
"Tapi kita kan menikah dadakan dan kita sama sekali tak menginginkan pernikahan ini!!' kata Bandiah ketus.
"Terlepas ini nikah paksa atau tidak, tapi secara agama kita sudah sah sebagai sepasang suami istri!!" kata Rafli membuat Bandiah semakin cemberut dibuatnya.
"Tapi malam ini kamu pulang ke penginapan kamu kan??" tanya Bandiah takut jika Rafli menginap di tempat kostnya.
Rafli tampak menarik napas sebelum menjawab.
"Istriku sayang...panggil abi jangan panggil kamu...mulai malam ini abi juga akan menghilangkan panggilan kamu menjadi panggilan umi...mengerti??? kalau nggak nurut nanti abi kasih hukuman!!" kata Rafli mengeluarkan sikap tegasnya pada Bandiah sebagai seorang aparat negara.
"Umi bisa memahami perkataan Abi kan??" tegas Rafli.
Bandiah jadi kicep tak berani bersuara lagi. Sikap selenge'an, manja yang selama ini selalu diperlihatkan Rafli seketika hilang berubah menjadi sosok yang berwibawa dan tegas tapi tetap lemah lembut seperti biasa apalagi kepada wanita yang sekarang sudah berstatus sebagai istrinya.
Sesekali Bandiah melirik agak takut pada Rafli. Biasanya sedekat apapun Rafli padanya, karena status mereka hanya sebagai teman, pasti Rafli tidak akan berani berbuat macam-macam tapi sekarang status mereka sudah berubah menjadi seorang suami istri walaupun nikah dipaksa warga...tapi tetap saja status mereka sudah menjadi sepasang suami istri.
"Aduhhhh jika dia meminta haknya sebagai suami malam ini, gimana ya?? walaupun aku sudah pernah menikah tetapi suamiku keburu meninggal sebelum kami berhubungan!!" batin Bandiah ngeri.
Apalagi sekarang dia melihat jelas postur tubuh Rafli yang tinggi besar dibandingkan dengan postur tubuh mungilnya, sekali dibanting apa nggak penyet...begitu pikir Bandiah.
Rafli hanya tersenyum. Dia tau kini istrinya itu agak ngeri padanya apalagi setelah melihat keseluruhan bentuk tubuhnya yang selama ini selalu dia sembunyikan dibalik baju lengan panjangnya.
"Mi...abi mau minum teh seperti biasa, kok umi jadinya malah takut sama abi sih??" tanya Rafli.
"Iya Raf, eh bi...!!" kata Bandiah grogi.
"Umi nggak usah khawatir, abi nggak akan minta hak abi sebagai seorang suami malam ini kok, abi akan menunggu sampai umi siap tapi jika umi siapnya malam ini, abi malah seneng banget!!" kata Rafli kembali ke mode bercandanya.
Bandiah tampak mencibirkan bibir mungilnya sambil menuju kedapur untuk membuatkan secangkir teh untuk suaminya.
************
"Yank....mas tadi malam sehabis isya mendapat undangan dadakan dari Rafli lho??" kata Indra saat dia sedang bersama Shanum di meja makan.
"Oh iya?? undangan apa mas??" tanya Shanum sambil menyendokan nasi goreng kedalam piring suaminya sementara Chika dan Chiro sudah sarapan semenjak tadi bersama yang lainnya.
Tadi malam Rafli dan Bandiah menikah di tempat pak RT karena kegerebek warga sedang berbuat mesum di kost-kostannya!!" kata Indra.
"Hah, berbuat mesum?? yang bener aja mas Indra....Shanum tau betul Bandiah itu orangnya seperti apa, nggak mungkinlah dia berbuat seperti itu...pasti ada kesalah pahaman ini!!" kata Shanum sangat tidak percaya.
__ADS_1
"Lha itu mereka sudah menikah semalam di rumah pak RT!!" kata Indra.
"Karena sehabis ada masalah keluarga kita yang sering diincar orang tak dikenal begini jadi mas nggak bisa keluar malam-malam juga meninggalkan kalian di mansion." Kata Indra.
"Entahlah kalau Elang, tapi se tahu aku, Elang ada rapat sama dewan direksi sampai jam sembilan tadi malam." Kata Indra lagi.
"Coba aku telepon Bandiah ya...menanyakan sebenarnya ada apa?? benarkah berita yang menyebar itu jika mereka dinikahkan paksa oleh warga karena ketauan berbuat mesum." Kata Shanum.
