Perjaka Untuk Janda

Perjaka Untuk Janda
Mendengar ucapan Lyra


__ADS_3

BRAAAK ...!


Seketika pintu restoran ruang VIP terbuka dengan lebar dihadapan Lyra dan para tamu lainnya. Sontak ini merupakan kejutan luar biasa saat melihat situasi yang awalnya hangat dengan tawa canda, mesti melihat kejadian yang sangat mengejutkan bagi para pengunjung yang ada disana.


Tak sedikit orang yang mengabadikan momen itu, sehingga pemilik restoran bergerak cepat agar kondisi tetap tenang dan kembali seperti awal.


Aldo yang mendengar dan melihat kejadian itu, berlari mendekati untuk mencari tahu apa yang terjadi sebenarnya.


Benar saja, Riche sudah berdiri dihadapan Lyra yang tengah duduk menikmati makan siangnya, dengan raut wajah garang membuat wanita merupakan mantan kakak ipar itu tersentak kaget saat mendengar pintu ruang VIP mereka terbuka lebar.


BRAAAK ...!


Riche mendobrak meja dan menggeram menantang sang mantan kakak ipar yang masih duduk menatapnya.


"Cepat serahkan sertifikat rumah itu! Karena itu milik Abang ku! Kau hanya seorang wanita rendah yang tidak memiliki perasaan malu. Bahkan sangat murahan dengan kau menjual dirimu sendiri demi menikahi seorang pengusaha. Wanita seperti apa kau!?" Riche mendengus melihat makanan yang terhidang dengan sangat banyak, dan terlihat sangat lezat.


"Satu lagi, kami tidak akan tinggal diam untuk mengambil Kesy dari kau wanita jallang!"


Byuuur ...!


"Aaaagh ...!" Lyra terhenyak menerima perlakuan keluarga mantan suaminya yang sengaja membuat malu padanya.


Riche menyirami Lyra dengan gelas minuman yang tidak tahu milik siapa dengan sangat cepat.


Lyra berdiri tegak dengan sangat berani, berusaha membela dirinya untuk melawan. Dengan cepat juga wanita itu mengguyur kan gelas minuman yang sejak ada dalam genggamannya, seketika langsung membalas jambakan Riche yang terjadi tadi pagi.


Lyra menggeram seketika berbisik, menarik kepala Riche yang ada di hadapannya agar lebih mendekatkan wajah mereka.


"Dengar jallang ...! Jika aku wanita rendah ... Kenapa aku yang kau hina? Kenapa aku yang kau sakiti? Sesungguhnya, kau lah yang jallang dan rendah! Karena kau tidak memiliki apapun! Satu lagi, jangan pernah kau menyentuh putriku karena aku akan melakukan hal yang tidak pernah kau ketahui siapa aku sebenarnya. Tadi pagi kau boleh menghinaku di depan kantor ku! Kali ini kau berada dikandang macan Nonya ...!" senyuman Lyra menoleh kearah Dony yang sangat mengetahui siapa mantan istrinya.


BRAAAK ...!


Dengan kuat Lyra mendorong kepala Riche hingga terjerembab kelantai, membuat wanita itu tak kuasa untuk mengeluarkan suara lantangnya lagi.


Luna yang melihat kejadian itu, hanya bisa menelan ludah, karena takut tersakiti seperti wanita kurus yang ada dilantai restoran dihadapan semua orang.


Lyra mendekati Dony yang berdiri persis didekat pintu masuk, menatap tajam kearah pria itu, merampas kunci mobil yang ada di saku celananya.


"Aku sudah berlaku baik padamu mantan! Ingat Don, kita bercerai talak tiga! Dan kamu tidak pernah menafkahi aku selama dua tahun lebih lahir dan batin. Aku mau kamu jujur sama aku, apa salah ku padamu, Don! Apa!?" teriaknya tepat diwajah mantan suaminya.

__ADS_1


Dony melihat sekeliling mereka, semua mata tertuju pada keributan itu, sehingga menjadi bahan tontonan semua tamu dan banyak yang mengabadikannya.


"Lyra ... Ini sangat memalukan! Please ...!" mohon Dony agar Lyra mau mengembalikan kunci mobil yang diambil mantan istrinya.


Lyra menyunggingkan senyuman tipis namun sangat membunuh perasaan Dony selaku mantan, yang mengetahui bagaimana wanita cantik itu kala emosi.


"Malu!? Seharusnya dari awal kau berpikir sebelum bertindak, brengsek! Kau tahu luka hati ku? Luka Kesy? Luka yang sangat menyakitkan, Don! Tapi aku melakukan semua demi kita! Apa yang aku dapat? Pengkhianatan, penghinaan, yang sangat menyakitkan perselingkuhan mu dengan wanita tua itu, Dony! Apa salah aku padamu!" teriak Lyra terdengar frustasi.


Lela yang melihat sahabatnya seperti itu, berusaha menenangkan Lyra agar dapat menyelesaikan masalah interen mereka dengan baik, "Beib ... Kendalikan emosi mu ..."


