Sejuta Kenangan Bersamamu

Sejuta Kenangan Bersamamu
Bab 145 Kebesaran Hati


__ADS_3

Sandro pernah beberapa kali bertemu dengan maid yang satu itu, dia memang jarang terlihat karena dia khusus melayani keperluan Jonas dan Tiara karena Mina nama maid tersebut sebenarnya lulusan S1 dan sempat bekerja di perusahaan Jonas tetapi karena Jonas menyukainya cara kerja Mina yang sangat bagus maka Jonas meminta Mina langsung untuk menjadi asisten Tiara dan bekerja langsung di mansion mereka.


"Ini mami Sandro, apa kamu lupa juga dengan mami?" Tanya mami Tiara sementara Mina menatap tajam Sandro dari tempat dia berdiri.


"Mami?" Ulang Sandro dan berusaha seperti orang yang tengah berpikir keras.


"Ya sudah lah lupakan saja dulu, walaupun ingatan kamu hilang tapi mami lega jika sudah melihat kamu baik-baik saja.


"Iya maafkan saya mi, saya belum bisa mengingat semuanya!!" Kata Sandro sambil sesekali melirik pada Mina yang berdiri di belakang mami Tiara.


"Perawakannya yang ramping sama persis dengan orang yang datang ke kamarku dua malam yang lalu tapi masa orang bertopeng yang mau membunuhku itu adalah seorang wanita?? Tapi aku juga memergoki orang dengan perawakan yang sama yang tempo hari mengendap-endap mau masuk ke dalam kamar mami?" Di otak Sandro terus bermain banyak pertanyaan tentang apa yang telah dia alami di mansion ini.


"Aku hanya bertemu dengan Mina beberapa kali di rumah ini, dan aku sepertinya pernah melihat wajah Mina ini mirip siapa ya? Aduh, aku benar-benar lupa!!" Batin Sandro lagi.


"Ya sudah nak, kamu beristirahatlah saja semoga kamu cepat sembuh dan ingatanmu cepat pulih kembali ya?" Kata mami Tiara sambil membelai kepala Sandro lalu kemudian keluar dari kamar itu diikuti oleh Mina.


Tak lama sehabis mami Tiara dan Mina keluar, Shanum masuk kedalam membawakan sarapan pagi untuk suaminya diikuti oleh Rindra yang berjalan tertatih-tatih di belakang ibunya.


"Selamat pagi mas Sandro, mas makan dulu ya??" Kata Shanum sambil menata sarapan pagi di nakas.


"Hei sini Rindra, dengan sama ayah Sandro!!" Ucap Shanum memanggil putranya.


Sandro berusaha duduk kembali dan bersandar. Dia tersenyum pada Shanum lalu beralih pada balita lucu yang sedang mendekat kearahnya itu.


"Kemari nak!!" Panggil Sandro memanggil Rindra.


"Rindra main-main sini ya ibu mau menyuapi ayah dulu!!" Kata Shanum.


Hampir Sandro tersentuh oleh perkataan Shanum tetapi saat matanya melirik kearah pintu kamar yang sedikit terbuka dari sela celah-celah pintunya Sandro masih sempat melihat ada seseorang yang tengah berusaha mendengarkan pembicaraan mereka.


"Terima kasih ada sarapan paginya ya mbak, juga sama kamu jagoan kecil...om ucapkan terima kasih sudah mau mampir ke kamar om!!" Kata Sandro sambil matanya menatap keluar lalu menatap Shanum kembali.

__ADS_1


"Awalnya ada rasa sakit di hati Shanum mendengar ucapan Sandro tetapi entah mengapa dia seperti menangkap bahwa Sandro seperti mengisyaratkan sesuatu kepadanya.


Sandro bisa bernapas lega. Setidaknya dia masih bisa meyakinkan pada si penguntit jika dia benar-benar hilang ingatannya.


"Apa sebenarnya yang terjadi di rumah mertuaku ini?? Maafkan mas ya Num, anak-anak...kita tunda dulu bulan madu kita sampai mas bisa memecahkan ada rahasia apa sebenarnya yang terjadi di rumah ini!!" Batin Sandro.


***************


"Bagaimana keadaannya bi??" Tanya Bandiah saat melihat Rafli baru pulang sehabis menjenguk keadaan Tania.


"Entahlah mi, tapi sepertinya Tania akan dijemput oleh keluarganya kembali ke Jakarta." Kata Rafli.


Bandiah memandangi ekspresi wajah suaminya.


"Abi tidak iba pada nasibnya Tania??" Tanya Bandiah.


