
"Bagaimana dengan Shanum?? apakah dia baik-baik saja dengan keadaannya sekarang ini??" gumam Indra mencoba mengunyah sarapannya agar perutnya tidak kosong karena besok mereka berdua akan meninggalkan Inggris menuju pulang kembali ke Indonesia.
"Aku tidak mau sakit, aku harus sehat agar aku bisa pulang menemui istriku." Kata Indra tampak antusias.
Pingkan melirik suaminya yang tampak semangat menjejalkan roti di perutnya walaupun terkadang tak lama dia melihat makanan itu dimuntahkan lagi oleh Indra.
"Wanita ja*lang itu rupanya telah hamil anak Indra dan tampaknya Indrapun menyadari tentang kehamilan maduku itu!!" batin Pingkan.
"Tak akan kubiarkan Indra bertemu lagi dengan istri dan bayi mereka, Indra itu milikku dan sampai kapanpun istri sah akan selalu nomor satu!!" batinnya lagi menyeringai.
Sudah tiga hari ini kondisi kesehatannya mulai membaik, tak lagi muntah setiap pagi, makanan yang dia konsumsi juga tidak dia muntahkan lagi seperti awal-awalnya.
Indra makan dengan lahapnya menyantap roti bakar dan susu yang telah disiapkan oleh maidnya.
"Kamu sudah sembuh honey??" tanya Pingkan.
"Aku tidak sakit, hanya masuk angin saja!!" dusta Indra.
"Syukurlah!! jadi besok kita bisa melakukan perjalanan yang cukup melelahkan, aku kangen sama mami kita juga Sheilla!!" kata Pingkan.
**************
"Pagi bi Karti...Ian disuruh ibu kemari mau menanyakan hal yang kemarin!!" kata Adrian pagi itu.
"Ooo masalah kerjaan itukah nak Ian!!" kata ibu Karti.
"Iya bu, ibu nanya kapan bi Karti bisa!!" tanya Ian lagi.
"Mulai besok bibi bisa nak Ian, lumayan buat nambah penghasilan!!" kata bi Karti.
"Bi, sejak kemarin nggak liat suaminya mbak Shanum, apa masih bekerjakah??" tanya Adrian.
"Shanum dan suaminya sudah pisah, makanya kami sekeluarga pindah kemari!!" kata bi Karti tanpa menjelaskan kejadian yang sebenarnya.
"Nak Ian bekerjanya di mana sekarang??" tanya bi Karti lagi.
"Lumayan jauh bi, dua kilo meter dari sini sedangkan perusahaan di kota dipegang oleh kak Aris!!" jawab Adrian sambil celingukan.
"Ini kok sepi, pada kemanaan bi??" tanya Adrian.
"Anak-anak mbak Shanum sekolah dan Shanum mengantarkan mereka pergi sekolah." Jawab bi Karti.
"Wajah Adrian tampak sumringah mendengar Shanum sudah berpisah dengan suaminya.
"Ya sudah bi, Ian balik dulu ya...salam buat mbak Shanum!!" kata Adrian sambil senyum-senyum.
*****************
"Mas masih marah sama Sheillakah??" kata Sheilla saat mereka sedang sarapan pagi itu.
__ADS_1
"Sheilla, jujur...apa benar cincin kamu dicuri oleh Shanum??" tanya Elang tiba-tiba.
DEG...
Sheilla kaget mendengar suaminya bertanya seperti itu.
"Cincinmu yang mana yang dicuri oleh Shanum??" tanya Elang.
"Bukan cincinku tapi cincin mami yang dicuri oleh cleaning service itu!!" jawab Sheilla.
Tiba-tiba Elang mengambil ponselnya dan....
DDRRRTTT...DDRRTTTT
π±"Halo?? ada apa kamu menelpon Elang?? mami sedang sibuk nih??"
Mami Sheilla menjawab dari seberang sana.
Sheilla yang ada di meja makan berdiri tetapi segera ditahan oleh Elang.
"Tetap ditempat dudukmu dan jangan kamu berpikiran untuk mengambil ponsel di kamar dan memberi tahu mami!!" kata Elang.
Membuat Sheilla kembali tegak duduk di tempatnya dengan perasaan yang mulai ketar ketir. Karena dia tau persis maminya itu suka keceplosan jika bicara.
π±"Mi, Elang mau tanya apa benar cincin mami pernah dicuri??"
π±"Kok bisa gitu, mi??"