DDRRTTTTTT
"Siapa sih yang nelpon masih pagi gini??? sudah semalaman aku nggak bisa tidur takut Rafli tangannya gerayangan kemana-mana sekarang baru terlelap nggak sampai setengah jam sudah ada yang nelpon!!" gerutu Bandiah.
"Assalamualaikum!!"
"Waalaikum Salam!!"
📱"Apa kabarmu bestie!! maaf ya nggak bisa datang ke pernikahanmu semalam, habis dadakan sih!!"
📱"Tau tuh...aku dan Rafli dituduh warga, padahal kita nggak lagi berbuat apapun hanya memang semalam Rafli masuk angin mau aku kerok, pas posisi dia nggak pakai baju, datanglah para warga gerebek tempat aku kost, disangka merekalah kami berbuat mesum!!"
Suara Bandiah terdengar sangat kesal dari seberang sana.
📱"Nggak...dia malah diam-diam bae!! malah menyetujui usulan pak RT agar kami menikah secepatnya malam itu di rumah beliau!!"
📱"Kok ada yang aneh ya?? jangan-jangan Rafli memang sengaja berbuat demikian agar bisa segera dinikahkan denganmu, Di??"
📱"Ahhhh, mana mungkinlah!! dia lho naksir berat sama kamu!!"
📱"Itukan dulu, Di!! perasaan seseorang itu bisa saja berubah!!"
📱"Isshhh, nggak tau lah...ini aja aku semalaman nggak bisa tidur aku takut tangan Rafli menggerayangi aku!! baru saja belum ada setengah jam aku tertidur setelah Rafli ada tugas di kantor polisi aku baru memejamkan mata dan baru terlelap, eh...malah kamu lagi yang nelpon!!"
📱"Isshhh maafkan akulah Di, aku dan mas Indra pikir kamu lagi honeymoon semalam!!"
Tawa Shanum diiringi oleh tawa Indra yang sedang menyantap nasi gorengnya.
📱"Kok kalian menertawakan kemalanganku sih??" gerutu Bandiah kesal.
📱"Sudah nikmati saja hari-hari sebagai seorang Rafli Andarian, terus ngomong-ngomong kapan nih honey moon nya??"
__ADS_1
📱"Isshhh aku jangan diingatkan soal itu, ngeri tau...ya sudah aku mau lanjut tidur dulu , jadi begitu Rafli datang mataku bisa melek kembali...Assalamualaikum!!"
📱"Waalaikum Salam!!"
"Wah mau tempur dong mereka nanti malam, kita kapan bisanya yank?? sudah selesaikah PMR nya??" tanya Indra.
"Hem, kan mulai latah...liat orang lain mau tempur ikut sibuk juga mau tempur!!" gerutu Shanum pada suaminya.
"Iya lah sayang, makanya jangan kelamaan PMR nya!!" kata Indra.
"Sudah mas tapi belum mandi keramas!!" sahut Shanum.
"Kalau begitu nanti malam bisa kan sayang??" kata Indra dengan wajah memelas plus memohon.
"Mas...mas....seperti orang nggak diberi jatah setahun aja sih??" kata Shanum sambil tertawa melihat wajah dan tingkah lucu suaminya itu.
************
"Bos, coba lihat lelaki bertubuh ramping yang baru keluar dengan moge nya dari gerbang mansion nyonya Prianka itu!!" tunjuk Tirta pada Sandi.
Para orang yang disebarkan Elang secara diam-diam untuk mengawasi mansion milik keluarga Prianka dan Prita.
Elang meyakini bahwa Sheilla sudah kembali ke kota ini lagi tetapi mungkin dia sedang melakukan penyamaran saat ini.
"Gimana bos, kita ikuti pria kurus itu dan sebagian orang kita tinggal dan mengawasi tempat ini!!" kata Tirta.
"Idemu cemerlang Tirta, kita berdua akan mengikuti pria kurus itu, sementara yang lain stand by di sini mengawasi keadaan, beri tahukan juga pada mereka yang berjaga di sekitaran mansion nyonya Prita!!" perintah Sandi.
Lalu Sandi dan Tirta bergerak meninggalkan tempat itu mengikuti pria jangkung yang baru saja pergi tadi!!
*
*
***Bersambung...
Akankah akhirnya penyamaran Sheilla akan terbongkar??
Cusss ikuti terus kisah mereka selanjutnya dan jangan lupa dukungannya ya reader!!🙏🙏
__ADS_1