Sejuta Kenangan Bersamamu

Sejuta Kenangan Bersamamu
Bab 127 Kegalauan Tania


__ADS_3

"Ini sungguh tidak bisa ditolerir lagi, kesalahanmu sudah sangat fatal pak Elang!! Kamu sudah mencorengkan nama rumah sakit ini!!" Kata Direktur itu lagi.


"Jadi dengan sangat menyesal saya memberhentikanmu dengan tidak hormat!" Ucapan terakhir dari sang direktur sungguh membuat Elang merasa syok berat.


"Apa pak?? Saya dipecat?? Apa tak ada pertimbangan lagi untuk saya pak??" Tanya Elang.


"Pak, ini pertimbangan kami yang kesekian sekian!! Kami tau kamu sering melakukan ini sudah banyak laporan masuk pada instansi kita tetapi kamu masih kami pertahankan karena dedikasi yang besar pada rumah sakit ini, tetapi sekarang perbuatanmu sudah kelewat batas!!" Kata Direktur itu.


Dengan wajah kesal dan merah padam Elang meninggalkan ruangan itu dan menuju keruangannya untuk membereskan barang-barang pribadinya.


"Apakah kamu puas??" Tanya dokter Soedibyo pada Sandro.


Selangkah lagi pi, ada satu cctv lagi di rumah sakit itu yang belum diperiksa oleh tim kepolisian, yaitu cctv tersembunyi di lorong koridor ruangan operasi!! Jarang yang tau di situ ada terpasang cctv karena koridor itu sangat jarang di lewati!!" Kata Sandro.


"Sandro, apakah dengan kamu menggagalkan pernikahan Elang dan mantan iparmu itu kamu tak akan membuatnya merasa sangat sedih??" Tanya pak Soedibyo.


Sandro bersedia menggantikan diri sebagai pengantin pria nya jika Shanum tak keberatan untuk menikah dengan Sandro." Kata Sandro yakin.


***************


"Mau apa kamu menemui aku di kantorku ini, Tania??" Kata Rafli.


"Jangan bilang kamu sedang hamil anak Elang setelah kamu berkali-kali melakukan hubungan intim dengannya lalu kamu mau melemparkan semua kesalahan kamu padaku dengan berusaha menjebakku!!" Kata Rafli.


"Ba...bagaimana kamu tau tentang hubunganku dengan Elang??" Tanya Tania.


"Fuih...siapa yang tidak melihat video kamu dan Elang yang beredar itu Tania?? Hebat kamu Tania, setahu aku dulu kamu sudah terkenal tetapi sekarang jauh lebih terkenal lagi sebagai pemeran film panas!!" Kata Rafli tertawa hambar.


"Dulu aku pernah mengagumimu, bahkan mencintaimu dan tergila-gila padamu, tetapi sekarang sepertinya aku menyesal dan aku bersyukur waktu itu Allah tidak mrmberikanmu sebagai jodohku!!" Kata Rafli.


"Tolong aku Rafli, apa yang harus aku lakukan untuk menghadapi keluargaku??" Tanya Tania menangis.


"Lho terus apa hubungannya dengan aku?? Itu sebenarnya juga karma buatmu berani bermain-main dengan seorang lelaki tanpa memikirkan akibatnya hanya memikirkan saat enaknya saja."


"Kamu tau kan mau berhubungan berapa kali pun lelaki tidak mungkin akan hamil, tetapi jika wanita?? Itu tidak kamu pikirkan Tania?? Apakah pada saat kamu dan Elang sedang on kamu tak memikirkan tentang hal itu??"


"Yang ada di otakmu adalah dimasuki oleh Elang, digoyang, lalu perkara selesai?? Di mana otak kamu Tania, di mana kamu simpan pendidikanmu yang kamu bilang lulusan universitas ternama di luar negeri sana jika hal sepele seperti itu saja kamu tidak bisa memikirkannya??" Kata Rafli dengan tegas dan pedas.

__ADS_1


"Aku tau aku salah, lalu aku harus bagaimana??" Tanya Tania lagi.


"Ya minta lah pertanggung jawaban pada Elang, masa mau minta pertanggung jawaban dengan aku?? Masa Elang yang makan nangkanya, tetapi aku yang kena getahnya??" Tanya Rafli.


"Aku sudah mencari Elang kemana-mana tetapi semenjak dia dipecat dari pekerjaannya dia tak lagi pulang ke apartemennya, dia seolah hilang ditelan bumi." Tangis Tania terdengar memilukan.


"Maaf Tania, aku tidak bisa banyak membantumu!! Istriku juga tengah hamil, dia lebih penting bagiku!!" Kata Rafli.


