
Rahman tau istrinya orang yang diam dan tak banyak bicara walaupun dia berkata kasar sekalipun, tapi itu dulu saat mereka masih bersama, kini di mata Shanum dia hanya melihat kilatan kebencian dan kemarahan yang bisa saja meledak sewaktu-waktu.
"Sekarang katakan pada saya, apa tujuan kalian datang kemari, kalau kalian ingin saya menggugat cerai terlebih dahulu, kalian jangan khawatir, begitu saya gajian bulan depan maka saya yang akan mengajukan gugatan cerai itu, puas kalian...sekarang pergi dan jangan pernah menginjakan kaki kemari lagi apalagi untuk menghina saya atau pikiran saya tentang gugatan cerai itu berubah." Ujar Shanum datar dan dingin.
Rahman mendengus begitu pula Yanti yang sama sekali tak dipandang oleh Shanum sejak kedatangannya tadi kerumah ini.
"Sombongnya kamu ini...sebentar lagi akan menjadi janda juga!!" kata Yanti mencibir.
"Saya lebih bangga menjadi janda dari pada menjadi pelakor sepertimu??" kata Shanum santai.
"Hei Shanum...jaga mulut kamu ya!! bukan aku yang jadi pelakor tetapi kamu yang telah merebut mas Rahman di saat kami sedang pacaran." Kata Yanti.
"Konsepnya beda Yanto...eh Yanti!! saat itu status kalian hanya pacaran itupun saya tidak merebutnya darimu tapi kami dijodohkan, sedang kamu?? kamu merebutnya dari saya setelah saya menikah dengan Rahman!!" kata Shanum.
"Cukup Shanum, kamu terlalu banyak bicara!!" ucap Rahman mulai kesal.
"Kamu pikir saya akan diam saja kalian hina dan caci maki?? sadar woi Rahman, saya bukan lagi istrimu yang mau dan terima saja kamu hina dan kamu rendahkan, sebentar lagi status kita bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa...sebaiknya kalian berdua pergi dari sini sekarang, saya sudah muak melihat kalian berdua!! tau jalan keluar kan?? jadi silakan keluar!!" jawab Shanum datar dan dingin.
"Awas kamu Shanum, tanpa aku kamu bukan siapa-siapa dan tak akan bisa apa-apa!!" jawab Rahman dengan sombong.
"Oh ya??? kita lihat saja nanti!!" kata Shanum menyeringai.
Sekarang kalian pulanglah...tak baik maghrib begini wanita bunting keliaran kerumah orang, kesambet setan kamu dan bayimu baru tau rasa!!" kata Shanum.
"Mas...kok jadi gini sih?? tujuan kita kemari tadi kan mau minta tolong Shanum atau salah satu anakmu untuk menjagaku sementara kamu kembali ke Malaysia, kok kita malah jadi bertengkar dengan Shanum?? terus kalau kamu pergi nanti, aku sama siapa?? orang tuamu juga menentang hubungan kita!!" rengek Yanti manja sekeluarnya mereka dari rumah Shanum.
"Kamu pikir Shanum atau anak-anak akan mau menjagamu?? mikir Yanti, mereka membencimu salah-salah kamu malah di mutilasi sama mereka, mau??" kata Rahman.
***************
"Dari mana kamu Ndra sudah malam gini baru pulang kerumah?? tuh Elang sudah nunggu sejak tadi!!" kata mami Tiara pada anak bungsunya itu.
"Honey...kamu dari mana sih?? pulang kerja bukannya pulang kerumah malah pergi ngelayap nggak tau kemana!!" ternyata bukan hanya Elang saja, di sana sudah ada Pingkan dan Sheila, mereka bertiga sedang menunggu Indra pulang.
"Hai!!" sapa Indra agak malas.
Dia menghempaskan bo*kongnya di sofa di sebelah Elang.
"Kita hangout bareng yuk!!" kata Elang mengajak Indra pergi lagi.
__ADS_1
"Aduh aku lelah banget bro...!!" kata Indra.
"Ayolah Dra...jarang-jarang lho kita bisa double date gini!!" kata Sheila.
"Ayolah honey, besok kan kalian berdua libur dan mumpung kami juga libur!!" kata Pingkan.
Mami Tiara keluar dari kamar dan bergabung bersama mereka.
"Pergilah Indra, agar hubunganmu dan Pingkan semakin mesra, seperti hubungan Elang dan Sheila tuh!!" kata mami Tiara.