"Jujur abi juga iba, kita sesama manusia apalagi dia pernah masuk dan diam lama di dalam hati abi, tetapi itu juga karena kesalahannya sendiri...seandainya dia bisa berdamai dengan masa lalu dan tidak lagi mengejar abi tentu ini semua tak akan terjadi!!" Kata Rafli.


"Itu namanya bukan cinta mi, itu namanya obsesi untuk memiliki sedangkan dia sudah tau bahwa abi sudah menikah dengan umi tetapi masih bersikeras untuk mewujudkan obsesi gilanya.


"Ya mungkin Tania berpikir abi masih mencintainya, masih tergila-gila padanya seperti dulu!!" Kata Bandiah.


"Perasaan manusia itu bisa berubah apalagi jika sudah disakiti dan dikhianati, jangan kata hitungan tahun, sedangkan dalam hitungan jam pun perasaan bisa berubah!!" Kata Rafli.


"Sudahlah untuk apa kita membicarakan tentang masa lalu dan kehidupan orang lain, yang sekarang abi tanyakan apakah umi mau melanjutkan kasus ini atau bagaimana??" Tanya Rafli.


Bandiah terdiam sesaat. Sepertinya dia nampak berpikir.


"Bi, jika dendam ini diteruskan maka tak akan pernah ada habisnya, hati umi sebenarnya sulit untuk memaafkan Tania apalagi karena ulahnya umi hampir kehilangan nyawa dan kehilangan Radhian tetapi akhirnya umi berpikir lagi, semakin banyak kejahatan yang dia perbuat maka semakin berat pula azab yang dia terima, tidak usah menunggu nanti sekarang saja azab itu sudah dia terima." Kata Bandiah.


Rafli menarik tubuh istrinya dan memeluknya.

__ADS_1


"Ternyata abi tak pernah salah memilih!! Umi memang wanita terbaik yang dipilihkan Allah untuk abi!!" Kata Rafli tersenyum bahagia.


"Sebentar lagi kita akan pindah ke Jakarta mi, tinggal menunggu sedikit lagi urusan yang abi selesaikan maka kita bertiga akan berangkat!! Ya sayangnya abi?? Kita ketemu kakek di sana ya?? Kakek pasti senang banget karena Radhian adalah cucu laki-laki satu-satunya!!" Kata Rafli lalu beralih menciumi bayi yang baru berumur sebulan itu.


***************


"Dokter, bisakah putri kami dirawat di rumah saja??" Tanya papi Tania saat datang ke kota B untuk menjenguk sekaligus hendak menjemput putrinya.


"Tergantung pak, jika kondisi kejiwaan putri bapak terus seperti ini kami hanya menyarankannya untuk dirawat di rumah sakit jiwa dulu, setelah kondisinya stabil baru dibawa pulang ke rumah!! Agar tidak membahayakan dirinya dan orang sekitarnya!!" Kata dokter.


"Bapak mestinya harus berterima kasih pada wanita yang sudah hampir dicelakakan nyawanya oleh ibu Tania masih mau memaafkan dan tidak memperpanjang kasus tersebut." Kata dokter itu lagi.


"Sebenarnya apa yang terjadi dokter??" Tanya mami Tania.


"Kasus ibu Tania ini sebenarnya berat bu, pertama penculikan seseorang dan merencanakan juga untuk membunuhnya walaupun pada akhirnya mobil yang mereka tumpangi jatuh ke jurang dan ibu Tania mengalami keguguran!!" Jawab si dokter.


"Apa dokter? Keguguran? Tapi hamil dengan siapa?" Tanya orang tua Tania.


"Kalau itu kami tidak tau bu, hanya saja saat masuk kerumah sakit ini ibu Tania mengalami keguguran dan pendarahan hebat!!" Kata dokter itu lagi.


Kedua orang tua Tania geram bukan main.


"Seandainya dulu kamu menikah dengan Rafli walaupun usia kalian terpaut jauh tetapi dia pemuda yang sangat bertanggung jawab, kamu malah memilih Andrew pemuda bule yang katanya pengusaha tapi ternyata hanya memanfaatkan kekayaan dan ketenaran kamu saja!! Kamu tinggalkan yang baik untuk mencari yang terbaik tetapi malah apa yang kamu dapatkan??" Kata mami Tania.


*


*


***Bersambung....


Bagaimanakah kisah mereka selanjutnya?

__ADS_1


Ikuti terus kisah mereka dan jangan lupa dukungannya ya reader🙏🙏


__ADS_2