Sejuta Kenangan Bersamamu

Sejuta Kenangan Bersamamu
Bab 138 Hubungan Batin


__ADS_3

"Sudahlah, kita kembali saja kerumah besok saja lagi aku akan memikirkan bagaimana caranya mengambil Shanumku kembali!!" Ucap Elang.


"Lelaki yang aneh, kadang aku tak habis pikir dengan jalan pikiran orang ini!!" Batin Santi.


"Dia terkadang sangat menakutkan dan mengerikan!!" Batin Santi lagi sambil menatap Elang secara diam-diam.


"Siapa yang menelpon mas Wahid??" Tanya Dodi pada kakak seperguruannya itu.


"Tuan Jonas, ada kabar gembira untuk kita!!" Kata Wahid tampak sumringah.


"Kabar gembira apa mas Wahid??" Tanya Sandro.


"Mbak Shanum sudah kembali dengan selamat!!" Kata Wahid.


"Alhamdulillah!!" Kata Sandro dan Dodi bersamaan.


"Ayo kita pulang!!" Kata Sandro bersemangat.


"Sayang, apakah kamu baik-baik saja??" Kata Sandro memeluk Shanum.


Emosi, kemarahan akan kehilangan Shanum dan ketakutannya tidak bisa bertemu lagi dengan calon istrinya seakan membuat Sandro mau gila.


Sandro memeluk Shanum dengan erat.


"Aku tidak akan membiarkan dia menyakiti kamu lagi!!" Kata Sandro sambil mendekap Shanum dengan erat.


"Besok kita akan menikah, sebaiknya kamu beristirahat dulu Num!!" Kata Sandro.


"Kamu juga hati-hati di jalan ya, sekarang pulanglah!!" Kata Shanum pada Sandro.


"Bu, akhirnya ibu pulang juga!!" Kata Chika dan Chiro memeluk Shanum.


"Apa kalian di rumah baik-baik saja di rumah??" Kata Shanum memeluk kedua buah hatinya.


"Mana adik Rindra??" Tanya Shanum.

__ADS_1


"Adik sedang tidur, bu!!" Kata Chika sambil masih terus memeluk Shanum.


"Berarti para wedding organizer harus bekerja keras malam ini, papi ingin walau semua terkesan sederhana pesta kebun ini harus tampak sempurna!!" Kata papi Jonas tersenyum lega.


"Sandro, tidurlah...jangan sampai besok pas ijab kabul kamu nggak fokus!!" Ucap papinya dokter Soedibyo.


"Tapi Sandro belum mengantuk ayah, Sandro rasanya deg-degan banget menghadapi hari esok!!" Kata Sandro.


"Sudah kamu tenang saja, kamu hapalkan saja dulu yang mau diucapkan besok supaya besok kamu nggak gugup!!" Kata pak Soedibyo lagi.


***************


Tania mengerang setelah beberapa jam lalu dia diberikan suntikan penenang agar tidak mengamuk lagi.


"Kamù sudah sadar??" Tanya Rafli pada Tania.


"Kamu pasti ingin menanyakan di mana istri jelekmu itu kan??" Terdengar tawa Tania terkekeh.


"Istri jelekmu itu sudah mampus masuk ke dalam jurang dan terbakar bersama mobil yang terbalik!!" Kata Tania.


"Sekarang impas, aku tidak bisa memiliki kamu, tetapi jangan harap ada orang yang bisa memiliki kamu juga!! Kamu hanya milikku sampai kapanpun, cam kan itu Rafli sayangku??" Kekeh Tania.


"Kenapa kamu diam Rafli sayang?? Apakah kamu berubah pikiran dan ingin kembali padaku??" Tanya Tania penuh percaya diri.


"Di mana Bandiah istriku berada, Tania?? Aku yakin dia dan bayiku belum meninggal dunia!!" Kata Rafli dengan suara bergetar.


"Menurutmu??" Tantang Tania.


"Sersan?? Teriak Rafli.


Sersan Surya datang dan menghampiri Rafli.


"Sersan, apakah tidak ada kursi listrik atau hukuman gantung untuk menghukum wanita gila ini??" Tanya Rafli.


Sersan Surya dan Tania terdiam sesaat mendengar perkataan Rafli.

__ADS_1


Lalu Rafli berdiri dan meninggalkan ruangan itu. Entah dengan cara apa lagi dia mengungkapkan kebenciannya pada wanita yang terbaring di depannya itu.


"Rafli...hai.Rafli...pembicaraan kita belum selesai!!" Ucap Tania memberontak karena tangannya diikat untuk menghindari dia membahayakan dirinya sendiri.


Rafli menghela napas dalam. Dihirupnya kopi yang ada di tangan kanannya itu. Masih terngiang dalam ingatannya bagaimana rengekan istrinya kala itu.


"Abi...umi ingin mihat sahabat umi menikah, jika abi belum bisa mengantarkan umi kesana, umi pergi sendiri aja dulu ya...ya...boleh ya abi !!" Rengek Bandiah yang akhirnya membuat Rafli angkat tangan sama rengekan bumil yang satu itu.


Akhirnya dia mengijinkan istrinya untuk pergi terlebih dulu dan dia akan menyusulnya tetapi ternyata itu hari terakhir dia bersama Bandiah sebelum dikabarkan Bandiah diculik lalu hilang. Sementara Tania yang menculiknya tertangkap!! Sungguh tak adil memang!! Rafli mengusap sesuatu yang mengalir di pipinya.


"Kapten, jangan putus asa!! Kita belum menerima kabar yang menyatakan bahwa istri kapten itu meninggal dunia!!" Sersan Surya mencoba memberikan energi positif agar atasannya itu kuat kembali.


"Terima kasih sersan atas sarannya!!" Kata Rafli sambil menepuk pundak Surya.


"Omongan Tania tidak usah didengarkan, nanti kapten bisa gila!!" Kata Surya sambil tersenyum.


Sementara itu kegalauan Rafli rupanya berimbas pada bayi mungil itu, semalaman bayi lelaki yang belum putus tali pusarnya itu terus rewel dan menangis.


Digendong bergantian oleh bu Maria dan suaminya sementara Bandiah makan dan beristirahat sesaat.


Bayi mungil yang diberi nama Rabandy Radhian itu terus rewel semalaman.


"Bayimu sakit perutkah nak??" Tanya ibu Maria.


"Entahlah bu, popoknya sudah aku ganti, juga sudah kuberi ASI tapi masih tetap saja rewel!!" Kata Bandiah sambil menggendong putranya.


"Sudah, biar ibu dan bapak yang gantian menuaganya!!" Kata ibu Maria yang nerasa kasihan melihat Bandiah yang sudah nampak kelelahan.


Tapi ibu juga sedang tak enak badankan?" Tanya Bandiah pada ibu Maria.


"Nggak apa biar ibu dan bapak yang gantian menjaga bayimu!!" Kata pak Josef lagi.


*


*

__ADS_1


***Bersambung...


Lanjut ke next episode dan jangan lupa dukungannya ya🙏🙏


__ADS_2