Sejuta Kenangan Bersamamu

Sejuta Kenangan Bersamamu
Bab 16 Merindukan Yang Terlarang Untuk Dicintai


__ADS_3

"Ayo anak-anak!!" ucap Shanum pada kedua anaknya yang lalu dengan setia masuk kedalam rumah mengikuti ibu mereka.


Rahman terpaku di halaman. Penolakan dari istri dan anak-anaknya kini telah dia dapatkan, sakit?? tentu saja...dan itulah resiko yang harus dia terima akibat dari kata "MENDUA".


Entah mengapa sejak Shanum berani menunjukan perlawanannya pada dirinya, Rahman merasa setiap menit dia mulai merasa tak rela untuk berpisah dengan keluarganya.


Walaupun yang dia dapat adalah penolakan demi penolakan lalu penentangan yang dilakukan oleh Shanum yang selama 10 tahun bersamanya tak pernah dia lihat sisi lain dari wanita yang telah menjadi istrinya itu.


Sisi lembut dari seorang Shanum kini berubah seperti membangunkan singa yang sedang tidur, membangunkan naga yang sedang bertapa dan kini dalam keadaan berdiri tegak dan siap menerjang apapun yang ada didepannya.


************


Indra Fahreza terdiam membisu. Mereka semua sedang makan malam di mansion utama keluarga Pingkan Azzura pemilik perusahaan Azzura group yang terkenal di kota ini.


Indra merasakan kepalanya teramat sakit dengan kejadian demi kejadian hari ini hingga dia berkali-kali memijat pelipisnya.


"Nggak usah pi, sebaiknya Indra pulang saja." Kata Indra.


"Honey, apakah kamu sedang sakit??" tanya Pingkan pada tunangannya itu.


"Kepalaku terasa sakit sekali!!" jujur Indra.


"Bagaimana dengan hubungan kalian berdua??" tanya mami Prianka, maminya Pingkan.


"Hubungan kami baik-baik saja, mi!!" ucap Pingkan.


"Indra, papi sudah merencanakan pernikahan kalian secepatnya dilaksanakan karena beberapa bulan lagi kalian akan mengambil S2 kalian di Inggris kan?? jadi kami tenang melepaskan kepergian kalian berdua tanpa takut kalian akan berbuat dosa yang tak diampuni." Kata papi Arthur Azzura.


Indra terhenyak mendengar itu. Selama sebulan ini semenjak kedekatannya bersama dengan Shanum, dia seolah melupakan mimpinya untuk menyelesaikan program studi S2 nya itu.


Dia terlalu bahagia dengan perasaan hatinya.


Shanum mampu membuat hidupnya lebih berwarna, jika selama ini kedekatannya dengan Pingkan Azzura karena perjodohan kedua orang tuanya maka berbeda dengan Shanum.


Kedekatannya dengan Shanum adalah murni seperti pesan dari hatinya untuk wanita ayu yang usianya lebih tua 3 tahun darinya itu.


Meskipun dia tahu rindu dan cinta mereka itu terlarang, tetapi rasa terlanjur nyaman sudah menghilangkan akal sehatnya.


"Indra??" panggil papi calon mertuanya itu melihat Indra tak merespon ucapannya karena sakit kepalanya yang sejak tadi menyerang Indra.


"Kamu sakit, nak??" tanya mami Prianka.


"Kepala Indra sakit mi!!" kata Indra apa adanya.


"Ya sudah sebaiknya malam ini kamu menginap di sini biar nanti papi akan telepon mami dan papi kamu." Kata papi Arthur.


"Jangan pi, sebaiknya Indra pulang aja, masih banyak pekerjaan yang harus Indra selesaikan!!" jawab Indra.


"Kamu yakin bisa nyetir sendiri??" tanya mami Prianka.

__ADS_1


"Insya Allah, mi!!" jawab Indra.


Sebenarnya bukan itu alasan Indra berkeras mau pulang tetapi dia harus menjelaskan pada Shanum mengapa dia mengingkari janjinya tadi sore.


"Akhirnya!!" bisik Indra lega saat dia bisa pergi dari istana kecil milik keluarga Azzura itu.


Aku sama sekali tak menemukan kedamaian di sana, padahal di rumah Shanum yang sederhana dia betah berjam-jam di sana tertawa dan bercanda dengan wanita itu.


Berbeda dengan keluarga Arthur yang terlalu banyak peraturannya.


Sejak tadi hanya tubuhnya aja yang duduk di ruang makan keluarga Pingkan, pikirannya terbang lebih dahulu kerumah Shanum.


