Perjaka Untuk Janda

Perjaka Untuk Janda
Setelah mengenal


__ADS_3

Semua mata warga perumahan masih tertuju pada sosok Dony dan Nela yang masih tertunduk menahan malu. Bagaimana mungkin, kedua pasangan mesum yang masih berstatus suami dan istri orang tersebut dengan sadar melakukan hal nekat seburuk itu. Tentu ini menjadi satu tamparan keras bagi Dony, dan akan kehilangan segalanya karena perbuatan bodoh yang dia lakukan.


Nela, alias nenek lampir duduk di dalam pos security perumahan, di temani Pak ketua. Sementara Boy masih menahan amarahnya karena di lerai oleh warga untuk tidak menghakimi Dony menggunakan stik golf yang sudah ada dalam genggaman.


Tak selang berapa lama, pihak berwajib datang atas laporan Pak ketua, karena telah menggangu kenyamanan atas perintah keluarga Lyra dan warga.


Keduanya di bawa secara paksa, karena mendapat perlawanan dari Nela, yang takut akan terkuaknya identitas diri sebagai seorang istri panglima.


"Lepaskan saya! Saya bisa jalan sendiri...!" Teriak Nela pada salah seorang polwan yang memintanya untuk memasuki mobil patroli.


Sementara Dony, hanya bisa menunduk malu, saat meninggalkan area perumahan atas tuntutan Lyra dan keluarga mantan istrinya.


"Bagaimana ini? Siapa yang akan mengeluarkan ku dari jeruji besi?" Sementara Dony mengetahui bagaimana keuangan Rita dan Riche saudara kandungnya, pikirnya dalam hati.


Lyra memilih keluar dari mobil, menghampiri pihak berwajib agar memproses segera kedua pasangan selingkuh tersebut, "Saya akan menuntut mereka berdua! Pengacara saya akan datang kekantor polisi, ." Ungkapnya sebelum pihak kepolisian meninggalkan perumahan tersebut.


"Siap Bu....! Kami akan menunggu pengacara Ibu di kantor!" Tegas polisi wanita tersebut.


Lyra mengangguk tersenyum puas. Merasa tidak terganggu lagi oleh mereka berdua, dan tidak akan menyalahkan dirinya atas semua yang terjadi. Dia menarik nafas panjang, mengusap lembut wajahnya yang tampak lelah, menghadapi semua permasalahan rumit dalam rumah tangganya.


Hanya karena hubungan gelap Dony dengan tetangga rumah mereka sendiri, entah dari kapan kedua makhluk mesum tersebut menjalin hubungan terlarang mereka, sehingga Kesy menjadi korban.


Lyra melihat jam yang ada di pergelangan tangannya, menunjukkan pukul 05.00. Dia kembali masuk ke dalam mobil, setelah berpamitan dengan para warga terutama Pak ketua yang senantiasa baik padanya selama tinggal di perumahan itu.


Boy, tak kuasa menahan rasa kesalnya. Dia sangat menyesal, karena telah tega meminta Lyra mengakhiri hubungannya dengan Bara kala itu, sehingga putri yang menjadi harapan, menerima pinangan pria sebejat Dony.


Penyesalan itu tampak jelas di wajah Boy dan Lince, namun mereka hanya diam membisu sepanjang perjalanan.


Namun, semua permasalahan mereka belum berakhir. Kesy mengalami shock dan kejang saat mereka akan memasuki kediaman orang tua Lyra.


Lyra tampak panik saat menyambut tubuh putrinya yang mengejang, "Pa.... Kesy Pa! Kesy.... Kesy kejang!" Teriaknya saat melihat anaknya yang sudah berada dipangkuan nya.

__ADS_1


Sontak Boy dan Lince semakin panik, bagaimana tidak.... cucu kesayangan mereka mengalami hal seperti ini, karena kaget dan menoleh kebelakang tanpa melihat kearah depan, stir kemudi entah mengarah kemana.


BRAAAK....!


Semua tampak panik, Boy harus menabrak pohon yang ada di pinggir jalan perumahan menaiki trotoar pagi itu, "Aaagh.... sial...!!"


Lyra hanya bisa pasrah, namun terus mendekap tubuh mungil Kesy tanpa memikirkan bagaimana kondisi mobil pribadinya.


"Jalan saja, Pa! Nanti jika sudah Kesy tenang, kita perbaiki." Perintah Lyra.


Namun, mobil yang dikendarai Boy tidak bisa di nyalakan karena sistem otomatis kembali bermasalah.


