Sejuta Kenangan Bersamamu

Sejuta Kenangan Bersamamu
Bab 63 Cinta Palsu


__ADS_3

"Nggak usah anaknya, noh emaknya juga tidur!!" kata bu Karti menunjuk Shanum yang tertidur sambil menggendong Rindra.


Mereka tertawa geli melihat kelakuan anak beranak itu.


"Gemesinnya istriku itu!!" batin Indra sambil tersenyum.


Mereka kembali ke kota dengan tidak membawa banyak barang, hanya beberapa helai baju saja.


"Pada ngorok mereka semua!!" kata opa Jonas tertawa geli.


************


Rahman dan Pingkan tidur saling berpelukan. Setelah tragedi hujan semalam yang membuat Pingkan harus menginap di rumah Rahman.


Rahman mengurung Pingkan dalam selimutnya dan berkali-kali menikmati tubuh janda cantik itu.


Begitupun dengan Pingkan yang hanya bisa pasrah diterjang oleh rudal milik Rahman yang secara membabi buta menghajarnya.


"Pingkan tampak menggeliat dalam kungkungan Rahman.


"Kamu menikmati permainanku??" tanya Rahman.


Pingkan menatap laki-laki yang baru dikenalnya semalam itu. Entah mengapa dia merasa langsung jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Rahman.


"Bagaimana jika Emiana kekasihmu tau aku ada bersamamu di dalam kamar ini??" tanya Pingkan.


"Aku dan Emiana tak ada hubungan apapun, Pingkan!!" kata Rahman.


"Sudahlah tak usah membahas soal Emiana lagi...ayo kamu kuantar ke bar tempat kita meninggalkan mobilmu semalam!!" kata Rahman.


Dua sejoli yang sedang dimabuk asmara itu berboncengan menuju kafe semalam.


"Siapa itu?? kok seperti Rahman?? tapi menggonceng siapa??" Emiana mengerenyitkan dahinya.


Pagi ini dia berencana menyambangi Rahman di rumahnya karena sudah dua hari laki-laki itu tak memberikan kabar apapun padanya...di tel


epon tidak diangkat, di chat tidak dibalas.


Di persimpangan dia melihat motor Rahman keluar gerbang menuju ke jalan besar sedang menggonceng seseorang, tapi siapa??


Emiana berinisiatif mengikuti motor itu dari belakang.


Akhirnya motor yang ditumpangi Rahman dan Pingkan berhenti di sebuah bar.


Pingkan turun dari motor dan langsung menuju mobilnya dan diantar oleh Rahman sampai ke depan pintu mobil.


"Oohhh...pantas kamu tak mau mengangkat telepon dan membalas chat dariku, rupanya kamu sudah dapat pengganti yang baru ya Rahman??" kata Emiana tepat di belakang Rahman dan Pingkan.

__ADS_1


Keduanya menoleh pada Emiana.


"Oh kamu tho Emi??" kupikir siapa?? akhirnya kamu sudah tau sendiri tanpa aku yang harus repot-repot memberi tahu padamu!!" kata Rahman dingin.


"Maksud kamu apa, Rahman??" tanya Emiana.


"Maksudku sudah jelas...aku ingin mengakhiri hubungan aku denganmu toh di antara kita juga tidak ada status hubungan yang jelas kan??" kata Rahman.


"Hubungan di antara kita terjadi hanya sebatas suka sama suka tak dilandasi atas dasar cinta sama sekali!!" kata Rahman lagi.


"Enak benar kamu bicara seperti itu setelah kamu puas menikmati tubuhku, Rahman?? tidak kah terpikirkan olehmu bagaimana jika aku hamil karena hubungan kita ini??" kata Emiana emosi.


"Tapi nyatanya kamu tidak hamil kan Emi?? jadi tidak ada masalah apapun lagi di antara kita, kita orang yang sama-sama bebas sekarang." Ucap Rahman lagi.


"Bang*sat kamu Rahman...pantas Shanum dan Yanti begitu membenci kamu, kamu terlalu pengecut sebagai laki-laki!!" kata Emiana.


"Kamu tunggulah saja Rahman, tak ada seorangpun yang berani-berani bermain-main dengan Emiana!! cam kan itu!!" kata Emiana sambil berlalu.


Tapi kemudian dia berpaling lagi menghadap Pingkan dan berkata...


"Kamu berhati-hatilah padanya...sudah banyak korban mulut manis dan kasih sayang palsunya, nyonya!!" lalu kembali Emiana berbalik dan masuk ke mobilnya.


