
Sudah lebih tiga hari Dony mendekam di tahanan kepolisian, tanpa ada satu orang pun yang mengetahui bagaimana keadaan dia termasuk Lyra mantan istrinya.
Lyra tengah disibukkan dengan kegiatannya siang itu, tanpa bisa menerima panggilan telepon dari Zul yang akan mengantarkan makan siang untuknya.
Saat Lyra masih disibukkan dengan semua berkas yang ada diatas mejanya, setelah dua hari istirahat di rumah, dia menerima kembali tamu yang tidak di undang bahkan tidak mengenal pria yang sedang berdiri didepan pintu ruangannya.
Tiga kali ketukan, pria tegap itu menunduk hormat pada Lyra yang masih menatapnya dengan tatapan bingung.
Lyra bertanya kepada pria tersebut, "Ada yang bisa saya bantu, Pak ...!?"
Pria yang menggunakan baju dinas loreng tersebut terpesona saat memandang Lyra. Bagaimana mungkin wanita secantik ini bisa di ceraikan oleh suaminya hanya karena memilih istrinya ....? Tentu ini menjadi tantangan baru bagi Sakul untuk merebut hati janda secantik Lyra.
"Selamat siang, Nyonya. Bisa saya masuk keruangan, Anda ....?" sapa Sakul menunduk hormat.
Lyra tersenyum ramah, dia berdiri, menyambut kehadiran tamu yang tidak dia kenal untuk berkenalan lebih dahulu.
Lyra menyambut tangan Sakul yang kekar, dia merasa sedikit risih karena tangan kekar itu mengelus lembut punggung tangan janda muda nan cantik rupawan tersebut.
Lyra yang tidak terbiasa di perlakukan seperti itu oleh pria lain kecuali Zul, melepas tangannya dengan tegas.
"Maaf .... dengan Bapak siapa saya berhadapan ....!?" tanya Lyra lembut, mempersilahkan pria itu duduk disofa ruangannya.
Sakul menjawab dengan senyuman lebar nan manis, "Ooogh .... perkenalkan saya Sakul! Tetangga sebelah rumah Ibu."
Lyra menautkan kedua alisnya, sedikit kaget mendengar tentang tetangga sebelah rumahnya. Bagaimana mungkin pria berkisar usia 40an atau bahkan lebih tahu tentang dirinya dan kantor tempat dia bekerja.
"Maaf, Bang ....! Tadi Anda mengatakan tetangga sebelah rumah, saya .... Dari mana Anda tahu saya berkantor disini ....?" tanya Lyra penuh selidik.
Dengan jujur tanpa perasaan bersalah ataupun malu, Sakul menjawab dengan enteng, "Nela istri saya yang mengatakannya. Kebetulan saya baru kembali dari Libanon, dan mengetahui semua tentang keluarga kita."
__ADS_1
Lyra membulatkan bibirnya, tidak menyangka bahwa dia akan kembali dihadapkan dengan kehadiran pihak ketiga yang perlahan sudah dia lupakan.
Lyra mengambil beberapa minuman kaleng, dan makan kecil, memilih duduk di sofa yang tersedia berhadapan dengan Sakul, "Silahkan Bang .... Maaf, saya tidak ingin membahas tentang permasalahan itu. Saya sudah cukup malu karena telah menikah dengan pria pengkhianat, dan Nela istri Abang sudah tega menyakiti putri saya Kesy, yang masih berusia tujuh tahun. Dia wanita atau apa ....? Sama sekali tidak memiliki belas kasih, bahkan tega menyakiti anak saya, sehingga mengalami koma selama seminggu ...!"
Sakul benar-benar tidak mengetahui tentang semua ini. Setahunya Nela masuk penjara kala itu hanya karena warga salah tangkap, dan tidak mengetahui bahwasanya dia seorang istri Panglima TNI. Dia tertegun, dalam hatinya tidak menyangka bahwa istrinya tega melakukan hal itu pada anak usia tujuh tahun.
Sakul menatap nanar kedua bola mata Lyra, "Apa Anda salah orang Nyonya ....? Karena jika benar istri saya melakukan hal itu, saya akan menghukumnya dengan menceraikan nya. Karena saya tidak mendengar cerita sebenarnya."
Lyra menyunggingkan senyuman tipis, "Apa saya perlu menuntut ulang ....? Karena saya sudah mendapatkan hasil CT scan yang akurat. Jika benar Anda siap, saya akan menuntut Nela istri anda, atas dua kasus sekaligus. Pertama, dia telah tega menyakiti Kesy putri saya, kedua .... dia telah melakukan perselingkuhan pada Dony yang kini sudah menjadi mantan suami saya. Saya, tidak main-main jika sudah menuntut. Karena pengacara saya, akan melakukan apapun demi Kesy ....!!" jawabnya simple.
