
"Sadarlah Mina, ayo kita pulang?? Bukankah dulu impian kita adalah bisa bertemu dengan ayah dan berkumpul kembali? Sekarang ayah telah kembali, ayo kita pulang?" Kata Mini masih berusaha membujuk Mina.
"Kumpul dengan gembel yang miskin itu terus kita kembali hidup susah lagi?? Ogah, kalau kamu mau kamu saja kembali bersama si gembel, hahaha!!" Tawa Mina membahana di seantero kamar itu.
Sekali ini Mini sudah benar-benar tidak bisa menahan dirinya lagi mendengar ayahnya selalu dihina dan dicaci maki oleh adiknya sendiri.
Tiba-tiba...
"Zoe kamu kah itu?? Sebuah suara yang sangat dirindukan oleh Zonas terdengar menyapa di belakangnya.
Zoe cepat berbalik. Mata Zoe dan Jonas bertemu. Mata keduanya berkaca-kaca.
Jonas lari memeluk saudara kembarnya itu.
"Sudah lama sekali Zoe...kamu kemana saja puluhan tahun ini?? Papi dan mami terus mencari dan menanyakan keberadaan kamu!! Kamu hanya hanya ijin pergi ke Inggris tetapi nyatanya kamu tak pernah ke sana kan?? Kamu kemana saja selama ini??" Tangis Jonas terdengar memilukan.
"Aku mencari cinta sejatiku, jonas...calon istriku dan calon ibu dari anak-anakku tetapi syukurlah di usia senjaku aku masih bisa bertemu dengan putri-putriku walaupun Mina tak pernah mengakuiku sebagai ayahnya." Kata Zoe dengan air mata yang semakin deras membasahi pipinya yang keriput.
"Aku memang tidak pernah mau mengakui kamu sebagai ayahku lelaki gembel!! Sudah banyak kepahitan hidup yang diderita oleh ibuku itu semua karena ulah keluargamu, aku nembenci kalian semua penyebab penderitaan ibuku, kalian semua harus musnah dari muka bumi ini!!" Teriak Mina dengan mata memerah.
Tiba-tiba...
BUG...BRAK...
Mina terlempar ke tembok karena Sandro sudah bisa menguasai dirinya sepenuh nya walaupun karena luka di bahu yang dia derita akibat serangan si topeng hitam alias Mina saat di taman tempo hari masih belum kering benar, tetapi setengah kekuatan Sandro sudah kembali lagi sehingga dia mampu membanting Mina ke dinding menjauhi ibu mertuanya itu.
Dengan gerakan cepat pula Dodi yang ada di belakang Shanum cepat bergerak mendekati mami Tiara dan mengangkatnya serta membawanya keluar dari kamar itu.
"Kalian jaha*nam semuanya!!" Teriak Mina lalu bangkit dari jatuhnya berdiri dengan cepat.
Sandro dengan cepat menghampiri Shanum istrinya.
"Hai Shanum, kamu tidak cemburu saat aku menge*cup bibir kenyal dan lembut milik suamimu?? Dia tidak pantas mempunyai istri sepertimu Shanum, dia tidak akan pernah mengingatmu, kudoakan dia amnesia selamanya." Kata Mina tertawa mengejek.
"Siapa yang amnesia??? Aku hanya berpura-pura hilang ingatan untuk mencari tau kebenaran siapa sebenarnya si topeng hitam yang saat itu mau membunuhku sampai dua kali!! Kupikir Mini lah orangnya ternyata itu ya kamu-kamu juga Mina??" Kata Sandro.
"Sekarang sepertinya semua orang harus tau juga tentang kejahatanmu yang berniat untuk menghabisi keluargaku kan?? Termasuk yang membawa pergi putraku ke kolam renang dan menceburkannya kesana lalu setelah itu kamu bawa dia masuk ke dalam gudang dan menguncinya berharap tak ada yang dapat menemukannya di sana!! Jahat sekali kamu, Rindra itu anak kakakku dia tak mempunyai kesalahan apa pun kepadamu, mengapa dia juga menjadi sasaran kejahatanmu??" Kata Sandro lagi.
"Dan satu hal lagi yang perlu kalian semua ketahui di sini bahwa Mina dan Kirun menjalin hubungan asmara yang terlarang, aku sudah merekam kemesuman yang mereka perbuat di taman sepi tempo hari." Kata Sandro lagi.
