Sejuta Kenangan Bersamamu

Sejuta Kenangan Bersamamu
Bab 10 Godaan Indra Vs Hinaan Rahman


__ADS_3

"Manis Num sanggar sama teh nya, kayak kamu!!" goda Indra lagi.


"Iissshhh...gombal melulu lho pak Indra ini!!" kata Shanum pelan.


"Saya suka sekali melihat wajahmu kemerahan karena malu saya godain!!" tawa Indra terdengar renyah dan merdu di telinga Shanum.


Dipandangnya wajah ayu yang terbalut pakaian sedikit lusuh yang melekat di tubuhnya tapi sama sekali tak mengurangi kecantikan wanita itu.


****Flashback on****


"Bagaimana menurut kamu hasil rapat tadi, Dra??" ucap Elang pada sahabatnya sekaligus wakilnya itu.


Indra hanya sibuk memainkan pulpen di tangannya tak merespon pertanyaan Elang.


"Iinndraa!!!!" teriak Elang di telinganya membuat Indra terkejut.


"Apa sih bos?? teriak melulu kerjanya, aku nggak tuli tau!!" sungut Indra kesal.


"Kamu nggak tuli cuma budek!!" sentak Elang.


Jujur memang sejak tadi Indra tak fokus pada rapat tersebut. Pikirannya terus melayang ke saat mereka bertiga makan di restoran tadi.


"Aku mau mengikuti dia ah, pulang kerja nanti jadi aku bisa pura-pura mampir." batin Indra.


Dia sedang memikirkan bagaimana cara mengikuti Shanum tanpa ketauan, tiba-tiba dia di kagetkan dengan teriakan Elang di telinganya.


****Flashback off****


"Pak, tadi kemari ada perlu dengan saya atau bagaimana??" tanya Shanum tiba-tiba.


Indra sedikit gelagapan menjawabnya tapi untunglah dia sudah menyiapkan jawabannya, dia pernah melihat Shanum dan kedua anaknya saat membeli lauk di warung sate langganannya dan Elang tempo hari.


Dia membeli banyak cemilan anak-anak untuk membuat alasan itu adalah snack ulang tahun keponakannya.


Dengan begitu dia punya alasan untuk mampir kerumah Shanum setelah sebelumnya berhasil menguntit motor butut yang Shanum kendarai.


"Ponakan saya ulang tahun kemarin, sisa cemilan snacknya masih banyak, saya ingat kamu punya anak yang seusia keponakan saya jadi saya bawa kemari aja!!" kata Indra.


"Lho kalau memang begitu kenapa tadi di rumah sakit nggak pak Indra berikan aja pada saya jadi bapak nggak perlu repot-repot datang kemari mengantarnya!!" sahut Shanum.


"Namanya juga lupa Num, lagian tadikan fokusnya beli nasi kotak untuk rapat!!" alasan Indra.


Ohhhh....


Bibir merekah itu membulat memberi jawaban tanda mengerti membuat Indra gemas melihatnya.

__ADS_1


"Sebentar saya ambilkan di mobil saya dulu, ya??" kata Indra sambil pura-pura berdiri menuju mobilnya.


Shanum mengikuti Indra dengan pandangan matanya.


Dipandangnya sosok tubuh tinggi itu lekat-lekat walaupun hanya dari belakang saja.


"Pak Indra, jangan terlalu baik padaku dan kedua anakku, aku takut semakin jatuh cinta pada pak Indra!!"


"Bapak tau kan kita berdua itu bagai langit dan bumi yang terpisah jauh??"


"Jangan membuatku seperti pungguk merindukan bulan, pak!! " batin hati kecil Shanum.


Shanum masih termenung sampai tak menyadari Indra sudah berdiri di sampingnya dengan membawa dua paper bag besar berisi bermacam-macam makanan ringan.


Dia terkejut saat jari wangi itu menoel pucuk hidungnya seperti di restoran tadi siang.


"Kamu ya, hobi sekali melamun?? seandainya saya yang ada di dalam lamunan kamu...alangkah bahagianya saya!!" celetuk Indra membuat Shanum merasa sangat malu karena memang tadi dia sedang memikirkan Indra.


"Saya nggak melamun pak, saya cuma berpikir!!" kata Shanum membuat alasan.


"Kamu berpikir bagaimana seandainya jika kita jadian begitu??" langsung tebak Indra membuat Shanum membulatkan mata bola pingpongnya.


