Sejuta Kenangan Bersamamu

Sejuta Kenangan Bersamamu
Bab 68 Geram


__ADS_3

Dia juga tidak rela melihat wanita yang pernah dia cintai bahkan hingga kini rasa cinta itu dia simpan di lubuk hatinya yang terdalam, terluka dan banyak mengeluarkan darah serta mengerang kesakitan.


"Seandainya kamu laki-laki...sudah kuhajar kamu habis-habisan!!" bentak Elang pada Pingkan yang masih meronta-ronta minta dilepaskan.


"Tak lama polisi datang dan menangkap Pingkan.


"Tega kamu Elang...Indra, awas saja kalian akan menerima balasannya!!" teriak Pingkan.


"Sayang....bertahanlah!!" Indra terus menggenggam tangan Shanum yang sudah tak sadarkan diri semenjak tadi.


Tak lama Elang dan Bandiah datang lalu menyusul orang tua Indra, sementara ibu Karti tidak bisa ikut karena harus menjaga Chika, Chiro dan Rindra di mansion.


"Mengapa bisa begini Indra?? siapa yang sudah berbuat demikian pada istrimu??" geram kedua orang tua Indra.


"Pingkan mi, pi...yang sudah menganiaya Shanum tadi di kantin." Kata Indra lemas.


"Perempuan lucknut itu lagi??" kata mami Tiara marah bukan main.


"Jika sampai terjadi sesuatu pada menantuku maka dia harus bersiap-siap mendekam di penjara, mami tidak peduli walaupun harus berhadapan dengan si Prianka itu!!" geram mami Tiara.


Kulit kepala Shanum robek terkena tonjolan meja kayu yang lancip juga perutnya yang diinjak oleh Pingkan tadi.


Indra tak sedetikpun bergeser dari tempat duduknya menunggu sang istri sadar dari pingsannya.


Sementara itu di kantor polisi....


"Lepaskan saya pak...saya tak bersalah!!" Pingkan terus bersikukuh pada pendiriannya.


Tak lama kedua orang tua Pingkan datang ke kantor polisi.


"Apa yang sudah kamu lakukan Pingkan?? dasar anak bodoh...jika begini caranya Indra semakin menjauh darimu, kan mami sudah bilang bermain cantiklah, berpikir dulu sebelum bertindak, jika sudah begini kamu akan mendekam di penjara!!" kata mami Prianka.


"Ihhh mami...tolong Pingkan, Pingkan nggak mau masuk penjara, minta tolong sama papi Jonas dan mami Tiara untuk membujuk Indra mencabut tuntutannya pada Pingkan." Rengek Pingkan.


"Akan mami coba, tapi mami nggak yakin Pingkan...mungkin mami bisa membujuk Jonas dan Tiara tapi entahlah dengan Indra karena kamu telah melakukan penganiayaan berat kepada istrinya." Kata mami Prianka lagi.


"Alhamdulillah, istri bapak sudah bisa melewati masa kritisnya!!" kata dokter yang menangani Shanum.


"Luka di kepala bu Shanum mendapat tujuh jahitan dan bekas injakan keras di rahimnya alhamdulillah tidak merusak jaringan di dalam perut bu Shanum." Kata dokter yang menangani Shanum.


Indra dan yang lainnya bisa bernapas lega, baru saja mereka merasa lega, masuklah kedua orang tua Pingkan.

__ADS_1


"Mau apa kalian kemari Prianka??" kata mami Tiara.


"Kami mau minta Indra untuk mencabut gugatannya pada Pingkan." Kata mami Prianka seolah tanpa dosa.


"Kamu bilang apa Prianka?? mencabut tuntutan atas penganiayaan Pingkan pada Shanum menantuku??" tanya mami Tiara geram.


"Kamu lihat menantuku yang tergeletak terbaring tak berdaya itu??" Tiara menarik tangan Prianka untuk melihat keadaan Shanum yang baru saja masuk keruangan rawat inap setelah melewati masa kritisnya.


"Lihat hasil karya putrimu yang arogan itu...Shanum salah apa padanya?? Shanum tak pernah menyakitinya."


"Indra menikahi Shanum setelah tau Pingkan berselingkuh dengan lelaki lain dan hamil dengan lelaki itu, sementara Shanum hamil dan butuh dukungan dan perlindungan dari Indra, dengan bodohnya aku menekan dan mengancam Indra untuk tetap bersama Pingkan yang nyata-nyata hamil anak pria lain."


