lyra.


Zul melanjutkan ucapannya ...


"Setelah menikahi Kesy, apa yang dia lakukan? Dia justru ingin menikahi Laura! Wanita yang jelas-jelas sudah mengkhianatinya, justru mau menikahi! Darah siapa itu, Ma? Sama dengan darah binatang yang ada dalam dirinya. Kali ini, jika Zul mengetahui dimana keberadaan Adi, dan melakukan hal aneh pada Kesy, hari ini juga Zul akan mengirim dia ke penjara! Silahkan Mama lihat, bagaimana Zul melindungi anak dan istri, Zul. Bagi kami tidak masalah pindah ke rumah lain, mungkin sudah saatnya kami memiliki rumah di Berlin, tapi bukan karena hasutan anak laknat ini!"


Eni yang tak kuasa mendengar kekesalan Zul hanya bisa menangis, meratapi kebodohan dan menyesali semua perbuatannya. Sejujurnya dia benar-benar terlena pada ucapan Adi, yang selalu menjelekkan Kesy serta Lyra selama ini padanya.


Ahmad hanya diam, dia tidak begitu mau bicara banyak, karena telah mengatakan semua kecurigaannya pada Zul sejak malam tadi, kini harus mengambil tindakan sebelum semua terlanjur hancur dan mengorbankan semua keluarga karena sikap Adi yang ternyata memiliki gangguan kejiwaan.


Lyra menoleh kearah suaminya, memberi kode karena sejak tadi handphone Zul menyala dan memberi tanda merah, seperti layaknya pesan dari pasien yang ingin melahirkan.


"Hun ... Pesannya di buka dulu, mungkin urgent."


Zul menyalakan layar handphone miliknya, membulatkan kedua bola matanya dengan rahang mengeras, mencari titik keberadaan lokasi adik laknatnya saat ini ...

__ADS_1


"Pa ... Zul pergi dulu!" matanya berkaca-kaca menoleh kearah Lyra, dengan nada suara bergetar, "Sayang, kamu ikut dengan aku! Kita selesaikan semuanya hari ini juga!"


Sementara Eni dan Ahmad saling bertatapan, merasa khawatir apa yang terjadi karena sesungguhnya perasaan mereka berkecamuk kali ini, hanya bisa bertanya, "Zul ... Ada apa?"


__ADS_2