"Nggak usah membulatkan mata, nggak usah mencebikan bibir, nggak usah manyun, karena kelakuan kamu malah membuat saya semakin gemas padamu!!" ucap Indra yang semakin membuat Shanum mati gaya.


Untung kedua anaknya Chika dan Chiro masuk sebelum dia jadi bulan-bulanan godaan Indra.


"Assalamualaikum..." ucap Chika dan Chiro bersamaan.


"Eh anak-anak masuk sini...ini om bawakan makanan ringan untuk kalian berdua!!" kata Indra memanggil Chika dan Chiro agar mendekat padanya.


"Wah terima kasih banyak om...makanannya banyak sekali!!" ucap Chiro.


"Kalian berbagilah ya...!!" kata Indra lagi.


Entah mengapa saat pertama bertemu dan melihat kedua bocah itu saat di warung sate tempo hari, hatinya teramat iba.


Pakaian lusuh dan dekil masih saja dipakai oleh kedua anak Shanum, saat melihat ketiganya berjalan kaki meninggalkan warung itu membuat hatinya ingin menangis.


Tapi tak mungkinlah dia memanggil ketiganya untuk makan karena saat itu posisinya tidak sendiri, ada Pingkan di sampingnya, ada Elang dan Sheila juga di sana.


Padahal dia melihat Chiro sedang menatap sate yang tengah dibakar itu dengan mata yang berbinar-binar.


"Om, sering-sering main kemari ya??" kata Chiro.


"Memangnya Chiro tidak marah om sering main kemari??" tanya Indra pada bocah 7 tahun itu.

__ADS_1


"Kita senang kok, apalagi om bawakan kita cemilan lagi!!" jujur bocah kecil itu membuat Shanum bertambah malu sementara Indra hanya tersenyum saja.


"Chiro....!!" Shanum melotot pada putranya itu.


"Nggak apa-apa...biasa aja Num namanya juga anak kecil!!" kata Indra.


"Kita makan di dalam aja yuk, dek!!" ajak Chika.


"Saya juga mau pamit pulang, Num...sudah hampir maghrib!!" kata Indra dengan berat hati.


"Iya pak, hati-hati di jalan ya!!" jawab Shanum.


Indra baru saja pergi dari rumah itu bekas teh dan piring pisang goreng juga belum diangkat Shanum kedapur tiba-tiba satu bentakan menggema di depan pintu luar.


"Bagus ya kelakuan kamu Shanum...dasar istri nggak tau diri kamu, kelakuan kamu seperti pela*cur!!" bentak suara itu.


Shanum menoleh kepintu luar. Di sana tampak berdiri Rahman dan istri sirinya yang perutnya sudah nampak membesar.


"Ooh ada suami tukang selingkuh dan selingkuhannya..." ejek Shanum tanpa takut sama sekali.


"Ada apa pasangan selingkuh mampir kemari?? mau pamer kemesraan kalian berdua?? nggak ngaruh buat saya!!" ucap Shanum lantang.


"Bang*sat kamu Shanum, sudah berani kamu melawan suami kamu sendiri??" teriak Rahman berkata arogan seperti biasanya.


"Suami??? kapan ya saya punya suami?? saya sudah lupa tuh...karena seingat saya suami saya itu berselingkuh dan menikah diam-diam dengan perempuan lain seperti pengecut!!" ucap Shanum datar.


"Kamu!!!"


Rahman mau melayangkan tamparannya kepipi Shanum.


"Coba tampar??" tantang Shanum.


"Berani kamu menampar saya akan saya bawa masalah ini pada yang berwajib!! kamu sudah membohongi istri sah kamu dengan menikah tanpa sepengetahuan dariku lalu kamu mau memukul saya lagi?? saya pastikan istri mudamu itu akan langsung melahirkan di tempat ini di tempat dia sedang berdiri sekarang!!" ancam Shanum.


Rahman tau istrinya orang yang diam dan tak banyak bicara walaupun dia berkata kasar sekalipun, tapi itu dulu saat mereka masih bersama, kini di mata Shanum dia hanya melihat kilatan kebencian dan kemarahan yang bisa saja meledak sewaktu-waktu.


*


*


***Bersambung....


Jangankan manusia, semutpun jika diinjak pasti akan menggigit!!


Ikuti terus kisah mereka selanjutnya dan jangan lupa dukungannya ya reader🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2