
Sudah lebih dari satu jam Kesy berada di ruangan Clive, yang tidak diketahui oleh Adi ataupun Claire. Pria blesteran itu hanya duduk di sofa single, sambil melihat Kesy diberikan minyak angin oleh salah satu karyawan mereka.
"How is the condition? Is Kesy okay?" tanyanya pada Lusiana yang mengusapkan minyak angin aromatherapy di hidung Kesy.
(Bagaimana keadaannya? Apakah Kesy baik-baik saja)
Lusiana hanya menjawab pelan, "Maybe he's just in shock, sir! Or maybe he caught a cold because he hasn't had lunch yet?"
(Mungkin dia shock saja Tuan, atau bisa jadi masuk angin karena belum makan siang)
Clive menautkan kedua alisnya, dia teringat akan box lunch yang diberikan Claire pada Kesy.
"Hmm, try to get Kesy's lunch on the table. Later when he wakes up I will help him!"
(Hmm coba kamu ambilkan makan siang Kesy yang ada di mejanya. Nanti jika dia siuman saya akan membantunya)
Lusiana hanya menjawab "Ya" dan berlalu dari ruangan Clive.
Clive masih melihat tubuh Kesy, yang masih tertidur, tanpa menunggu lama dia menghubungi Claire, agar segera kembali ke kantor.
[Cepat kembali ke kantor, Kesy pingsan dan kini ada diruangan ku. Aku tidak ingin kau menaruh curiga pada ku]
Hanya kalimat itu yang dapat Clive sampaikan pada Claire, karena dia tidak ingin saudara kembarnya menaruh curiga, ataupun cemburu akan sikapnya yang mengetahui dari orang lain, tentang kondisi Kesy berada di ruangannya.
Clive dan Claire merupakan saudara kembar yang sangat mirip. Hanya alis mereka yang berbeda, Clive memiliki alis yang menyatu, sementara Claire terpisah. Kedua-nya sama-sama memiliki bulu halus, yang mempertegas rahang wajah mereka sebagai pria metroseksual.
Mereka juga sangat sulit mendekati wanita, karena memiliki tipe wanita yang sama, membuat kedua-nya kembali mengalah, dan memutuskan menjadi jomblo sejati hingga saat ini.
Clive tipe pria yang sangat ceria, sangat berbeda dengan Claire, tapi mereka selalu berkomitmen agar tetap terbuka satu sama lainnya, agar tidak berdebat panjang jika menyukai seorang wanita.
Kini kedua-nya sama-sama terpesona dengan Kesy, wanita yang mereka ketahui sebagai seorang gadis yang belum pernah menikah, ternyata Clive lebih dahulu mengetahui tentang status Kesy sebagai seorang janda muda.
"Ooogh Claire ... Aku harap, kau tidak akan kecewa jika mengetahui tentang status wanita ini ..."
Clive beranjak dari sofa, kembali ke meja kerjanya, menunggu Lusiana mengantarkan makan siang Kesy.
__ADS_1
Tak selang berapa lama, Lusiana kembali, membawa box lunch dan meletakkan diatas meja, kemudian berlalu meninggalkan ruangan Clive untuk menyelesaikan pekerjaannya.
Clive yang menyadari bahwa Kesy sudah mulai siuman, dengan melihat tangannya yang mulai bergerak, kembali mendekati wanita cantik itu ...
Perlahan Kesy mengerjabkan kedua bola mata indahnya, melihat sekeliling ruangan yang asing bagi wanita itu ...
Matanya menoleh kearah Clive, yang sudah Kesy ketahui perbedaan pria kembar itu.
"Ooogh kenapa kepala ku masih terasa sangat berat? Maaf Tuan, sepertinya aku harus segera pulang ke rumah, dan segera mengundurkan diri dari perusahaan ini," jelasnya tanpa melihat kearah Clive.
Clive yang mendengar penuturan Kesy seperti itu, mendekati wanita yang benar-benar menarik perhatiannya sejak awal, kembali bertanya pelan ...
"Maaf Kesy ... Apakah ini ada sangkut pautnya dengan Adi? Apakah dia mengganggu mu? Maafkan aku, aku sama sekali tidak mengetahui tentangmu, tapi Adi telah menceritakan kepadaku, bahwa hmm ..."
Clive tidak melanjutkan ucapannya, karena Kesy lagi-lagi memeluknya dengan sangat kuat, membuat Clive menjadi kelabakan dan salah tingkah.
"Please Tuan, jangan pertemukan aku dengan dia, aku tidak ingin bekerja lagi disini, aku mohon, aku mohon padamu ..." tangis Kesy lagi-lagi pecah dalam pelukan Clive, membuat pria itu semakin iba padanya.
