Sejuta Kenangan Bersamamu

Sejuta Kenangan Bersamamu
Bab 9 Berjuta Rasanya


__ADS_3

"20 kotak ya Uda...terus kita bertiga makan di sini!!" pesan pak Indra pada pelayannya.


"Ayo cuci tangan...cuci tangan!!" ajak Indra pada kami bertiga.


"Pak...sabunnya nggak bisa diputar!!" bisikku lirih seraya menahan malu, karena aku memang tak pernah makan di restoran besar seperti ini.


Lengan Indra menempel erat pada lenganku.


"Begini lho mbak cantik!!" katanya setengah berbisik lalu dia menggenggam tanganku lalu menekan telapak tangannya di atas punggung tanganku pada sabun cair itu.


"Keluarkan?? makanya pakai perasaan, jangan mau cepat-cepat aja...mana enak kalau keluarnya cepat-cepat...nggak ada seni nya!!" bisik Indra menggodaku.


Wajahku?? jangan di tanya lagi. Rasanya seperti dipanggang dalam oven sangking merahnya.


Melihat itu Indra hanya tertawa sambil menoelkan sabun diujung hidung bangirku.


"Bapak...nggak lucu ah...!!" sungutku.


*POV INDRA*


"Melihat pipinya yang merona merah seperti itu, aku gemes banget!! Ingin kucium kedua pipinya."


"Melihat bibir indahnya mengerucut cemberut saat aku menoelkan hidungnya dengan sedikit sabun cuci tangan, ingin sekali rasanya aku mengecup dan ******* bibir merekah itu."


"Aku ingat saat kami saling mencuri pandang dari spion mobil, saat lengan kami saling merapat dengan erat, aku juga merasakan ada desiran aneh di hatiku, aku merasa ada detak-detak yang tak biasa yang tak pernah aku rasakan saat bersama dengan Pingkan."


"Ya Allah?? salahkah aku dengan perasaanku ini?? bisakah waktu diputar ulang kembali?? jika waktu bisa diputar ulang, aku ingin bersama Shanum, menikah dengannya, membangun sebuah keluarga bahagia bersamanya!!"


*POV SHANUM*


"Apakah aku jatuh cinta?? beginikah rasanya jatuh cinta?? ada perasaan gugup tapi juga berbunga-bunga saat dia ada didekatku."


"Saat tadi dia mengatakan aku cantik??"


"Yesss...menurut pak Indra aku cantik!!"


"Apakah aku pernah merasakan rasa ini saat bersama dengan suamiku?? rasanya tak pernah ada."


"Menikah tanpa cinta selama 10 tahun ini yang kurasakan hidupku terasa berjalan di atas bara api."


"Hatiku senantiasa terasa sakit setiap mendengar sindiran pedasnya, sikap suka membandingkanku dengan mantan kekasihnya?? wanita mana yang tak akan terluka hatinya jika terus menerus diperlakukan seperti itu."


"Tapi aku hebatkan?? aku bertahan dengan segala keadaan dan berharap jika suatu hari akan turun sebuah keajaiban, tapi sekarang aku lelah...aku menyerah...tapi di saat hatiku rapuh, pak Indra datang menanamkan sejuta bunga di hatiku!!"


"Pak Indra...aku suka sama pak Indra, tapi aku tau diri kok, bagi pak Indra aku hanyalah butiran pasir yang menempel pada sepatunya!!😥😥mirisnya kisah cintaku!!"


Hufttt...


"Melamun lagi!! hobi banget melamun terus!!" bisik pak Indra di telingaku saat sebelumnya dia meniup lembut wajahku sambil tersenyum.

__ADS_1


"Kalian berdua lama amat sih cuci tangannya!!" kata Bandiah.


Aku duduk di samping pak Indra. Bandiah sepertinya sengaja agak menjauh supaya pak Indra dan aku bisa duduk berdekatan.


Sementara di ruangan, Elang terasa begitu sensi. Entah mengapa ada rasa cemburu terselip di hatinya saat Shanum pergi dengan Indra untuk membeli kotakan tadi.


"Isshh...aku ini kenapa sih?? cemburu sama cleaning service kok nggak level banget!!" desisnya.


Dia berjalan mondar mandir di ruangannya sebentar-sebentar matanya mengintip keparkiran berharap mobil Indra muncul sebentar-sebentar melihat kearah pintu berharap Shanum muncul membawa kotak makanan itu.