Lyra semakin panik, mencari driver online dari aplikasi untuk segera membawa Kesy ke rumah sakit.


"Bertahan, Nak!" Ucap Lyra lirih dan menangis kencang, tangannya bergetar membuat handphone terjatuh di karpet mobil.


Mendengar tangisan Lyra, Boy dan Lince semakin panik, "Sabar Nak, Papa akan meminta pertolongan sama mobil yang berada disini."


Saat jendela mobil terbuka, seorang pria muda melihat wajah Boy yang tampak panik, seraya bertanya, "Ada apa, Pak?"


Boy menjawab dengan terbata-bata, "Na-na-nak.... to-to-tolong cucu Bapak, dia sakit di dalam mobil. Mobil kami menabrak pohon karena panik," tunjuk Boy pada mobil yang terparkir melewati trotoar jalan, dan menabrak pohon yang rindang.


Dengan sigap pemuda tersebut turun dari mobil, menghampiri mobil Lyra untuk memberi bantuan pada Boy yang terlihat sangat lelah.


Saat pemuda itu membuka pintu mobil penumpang yang di belakang sesuai arahan Boy, matanya terkejut karena pernah bertemu Lyra sebelumnya, "Kak Lyra....!?"


Lyra menoleh kearah pemuda tersebut, "Aldo....! Ya Tuhan, Aldo.... tolongin Kesy. Dia kejang, kita bawa kerumah sakit!" mohon nya.


Tentu Aldo menolong, bergegas menggendong tubuh Kesy yang mengalami panas tinggi, membawa ke mobil milik Aldo dengan langkah cepat.


Lyra meminta pada Boy, untuk menghubungi pihak showroom agar menderek mobil mereka, untuk segera di perbaiki. Namun, showroom akan menjemput mobil mereka lebih kurang satu jam lagi.

__ADS_1


Lince mengikuti Lyra, sementara Boy memilih menunggu pihak bengkel atas saran putrinya.


Aldo melajukan kendaraan, membawa ke rumah sakit ibu dan anak, yang merupakan rekan keluarga mereka. Tanpa berpikir panjang dia memberi kabar pada Zul tentang kondisi kekasih hati sahabatnya, tanpa sepengetahuan Lyra.


Kesy masih menggigil, tubuhnya bergetar hebat, menyebut satu kata 'Mama'.


Lyra menangis sejadi-jadinya, tanpa malu karena tidak menyangka akan terjadi sesuatu pada putrinya saat bersama Papa sendiri.


Demi menghargai seorang selingkuhan, dengan sangat tega Dony mengusir putrinya, tanpa memikirkan psikologis anak mereka.


Saat tiba di rumah sakit, mobil Aldo terparkir di depan unit gawat darurat, bergegas dia keluar dari mobilnya menggendong Kesy agar segera mendapatkan pertolongan.


Tentu melihat kehadiran Aldo, setelah mendapatkan perintah dari Zul di seberang sana, Kesy segera di beri pertolongan tanpa banyak bicara.


Tindakan dilakukan sangat cepat untuk menolong buah hati Lyra agar tidak terjadi sesuatu hal yang sangat menakutkan di benak wanita yang berstatus janda tersebut.


Lyra melihat Dokter Kris, yang merupakan dokter spesialis anak terbaik disana, saat membantunya melahirkan kala itu, "Dokter Kris....!?"


Dengan wajah khawatir, Lyra menghampiri Dokter Kris menatap dengan memohon, "Selamat kan anak saya Dokter! Saya mohon....!!"


Lyra menangis saat Kesy di beri alat bantu pernafasan dan di bawa keruangan ICU.


Kesy mengalami penurunan kesadaran karena kondisi yang sangat memprihatinkan, hanya karena perlakuan kasar yang tidak pernah dia terima seumur hidupnya.


Lyra kembali menangis saat melihat Kesy di penuhi alat canggih di ruangan khusus tersebut, "Bertahan sayang. Mama disini untuk Kesy....!!"


Benar saja, layar yang mendeteksi detak jantung Kesy semakin melambat, membuat Lyra tampak frustasi.


Semua penyesalan karena telah memberi ruang pada putrinya, untuk menghabiskan waktu bersama Dony yang menurutnya sangat sayang pada buah hati mereka, ternyata berakhir tragis.


Semua berubah setelah mantan suaminya mengenal sosok nenek lampir yang sangat menakutkan tersebut.

__ADS_1


"Aku akan menuntut mereka hingga di meja Pengadilan," geram Lyra menatap lekat putri kesayangan dari balik kaca ruangan ICU.


__ADS_2