Ada sedikit kekhawatiran yang tergambar dalam benak Clive saat mendengar isak tangis Kesy yang masih meremas kuat punggungnya.
Clive merenggangkan pelukannya, mengambilkan tisu yang ada diatas meja, kemudian memberikan pada Kesy.
Kesy menggelengkan kepalanya, kali ini dia tidak ingin melanjutkan karirnya hanya karena seorang Adi.
Takut ... Mungkin itu yang ada dalam benak Kesy saat ini. Kejadian yang sangat menyakitkan itu, masih terbayang sangat jelas dalam benak Kesy. Sehingga membuat dia tidak ingin dipertemukan dengan sosok Adi kembali.
Clive menghela nafas panjang, mengusap lembut punggung Kesy, membukakan box lunch yang sudah di letakkan oleh Lusiana.
"Jangan berpikir yang macam-macam dulu. Sekarang kamu makan, dan aku akan menemanimu. Atau mau aku suapkan?" tawarnya dengan senyuman lebar terlihat sangat menawan.
Kesy mengembung kan pipinya, memajukan bibir mungil terlihat sangat menggemaskan, memperbaiki posisi duduknya, mengatur jarak mereka agar tidak terlalu dekat.
Clive hanya tersenyum, memberi ruang pada Kesy, untuk menyantap makanannya.
Satu jam kemudian, Clive mendengar suara ketukan pintu dari arah luar, menandakan itu adalah ketukan pintu dari Claire. Bergegas dia membuka pintu sedikit, melongokkan kepalanya keluar, memastikan saudara kembarnya tidak bersama Adi.
__ADS_1
Akan tetapi, pikirannya kali ini salah, Claire membawa Adi dan kini mereka ada di depan pintu ruangan Clive.
"Oogh shiiit!" geramnya, melayangkan tangannya kedada dua pria itu, agar menjauh dari ruangannya.
Kembali Clive menoleh kearah Kesy, hanya bisa berkata sedikit gugup, "Ma-ma-maaf Kes ... Aku temuin klien sebentar."
Kemudian Clive berlalu, tanpa menunggu jawaban dari Kesy yang tengah menikmati hidangan makan siangnya.
Clive menatap tajam kearah Adi yang tampak kebingungan dan khawatir dengan kondisi Kesy.
Adi bertanya dengan suara terbata-bata, "Ba-ba-bagaimana kondisi Kesy, Clive? Aku mendengar dari Lusiana bahwa dia pingsan. Apakah a-a-a-aku boleh menemuinya?"
Clive melayangkan kepalan tangan kanannya tepat di depan mata Adi, hanya untuk menggertak pria itu, "Lebih baik kau yang pergi dari gedung ini! Jika kau masih menakut-nakuti Kesy, aku akan menghajar mu! Bahkan membuat mu hidup jadi gembel di stasiun Berlin!"
Claire yang mendengar ancaman Clive semakin penasaran, dia tampak kebingungan, "Hmm ada apa? Kenapa Kesy bisa pingsan? Dan apa hubungannya dengan Adi, Clive? Apakah dia menggoda kekasih ku?"
Clive hanya memberi ruang pada Claire untuk memasuki ruangannya, sambil menarik Adi kembali keruangan pria tersebut ...
"Masuklah, Kesy menunggu mu! Aku akan mengurus anak ini!" tegasnya.
Claire tak menghiraukan Clive dan Adi, baginya Kesy lebih penting daripada kedua pria yang membuatnya semakin kebingungan.
Perlahan Claire memasuki ruangan, melongokkan kepalanya lebih dulu, hanya untuk memastikan bahwa wanita-nya baik-baik saja.
Claire menatap Kesy yang juga menatapnya, tersenyum sumringah, kemudian memasuki ruangan dengan penuh perasaan khawatir, menyambut tubuh Kesy yang langsung memeluknya erat, kemudian menangis sejadi-jadinya.
"Ha-ha-hai ... Ada apa dengan kamu? Apakah ada orang lain yang mengganggu mu?" usapnya pelan pada punggung Kesy.
"Di-di-dia ada di sini. Aku harus berhenti bekerja dari sini, aku tidak ingin melanjutkan karir ku ..." tangisnya semakin keras, membuat Claire semakin bingung karenanya.
_____
Hai hai hai reader terkasih ...
Mampir ke Karya baru yang sangat memilukan ... Tergoda Hasrat Menantu ...
__ADS_1
Terimakasih ... tinggalkan jejaknya, 😍😘