Sejuta Kenangan Bersamamu

Sejuta Kenangan Bersamamu
Bab 59 Pertemuan


__ADS_3

"Ayo sebaiknya kita lanjutkan perjalanan siapa tau kita bisa mengejar si wanita licik itu, mata dan firasat mami tak bisa dibohongi, wanita tadi itu pasti Sheilla walaupun dia menyamar seapik apapun tapi gerakan matanya saat melihat mami tadi nggak bisa dibohongi!!" ucap mami Tiara.


Tak lama saat mobil rombongan Indra berlalu, dari balik pohon seberang jalan muncul sosok yang tadi mereka cari yaitu sosok Sheilla.


"Mampuslah aku!! untung tadi aku sempat menghindar dari para rombongan cecurut itu, kalau tidak?? perempuan tua itu matanya tajam seperti lidahnya yang tak bertulang itu kalau soal menyinggung perasaan orang lain...tapi ngomong-ngomong mereka ada di sini mau apa ya?? jangan bilang mereka mau mencariku di kampung perbatasan kota ini." Dengan cepat Sheilla menyelinap pergi.


Sejak jadi buronan polisi, Sheilla jadi pintar melarikan diri sekaligus bersembunyi.


"Mbak Anni dari mana??" kata tetangga Sheilla di samping rumah petak tempat dia menyewa.


"Jalan-jalan bu bosan di rumah terus malam minggu gini!!" kata Anni.


"Mari bu, saya masuk dulu mau masak makan malam!!" kata Anni.


"Silakan mbak!!" kata tetangganya tersebut.


Di dalam rumah Sheilla mencibir dirinya sendiri, "masak makan malam?? goreng telur aja aku nggak bisa!! apa lagi masak yang lain!! bisa kubuat kebakaran rumah warga di sini!!" kata Sheilla sambil tersenyum kecut.


"Mana wanita yang mami lihat itu?? sosoknya raib seperti hilang ditelan bumi!!" kata papi Jonas.


"Indra...ajak istrimu dan keluarganya kembali ke kota!! kita tidak bisa mengawasinya terus jika tinggal berjauhan seperti sekarang ini!!" kata mami Tiara.


"Iya mi, nanti akan Indra coba memberikan penjelasan pada Shanum!!" kata Indra.


"Sebaiknya mami tidur saja dulu perjalanan kita kurang lebih setengah jam lagi dari sekarang!!" kata Indra.


"Berita apa yang sedang kamu tonton, Num...!!" kata bu Karti sambil meletakan sanggar dan teh hangat untuk mereka berempat.


"Wanita itu bu!!" tunjuk Shanum pada layar televisi yang dua hari lalu baru dibelikan oleh Indra.


"Iya...kenapa dengan wanita itu??" kata bu Karti yang memang tidak mengenal Sheilla.


"Astagfirullah...ternyata bu Sheilla jadi buronan polisi!!" kata Shanum melongo kaget.


"Siapa sih dia??" tanya bu Karti lagi.


"Gara-gara fitnah kejam wanita itu yang telah menuduh Shanum mencuri cincin ibunya nyonya Prita, Shanum sampai dipecat dari pekerjaan Shanum!!" kata Shanum sangat kesal.


"Lho, kamu bilang waktu itu kamu habis kontrak!!" kata bu Karti.


"Shanum memang sengaja bilang begitu agar ibu tiak kepikiran pada Shanum terus, karena Shanum tau ibu pasti akan sangat khawatir...maafkan Shanum bu!!" ucap Shanum sambil memeluk ibunya.


"Terus kenapa wanita itu bisa jadi buronan polisi??" tanya bu Karti ikut duduk nonton di sebelah Shanum.


"Astagfirullah...akhirnya Allah menunjukan kebesarannya bu...dulu dia menuduh dan memfitnah Shanum sebagai pencuri kini Allah menunjukan dia pada dunia bahwa dialah yang seorang pencuri!!" kata Shanum pelan.


"Allah memang adil nak...jika memang kita tidak bersalah suatu saat orang yang memfitnah kita itu yang akan menerima hasil dari perbuatannya sendiri."