Sontak pernyataan tersebut, membuat Sakul yang hendak memasukkan cemilan kedalam mulutnya, ternganga lebar saat mendengar Lyra akan menuntutnya habis-habisan.
"Apakah Nyonya tidak mengetahui tentang mantan suami Anda yang kini mendekam di penjara ....?" tanya Sakul membalikkan penyerangan pada Lyra.
Lyra tertawa kecil, mendengar celotehan Sakul yang sangat lucu di gendang telinganya, "Hmm .... apakah Anda sudah bersedia juga Nela yang merupakan istri tercinta panglima mendekam di sel tahanan, karena kekerasan pada seorang anak kecil ....? Ini akan merupakan berita terpanas di kota kecil kita. Lebih baik .... Anda melepaskan Dony, sebelum saya menyelesaikan dengan cara tangan sendiri ....!" sombongnya.
Lyra tersenyum, "Saya sudah melihat kehancuran mantan suami saya, belum lama kami berpisah. Jangan sampai, saya mendengar kehancuran Istri Anda dalam satu malam. Saya tidak pernah peduli siapa Anda .... dan apa jabatan Anda ....! Bagi saya, kita semua sama. Silahkan Anda keluar Tuan Sakul, karena saya tidak memiliki waktu yang banyak, untuk melayani Anda saat ini."
Mendengar penuturan Lyra, sontak Sakul yang menggunakan pakaian lengkap, merasa terhina dan tertantang untuk mencoba mengingatkan wanita sombong di hadapannya.
"Dengar Nyonya .... mantan suami Anda adalah Ayah dari putri kalian, saya rasa, tidak seorangpun anak yang mau melihat Ayahnya berada di sel penjara," ancam Sakul pada Lyra.
Mendengar kalimat itu tentu saja Lyra menghubungi Iqbal sahabat sekaligus pengacara yang akan melanjutkan kasus tersebut.
"Saya akan mengirim istri Anda untuk menemani mantan suami saya didalam. Jangan pernah mengancam, karena saya tidak pernah takut untuk berhadapan dengan siapapun, termasuk Anda," jawab Lyra sarkastik.
Sakul terhenyak mendengar ucapan wanita cantik itu, ternyata tidak semudah membalikkan telapak tangan dengan penyampaiannya, membuat wanita di hadapannya agar takut jika diancam seperti itu.
Lyra justru siap dengan apapun yang akan terjadi, karena ada Zul .... selalu membantunya. Dia merasa ada kekuatan yang besar, jika untuk menghadapi kejadian seperti ini.
__ADS_1
Iqbal menjawab panggilan telepon Lyra.
["Ya Lyra ...!"]
["Bal .... bisa kita bertemu? Aku kedatangan tamu seorang panglima yang telah membenamkan mantan suami ku atas kasus perselingkuhan. Kini aku mau istrinya juga mendekam di tahanan, untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya pada Kesy. Biar impas, dan aku bisa bernafas lega!"]
["Baik .... Aku akan segera kekantor kamu, tunggu aku ....!!"]
Mereka menutup sambungan telepon, Lyra menatap tajam kearah Sakul yang tak mampu berkutik lagi.
Sakul menatap wajah cantik Lyra, dia tidak ingin memperkeruh suasana hanya karena kesalahan istrinya sangat fatal, bahkan akan berdampak pada karirnya.
Niat pria bertubuh tegap itu datang, hanya untuk berdamai dan bisa dekat dengan janda kembang yang tampak mempesona bahkan tenang saat mendengar mantan suaminya mendekam di tahanan.
"Hmm .... saya hanya ingin bernegosiasi dengan Anda, Nyonya ....!" ucap Sakul lembut.
Lyra menautkan kedua alisnya, mengangguk setuju. Kali ini, 'jangankan kalah, seri saja dia sudah tidak mau'.
"Katakan .... apa mau Anda, Tuan ....?"
______
Hai hai hai .....
Author pemes mau bagi-bagi judul baru, dari seorang othor rumah tangga bisa menulis cerita tentang 'Magic Rumah Tangga' ... Genre Misteri oleh Danie A ....
Hayuuuk mampir ... sama-sama memberi suport dan saling mendoakan Author di Group Dunia Lain yang sangat berbeda...
__ADS_1