
Bahagia, hanya kata itu yang selalu di ciptakan Claire untuk Kesy. Tanpa di pinta, pria blesteran itu selalu mempersiapkan makan siang untuk wanita bertubuh mungil tersebut.
Seperti siang itu, Claire yang akan menghadiri rapat dengan beberapa kliennya, masih menyempatkan diri membawakan makan siang untuk Kesy.
"Nih ... Hari ini kamu makan sendiri, yah? Jangan terlalu larut pulang ke rumah. Mungkin aku tidak akan kembali ke kantor sore ini, karena ada beberapa pertemuan dengan klien kita," jelasnya sambil mengusap lembut kepala Kesy.
Kesy terdiam, dia membesarkan kedua bola matanya, agar Claire tidak terlalu berlebihan padanya, "Please ... Jangan lakukan ini setiap hari pada ku! Aku bisa memesan makanan di restoran," jelasnya menunduk malu.
Claire mendekatkan wajahnya ketelinga Kesy, "Aku pergi ... Jangan lupa makan tepat waktu. I hmm ..."
Seketika Kesy tersenyum tipis, mendengar kalimat yang ia yakini adalah ungkapan cinta dari seorang pria yang membuat dirinya tersipu malu, dan hari yang penuh warna.
Tentu pemandangan itu, tidak pernah luput dari perhatian Adi, yang selalu melihat mantan istrinya dari kejauhan.
Sudah lebih dari sebulan Kesy bekerja dan menjalin kedekatan yang cukup baik dengan Claire, membuat Clive sedikit kesal melihat saudara kembarnya.
Clive yang tengah duduk di ruangan Adi, hanya melihat dari balik kaca, kemesraan saudara kembarnya dengan Kesy, seketika membuat dirinya sedikit terbakar api cemburu.
"Aku rasa Claire benar-benar serius mendekati gadis itu. Padahal aku sudah mengatakan, bahwa Kesy menjadi milikku, kenapa dia tidak mengindahkan semua ucapan ku?" gerutunya sambil memutar-mutar handphone yang ada dalam genggaman.
Adi menghela nafas panjang, dia sedikit memijat pelipisnya, berkata jujur tanpa di minta, "Kesy merupakan mantan istri ku! Aku telah menyakitinya, sehingga menoreh luka yang sangat menyakitkan untuk dia ..."
Clive terhenyak seketika mendengar ucapan Adi yang benar-benar mengejutkan gendang telinganya. Dia meletakkan handphone dia atas meja dengan pelan, melihat dari balik tirai ruangan Adi yang langsung mengarah pada karyawan perbankan juga beberapa karyawan lainnya, kembali menatap lekat kearah Adi.
Clive bertanya penuh semangat, "Jangan katakan, bahwa kau mengalami patah kaki ini karena ulah mu dengan nya?"
Adi merebahkan tubuhnya agar lebih sempurna di bangku kebanggaannya, menatap langit-langit ruangannya, "Aku telah menyakitinya. Saat ini, aku sakit melihat Claire mendekati Kesy, tapi aku tidak tahu harus berbuat apa. Mendengar kalian membicarakannya Kesy saja aku cemburu. Apalagi melihat perhatian Claire semakin intens pada Kesy," sesalnya meremas kuat kertas putih yang ada dihadapannya.
Clive masih belum bisa percaya atas apa yang diucapkan oleh Adi barusan. Dia tidak menyangka, bahwa orang kepercayaannya sebodoh itu melepaskan Kesy dari genggamannya.
"Jawab aku! Apa yang kau lakukan pada gadis itu? Bukankah dia gadis yang hangat, ceria, bahkan penuh semangat. Apakah kau menyakitinya, sehingga membuat dia benar-benar terluka?" tanyanya semakin penasaran.
Adi terdiam, dia tidak bisa untuk bicara lebih banyak tentang Kesy pada Clive, "Aku tidak mungkin membahasnya dengan mu!"
Clive menautkan kedua alisnya kembali menatap iris mata pria yang menjadi sahabatnya selama ini ...
__ADS_1
"Aku tidak mau tahu apa yang kau lakukan pada gadis itu, tapi aku akan mencari tahu, apa penyebabnya, sehingga kamu tidak berani menemuinya bahkan hanya untuk sekedar menyapa," tawanya menyeringai kecil, berlalu meninggalkan ruangan Adi.
Adi yang sangat mengetahui bagaimana sifat Clive, mengejar pria yang akan mengeluarkan ruangannya ...
"No ... Jangan lakukan itu padaku! Tidak mungkin aku membahas tentang perilaku yang menyimpang pada mu!" ungkapnya sangat mengejutkan bagi Clive.
Clive ternganga, dia sangat paham kemana arah pembicaraan mereka, "What is this? Do you have a disability in doing that? Ooogh God, you better avoid that girl, because she doesn't deserve you!"
(Apa-apaan ini? Apa kau memiliki kelainan dalam melakukan hal itu? Ooogh Tuhan, lebih baik kau menghindari gadis itu, karena dia tidak pantas untuk mu)
Adi terdiam, mencoba membela dirinya, "I will change, but please help me to get back with her, don't let Claire grab Kesy's attention … Please!”
