
"Ini semua gara-gara kamu Elang...jika mulut embermu tidak bocor kepolisi, tentu sekarang aku masih bebas berkeliaran bukan seperti sekarang ini bersembunyi seperti tikus got."
"Untung aku masih membawa perhiasan dan uang cash yang tidak sedikit, dalam setahun kedepan aku masih bisa menghandle keadaan!!" kata Sheilla lagi.
***********
"Sayang...mas akan pulang hari ini ke kota, mas sudah minta tolong mami kirimkan beberapa orang untuk mengawasi keadaan rumah ini dan tadi mami juga titip salam buat kamu dan ibu!!" kata Indra.
"Chika...Chiro...jaga ibu dan adik Sharindra sementara ayah belum kembali ya...kalian jangan nakal!!" pesannya pada kedua anak sambungnya itu.
"Baik yah...kami tidak akan nakal dan akan menjaga ibu dan adik bayi baik-baik!!" jawab Chika dan Chiro.
Indra lalu naik ke mobilnya dan dengan berat hati pergi lagi meninggalkan keluarganya di sini.
Dia tau Elang sahabatnya sedang membutuhkan dukungan moril darinya, dia harus menguatkan Elang seperti dulu Elang yang selalu membantu menguatkannya.
***********
Yanti telah tiba kembali di tempat kediamannya di Malaysia.
Ibu dan ayahnya menyambut kedatangan putri dan cucunya dengan suka cita.
"Kok kamu pulang sendiri?? suami kamu tidak ikut??" tanya ayah dan ibunya.
"Mas Rahman masih banyak pekerjaan bu, yah...jadi Yanti dan Atika pulang duluan!!" kata Yanti memaksakan untuk tersenyum.
"Seandainya ibu dan ayah tau bagaimana tentang rumah tanggaku sekarang??" lirih Shanum.
Dia menyeret masuk kedalam kamar koper pakaian miliknya sementara Atika bermain dengan kakek dan neneknya.
Yanti duduk di tepi pembaringan membayangkan lagi gaun malam dan cincin berlian yang Rahman hadiahkan untuk selingkuhannya itu.
"Keterlaluan kamu mas, aku yang istrimu saja tak pernah kamu belikan pakaian sebagus dan cincin berlian semahal itu." Gumam Yanti.
"Dulu aku bangga saat berhasil merebut mantan pacarku sendiri dari tangan istrinya, menjadikan mas Rahman sebagai suamiku tanpa peduli bagaimana perasaan Shanum dan kedua anaknya saat itu, aku terlalu bangga dan bahagia bisa bersama dengan laki-laki yamg pernah menjadi pacarku itu." Gumam Yanti.
"Sekarang karma berbalik, sakitnya Shanum kini aku rasakan dan aku alami!!" lirih Yanti.
"Sebaiknya aku memulai kembali kehidupanku dan harus terbiasa tanpa ada mas Rahman lagi di sampingku." Tekad Yanti.
************
"Apa sebenarnya yang terjadi Lang??" Indra menghampiri sahabatnya itu di sebuah kafe dan duduk menemaninya.
__ADS_1
"Aku sudah berhasil membongkar tentang perselingkuhan mereka, Ndra sekaligus aku beberkan semua tentang dana itu!!" kata Elang.
"Aku sudah benar-benar tidak bisa mentolerir lagi kesalahan demi kesalahan yang telah dibuat Sheilla di belakangku."
"Pantas hatiku selalu ragu padanya walaupun kami sudah menjadi sepasang suami istri."
"Di malam pertama pernikahan kami sebenarnya kami sudah bertengkar hebat."
"Sheilla istriku bukan lagi seorang perawan seperti yang dia sanjung-sanjungkan dan bangga-banggakan padaku."
"Entah laki-laki mana tempat dia menyerahkan mahkota miliknya yang paling berharga itu dan aku ketiban barang bekas habis digunakan oleh orang lain."
..."Aku selalu menjaga kehormatannya, jangankan untuk menggauli dia, ciuman pun hanya sebatas pipi saja, dan rupanya Sheilla menginginkan lebih dari sekedar ciuman."...
"Berkali-kali Sheilla menggodaku untuk melakukan lebih tetapi aku tetap pada prinsipku untuk tidak melakukannya sebelum pernikahan kami tiba, ternyata Sheilla tidak sabar serta mencari kesenangannya di luar sana."
"Sejak malam itu aku sangat kecewa dan tak pernah mau lagi menyentuhnya."
"Aku tetap memberikan nafkah lahir padanya tapi tidak dengan nafkah batin karena hatiku terlanjur sakit telah dia khianati dan kini kembali dia menorehkan pengkhianatan yang lebih parah lagi, aku sudah tak bisa mempertahankan rumah tanggaku ini, Ndra!!" Elang tampak sangat frustasi.