Tepat jam satu siang....


Indra muncul dengan wajah berseri-seri sambil bersiul-siul.


"Sepertinya loe lagi bahagia, loe tidak sedang jatuh cinta lagi kan??" tanya Elang curiga.


"Wuidih...bosku, kirain tadi makan di luar dengan Sheila!!" bukannya menjawab pertanyaan Elang, Indra malah membicarakan makan siangnya bersama Sheila yang membuat hatinya bertambah gondok.


"Kamu ini...aku tanya apa ?? yang kamu jawab juga apa!!" ketus Elang membuat Indra tersenyum penuh arti pada sahabatnya itu.


"Memangnya hanya orang jatuh cinta aja ya yang boleh bernyanyi dan bersiul, nggak kan!!" jawab Indra.


"Sudahlah persiapkan dirimu, nasi kotak sudah di taruh di auditorium kita bersiap mengadakan rapat sebentar lagi!!" kata Indra masih sambil tersenyum.


"Num, sepertinya pak Indra suka sama kamu ya!!" nggak ada angin nggak ada hujan tiba-tiba Bandiah berucap seperti itu.


"Dalam suatu hubungan bukan masalah soal cantik dan kaya tapi soal kenyamanan."


"Kulihat mas Indra begitu bahagia saat bersamamu, beda dengan saat dia bersama mbak Pingkan, wajah mas Indra selalu lesu."


"Tadi saat bersama denganmu, wajahnya tampak sumringah banget!!" kata Bandiah.


"Yaelah Di, jangan sembarangan nanti takut ada yang dengar lalu salah paham!!" jawab Shanum.


***************


"Bu ada yang nyariin di depan!!" Chiro mengetuk pintu kamarku.


"Siapa Chiro?? tante Di, kah??" teriak Shanum dari dalam kamar lalu keluar setelah mengambil kerudung panjangnya.


Tapi Chiro sudah keburu pergi main lagi dengan teman-temanya.


"Siapa yang nyariin ibu, Chiro!!" kataku dari dalam.


"Saya yang nyariin kamu!!"


DEG...DEG


"Pak Indra??? tau dari mana pak Indra saya tinggal di sini??" kata Shanum gugup.

__ADS_1


"Tau dari Diah!!" jawab Indra enteng.


"Silakan masuk pak, beginilah keadaan rumah saya!!" jawabku.


Indra masuk dan duduk di kursi kayu.


"Nggak apa-apa ya Num saya mampir kerumahmu nanti suamimu marah dan salah paham!!" ujar Indra.


"Suami saya sekarang nggak tinggal di sini kok pak!!" jawab Shanum.


"Ohh dia di tempat orang tuanya??" tanya Indra.


"Dia di tempat istrinya pak, sedangkan saya sebentar lagi hanya akan nenjadi mantan istri!!" jawab Shanum.


"Ups...maafkan saya Num!!" kata Indra yang tak lagi memanggil Shanum dengan sebutan mbak seperti jika berada di kantor.


"Iya pak, nggak apa-apa!!" jawab Shanum.


"Bapak mau saya buatkan teh hangat??" tawar Shanum.


"Boleh Num, jika tidak merepotkan!!" kata Indra.


Saat Shanum kedapur, Indra mengedarkan pandangan matanya kesudut-sudut rumah dan atap rumah.


"Ya Allah...kasihan banget hidupnya Shanum!! terbuat dari apa sih hati suaminya itu?? sudah punya istri cantik, baik dan soleha masih saja melirik wanita lain!!" gumam Indra.


Tak lama Shanum keluar membawa teh hangat dan sanggar pisang.


"Silakan di minum dan di makan pak, maaf apa adanya!!" kata Shanum.


"Anak-anak pada kemana, Num??" tanya Indra sambil menghirup teh hangat dan mencomot sanggar pisang buatan Shanum.


"Di tempat neneknya paling pak!!" jawab Shanum.


"Manis Num sanggar sama teh nya, kayak kamu!!" goda Indra lagi.


"Iissshhh...gombal melulu lho pak Indra ini!!" kata Shanum pelan.


"Saya suka sekali melihat wajahmu kemerahan karena malu saya godain!!" tawa Indra terdengar renyah dan merdu di telinga Shanum.


*


*


***Bersambung....


Bagaimana kisah Shanum dan Indra selanjutnya??


Monggo mampir dibaca tekan like, komen, vote, favorit dan rate nya ya reader🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2