Perjaka Untuk Janda

Perjaka Untuk Janda
Menceraikan mu ...


__ADS_3

Kesy terlena, benar-benar terlena dalam permainan Adi yang sangat membuatnya mabuk kepayang. Sehingga dia dapat melupakan beban pikiran yang tengah menimpa nya.


"Sekali lagi Abang tanya, apa kamu yakin kita akan melakukan sejauh ini, sayang ...?" bisik Adi pelan sambil mencari titik-titik sensitif Kesy yang berada di bagian telinga belakangnya.


Kesy hanya mengangguk kecil, meremas kuat tubuh pria yang berprofesi sebagai pilot itu untuk pertama kalinya.


Adi tersenyum tipis, dia enggan mengehentikan semua yang telah dia mulai kali ini, 'Aku akan melupakan semua tentang Laura, dan akan selalu bersama mu gadis ...'


Kecupnya semakin gila, sambil melepaskan semua yang menjadi penghalang di tubuh mereka berdua.


Perlahan Adi melepas pengait penyanggah bagian kenyal yang terasa sangat kencang dan memainkan perannya sebagai bayi besar yang semakin dahaga.


Tubuh Kesy seketika melemah, kakinya tak kuasa untuk menopang tubuhnya sendiri.


Bergegas Adi menggendong tubuh indah yang hanya tersisa celana jeans dengan baju yang telah terlepas, untuk menikmati bagian kenyal yang sangat pas di jemarinya ke atas peraduan berwarna putih dan bersih.


"Hmmfh ... Banghh Adhh-ii ..."


Kepala Kesy medongak keatas, menikmati sentuhan lidah yang melilit di atas puncak yang terasa semakin kencang, saat dua tangan membelai lembut yang dapat menghangat kan tubuh yang meliuk-liuk bak penari ...


Adi semakin buas, kali ini pandangannya semakin berkabut, hasrat kelaki-lakiannya tak mampu menahan gairah agar dapat membawa gadis cantik itu masuk ke dunia yang sangat indah.


Perlahan wajahnya semakin turun mengecupi perut, pinggang, dan membuka celana jeans itu dengan sangat mudah nya.


Kesy benar-benar terbuai oleh semua yang di lakukan Adi pada tubuhnya, sehingga membuat dia menggeliat liar, ingin merasakan hal yang pernah dia dengar dari beberapa bibir sahabat wanitanya saat berada di kampus.


Kini Adi di hadapkan dengan satu pandangan yang sangat membuat semua pria itu semakin mabuk, dan mampu melakukan apapun demi mendapatkan bibir indah yang masih tertutup rapat dengan benang basah karena hasrat yang semakin menggila.


Adi membuka pelan bagian sensitif Kesy. Perlahan dia kembali naik keatas dan menatap wajah cantik yang terengah-engah dalam mengatur nafasnya yang tidak beraturan.


Tangan kiri Adi mengusap lembut kepala Kesy, sementara tangan kanannya mengusap bagian di bawah sana, agar tidak merasakan kesakitan nantinya. Jemari sengaja bermain-main di bawah sana, membuat Kesy berteriak keras meremas kuat bahu Adi yang dengan mulut ternganga lebar.


Adi kembali mellumat bibir ranum itu untuk kesekian kalinya, bertukar salivanya, sambil menikmati rintihan indah yang keluar dari bibir mungil tersebut.

__ADS_1


Adi menghentikan ciumannya, dengan nafas tersengal-sengal, dia kembali bertanya, "Apa kamu yakin akan melakukan hal ini untuk pertama kalinya ...?"


Kesy mengangguk, dia tak kuasa menahan rasa luar biasa indahnya, saat jemari Adi memainkan bibir indah di bawah sana yang membuat nafasnya semakin penasaran untuk melepaskan pertama kalinya ...


"Banghh ... Aaagh ... Aaaagh ..."


Seketika tubuh itu menegang dan meremas kuat lengan Adi yang masih terbuai dengan pesona wajah Kesy saat mencapai pelepasan pertama kali.


Adi mengehentikan gerakan tangannya. Dia termenung sejenak ...


'Apa yang telah aku lakukan dengan gadis ini? Aku tidak kuat melihat dia terus menderita. Apa aku harus melakukannya dan membawa nya pergi ...?'


Adi memejamkan matanya, namun benda yang telah mengeras sejak tadi masih saja memberontak di bawah sana, membuat dia semakin bergairah karena mendengar rintihan Kesy yang mengakui keindahan permainan sang pria yang dia cintai.


"Emang begini indahnya bercinta, Bang ...?" bisik Kesy di telinga Adi.