"Aku mengerti perasaanmu, Lang...terlebih aku juga pernah mengalami pengkhianatan serupa bahkan aku harus menikahi wanita yang sudah hamil dengan lelaki lain dan parahnya kedua orang tuaku mendukung pernikahan ini tanpa mempedulikan perasaanku hanya agar hubungan bisnis mereka yetap bisa terjalin erat dan akulah di sini yang jadi korbannya."
"Tapi kini aku bersyukur walaupun sempat ribut akhirnya kedua orang tuaku merestui pernikahanku dan Shanum terlebih lagi ada Indra junior hadir di antara kami, bahkan mereka tak lagi ikut campur jika aku akan menceraikan Pingkan dan melegalkan pernikahanku dengan Shanum!!" kata Indra terlihat sangat bahagia.
"Syukurlah jika kamu sudah menemukan kebahagiaanmu, Ndra..aku juga ikut bahagia untukmu!!" kata Elang.
"Dua tahun bersamanya membuat aku sadar betapa liciknya mantan istriku itu!! dia mampu menggunakan segala cara agar semua keinginannya terwujud!!"
"Dan bukan tidak mungkin dia di luar sana sedang merencanakan sesuatu yang tak bisa kita duga-duga!!" ucap Elang.
"Iya, Sheilla dan Pingkan sama saja, keduanya sama-sama licik!!" umpay Indra.
"Sudahlah, Lang...intinya sekarang kamu benahi hidupmu!! urus perceraianmu dengan Sheilla karena sekarang sudah tak akan ada yang jadi penghalangnya lagi...mulailah dengan hiduomu yang baru!!" kata Indra.
*************
"Ini Indra pergi kemana sih?? licin bener seperti belut susah sekali dicarinya!!" kata Pingkan.
"Apa dia pergi ke tempat kediaman janda pirang itu ya?? wah...nggak bisa dibiarkan ini, aku harus mencari tau, aku tak ingin kehilangan ladang emasku, persetan dia mencintaiku atau pun tidak yang terpenting uangnya lancar terus!!" kata Pingkan lagi.
"Jangan harap aku mau melepaskanmu, Indra dan mau berbagi cinta dengan wanita yang tidak selevel denganku itu!!"
"Dan kamu Shanum si janda gatal perebut suami orang, jangan pernah kamu bermimpi indah untuk dapat duduk bersanding dengan suamiku, aku akan terus menghalangi kalian untuk dapat bersama dan bersatu, ingat itu Shanum." Pingkan tertawa menyeringai sinis.
__ADS_1
DDDRRRRTTTTT....
"Siapa sih yang menelpon sudah sore begini, ganggu mood aja!!" gerutu Pingkan sambil mengambil ponselnya.
"Siapa sih ini?? mana nomor tidak dikenal lagi!!" ujar Pingkan kesal.
π±"Ya Halo!!"
π±"Pingkan ini aku Sheilla!!"
π±"Baby...benar kamu kah itu?? kamu kemana aja sih?? pakai acara jadi buronan polisi segala!!
π±"Aku ada di suatu tempat menghindari kejaran polisi dulu!! kamu jangan mengatakan pada siapa-siapa tentang pembicaraan kita ini ya!!"
π±"Beb, memang berapa duit sih yang kamu dan kelompokmu gelapkan??"
π±"Sedikit sih, hanya sekitar 2 M saja jadi kami masing-masing dapat lima ratus juta rupiah."
π±"Gila kau beb, sudah korupsi...selingkuh pula!! ada bedanya kah punya Elang dan punya selingkuhan kamu itu??"
Pingkan senyum-senyum menggoda Sheilla.
π±"Jelas bedalah, punya Elang hanya sekali sempat kurasakan saat malam pengantin kami setelah itu aku bahkan tak pernah melihatnya lagi...sedangkan punya Hansen setiap saat bisa kulihat dan kupegang walaupun tak sebesar punya Elang sih!!
Obrolan Sheilla dan Pingkan masih terus berlanjut.
π±"Ingat Pingkan, hanya kamu yang tau nomorku ini, simpan baik-baik dan jangan sampai ada yang tau tentang aku, oke???"
π±"Kamu tak usah khawatir Sheilla, aku akan menjaga rahasia ini baik-baik.
π±"Sudah...tutuplah dulu sepertinya ada langkah kaki mendekat ke kamar, barangkali langkah kaki mami ku!!"
Sheilla langsung memutus teleponnya begitu pun dengan Pingkan.
"Syukurlah kamu baik-baik aja, Sheilla...aku begitu mengkhawatirkanmu!!" kata Pingkan lega.
"Setidaknya aku tau bahwa hingga detik ini Sheilla masih aman di tempat persembunyiannya semoga kamu terus bisa menghindari kejaran polisi baby!!" kata Pingkan.
*
*
***Bersambung...
__ADS_1
Sampai kapan Sheilla akan aman dalam persembunyiannya??
Jangan lupa dukungannya, like, komen, vote, favorit dan ratenya ya readerππ