"Apalagi doa orang yang teraniaya, cepat sekali diterima oleh Allah!! Ibu tau bagaimana terpukulnya kamu saat itu, saat semua mata menatapmu waspada takut barang mereka pun kamu curi hanya karena fitnah keji yang tak bertanggung jawab itu kamu harus kehilangan pekerjaan dan kehilangan harga diri." Kata bu Karti.


"Kasihan pak Elang suaminya!!" kata Shanum.


"Pak Elang itu orang baik, Shanum tak bisa membayangkan betapa terpukulnya beliau saat menghadapi kenyataan seperti ini." Kata Shanum.


"Itulah gunanya kita bersyukur nak...syukurilah berapa pun besarnya rejeki yang kita dapatkan, karena jika kita kurang bersyukur, berapa pun uang yang kita dapat selalu saja kita merasa kurang terus." Kata bu Karti.


"Bu, ada mobil berhenti di depan halaman rumah kita!!" kata Shanum sambil memgintip keluar.


"Ya, Allah...bu...itu mas Indra bersama kedua orang tuanya !!" kata Shanum berkali-kali mengucek matanya untuk lebih meyakinkan diri.


"Assalamualaikum..."


"Waalaikum Salam!!"


Jawab Shanum dan ibunya dari dalam bersamaan.


"Mas Indra...ibu Tiara...pak Jonas!!" kata Shanum sambil bersalaman dengan kedua orang tua Indra itu.


"Panggil mami dan papi, karena kami adalah mertua kamu sendiri!!" jawab mami Tiara.


"Mana cucu mami!!" kata mami sambil celingukan mencari Sharindra.

__ADS_1


"Ada di kamar mi.....!!" kata Shanum.


Dengan cepat kedua orang tua itu masuk ke kamar untuk melihat cucu pertama mereka.


Kita tinggalkan dulu sebentar Indra sekeluarga yang tengah berbahagia.


Kita kembali pada Pingkan yang uring-uringan.


"Aku ke bar sajalah untuk menghilangkan kegundahan dan kesedihan hatiku ini!!" kata Pingkan.


Pingkan duduk di samping seorang pria yang lumayan tampan.


Pingkan melirik pria itu dari samping.


"Tampan...tetapi mengapa dia tampak bersedih ya??" batin Pingkan.


"Vodka satu!!" kata Pingkan.


Si tampan itu melirik pada wanita yang duduk di sebelahnya.


"Hai!!" kata Pingkan menyapa terlebih dahulu.


"Hai juga...!!" dia balas menyapa.


"Sendirian saja??" kata Pingkan membuka pembicaraan.


"Iya...!!" jawabnya.


"Kamu sendiri!!" tanyanya lagi.


"Seperti yang kamu lihat sendiri!!" jawab Pingkan.


Dia meminum kembali vodka dalam gelas yang ada di tangannya.


"Tampaknya kamu sedang banyak masalah, ya??" tanya Pingkan ikut meneguk minuman miliknya.


"Iya...!!" jawabnya singkat.


Tanpa diduga pria itu mengulurkan tangannya.


Pingkan hampir tersedak karena menahan tawa.


"Kenapa??" namaku jelek ya!!" jawabnya lagi.


"Nggak juga sih!!" kata Pingkan.


"Namamu memang pasaran, hampir tak sesuai dengan wajah tampanmu!!" jawab Pingkan spa adanya.


"Siapa namamu??" tanya pria muda yang ternyata adalah Rahman itu.


"Namaku Pingkan!!" jawab Pingkan singkat.


"Cantik...!!" kata Rahman tersenyum.


"Oh iya?? tapi jika aku cantik tsk mungkin suamiku berpaling dariku pada wabita lain!!" kata Pingkan meneguk vodkanya sekali lagi.


"Kamu ternyata sudah menikah?? kupikir kamu masih seorang nona...karena wajahmu cantik sekali!!" ucap Rahman jujur.


Wajah Pingkan memerah mendengar pujian Rahman padanya.


"Kamu sendiri ada masalah apa??" tanya Pingkan pada Rahman.


"Selingkuh!!" kata Rahman.


"Istrimu selingkuh??" tanya Pingkan.


"Bukan istriku, tapi aku!!" kata Rahman singkat.


"What??" kata Pingkan.


"Terus kamu menyesal gitu, lalu saat kamu ingin kembali memperbaiki hubunganmu dengan istrimu ternyata dia memilih pergi meninggalkanmu, begitukan??" tanya Pingkan.

