Perjaka Untuk Janda

Perjaka Untuk Janda
Jodoh kita tertukar


__ADS_3

Disudut kota kecil itu duduk seorang wanita muda yang tengah menunggu kabar dari seseorang yang akan memberi informasi tentang Lyra. Wanita berparas cantik juga angkuh masih membayangkan keromantisan Zul saat mengecup bibir janda muda yang dia lihat saat berada dirumah sakit milik Ahmad Maeta.


Luna, gadis berusia 22 tahun yang gagal menikah dengan Zul karena satu kekhilafan. Kesalahan Luna yang membuat Zul meninggalkannya enggan untuk kembali.


Pengkhianatan yang sangat menyakitkan bagi Zul, karena perselingkuhan yang dilakukan Luna dengan pria dewasa yang merupakan Hakim Ketua Pengadilan Agama.


["Bagaimana? Apakah sudah dapat informasi tentang janda itu? Aku tidak ingin wanita itu menikahi dengan Zul!"]


Tegas Luna dari balik telepon.


["Kami sedang melacaknya, Nona....!!"]


["Hmm...!!"]


Mereka mengakhiri telepon. Luna meletakkan handphone miliknya di atas meja. Menanti kehadiran kekasih hati.


Tak selang berapa lama, muncul pria tampan yang usianya cukup jauh darinya. Pria yang sudah memiliki istri tersebut, melangkah mendekati Luna, mencium bibir gadis itu dengan perasaan bahagia.


"Mas Bara.... aku kangen!" rengek Luna memeluk lengan kekasihnya.


Bara mengecup kening Luna, merangkul tubuh ramping semampai itu dengan penuh gairah, "Ada apa memanggil Mas kesini, sayang? Sepertinya kamu lagi ada masalah....!?" tanyanya.


Luna merengek seperti anak kecil yang meminta permen pada sang Papa, "Mantan aku, Mas....! Dia mau nikah....!"

__ADS_1


Bara membulatkan bibirnya, mengusap lembut punggung Luna, mencium bahu terbuka kekasih gelapnya dengan penuh semangat, "Kamu sudah pesan kamar? Bisa kita lakukan sekarang? Mas, ada sidang jam 14.00, jadi masih ada waktu untuk membuat kamu melayang terbang ke awan."


Luna menoleh manja menatap mata Bara, memeluk tubuh kekar kekasih itu menuju hotel yang telah dia pesan. Hotel yang terletak disalah satu mall tersebut, memudahkan akses keduanya untuk melanjutkan hubungan terlarang mereka tanpa sepengetahuan siapapun.


Ya.... hubungan Luna dan Bara sudah berlangsung lama, hingga dua tahun. Backstreet, itulah hubungan mereka karena tidak mendapat restu dari keluarga Luna yang merupakan keluarga terpandang, sama halnya seperti Keluarga Ahmad.


Mereka larut dalam penyatuan cinta terlarang, demi mendapatkan kepuasan surga dunia.


Luna tak henti-hentinya mendessah hebat merasakan kenikmatan luar biasa dengan pria mapan yang telah memiliki dua anak tersebut.


Bara hanya membayangkan, wajah Lyra saat bercinta dengan Luna, karena memiliki postur tubuh yang sama. Mereka mengerang bahkan melakukan berkali-kali hingga melupakan jadwal pekerjaannya.


Bara menatap wajah Luna yang tengah bermanja-manja, "Kenapa kamu begitu cantik, Lyra?" pujian yang ditujukan untuk wanita lain tersebut, membuat gadis itu merasa tidak nyaman.


Bara yang mengetahui perasaan Luna, membuat dia tersadar akan kesalahan yang dia lakukan, "Ooogh, tidak sayang.... itu adalah tim majelis hakim. Ibu Lyra yang selalu mendampingi, Mas. Kamu jangan marah yah?" kecupnya pada buah kenyal berukuran kecil tersebut.


Mereka berdebat, suasana di kamar yang awalnya penuh cinta dan gairah, seketika berubah menjadi panas karena api cemburu.


Berkali-kali Bara membujuk Luna, agar mau memaafkannya, demi mendapatkan hidup yang layak dirantau orang.


Saat mereka tengah berdebat, seseorang diseberang sana menghubungi Luna, memberikan semua informasi pada majikannya.