Adi memiringkan tubuhnya, tersenyum tipis, mengadu puncak hidung mereka berdua, "Kamu sudah mendingan? Mau mencoba yang lebih dari ini ...?" tanyanya sambil melepaskan semua yang menjadi penghalang di tubuh kekar itu sendiri.


Adi mengarahkan tangan halus dan lembut itu, tanpa harus bertanya.


Kesy berteriak keras saat merasakan benda itu bergerak-gerak dan membuat dia sedikit penasaran walau takut.


"Apa muat jika masuk ke sini?" tanyanya dengan wajah lucu menunjuk kearah lembah surga yang masih terasa basah ...


Adi yang mendengar penuturan yang semakin membangkitkan gairahnya, karena rasa penasaran sang gadis, memulai aksinya.


Dia kembali mellumat bibir merah yang masih menyambutnya dengan hangat, bahkan membuat tubuhnya semakin memanas karena gairah yang semakin memuncak hingga ke ubun-ubun kepalanya, secepat kilat dia turun, untuk memberikan sensasi yang berbeda bagi Kesy, agar lebih enjoy tanpa perasaan takut saat semua itu terjadi.


Kesy semakin berteriak keras, saat Adi swmakin aktif di bawah sana, sambil memainkan dua benda kenyal yang terasa semakin kencang ...


"Aaaagh ... Aaaagh ...!"


Adi yang tak mampu menahan rasa, setelah puas mempermainkan tubuh indah yang benar-benar terasa sempurna dan sangat menarik hasrat kelaki-lakiannya, meletakkan benda keras yang siap menembus pintu surga yang di aliri gairah cinta luar biasa ...

__ADS_1


Tanpa ragu Adi sedikit mengangkat kaki kanan Kesy agar merasa nyaman, walau akan tetap merasa sakit, perlahan dia menghentakkan pinggulnya, membuat gadis itu berteriak keras, menutup kedua matanya sehingga terlihat air mata yang mengalir ...


Kesy menutup refleks kedua kakinya, namun di tahan oleh tangan Adi, agar gadis itu dapat terbiasa di bawah sana ...


"Banghh, hmmfh, stophh ... Ini sakit banget ..." isaknya.


Adi yang tak kuasa membendung hasratnya, "Tahan sayang, sedikit lagi! Abang janji, setelah ini kamu akan merasa nyaman ..." kecupnya lembut di leher Kesy, kembali memberikan sensasi luar biasa di puncak kenyal yang masih berwarna pink kemerahan.


Tanpa menunggu lama, Adi menghentakkan kembali pinggulnya, dan ...


"Aaagh ... Banghh ... Sakit ..."


Kesy menggigil, menggigit bibirnya kuat, menahan perih yang tak bisa di ungkapkan dengan kata-kata.


"Sakit Bang ..." isaknya meremas kuat punggung Adi yang mulai menggerakkan pinggulnya perlahan.


Namun, rasa perih yang dia rasa beberapa detik lalu, kini berakhir dengan dessahan yang mengerang meminta dan terus memintanya ...


.


Sementara di apartemen kediaman Zul dan Lyra, tengah berdebat panik kedua pasangan suami istri yang tengah mencari Kesy, karena tidak menemukan keberadaannya di dalam kamar apartemen itu.


Waktu menunjukkan pukul 04.00 dini hari waktu Berlin.


"Di mana Kesy, Lyra! Di mana dia!!" bentak Zul, karena merasa khawatir dengan kondisi putri tirinya saat ini.


Kesy yang masih dalam pengawasan dokter spesialis psikolog, karena terganggunya kejiwaan sang putri semenjak kematian Dony, kembali murka pada Lyra.


"Dengar Lyra! Sekali ini, jika terjadi sesuatu pada Kesy, aku tidak akan pernah memaafkan mu! Tidak akan pernah!!!" teriak Zul, tepat di depan wajah Lyra yang tengah menangis keras di ruang tamu apartemen.


"Kenapa aku yang salah? Bukankah aku melakukan hal yang benar untuk melindungi putri ku!" bantah Lyra.


Zul menyeringai lebar, "Hooh, jadi Adi yang salah? Gitu! Sekarang kamu cari Kesy, atau aku yang akan menceraikan mu! Dan aku yang mengambil alih hak pengasuhan anak semua nya! Cepat lakukan perintah ku! Sebelum semua terlambat! Kamu yang tahu semua temannya di sini! Kamu yang tahu bagaimana perkembangan dia! Kamu ibu nya Lyra!! Jadi aku ingin, kamu mencarinya!!!"

__ADS_1


__ADS_2