"Dan kamu juga Kirun, teganya kamu berbohong pada papi dengan berdalih bahwa anak kamu sakit sehingga kamu tidak bisa menjemput papi di perusahaannya padahal kamu menyimpang ke taman untuk mantap-mantap dengan Mina di sana tanpa mempunyai rasa malu sama sekali!!" Ucap Sandro terus mengungkapkan sebuah fakta.
"Benarkah yang sudah dikatakan oleh mas Sandro itu mas Kirun??" Sebuah suara tiba-tiba menyeruak di belakang Kirun yang sudah pucat pasi dan gemetaran seluruh tubuhnya.
__ADS_1
"Ni...Nisa!!" Kata Kirun tergagap saat melihat istrinya dengan menggendong bayi mereka dan menggandeng lagi anaknya di tangan sebelahnya.
Air mata Nisa istri Kirun sudah basah membanjiri wajahnya.
Sebenarnya dia sudah merasa ada yang janggal pada suaminya selama dua bulan terakhir ini.
Kirun selalu bersikap dingin dan acuh padanya. Tetapi Nisa tidak pernah berpikir bahwa suami yang dia cintai berselingkuh darinya.
"Kiruuunnnn...keterlaluan kamu!!" Bentak papi Jonas yang berusaha melepaskan diri dari tangan Zonas yang menahannya untuk memukul Kirun.
Tiba-tiba Mina mendongakan kepalanya lalu tertawa meninggi.
"Hai...kalau kamu tidak kau suamimu berselingkuh, rawat dirimu itu, penampilan kamu lebih parah dari para maid di sini, maid di sini yang pekerjaannya berat pun jauh lebih cantik darimu jadi jangan salahkan jika suami kamu tergoda padaku apalagi servis dan pelayananku sangat memuaskannya, ya kan mas Kirunku sayang? Oh iya, kapan lagi kita bercinta mas?? Sudah dua hari lho?? Kamu nggak kangen sama goyangan pinggulku??" Tanya Mina semakin menggila.
"Cukup Mina, kamu sekarang sudah melebihi seorang pela*cur saja aku yang sebagai saudaramu pun tidak menyangka begini ternyata kelakuan kamu di luaran??" Bentak Mini pada Mina saudari kembarnya.
"Sekarang kamu sudah tau kan bagaimana liar nya aku wahai kakakku yang sok suci??" Kata Mina.
"Dasar wanita tidak punya hati, aku sumpahi semoga kelak balasan yang lebih akan kamu terima!!" Teriak Shanum yang sedari tadi hanya diam menyimak perdebatan itu.
"Ho...ho...ho, wanita berhijab buka suara juga akhirnya kirain takut makanya diam saja." Kata Mina lagi.
"Kalian semua keluarlah biar aku yang meringkus saudari bejatku ini biar aku yang akan mewakili kalian semua untuk menghukumnya, karena aku sebagai saudara telah gagal untuk mendidiknya!!" Kata Mini datar.
Mereka semua keluar dari kamar itu, mami Tiara sudah mampu duduk di sofa bersama dokter Arman, beruntung mami Tiara cepat meminum ramuan yang diberikan oleh Sandro sehingga efek obat tidur dosis tinggi itu tidak sampai merenggut nyawa nya karena Sandro sudah mengetahui rencana Mina.
"Zoe?? Kamu kah itu?? Mengapa kamu terlihat kurus dan sangat tua Zoe??" Tanya mami Tiara pada iparnya juga teman sepermainan mereka dulu semasa kecil.
"Tidak mengapa aku begini, Tiara...mungkin ini adalah hukuman Allah untuk semua dosa dan kesahanku di masa yang telah lalu!!" Terang Zonas.
Sementara Shanum masih berusaha menenangkan Nisa istri Kirun yang selalu histeris pada kelakuan suaminya. Ditambah lagi semua ucapan dari Mina tadi betul-betul telah melukai dan menghancurkan perasaannya.
Sandro, Dodi dan Wahid masih berdiri di sana untuk menjaga kemungkinan Mina akan meloloskan diri lagi jika telah kalah bertarung dengan Mini.
"Ada apa dengan istri Kirun, pi?? Mengapa dia menangis histeris begitu??" Tanya mami Tiara.