["Nama janda itu Lyra, Nona. Dia bekerja disalah satu instansi pemerintahan bagian keuangan, dan masih dalam proses perceraian dengan suaminya bernama Dony. Saya mendapat informasi, bahwa janda itu masih memiliki masalah serius dengan mantan suami dan keluarganya. Ada lagi, Nona?"]

__ADS_1


Pernyataan orang suruhannya, membuat Luna melirik kearah Bara. Pikiran gadis itu semakin jauh dalam merencanakan sesuatu.


Luna menutup telfonnya tanpa mengucapkan sepatah katapun, mendekati Bara yang tengah bersiap-siap.


Perlahan gadis itu mengusap lembut punggung telanjang Bara, mengecup punggung itu dengan mengusap telapak tangannya di bagian pribadi pria tersebut.


"Mas, kamu menyebut nama Lyra saat kita selesai bercinta. Apakah kamu mengenalnya?" tanya Luna penuh selidik.


Bara terdiam, dia membalikkan tubuhnya menatap mata Luna dengan segudang pertanyaan, "Hmm, apa kamu mengenalnya? Maaf, Lyra mantan kekasih Mas masa lalu. Tapi dia sudah menikah, dan kini tengah proses perceraian dengan suaminya. Ada apa sayang?"


Luna menarik nafas panjang, "Berarti jodoh kita tertukar, Mas! Dia akan menikah dengan anak pemilik rumah sakit ibu dan anak putra Ahmad Maeta. Kita harus menggagalkan rencana pernikahan mereka. Atau buat wanita itu tidak mampu berbuat apa-apa karena tidak bisa di ceraikan oleh suaminya. Aku ingin kembali ke pelukan Zul, Mas! Karena sama kamu tidak ada kejelasan sama sekali untuk hubungan kita....!"


Mendengar penuturan Luna, membuat perasaan Bara semakin kacau. Bagaimana mungkin, Lyra bisa menjalin hubungan dengan pria lain? Sementara dia masih dalam proses perceraian. Ini akan menjadi hal baru, untuk membuat Lyra tidak mendapatkan hak asuh terhadap Kesy, dan juga rumah yang mereka perebutkan saat ini. Itulah yang ada dipikirannya sebagai hakim ketua untuk persidangan.


Bara mengambil handphone yang terletak di meja, melihat jadwal sidang terakhir Lyra.


"Tenang sayang....! Semua akan terkabul sesuai ingin mu, tapi apakah kamu tidak mencintai aku lagi? Sehingga kamu mau kembali kepelukan mantan kekasih mu? Kita bisa memberikan uang pada mantan suami Lyra, karena hanya itu yang dapat dijadikan alat untuk menghancurkan wanita angkuh yang sangat sombong dan galak!" Bara tersenyum lega, membayangkan kehancuran untuk Lyra dan akan berlutut di hadapannya.


Luna memeluk tubuh Bara, mengecup lembut bibir pria beristri tersebut, bahkan duduk dipangkuan kekasih gelapnya. Dia mendukung penuh rencana kekasih terlarangnya, asalkan Zul kembali dalam pelukannya untuk melanjutkan rencana pernikahan mereka.


"Aku akan memberikan banyak uang pada Mas, tapi kembalikan Zul padaku. Mas tahu berapa kekayaan keluarga itu? Mereka sangat kaya! Melebihi kekayaan keluarga ku! Apa Mas mau, mantan terindah menikah dengan seorang brondong? Itu tidak fear, Mas! Wanita itu janda, mungkin juga memiliki anak yang bodoh. Kita bisa memanfaatkan keadaan ini!" tegas Luna.


Mendengar uang yang ditawarkan Luna, membuat otak Bara kembali bekerja dengan baik. Kehidupan yang berlimpah akan dia dapatkan demi seorang mantan, "Jika aku kembali dengan Lyra, maka aku akan mendapatkan dua ATM sekaligus dari dua wanita bodoh ini. Benar-benar indah jika kita pintar. Lyra.... aku pastikan kamu akan menjadi milikku! Apapun caranya! Mana ada perjaka kaya yang mau dengan seorang janda. Jangan mimpi Lyra....!!" tawanya menyeringai bak iblis yang menjelma menjadi manusia.

__ADS_1


Mereka melanjutkan olah raga siangnya, tanpa memperdulikan panggilan telepon dari rekan kerjanya, dan istri tercinta yang berada di Manado.


__ADS_2