Di depan rumah Shanum lampu ruang tamu masuh menyala, dengan cepat Indra memarkirkan mobilnya dan berlari kearah rumah Shanum.


TOK...TOK...TOK..


CEKLEK...


"Mau apa pak Indra malam-malam datang kemari?? bukannya tadi sore bapak bersama dengan mbak Pingkan??" tanya Shanum heran.


"Saya merasa bersalah sama kamu, Num, saya mau menjelaskan kejadian tadi sore!!"


"Tak perlu pak, saya tak perlu penjelasan apa-apa!!" kata Shanum.


Tiba-tiba sakit kepala Indra yang sejak tadi dia tahan menyerangnya kembali.


"Pak...bapak kenapa??" tanya Shanum panik melihat Indra tampak memegang kepalanya.


"Masuk...masuklah dulu pak!!" karena tak tega akhirnya Shanum mengajak Indra masuk kedalam rumah.


"Saya buatkan teh hangat dulu, ya!!kata Shanum.


Tak lama dia keluar dengan secangkir teh hangat di tangannya.


"Num saya bisa minta tolong??" kata Indra.


"Bapak mau minta tolong apa??" tanya Shanum.


"Tolong pijatkan kepala saya sebentar, Num!!" pinta Indra.


Tanpa menolak Shanum mendekati Indra.


"Num saya boleh merebahkan kepala saya di sini??" tanya Indra sambil menepuk paha Shanum pelan.


Mau menolak Shanum tak tega akhirnya dia mengangguk mengiyakan walaupun debaran jantungnya mengamuk tak karuan.


Indra merebahkan kepalanya dipangkuan Shanum sambil menatap wajah ayu dan teduh itu.


"Num, apakah kita bisa terus bersama seperti ini??" tanyanya.

__ADS_1


"Saya juga nggak tau pak, secara kita itu berbeda...pak Indra hanya datang sesaat dan memberi harapan setelah itu pergi dan menghilang, tetapi saya bahagia pak walaupun suatu hari nanti kita berpisah, tetapi kenangan ini akan selalu saya ingat!!" kata Shanum sambil memijit pelipis Indra.


"Num, berada di dekatmu membuatku terasa damai!!" kata Indra.


Tak terasa Indra tertidur karena pijatan Shanum di pelipisnya.


Wajahnya tampak damai tak lagi menegang seperti tadi.


Shanum membelai rambut ikal Indra. Tak terasa air mata menetes tepat jatuh di pipi Indra namun cepat dihapus oleh Shanum.


"Ya Allah...bisakah aku memohon agar malam ini tidak cepat berakhir agar aku bisa selalu ada di dekatnya karena sewaktu-waktu dia pasti akan pergi meninggalkanku."


************


Ddddrrttt...ddrrrtttt


📱"Mi, apakah Indra sudah sampai di rumah?? sebab dia tadi pulang dalam keadaan sakit kepala, terus disuruh nginep di mansion Indranya nggak mau."


📱"Belum pulang, mungkin Indra singgah ke apartemen Elang, coba nanti mami telepon dia, ya!!"


📱"Oya mi nanti beri kabar Pingkan ya kalau Indra sudah pulang!!"


"Kemana sih perginya anak itu?? bikin khawatir orang tua saja!!" gerutu mami Tiara.


"Ada apa beb??" tanya Sheila yang sedang berada di apartemen Elang. Dilihatnya Elang mematikan sambungan teleponnya.


"Nggak ada apa-apa!!" kata Elang.


"Sebaiknya kamu pulang hari sudah malam, nggak enak rasanya seorang wanita sampai malam di tempat laki-laki!!" kata Elang.


"Tapi kamu kan tunanganku beb??" kata Sheila cemberut.


"Kan baru tunangan, belum jadi istri!!" kata Elang.


Setelah Sheila pulang Elangpun berpikir kemana perginya Indra sahabatnya itu.


Apakah tak mungkin dia pergi ke rumah Shanum?? dia hapal betul watak sahabatnya itu jika sedang suntuk.


Akhirnya Elang memutuskan untuk pergi kerumah Shanum malam itu.


"Ndra...Ndra, harus dengan apa aku memperingatkanmu untuk tidak melibatkan Shanum dalam kisah cintamu, kasihan wanita itu harus ikut terlalu jauh dalam masalahmu.


*


*


***Bersambung...


Ada kalanya kita merasa nyaman dengan seseorang yang bahkan tak memiliki ikatan dengan kita...

__ADS_1


Ikuti terus kisah cinta Shanum selanjutnya ya reader...


__ADS_2