Mau nggak mau Indra pergi juga setelah mandi dan berganti baju.
Rencananya tadi sepulang dari rumah Shanum, dia ingin bobo cantik di kamar sambil menghayalkan kebersamaannya dengan wanita pujaannya itu, tetapi semuanya gagal total.
Mereka pergi dengan menggunakan satu mobil, yaitu mobil Elang.
Mereka asyik mengobrol sambil mojok di kafe sementara Indra sibuk berbalas pesan dengan seseorang.
Sheila dan Pingkan tidak terlalu memperhatikan karena mereka berdua sibuk membahas soal fashion, berbeda dengan Elang yang sejak tadi memperhatikan Indra.
π'lagi apa??" (Indra)
π"lagi bantu anak-anak belajar!!" (Shanum)
π"Pak Indra kan lebih pintar dari saya jadi minta diajarkan apa??" (Shanum)
π"Ajarkan cara memikat hatimu!!" π€π€(Indra)
π"Gombal receh!!" (Shanum)
π"Nggak apakan gombalin bebeb sendiri!!"ππ(Indra)
π"Bebeb...bebek kali!!" (Shanum)
"Kamu berbalas pesan dengan siapa, Dra??" tanya Elang yang curiga melihat ekspresi Indra yang senyum-senyum sendiri.
"Teman SMA!!" kilah Indra lalu cepat mengatakan pada Shanum bahwa dia ada keperluan.
"Laki atau perempuan??" tanya Elang ingin tau.
__ADS_1
"Laki-lakilah...masa perempuan, habis nanti kamu adukan aku ke Pingkan." Jawab Indra.
Sementara itu di kamar Shanum...
Moodnya yang memburuk sejak kedatangan Rahman dan madunya maghrib tadi sedikit terobati setelah dia berbalas pesan dengan Indra.
"Pak Indra, mbak Pingkan, maafkan aku ya!! bukan maksudku hadir untuk menjadi orang ketiga di antara kalian, maafkan aku yang telah memasuki kehidupan kalian, aku hanya ingin sedikit saja mencari celah di hati pak Indra, bukan untuk mengganggu tapi hanya ingin sedikit merasakan bagaimana rasanya mencintai dan dicintai karena selama ini aku tak pernah merasakan perasaan itu." Aku bergumam sendiri.
"Ada rasa bahagia saat dekat dengan pak Indra tetapi ada juga rasa sedih saat mengingat bahwa pak Indra sudah tidak sendiri lagi." Gumamku lagi.
"Honey, kamu mau makan apa?? Kupesankan ya!!" kata Pingkan tiba-tiba sambil memeluk Indra membuat lelaki muda itu terkejut dan merasa risih.
Semua itu tak luput dari perhatian Elang.
"Indra sudah beberapa waktu ini berubah, sepertinya perasaannya pada Pingkan sudah mulai berkurang!!" batin Elang.
"Tapi apa bedanya dengan aku?? hubunganku dan Sheila pun tak seindah yang dilihat banyak orang, pertunangan kami hanya sebatas untuk menyenangkan orang tua dan keluarga saja!!" batin Elang lagi.
"Kalau kupikir, nasibku dan Indra itu tidak berbeda jauh, demi menjaga hubungan relasi antara dua keluarga maka kami para anak yang menjadi korbannya." Gumam Elang.
"Tapi nampaknya Indra sudah menemukan kebahagiaannya, tapi dengan siapa??" pikir Elang.
Indra menyimpan ponselnya dan bergabung dengan yang lain.
**************
Dengan malas Shanum berangkat kerja hari ini, karena sabtu dan minggu mereka yang harian libur termasuk Indra.
"Muka jangan ditekuk gitu, mentang-mentang nggak ada ayang masuk kerja hari ini!!" goda Bandiah saat kami bertemu di lantai satu.
Bandiah berhenti di lantai 2 dan aku terus naik ke lantai 3.
"Semoga hari ini aku mendapatkan rejeki lebih yang bisa kubawa pulang untuk kedua anakku di rumah, amiin!!" doaku hari ini.
*
*
***Bersambung...
__ADS_1
Cinta memang tak mengenal pada siapa hati akan berlabuh, tetapi bagaimana jika berlabuh di hati yang salah??
Jangan lupa dukungannya, like, komen, vote, favorit dan rate nya readerππ