"Mending jika kamu mau menurut saranku lebih baik kamu pulang kembali ke Jakarta, ceritakan hal ini baik-baik pada keluargamu!! Anak yang ada di dalam kandungan kamu itu tidak bersalah, jangan kamu apa-apakan dia!!" Nasehat Rafli.


"Kamu tau Tania, Elang itu akan menikah dengan Shanum!! Hanya tinggal menunggu hitungan hari lagi resepsi pernikahan mereka akan digelar, kini hubungan mereka hancur, undangan yang telah disebar akhirnya akan dibatalkan, puas kamu lagi-lagi menyakiti hati dan perasaan orang lain??" Kata Rafli.


"Sekarang kamu pergilah, jauhi kehidupanku dan istriku, jangan ganggu kami lagi karena kami juga sudah memiliki kehidupan sendiri!!" Kata Rafli melunak.


"Bi, lalu bagaimana dengan keadaan Shanum setelah kejadian itu??" Tanya Bandiah khawatir.


"Berdoalah semoga Shanum bisa melewati masa-masa sulit itu, kita tau Shanum orang yang kuat!!" Kata Rafli.


"Bi, apakah saat melihat Tania dalam kesulitan hati abi tidak tersentuh sedikitpun??" Tanya Bandiah hati-hati.


"Kepa*rat!!" Umpat Elang.


"Ulah siapa sebenarnya ini? Mengapa semua harus jadi seperti ini? Peenikahanku yang hanya tinggal hitungan hari gagal, karir yang aku bangun dengan susah payah hancur dalam sekejapan mata!!" Elang menegak seloki yang ada di tangan kanannya.


DDRRRTTTTT


πŸ“±"Siapa lagi sih?? Mengganggu aku saja??" Umpat Elang kesal sambil menggeser dial ponselnya.


πŸ“±"Ya ada apa??"


πŸ“±"Elang, kamu di mana? Aku mencarimu kemana-mana?"


πŸ“±"Untuk apa kamu mencariku Tania?"


πŸ“±"Kamu kok bicara begitu sih? Dua hari kamu tidak balik ke apartemen, aku jadi khawatir!!"


πŸ“±"Aku baik-baik saja! Jika sudah tidak ada yang mau kamu bicarakan, aku tutup teleponnya!"

__ADS_1


πŸ“±"Elang, aku khawatir aku hamil!!"


πŸ“±"Jika benar itu terjadi kamu tinggal gugurkan saja bayi itu, lagi pula belum tentu itu anak aku, siapa tau sebelum denganku kamu sudah tidur dengan banyak lelaki??"


πŸ“±"Keterlaluan kamu Elang, bisa-bisanya kamu berkata begitu padaku!!"


πŸ“±"Sudahlah Tania aku lagi pusing, jangan ganggu aku lagi."


TUUUUTTTTT


"Elang??? Dasar laki-laki maniak ****...sudah habis manis sepah dibuang!!" Rutuk Tania geram tapi tidak tau harus mencari Elang kemana.


Sementara itu dengan diantar oleh Dodi, Shanum pergi kepemakaman.


"Mas, Shanum nggak jadi menikah dengan mas Elang! Tetapi Shanum bersyukur, Allah sudah menunjukan siapa dia sebenarnya sebelum pernikahan itu terjadi!!" Desis Shanum sambil membelai batu nisan Indra.


"Hai cantik, lagi-lagi kita bertemu di sini??" Sebuah suara menyapa Shanum.


Dengan cepat Shanum menoleh dan melihat Sandro berdiri di depannya.


Tidak seperti hari-hari kemarin Sandro memakai baju kemeja yang di kancing sampai bagian lehernya, pakai kaca mata dan rambut diberi banyak minyak rambut serta dibelah tengah, dan memakai sandal jepit, sekarang penampilannya berbeda.


Dengan celana jeans warna hitam dipadu dengan sweater. Rambutnya yang ternyata halus dibiarkannya lepas tanpa minyak rambut. Tak ada lagi kaca mata bergagang tebal dan juga memakai sepatu kets warna putih.


"Sandro? Ini kamu?" Tanya Shanum hampir tak percaya.


"Iya ini aku Sandro, kenapa? Apakah penampilanku aneh sehingga kamu memandangku seperti itu?" Tanya Sandro sambil tersenyum.


*


*


***Bersambung...


Penyesalan memang selalu datang belakangan dan selalu saja datang terlambat.


Jangan lupa like, komen, vote, favorit dan rate nya ya readerπŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2