"Sudah...tak usah kamu hiraukan wanita gila itu, kamu pulanglah dan hati-hati ya!!" kata Rahman lalu menutup pintu mobil Pingkan.


Emiana menatap sinis pada kemesraan keduanya.


***********


"Kita sudah sampai di mana ini, Hansen??" kata Anna yang memeluk Hansen dengan erat.


Mereka melewati jalan hutan untuk menghindari keramaian dan menghindari polisi.


"Sebentar lagi kita sampai, Anna...untung yang kita curi ini motor trail yang kuat dibawa jalan di bebatuan dan lumpur serta dengan bensin yang full pula." kata Hansen.


Kedua pasangan koruptor yang berhasil melarikan diri itu dari malam sampai hampir menjelang subuh berkendara lewat hutan dan memotong jalan di pegunungan.


"Kamu lapar??" tanya Hansen dari depan.


"Sepertinya tadi aku hanya membuang alat-alat pancing si empunya motor ini tetapi tidak bekal makanannya, kita berhenti sejenak aku juga sudah lelah berkendara, hampir tiga jam kita menempuh perjalanan nonstop, paling tidak kurang dari dua jam lagi kita sampai kuusahakan sebelum azan subuh kita sudah tiba di rumahku!!" kata Hansen.


Hansen dan Anna berhenti dan duduk di sebatang pohon tumbang.


"Kamu takut??" kata Hansen pada kekasihnya itu.


Anna menggeleng.


"Selama bersamamu, apapun bahaya nya akan aku hadapi!!" kata Anna berkata dengan mantap.

__ADS_1


Hansen memeluk Anna dengan penuh kasih sayang.


"Baguslah...kita akan menghadapi masalah ini bersama."


"Aku mempunyai seorang teman yang jago memalsukan identitas, aku akan menghubungi dia, untuk secepatnya merubah identitas kita berdua." kata Hansen.


"Sepertinya ibu Sheilla yang cantik di sana juga masih bertahan dari kejaran polisi, aku tak ada mendengar kabar bahwa dia tertangkap."


"Ibu Sheilla itu orang yang pandai sekali menyamar, jujur selama aku bersama dengan dia aku jadi banyak belajar berbagai karakter orang dari dia, sebenarnya bu Sheilla itu juga jago dalam membuat topeng yang sintetis dengan kulit wajah kita, dan....


Belum sempat selesai Hansen bicara, Anna sudah memotong perkataannya, dan..."Bu Sheilla juga adalah seorang partner ranjang yang hebat, bukan begitu Hansen??" kata Anna sambil cemberut.


"Kamu cemburu ya beib??" tanya Hansen sambil tersenyum.


"Ya iya lah...wanita normal yang mana yang tidak cemburu melihat kekasihnya berpacu dengan wanita lain di atas ranjang." Gerutu Anna.


Hansen meraih bahu kekasih itu dan mengecup pucuk kepalanya dengan penuh kasih sayang.


"Bukankah kita sudah sepakat dalam hal ini, Anna?? waktu itu aku juga meminta ijin darimu boleh atau tidak, seandainya tidak mendapat restu darimu aku juga nggak akan melakukannya." Kata Hansen.


"Iya...iya...!!" kata Anna.


"Sudahlah...toh aku tetap memilihmu sebagai kekasihku kan?? kita hanya sepakat untuk memanfaatkan bu Sheilla demi mendapatkan uang yang banyak?? bukankah itu ide darimu juga??" kata Hansen.


"Sebaiknya kita segera melanjutkan perjalanan, aku takut terlalu lama di sini kita akan tertangkap lagi, kamu tidak mau kita tertangkap lagi kan??" tanya Hansen yang di jawab oleh gelengan kepala Anna.


***********


"Kita sudah sampai...ayo.kita turun!!" ucap Indra.


"Hah??? sudah sampai?? kata Shanum kaget.


"Isshhh...lap dulu air liurmu itu!!" goda Indra pada istrinya.


"Air liur??? mana??" tanya Shanum gelagapan membuat semua orang tertawa.


Bu Karti membantu Chika dan Chiro turun, oma Tiara menggendong Sharindra, setelah membantu istrinya turun, Indra bersama papinya mengangkat bawaan mereka dari kampung!!


"Selamat datang Shanum...selamat datang anak-anak...dan selamat datang besan, semoga kalian betah di sini!!" kata mami Tiara.


*


*


***Bersambung...


Semoga Shanum dan Indra bisa bersatu tanpa ada halangan dari siapapun lagi.

__ADS_1


Lanjut ke episode berikutnya ya reader🙏🙏


__ADS_2