Lyra menangis' sejadi-jadinya, dia tak kuasa membendung rasa kecewanya terhadap Dony. Yang tidak pernah mengetahui apa penyebab pasti perceraiannya. Sehingga harus menerima kenyataan pahit yang sangat memilukan.


"Jawab Don! Apa salahku padamu!?" teriak Lyra lagi.


Aldo yang tampak tengah menunggu Zul sahabatnya bergegas menjemput pria muda itu ke parkiran saat melihat mobil sport merah menyala itu memasuki wilayah restoran. Sesegera mungkin dia menjemput sahabatnya untuk melindungi kekasih Zul, yang menerima perlakuan buruk dari seorang wanita yang dekat dengan Luna.


Zul merangkul bahu Aldo, memasuki area restoran dan masih mengenakan baju operasi saat melakukan tindakan kedua. Pakaian biru yang belum sempat dia ganti, karena harus terburu-buru saat menerima kabar dari Aldo melalui telepon selulernya.


"Dimana Lyra?" tanya Zul melihat kerumunan para tamu.


Namun seketika akan mendekati istrinya, Zul mendengar ucapan Lyra yang mengatakan bahwa wanita dewasa itu masih mencintai Dony yang merupakan mantan dihadapan para pengunjung restoran.


"Mulai saat ini, jangan berharap aku akan memberikan apapun pada mu! Karena kau tidak pernah menghargai hasil jerih keringat ku selaku mantan istri!" tangis Lyra lagi.


"Lyra, jika waktu bisa diputar aku yang akan mencabut semua tuntutan perceraian kita. Aku menyesali semuanya. Kembali pada ku Lyra, kita buka lembaran baru karena aku tahu perasaan mu masih seperti dulu pada ku," ucap Dony masih belum mengetahui keberadaan Zul.


BHUUUUG ...!


Satu pukulan, melayang tepat diwajah Dony, membuat retak rahang pria tua itu seketika.


"Aaaagh ...!" teriakan orang-orang.


"Zul ...!"


Dengan cepat Lyra memeluk Zul agar tidak meneruskan pukulan itu dihadapan semua orang, terutama di restoran sahabatnya Aldo.


Zul menginjak kaki Dony yang kecil, "Jangan berharap kau bisa merebut kembali istri ku! Dan jangan berharap kalian akan mendapatkan semua yang di miliki istriku sepenuhnya. Mulai saat ini, kau berhadapan dengan ku tua bangka! Cukup selama ini aku diam, berbuat baik, tapi sama sekali tidak kalian hargai. Mulai saat ini aku musuh mu!" ucapnya terdengar tegas dan garang.


Lyra mendongakkan kepalanya, menatap kearah mata Zul yang tajam menyiratkan kecemburuan. Terdengar nafas yang menderu bahkan jantung yang berdegup kencang membuat wanita yang masih memeluk tubuh kekar itu sedikit ketakutan.

__ADS_1


"Zul ..." tatapan Lyra seolah-olah takut akan kehilangan kebaikan pria gagah itu.


"Kita pulang!" Zul menarik tangan Lyra.


Sebelum Zul meninggalkan restoran milik Aldo, dia sempat berbisik pada sahabatnya itu, "Aku akan mentransfer semua kerugian mu. Bereskan pria brengsek itu, sebelum dia meminta istriku kembali. Tolong kamu museum kan mobil buruk itu ..." tunjuknya ke parkiran luar.


Lyra yang tak mampu berkata-kata, hanya meminta maaf pada Pak Sardi selaku atasannya, dan memberi kode dari tatapan mata pada Lela.


Luna tak mampu berbuat apapun, dia melihat kesungguhan Zul dalam memperjuangkan cintanya yang telah tidak ada untuk dirinya, "Aaagh ... Cinta Zul jelas hanya untuk seorang janda itu ..."


Gadis itu membantu Dony dan Riche, namun terlihat bingung akan pergi dari sana menggunakan kendaraan apa, sementara kunci mobil Dony ada ditangan mantan istrinya yang sudah di bawa pulang oleh, Zul.


"Aaaagh ... Shiiit! Damn it ...!"


_____


Hai hai hai ...


Selamat hari Minggu ...


Terimakasih banyak atas kunjungannya, terus dukung karya othor pemes ...🙏🌹


Agar rajin update, dan terus menyelesaikan cerita ini disini. 🥰😘


Pesan Author Pemes untuk para reader.


Terimakasih atas kunjungannya....


Kali ini saya sebagai author akan memberikan give pada pecinta Perjaka untuk Janda...


Silahkan untuk meninggalkan vote dan hadiah terbaik mu.


Putaran kedua sedang berlangsung, author akan mengirimkan paket internet untuk para reader yang selalu setia, berdasarkan top fans... 1, 2 dan 3.


Berlaku sampai dengan 30 Agustus 2022. Cemungut....🎉👍💪🌹


Salam Author Pemes


Tya Calysta...

__ADS_1


__ADS_2