"Sekarang Shanum telah melahirkan anak dari darah daging Indra sendiri, dan dengan kejamnya Pingkan menganiayanya." geram mami Tiara.


"Sekarang kamu pergilah...jangan membuatku bertambah pusing!!" kata mami Tiara.


"Kamu lebih membela wanita kampung yang bodoh itu yang nyata-nyata seorang pelakor dari pada persahabatan kita??" kata Prianka.


"Wanita kampung yang bodoh dan pelakor itu sekarang sudah menjadi menantuku, Prianka...sedangkan pernikahan Pingkan dengan Indra sudah berakhir sesuai dengan surat perjanjian yang mereka berdua buat." Kata mami Tiara sudah tak mau mendengarlan penjelasan apapun lagi dari sahabatnya itu.


"Kamu dan Jonas akan menyesal, Tiara!!" gumam Prianka lalu pergi meninggalkan rumah sakit dengan perasaan marah dan jengkel.


"Sialan si Tiara...kita lihat saja nanti Tiara!! berhati-hatilah kamu menjaga menantu idamanmu itu!!" kata Prianka pada suaminya sambil tersenyum smirk.


"Bu, kenapa Pingkan beli makanannya lama sekali?? Beli di mana sih??" tanya Rahman pelan.


Belum sempat ibunya menjawab, bapak dan kakak perempuannya datang dengan tergopoh-gopoh masuk keruangan.


"Ada apa??" tanya ibu Rahman pada suami dan anak perempuannya.


"Celaka bu, temannya Rahman tadi ditangkap polisi karena telah menganiaya seorang wanita di kanton dan kalian berdua tau siapa wanita yang sudah dianiaya oleh Pingkan itu??" kata bapak.


"Wanita itu Shanum Man, tiada angin tiada hujan Pingkan menyerang Shanum di kantin rumah sakit sampai Shanum dirawat di rumah sakit ini juga." Kata kakak perempuan Rahman.


"Teman wanita kamu itu sepertinya mengalami gangguan mental berat deh!!" kata kakaknya lagi.


Rahman terhenyak mendengarnya.


"Lalu bagaimana keadaan Shanum, mbak??" tanya Rahman.


"Kami tidak tau lagi sekarang bagaimana keadaan Shanum setelah dibawa oleh suaminya ke UGD." Kata kakak perempuan Rahman.

__ADS_1


"Suaminya??" ulang Rahman seakan tak percaya.


"Iya...Shanumkan sekarang sudah menikah dan sudah punya seorang bayi dari hasil pernikahannya sekarang!!" kata bapaknya.


Rahman kembali termenung mendengar penuturan kakak perempuan dan bapaknya itu.


"Kamu tidak menyesalkan berpisah dengan istri kamu!!" kata ibunya Rahman.


"Nggak....Rahman tak akan pernah menyesal pada keputusan apa yang telah Rahman ambil dan perbuat." Kata Rahman.


"Baguslah...sekarang yang mesti kamu pikirkan adalah keadaan anumu yang akan tidur terus tanpa bisa berdiri lagi akibat dari gigitan ular di bawah pusatmu itu!!" kata ibunya.


"Mas...mas Indra, aku ada di mana??" tanya Shanum yang perlahan mulai sadar.


"Aku ada di mana mas??" tanya Shanum.


"Kamu ada di rumah sakit sama mas Indra, kamu butuh sesuatu??" tanya Indra.


Shanum berusaha bangun tetapi kepalanya yang dijahit masih terasa nyeri.


"Kepala Shanum sakit sekali mas!!" kata Shanum perlahan.


"Kamu mau minum?? mas Indra ambilkan ya??" kata Indra di sambut anggukan oleh Shanum.


"Anak-anak nanti bagaimana mas??" tanya Shanum lagi.


"Tadi mami dan papi pulang barangkali sebentar gantian sama ibu untuk berjaga...Bandiah juga nanti kemari kok untuk ikut menjagamu." kata Indra.


"Mbak Pingkan itu kok jahat banget sih mas sama Shanum!!" kata Shanum.


"Biarkan saja, dia sebentar lagi akan mendapat ganjarannya!!" jawab Indra.


"Yang penting sekarang kamu perbanyak istirahat agar cepat sembuh dan kita bisa pulang dan berkumpul kembali di mansion." kata Indra tetap memegang lembut jemari tangan istrinya.


*


*


***Bersambung...


Penjara telah siap menanti kejahatan Pingkan...apa yang akan terjadi selanjutnya??

__ADS_1


Jangan lupa mampir dan beri dukungannya ya reader!!🙏🙏


__ADS_2