π±"Katanya sih dia nggak suka sama cleaning servicenya, kata Sheilla dia wanita penggoda, gitu sih katanya...supaya itu perempuan dipecat jika ketauan mencuri."
π±"Jadi mami sebenarnya nggak pernah kehilangan, ya??"
π±"Ya nggaklah lagian gila aja kali mami bawa perhiasan menginap di rumah sakit."
π±"Oo ya sudah kalau begitu mi...syukurlah!!"
Elang memandang tajam pada Sheilla yang berusaha untuk bersikap cuek duduk di depannya.
"Sekarang kamu jelaskan keaku apa maksud kamu memfitnah Shanum seperti ini??" tanya Indra datar tapi penuh penekanan.
"Nggak ada apa-apa...aku hanya nggak suka sama perempuan pelakor itu!!" jawab Sheilla enteng.
"Terus urusannya dengan kamu apa??" masalah intern di rumah sakit adalah tanggung jawabku, kamu tak ada hak untuk ikut campur??" kata Elang mulai meninggi.
"Sekarang kamu klarifikasi di depan semua teman-teman Shanum sesama cleaning service dan para perawat lantai 1 sampai 3 bahwa apa yang kamu tuduhkan ke Shanum itu tidak benar, hanya rekayasa kamu saja!!" kata Elang.
"Iihhh nggak mau ah...malu tau!!" jawab Sheilla.
"Malu kamu bilang?? masih punya malu kamu ya setelah memfitnah orang lain??" wajah Elang tampak semakin dingin.
__ADS_1
"Lakukan atau seluruh kartumu aku blokir!!" ancam Elang dan membuat Sheilla mau tak mau menurutinya walau dengan wajah cemberut dan hati yang teramat kesal.
"Ketelaluan mas Elang, demi pelakor itu aku diancamnya seperti ini!!" gerutu Sheilla.
"Ini gara-gara mulut embernya mami yang nggak bisa di jaga nih!!" omel Sheila.
*************
Air mata Shanum mengambang di kelopak matanya saat melihat sepasang suami istri yang istrinya tengah mengandung berjalan mesra di taman.
Tampak sang suami begitu perhatian pada istrinya memperlakukannya seperti seorang ratu.
Shanum tampak mengusap perutnya yang masih rata. Dia hanya bisa mengangankan Indra bersamanya dan memanjakannya seperti pria itu yang memanjakan istrinya.
"Sudah 4 bulan mas Indra pergi tanpa kabar berita, sampai kapan aku akan kuat menunggumu mas??" batin Shanum.
*****************
Hati Pingkan sangat senang karena mereka kini tengah berada di bandara internasional kota London, London Heathrow.
Dia dan Indra akan pulang ke Indonesia hari ini.
Walaupun kondisi Indra kurang begitu baik karena mual dan muntah akibat serangan morning sickness yang menyerangnya dan lebih membaik beberapa hari ini kini mengganggunya kembali.
Tetapi semangatnya untuk bertemu kembali dengan sang pujaan hati membuat semangatnya membara kembali.
Berbeda dengan Pingkan. Dia lebih cenderung ingin bertemu dengan Sheilla sepupunya untuk membahas janda yang telah berhasil merebut hati suaminya itu bahkan telah mengandung benih suaminya walaupun Indra selalu menyembunyikan keadaannya, tetapi Pingkan bukanlah wanita bodoh yang bisa dibohongi begitu saja.
"Tunggu saja kedatanganku, Shanum...aku akan menghancurkanmu dan seluruh keluargamu karena telah berani bermain-main dengan Pingkan." Seringai jahat tak pernah lepas selalu bermain di bibirnya.
"Kamu baik-baik saja honey??" tanya pingkan melihat wajah Indra yang sedikit pucat.
"Perjalanan kita belum dimulai tapi kulihat wajahmu sudah pucat pasi!!" kata Pingkan sambil memegang lengan Indra. Tampak keringat dingin mengucur di kening Indra.
"Kamu tak usah khawatir, Pingkan...aku akan baik-baik saja selama enam belas jam kedepan perjalanan kita." Kata Indra.
Pingkan hanya mencibir saja sambil tersenyum kecut.
"Indra...Indra...kamu terlalu memaksakan diri kamu sendiri...jangan-jangan begitu sampai Jakarta kamu sudah masuk UGD." Kata Pingkan.
*
*
***Bersambung....
Bagaimanakah perjalanan mereka selanjutnya??
Ikuti terus kisah Shanum dan Indra di next episode dan jangan lupa dukungannya ya readerππ
__ADS_1