(Aku akan berubah, tapi tolong bantu aku untuk kembali dengannya, jangan biarkan Claire merebut perhatian Kesy ... Tolong)
Clive tersenyum tipis, mendengar ucapan sahabatnya, "Don't you ever say you're going to change, because none of that will ever happen! Find another woman, not her. She is a good girl and very innocent. I just haven't thought about where to start, because Claire really likes Kesy!"
(Jangan pernah kau bilang kau akan berubah, karena semua itu tidak akan pernah terjadi! Carilah wanita lain, jangan dia. Dia gadis baik dan sangat lugu. Aku saja, belum terpikir untuk memulai dari mana, karena Claire sangat menyukai Kesy)
Clive berlalu meninggalkan ruangan Adi, membuat pria itu tampak semakin bodoh, bahkan tak berarti apa-apa di mata sahabat nya.
Seketika, wajah Kesy tiba-tiba berubah dengan tubuh bergetar hebat saat matanya membelalak besar kearah ruangan Adi yang langsung menutup rapat ruangan itu.
Mulut Kesy masih menganga, dia berusaha untuk membasahi tenggorokannya, namun tak mampu ia lakukan saat ini ...
"Bang A-a-a-di ..."
Bergegas Kesy meraih tas dan beberapa perlengkapannya, untuk segera meninggalkan gedung perkantoran tersebut. Tubuhnya seketika pucat, bahkan dia tidak tahu apa yang harus dilakukannya. Kali ini ia tidak dapat mendengar panggilan dari beberapa temannya, yang melihat kejadian tersebut.
"Kes ... Are you oke honey?" tanya salah satu rekan kantornya yang bernama Lusiana.
Kesy tak mengindahkan pertanyaan itu, bergegas meninggalkan tempat duduknya, berlari kencang menuju lift, namun tanpa dia sadari menabrak seseorang yang tak terlihat olehnya ...
BHUUG ...!
"Aaauugh shiiit!" Kesy membereskan tas dan beberapa file yang terjatuh dilantai kantor, dengan tubuh masih menggigil ketakutan.
__ADS_1
Clive menyipitkan matanya, hanya untuk memastikan bahwa yang menabraknya adalah Kesy, karyawan Claire ...
Bergegas Clive membantu Kesy untuk membereskan semua file yang berserakan, sambil melihat wajah cantik Kesy dari jarak dekat.
"Are you sick Miss Kesy? Why do you look so scared like this?"
(Apa kamu sedang sakit Nona Kesy? Kenapa kamu terlihat sangat ketakutan begini)
Tangan Kesy meraih semua berkas yang ada di tangan Clive, sambil menoleh kebelakang, takut jika pria yang ia yakini merupakan Adi itu mengejar kemudian menyakitinya.
Clive lagi-lagi bertanya dengan pertanyaan yang sama, "Are you sick Miss Kesy? Why do you look so scared like this?"
(Apa kamu sedang sakit Nona Kesy? Kenapa kamu terlihat sangat ketakutan begini)
Kesy menggelengkan kepalanya, air mata jatuh tak tertahankan, membuat Clive merasa iba pada gadis bertubuh kecil itu.
Clive menarik nafas dalam-dalam, dia berusaha memberi ketenangan pada Kesy yang masih berjongkok dihadapannya, dengan posisi yang sama.
Clive bertanya perlahan dengan nada sangat lembut, "Bisa katakan pada ku, apa yang terjadi? Atau ada sesuatu yang menggangu kenyamanan mu di kantor ini?"
Kesy yang masih ketakutan, berhamburan memeluk Clive yang tidak siap meraih tubuh ramping itu, seketika ...
BHUUG ...!
Kesy mendekap tubuh Clive yang terjerembab di lantai kantor, membuat dia tampak semakin kebingungan, dengan keringat dingin membasahi keningnya, hanya bisa menengadahkan tangan dengan lebar, dan mendengar ucapan gadis yang menimpa tubuhnya ...
"Aaagh, tolong selamatkan aku Tuan, aku takut, aku melihat dia, dia yang telah menyakiti aku, tolong bawa aku! Tolong Tuan," tangisnya dengan suara bergetar ketakutan.
Clive yang masih menahan tangannya, agar tidak menjadi bahan omongan para karyawan, hanya bisa menepuk-nepuk punggung Kesy untuk menenangkan.
"Tenanglah sayang, tidak ada satu orangpun yang akan berani menyakiti kamu, tapi bisa beri aku ruang untuk bernafas? Karena kamu menekan leher ku, membuat aku tercekik," bisiknya pelan.
Kesy yang masih ketakutan, tak menggubris perkataan Clive, membuat pria itu menggeser kepala Kesy dari lehernya, kemudian memberi isyarat pada seorang karyawan yang melewati mereka berdua, agar membantu gadis itu, melepaskan dekapannya yang mencengkram dengan sangat kuat ...
"Nona Kesy, bangunlah ... Kamu akan aman di sini ..." hanya kalimat itu yang dapat didengar oleh Kesy dari alam bawah sadarnya ...
__ADS_1