"Kirun sudah berselingkuh dengan Mina, dan mami tau siapa Mina dan Mini itu??" tanya papi Jonas.
"Mami tau pi, makanya mami meminta Mina untuk menjadi asisten mami, dan mami juga tau terkadang Mina dan Mini sering bertukar peran dan mami membiarkan saja." Jelas mami Tiara.
"Hanya memang watak mereka berbeda, Mina terkadang pandai bersandiwara sedangkan Mini di balik sifat tegasnya terpancar kelembutan hatinya!!" Kata mami Tiara pada mereka semua.
"Hanya sayang aku tidak tau dari mana putriku yang satu itu menurun sifat jahat nya, karena Anina perempuan yang tegas tetapi lemah lembut!!" Kata Zonas murung.
__ADS_1
"Ini semua bukanlah salahmu Zoe, tetapi karena keegoisan kedua orang tua kita!!" Kata Jonas sambil kembali memeluk saudaranya yang telah puluhan tahun menghilang dari kehidupannya itu.
Sementara di dalam kamar pertarungan di tempat sempit antara dua saudara kembar itu masih berlangsung dengan sengitnya.
Karena mereka berdua satu guru maka mereka berdua sama-sama tangguh.
"Jonas, aku harus melihat kedua putriku...aku tidak ingin salah satu dari mereka celaka!!" Kata Zoe pada Jonas dan Tiara.
"Sayang...mengapa kamu masih diam saja?? Mas kan tadi sudah menjelaskan alasan mas Sandro berbohong sampai amnesia segala semata untuk melindungi kalian semua karena mas Sandro tau betapa jahatnya Mina, hanya saja mas belum mempunyai bukti yang kuat maka nya mas berpura-pura amnesia biar mas bisa leluasa bergerak untuk mencari tau!!" Kata Sandro terus berupaya untuk membujuk Shanum yang masih marah pada nya apa lagi ditambah Mina yang tadi secara terang-terangan mengecup bibirnya, apa Shanum nggak naik pitam.
"Ayo lah sayang...kita sudah bisa bulan madu kan??" Tanya Sandro merayu Shanum.
"Minta jatah sama Mina sana...aku kan hanya janda dengan tiga anak sudah nggak gigit lagi, kalau Mina kan masih single!!" Jawab Shanum masih membuang muka kesal.
"Memangnya mas Sandro kamu sama kan sama si Kirun yang suka masuk sembarang lubang, nggak pandang lubang biar lubang buaya juga dimasuki!! Lebih menggigit...lebih menggigit apa nya?? Mas Sandro malah jijik mendengarnya!!" Kata Sandro.
"Pokoknya mas Sandro nggak mau tau, nanti malam kita harus bulan madu...punya mas Sandro sudah kebelet pengen muntah!!" Kata Sandro.
"Mau muntah kok laporan nya ke Shanum sih?? Tuh...muntah kan aja di wastafel kan beres masalahnya!!" Kata Shanum.
"Konsepnya nggak gitu juga kali Num...Num....maksudnya pengen muntahin cairan yang lain!!" Kata Sandro tersenyum mesum.
"Dasar jorok!!" Cibir Shanum sambil mencubiti pinggang suaminya.
Tiba-tiba....
BUGH....AARRGGGHHH
Sebuah jeritan terdengar melengking dari kamar mami Tiara tempat yang dijadikan ajang pertarungan oleh Mina dan Mini.
"Apa itu mas??" Tanya Shanum lalu dia dan Sandro berlari keluar kamar mereka menuju suara teriakan di kamar mami Tiara.
Saat mereka berdua sampai di sana, tampak Dodi dan Wahid sedang menolong Mina yang terkapar muntah darah terkena hantaman Mini di dada nya.
Terlihat Mini berteriak bersimpuh di depan tubuh adiknya yang terkapar tak berdaya di lantai dan di tolong oleh Dodi juga Wahid.
"Mina...maaf kan kakakmu ini!! Aku tidak sengaja menyakitimu dengan menendang dadamu!! Kamu terus yang semenjak tadi berusaha sekuat tenaga untuk menghabisi aku!!" Jerit Mini.
*
*
***Bersambung...
__ADS_1
Tinggal satu bab lagi cerita mereka bakal kelar ya reader jadi jangan lewatkan dan ikuti terus kisah mereka selanjutnya dan jangan lupa dukungannya😊😊