__ADS_1


"Kok kamu bisa langsung menebak masalahku?? kamu bukan cenayangkan??" tanya Rahman sambil tertawa.


Pingkan terpana melihat tawa pria yang ada di depannya.


"Manis sekali senyum dan tawanya itu!!" pikir Pingkan.


"Bukanlah...cuma dulu aku kuliah di bagian psikologi dan suamiku juga mengambil jurusan yang sama!!" kata Pingkan.


"Oohhh!!" jawab Rahman singkat.


"Lalu kenapa juga suamimu bisa meninggalkan kamu untuk bersama dengan wanita lain??" selidik Rahman.


"Sama denganmu...selingkuh!!" kata Pingkan sambil tertawa hambar.


"Kamu atau suami kamu yang berselingkuh??" tanya Rahman semakin penasaran.


"Aku yang telah berselingkuh, kalau suamiku itu tipe laki-laki yang setia!!" kata Pingkan.


"Setia?? setiap tikungan ada??" kata Rahman tersenyum dan dibarengi tawa juga dari Pingkan.


"Bagaimana ceritanya kamu bisa menyelingkuhi istrimu??" tanya Pingkan.


Lalu Rahman bercerita pada Pingkan tentang Shanum lalu Yanti dan terakhir adalah Emiana.


"Terus mana di antara ketiga orang itu yang paling kamu cintai??" tanya Pingkan ingin tau.


"Istri pertamaku!!" tetapi aku sudah terlalu banyak membuat kesalahan padanya dan dua orang anakku." Jawab Rahman.


"Lalu mengapa kamu tidak menikah saja dengan wanitamu yang nomor tiga itu??" tanya Pingkan.


"Jujur aku tertarik padanya saat pertama aku melihatnya, apalagi dia itu adalah teman sekolahku dahulu!! tapi hanya sebatas tertarik setelah kami berkali-kali melakukan hubungan intim, aku baru menyadari bahwa aku hanya perlu kehangatan darinya bukan cintanya." Kata Rahman.


"Kamu tidak menyusul istri kedua kamu itu ke Malaysia, menjemputnya lalu rujuk kembali dan hidup bersama lagi seperti dulu??" tanya Pingkan.


"Kamu terlalu banyak bertanya dan terlalu banyak ingin tau, cantik!!" kata Rahman membuat Pingkan lagi-lagi tersipu malu.


"Sehabis ini kamu mau pergi kemana??" tanya Rahman.


"Aku tidak tau karena aku tidak punya tujuan!!" kata Pingkan.


"Kita jalan kedermaga yuk...menikmati suasana pantai saat malam hari sepertinya bisa mengurangi rasa suntuk di kepala kita!!" ajak Rahman.


"Baiklah...kamu naik apa kemari??" tanya Rahman pada Pingkan.


"Aku naik mobil!!" jawab Pingkan.


"Tinggalkan saja mobilmu di parkiran bar, ikut aku aja yuk naik moge ku!!" kata Rahman.


"Apa itu moge??" tanya Pingkan.


"Moge itu motor gede cantik...!!" kata Rahman sambil menoel hidung Pingkan.


"Tapi aku seumur-umur belum pernah naik moge ataupun jenis motor lainnya!!" kata Pingkan takut-takut.


"Anggaplah ini pengalaman pertamamu naik moge keliling kota bersamaku lalu kita kedermaga tempat di mana biasanya aku melepas kepenatanku setelah bar ini!!" jawab Rahman.


Lalu setelah membayar minumannya, Rahman dan Pingkan berjalan menuju motor besar milik Rahman yang terparkir di samping bar.


"Ayo naik!!" kata Rahman saat dia melihat Pingkan bingung untuk naik karena dia menggunakan rok lebar di atas lututnya.


"Apakah rok aku tidak tersangkut nantinya??" tanya Pingkan masih ragu.


"Tidak Pingkan, kamu kan duduk laki-laki saja seperti aku ini, lho!!" kata Rahman.


Akhirnya Pingkan mencoba naik perlahan dan duduk menempel erat di belakang Rahman.


*


*


***Bersambung...

__ADS_1


Kemanakah mereka berdua akan pergi selanjutnya??


Ikuti terus kisahnya ya reader🙏🙏


__ADS_2